Dystractrhythm

11.5K posts

Dystractrhythm

Dystractrhythm

@dystractrhythm

stock market enthusiast, want to learn from any other both technical and fundamental 📌football enthusiast 📌liverpudlian 📌interista

Katılım Aralık 2022
1.9K Takip Edilen140 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Dystractrhythm
Dystractrhythm@dystractrhythm·
🚨🚨Samuel Benner, a farmer from the 1800s, published a book with market analysis on periods of panic, good times to buy, and good times to sell. 150 years later, his analysis has proven to be remarkably accurate. 👀👀🚨🚨
Dystractrhythm tweet media
English
0
1
1
793
Dystractrhythm
Dystractrhythm@dystractrhythm·
@JackBirdi @DomainsVvs @grok @Hamzythacreator so why he say that he is the holy and the perfect one? he got the message from alla that maximum 4 wifes then he allow him self to have more than 4 , and he have the hareem for his sex also called maria and rayhana?
Dystractrhythm tweet media
English
0
0
0
15
HAMZZY
HAMZZY@Hamzythacreator·
Hey @grok, Be honest…which of these religions is the best?
HAMZZY tweet media
English
915
179
5.8K
6M
Dystractrhythm retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys buat lu yang porto nya lagi minus karena saham banking leon baren rivan ada berbagi info nih.... market lagi turun. IHSG sudah minus dari puncaknya. Banyak orang panik. Banyak yang bilang pensiun dari saham. Dan justru di momen seperti inilah mereka breakdown empat saham yang paling banyak ditanya Big 4 bank Indonesia dari perspektif value investing yang paling konkret. BCA. BRI. Mandiri. BNI. Semuanya turun dari all-time high. Semuanya terlihat "murah." Tapi murah saja tidak cukup pertanyaannya adalah mana yang paling menarik dan kenapa. Konteks dulu kenapa bank-bank ini turun: Dua alasan utama. Pertama — kinerja 2025 memang melambat. Hampir semua big bank labanya turun atau tumbuh hanya single digit. Padahal waktu all-time high valuasinya premium. Ketika valuasi premium tapi kinerja tidak deliver ekspektasi market menghukum. Kedua — asing keluar. Dan ini bukan karena Indonesia jelek. Ini karena ada ancaman Indonesia turun dari kategori emerging market ke frontier market akibat evaluasi MSCI. Kalau Indonesia jadi frontier market investor asing yang mandatnya hanya boleh pegang emerging market wajib jual. Mau semurah apapun sahamnya. Ditambah rupiah yang melemah investor asing yang dapat cuan 15-20% dari saham bisa habis terkena currency loss kalau rupiahnya turun 7-8%. Cara membaca kesehatan bank ini yang perlu dipahami: Sebelum bandingkan empat bank ini, ada enam rasio kunci yang perlu dipahami: CAR — Capital Adequacy Ratio. Rasio kecukupan modal. Semakin tinggi semakin resilien kalau terjadi krisis. Batas BI minimal 14%. Keempat big bank semuanya jauh di atas 14%. NIM — Net Interest Margin. Selisih antara bunga yang diterima dari kredit dan bunga yang dibayarkan ke nasabah. Semakin tinggi semakin menguntungkan. ROE — Return on Equity. Dari modal yang ada, perusahaan bisa cetak laba berapa. Semakin tinggi semakin efisien. CASA Ratio. Rasio dana murah tabungan dan giro dibanding deposito. Semakin tinggi CASA, semakin murah cost of fund bank itu. NPL Gross. Persentase kredit yang gagal bayar. Harus di bawah 5%. LAR — Loan at Risk. Lebih luas dari NPL menghitung kredit dari kategori "dalam perhatian khusus" sampai macet. Indikator awal tekanan kualitas aset. BCA — Jagoannya Timothy Ronald: BCA adalah satu-satunya dari big 4 yang labanya masih tumbuh double digit di 2025. Kinerja paling konsisten dan paling stabil. Fokus utamanya di segmen consumer dan corporate. CASA ratio tertinggi di antara semua bank artinya cost of fund paling murah. Itu yang membuat margin BCA sangat terjaga. Kelemahannya: valuasinya tidak pernah benar-benar murah. Bahkan setelah koreksi, PBV BCA masih di atas 3-4 kali. Buat value investor yang cari diskon dalam BCA bukan kandidat utama karena market selalu ready to pay premium untuk kualitasnya. Bank Mandiri — Jagoannya Andri: Mandiri masih tumbuh di 2025 tapi hanya single digit. Fokus utama di segmen corporate dan commercial. Kelebihan: basis korporasi besar yang