orangbiasapisan

3.8K posts

orangbiasapisan

orangbiasapisan

@dydosy

hanya seorang rakyat jelata

Katılım Aralık 2022
260 Takip Edilen13 Takipçiler
unilubis
unilubis@unilubis·
Menurut teman2, parpol yang beneran konsisten menjunjung nilai2 demokrasi di 🇲🇨, parpol apa?
Indonesia
1.1K
67
1.1K
338.1K
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Belajar dari cara Jokowi menjawab berbagai kritik yang datang bertubi-tubi dengan cara tetap santai dan jangan lupa tersenyum. Lalu jawab kritik satu per satu dengan kerja-kerja-kerja, begitulah cara terbaik menjawab kritik. #Jokowisme🇮🇩💯✌
Dedy Nur tweet media
Indonesia
360
13
104
9.9K
Dina Natalia Lee
Dina Natalia Lee@gustavssondhela·
Jejak digital Anus baswedan saat menjabat sebagai Mendikbud, Anus pernah dilaporkan ke KPK Terkait korupsi Frankfurt book fair 2015, dana yang dikorupsi Anies sebesar 146 miliar Setelah dipecat dari mendikbud lagi daftar Cagub dki Jakarta takut di tangkap KPK @Kimberley_PS08
Indonesia
106
9
37
3.8K
orangbiasapisan
orangbiasapisan@dydosy·
@TeddGus Kalo mentalnya penjilat emang susah, yang penting dia sama kelompoknya bisa kenyang
Indonesia
0
0
0
14
Teddy Gusnaidi
Teddy Gusnaidi@TeddGus·
Oke fix ya anda mengatakan bahwa Gibran pelaku kolusi dan Nepotisme, artinya Gibran menurut anda sudah terbukti di pengadilan melanggar UU 28 Tahun 1999. Sebelum diskusi berlanjut, silahkan anda lampirkan putusan pengadilan yang memutuskan Gibran melakukan kolusi dan Nepotisme. Ditunggu ya..
Agaffrioa@aga_ffri_ioa

@TeddGus Saya mendukung pak Prabowo menjadi Pemimpin negeri ini, tapi tidak dengan wakilnya, ya karena alasan kolusi dan Nepotisme itu tadi.

Indonesia
501
50
463
205.7K
orangbiasapisan
orangbiasapisan@dydosy·
@tempodotco Mungkin maksudnya Partai Bulan Bintang (PBB) kebetulan kabarnya pak Yusril mengundurkan diri
Indonesia
0
0
0
1
ziii 🦋
ziii 🦋@zy_zy_lestary·
Selamat siang kaum16%.........🫣 Kaum yg meradang melihat foto Keluarga Jokowi Sambil menikmati hasil kerja Jokowi mereka sibuk memaki 🤭🤭
ziii 🦋 tweet media
Indonesia
406
37
204
20.8K
KOMPAS TV
KOMPAS TV@KompasTV·
Jokowi Sebut Rasio Lulusan S2-S3 di Indonesia Lebih Rendah dari Malaysia dan Vietnam dlvr.it/T6z4rG
Indonesia
4.2K
562
3.3K
850.1K
Ferry Koto
Ferry Koto@ferrykoto·
Jika diamati memang hancur lebur logika anak2 Abah. Bagi mereka karena mendukung, maka ndak layak mengkritik, "nikamti saja," kata mereka. Untung Abah kalah. Kalau menang, betapa hancur leburnya negara. Bayangkan jk Abah yg 58%, bisa tak ada kritik, hanya puja puji ke Imam Mahdi
Indonesia
219
29
117
13K
DPP PSI
DPP PSI@psi_id·
Selamat menunaikan amanah, Sis Wanbin @grace_nat. Semoga dimudahkan dan dilancarkan dalam membantu Presiden Jokowi.
DPP PSI tweet media
Indonesia
624
43
364
46K
Mas Veel
Mas Veel@mas_veel·
Prabowo sangat tepat memilih anak muda ini untk menjadi RI2. Kapasitasnya sudah melampaui org yg usianya jauh lebih bangkotan yg menjabat lbh tinggi di daerah 🤣 Jd, yg meremehkan Gibran itu sbnrnya gak tau malu dn gak tau diri, jk dilombakan nyari pendana, Gibran's The Winner
Mas Veel tweet media
Indonesia
797
105
804
266.4K
Azzam Mujahid Izzulhaq
Azzam Mujahid Izzulhaq@AzzamIzzulhaq·
Saya melihat video perayaan kelulusan salah satu SMA di tanah air berkaca-kaca jadinya. Tak tega saya mengunggahnya. Sesak di dada dengan beragam tanya kenapa begini anak-anak kita? Menari-nari erotis di lapangan depan guru dan orangtua seakan menjadi hal biasa. Mau jadi apa kamu, Nak? Saya unggah saja bagaimana pelajar SMA di Bijie provinsi Guizhou, China merayakan kelulusan SMA-nya. FYI, ketertinggalan kualitas pendidikan kita dengan China itu 128 tahun gap-nya.
Azzam Mujahid Izzulhaq tweet mediaAzzam Mujahid Izzulhaq tweet mediaAzzam Mujahid Izzulhaq tweet media
Indonesia
273
1.5K
7.2K
961.2K
#99
#99@PartaiSocmed·
POLLING!! Apakah benar guru honorer menjadi budak guru PNS/guru tetap di sekolah?
Indonesia
57
29
71
31.4K
orangbiasapisan retweetledi
Henri Subiakto
Henri Subiakto@henrysubiakto·
Pameran Seni Butet Kartaredjasa di Galery Nasional Jakarta yg berisi kritik, kemarahan, kekecewaan pada orang yg dia gambarkan dengan wujud patung yg diberi istilah “Milik Gendong lali” diulas secara bernas dan cerdas oleh Mas Sukidi di Harian Kompas hari ini 16 Mei 2024. Butet Seniman sekaligus budayawan Jogja dinilai sebagai sosok kreatif, imaginatif dan luwes sekaligus kritis. Pameran dan makna seninya diulas secara menarik oleh intelektual Muhammadiyah, Sukidi Mulyadi, aktivis muslim doktor lulusan Harvard University, Amerika Serikat. Pameran Butet dan tulisan Sukidi menyatu menjadi sebuah pesan kritis dan keprihatinan tentang runyamnya sosok penguasa negeri ini yg digambarkan dengan sebuah patung orang kurus berdandan seperti raja, dengan dihias wajah yang dipoles, dengan hidung mancung seperti pinokio, penuh kepalsuan, kecongkakkan, tidak mau mendengar dan plin plan. Inilah gambaran representasi politik kebohongan dan berbagai bentuk pengabaian moral. Bahasa Seni mas Butet dan tulisan mas Sukidi di Kompas ini bermakna sebagai karya dengan pesan politik intelektual yang berkualitas yang layak untuk dibaca dan diperhatikan. Pesan politik yang menyuarakan representasi kemarahan sebagian masyarakat yg berpikir, waras, peduli, berjiwa NKRI dengan berpegang pada etika dan hati nurani. Silahkan dibaca.
Henri Subiakto tweet mediaHenri Subiakto tweet mediaHenri Subiakto tweet media
Indonesia
79
74
269
12.8K
orangbiasapisan
orangbiasapisan@dydosy·
@geloraco Uang sertifikasi aja telat Mulu, THR Tukin sertifikasi tahun lalu aja yg dijanjikan 50% aja gak dibayar. Tahu deh yang tahun ini yang katanya 100% belum dibayar2 juga
Indonesia
0
0
0
80