cash flow-nya relatif terjaga. Risiko gagal bayar per nasabah lebih rendah karena perusahaan besar lebih likuid. Kelemahannya: sekali ada corporate besar yang gagal bayar dampaknya langsung besar ke laporan keuangan karena tiket kredit ukurannya jumbo. Dan di segmen corporate — Mandiri bersaing ketat dengan BNI yang posisinya hampir sama. Valuasi sekarang PE sekitar 7-8 kali. Murah secara historis. BNI: Labanya turun di 2025 bersama BRI. Juga fokus di corporate dan commercial, sehingga sering dianggap mirip Mandiri tapi dengan skala yang lebih kecil. Satu hal menarik: PBV BNI sekarang di bawah 1 — artinya harganya di bawah nilai buku. Secara teoritis ini sangat murah. Tapi "murah" tidak otomatis berarti menarik kalau tidak ada katalis yang jelas untuk perbaikan. BRI — Dan ini yang paling menarik untuk dibahas secara mendalam: BRI adalah satu-satunya dari big 4 yang punya diferensiasi jelas. Fokusnya bukan di corporate tapi di segmen mikro dan UMKM. Dari total penyaluran kredit BRI: 42,6% ke segmen mikro. 15,8% ke SME. Total lebih dari 58% ke mikro dan UMKM. Bandingkan dengan Mandiri atau BNI yang mayoritas ke corporate. Kenapa BRI labanya turun di 2025: Ini yang paling penting dipahami sebelum menilai BRI. Pendapatan bunga BRI tetap naik. Tapi labanya turun. Kenapa? Satu hal: provision expense beban CKPN naik 24%. Dari Rp33 triliun menjadi Rp41 triliun. CKPN adalah cadangan yang dibentuk bank untuk mengantisipasi risiko gagal bayar. Ketika ekonomi melambat dan segmen mikro-UMKM tertekan — BRI harus memperbesar cadangannya. Dan itu yang memangkas laba. Tapi ini bukan berita buruk permanen. Ini adalah biaya temporer yang dibentuk untuk mengantisipasi risiko yang sudah teridentifikasi. Sinyal bahwa BRI sedang turn around: Tiga indikator yang menunjukkan aset quality BRI membaik: LAR terus turun. Artinya kredit yang berisiko gagal bayar semakin berkurang. Ini langsung berimplikasi pada CKPN yang akan turun juga. Write-off turun dari Rp8,7 triliun per Februari 2025 menjadi Rp5,7 triliun per Februari 2026. Special mention turun dari 4,6% ke 3,9%. Ketiga indikator ini menunjukkan satu hal: masalah kualitas aset BRI sedang membaik. Dan kalau CKPN turun di 2026 laba akan rebound signifikan meskipun pendapatannya flat. Dan ini sudah mulai terbukti: per Februari 2026, laba BRI sudah naik 17% year on year. Ekosistem BRI yang tidak dimiliki bank lain: BRI bukan hanya bank. Di bawah BRI ada Pegadaian dan PNM yang sama-sama melayani segmen paling bawah dari piramida ekonomi Indonesia. Dengan harga emas yang terus naik — bisnis gadai Pegadaian ikut tumbuh signifikan. Dan itu dikonsolidasikan ke laporan BRI. Ini adalah sumber pendapatan tambahan yang tidak dimiliki BCA, Mandiri, atau BNI. Valuasi saat ini perbandingan langsung: BCA: PE sekitar 20+ kali. PBV 3-4 kali. Stabil tapi tidak murah. Mandiri: PE sekitar 7-8 kali. PBV sekitar 1,5-2 kali. BNI: PE sekitar 7-8 kali. PBV di bawah 1 kali. BRI: PE sekitar 9 kali. PBV sekitar 1,5-1,6 kali. Dari perspektif valuasi murni BNI paling murah. Tapi valuasi bukan satu-satunya faktor. Kalau digabungkan dengan turn around story, ekosistem, dan diferensiasi segmen BRI punya kombinasi yang paling menarik untuk investor yang berpikir jangka panjang. Soal dividen BRI yang 10% yield ini yang bikin banyak orang bingung: Payout ratio BRI di 2025 terlihat 92% — sangat tinggi. Banyak yang khawatir: ini sehat enggak? Jawaban singkatnya: ya, untuk bank ini normal. Bank adalah bisnis yang low capex tidak butuh banyak belanja modal untuk ekspansi seperti perusahaan manufaktur. Uang yang tidak dipakai untuk ekspansi lebih baik dikembalikan ke pemegang saham dalam bentuk dividen. Dan alasan payout ratio terlihat tinggi bukan karena dividennya naik drastis tapi karena labanya turun di 2025. Kalau laba kembali naik di 2026 seperti yang diindikasikan payout ratio akan turun sendiri sementara dividen per lembar tetap atau bahkan naik. Berapa modal yang dibutuhkan untuk passive income Rp25 juta per bulan: Dengan asumsi dividend yield rata-rata 4%: Rp25 juta per bulan = Rp300 juta per tahun. Modal yang dibutuhkan: Rp300 juta ÷ 4% = Rp7,5 miliar. Kalau menggunakan yield lebih tinggi seperti BRI yang sekarang di sekitar 10% modalnya bisa lebih kecil. Tapi untuk konservatif selalu pakai asumsi 4% karena yield bisa berubah. BCA untuk yang mau stabilitas maksimal dan tidak keberatan bayar premium. Mandiri dan BNI untuk yang mau lebih murah dan fokus di corporate exposure. BRI untuk yang percaya pada UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia jangka panjang dan melihat kondisi sekarang sebagai momen turn around yang menarik. Dan untuk semua ini satu prinsip yang paling penting dari value investing yang disampaikan dengan jelas: Market crash bukan waktu untuk pensiun. Market crash adalah waktu untuk belajar dan membeli. Orang yang buy high sell low itu karena ikut euforia saat semua orang sedang cuan dan panik saat semua orang sedang takut. Investor yang sukses melakukan sebaliknya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
12
151
934
52.5K
Dystractrhythm retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, rupiah sekarang di level Rp17.300-an per dolar. Dan banyak pejabat yang bilang "itu masih aman, masih terkendali. Tapi gue mau ajak kalian mundur ke satu momen dalam sejarah Indonesia yang menurut gue paling relevan dengan kondisi sekarang. Rupiah tembus Rp16.800 per dolar. Dari sebelumnya Rp2.400. Naik tujuh kali lipat dalam hitungan bulan. Soeharto jatuh. Ekonomi runtuh. Rakyat panik. Dan yang naik menggantikan adalah orang yang tidak ada yang percaya bisa menyelamatkan situasi itu. BJ Habibie. Teknokrat pembuat pesawat. Bukan ekonom. Lee Kuan Yew pemimpin Singapura yang terkenal skeptis bahkan bilang naiknya Habibie justru akan membuat rupiah makin tidak berdaya. Hasilnya? Dalam kurang dari dua tahun rupiah menguat dari Rp16.800 menjadi Rp6.550 per dolar. Hampir tiga kali lipat menguat. Bukan karena keberuntungan. Bukan karena SDA tiba-tiba melimpah lebih banyak. Tapi karena tiga keputusan konkret yang berani. Cara pertama: Restrukturisasi perbankan. Masalah terbesar krisis 1998 bukan hanya rupiah melemah. Tapi kepercayaan terhadap sistem perbankan hancur. Nasabah menarik uang besar-besaran. Bank-bank bertumbangan. Sekarang malah era prabowo himbara dipreteli agar bisa memberikan pinjaman ke program presiden Habibie tidak berdebat soal ini. Dia bertindak. Empat bank pemerintah digabung menjadi satu: Bank Mandiri. Konsolidasi yang membuat sistem perbankan lebih kuat dan tidak terfragmentasi. Dan yang paling berani: dia memisahkan Bank Indonesia dari pemerintah melalui UU No. 23 Tahun 1999. BI harus independen, objektif, dan bebas dari intervensi politik. Itu bukan kalimat yang mudah diucapkan oleh presiden yang baru naik. Karena artinya dia melepaskan satu instrumen kekuasaan yang selama Orde Baru digunakan sebagai alat politik. Tapi dia lakukan. Dan itu yang membuat kepercayaan pasar mulai kembali. Cara kedua: Kebijakan moneter ketat. Habibie menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia dengan bunga tinggi dengan satu tujuan: membuat masyarakat mau kembali menabung di bank. Kalau masyarakat percaya bank uang kembali mengalir ke sistem peredaran uang di luar terkontrol inflasi turun rupiah menguat. Hasilnya: suku bunga yang sempat meledak di angka 60% turun menjadi belasan persen. Kepercayaan terhadap perbankan kembali pulih. Cara ketiga: Harga bahan pokok dipertahankan. Di tengah semua guncangan itu Habibie mempertahankan subsidi listrik dan BBM. Harga kebutuhan pokok dijaga agar tidak meledak. Ini keputusan yang tidak populer di mata IMF waktu itu. Tapi Habibie berpegang pada satu prinsip: kalau rakyat tidak bisa beli bahan pokok, tidak ada stabilitas apapun yang bisa dipertahankan. Sekarang bandingkan dengan kondisi sekarang: Rupiah di Rp17.300 per dolar. Modal asing keluar Rp28 triliun di Q1 2026. Setiap kali rupiah menyentuh level baru Rp17.000, Rp17.100, Rp17.200, Rp17.300 pernyataan resmi yang keluar selalu sama: "masih aman, masih terkendali." Tapi aman menurut siapa? Terkendali sampai berapa? Dan yang lebih penting apa tindakan konkretnya? Pelajaran dari Habibie yang paling perlu digarisbawahi: Habibie tidak takut membuat BI independen meskipun itu berarti melepaskan kontrol. Habibie tidak takut restrukturisasi perbankan yang menyakitkan meskipun itu berarti mengorbankan kepentingan jangka pendek. Habibie tidak takut kebijakan moneter ketat meskipun itu berarti suku bunga tinggi yang menyakitkan pelaku bisnis dalam jangka pendek. Dan Habibie tidak takut bermitra dengan pihak asing IMF, investor internasional karena dia tahu: tanpa kepercayaan asing, modal tidak akan masuk, dan rupiah tidak akan pulih. Dan ini yang gue mau sampaikan dengan jelas: Ada narasi yang beredar bahwa "berdaulat" berarti tidak butuh asing. Bahwa bergantung pada investasi asing adalah kelemahan. Itu narasi yang menyesatkan. Habibie yang lebih nasionalis dari siapapun, yang membangun pesawat Indonesia dengan tangannya sendiri tidak sungkan membuka diri kepada asing ketika itu dibutuhkan untuk menyelamatkan ekonomi rakyatnya. Karena dia paham: kedaulatan yang sejati bukan berarti isolasi. Kedaulatan adalah kemampuan untuk bermitra dengan siapapun tanpa kehilangan kepentingan rakyat sebagai kompas utama. Habibie dulu memisahkan BI dari pemerintah. Persis karena dia tahu kalau bank ikut agenda politik, kepercayaan pasar hancur. Sekarang? Bank-bank Himbara BRI, BNI, BTN, Mandiri — didorong untuk ikut mendanai program-program pemerintah. Kopdes Merah Putih. MBG. Berbagai program yang belum jelas skema akuntabilitasnya. Bank itu lembaga keuangan yang harus dikelola berdasarkan prinsip kehati-hatian. Bukan alat eksekusi program politik. Kalau bank dipaksa ikut program yang risikonya tidak jelas yang menanggung risikonya siapa? Nasabah. Rakyat yang naruh tabungan di sana. Habibie tahu ini. Makanya dia pisahkan. Pemerintahan sekarang melakukan sebaliknya. Ironi lainnya Bank Indonesia diisi oleh keponakan Presiden sendiri. Ini yang paling langsung bertentangan dengan warisan Habibie. Habibie buat UU No. 23 Tahun 1999 yang menjamin BI independen dari pemerintah. Bebas dari intervensi politik. Karena dia tahu begitu BI diintervensi, kepercayaan investor hilang, rupiah tidak bisa distabilkan. Dan sekarang posisi penting di Bank Indonesia diisi oleh keponakan Presiden Prabowo. Tanpa pengalaman yang relevan di bidang moneter atau perbankan sentral. Ini bukan soal siapa orangnya secara personal. Ini soal sinyal yang dikirim ke pasar. Ketika investor global melihat bank sentral diisi oleh keluarga presiden mereka tidak melihat independensi. Mereka melihat risiko. Dan mereka memindahkan modalnya ke tempat yang lebih aman. Modal asing keluar Rp28 triliun di Q1 2026. Rupiah di Rp17.300. Sebagian dari itu adalah respons pasar terhadap sinyal-sinyal seperti ini. Habibie melepaskan kontrol atas BI untuk menyelamatkan ekonomi. Prabowo memasukkan kontrol keluarga ke BI dan berharap ekonomi tetap baik. Dua arah yang berlawanan. Dua hasil yang bisa diprediksi berbeda. yang paling gila Narasi "antek asing" yang membuat modal tidak masuk. Habibie yang lebih nasionalis dari siapapun, yang bangun pesawat Indonesia, yang didiskriminasi di Jerman tapi tetap pulang untuk bangun negara tidak pernah takut bermitra dengan asing ketika ekonomi membutuhkannya. Sekarang ada narasi yang beredar dan dipelihara oleh sebagian lingkaran kekuasaan bahwa siapapun yang mendukung keterbukaan terhadap investasi asing adalah "antek asing." Hasilnya: investor asing ragu masuk. Bukan karena Indonesia tidak menarik. Tapi karena iklim politiknya tidak memberikan kepastian. FDI Foreign Direct Investment adalah salah satu mesin pertumbuhan paling efisien untuk negara berkembang. Membawa modal, teknologi, lapangan kerja. Tapi kalau setiap investor asing yang masuk dipandang dengan kecurigaan dan setiap pejabat yang mendukung keterbukaan disebut tidak nasionalis siapa yang mau masuk? Dan tanpa modal masuk rupiah tidak punya cukup dukungan. Devisa tidak tumbuh. Defisit transaksi berjalan melebar. Tekanan pada rupiah terus ada. Nasionalisme yang sejati bukan menutup pintu dari asing. Tapi memastikan asing yang masuk memberikan nilai terbaik bagi rakyat dengan syarat yang jelas, transparan, dan menguntungkan Indonesia. Habibie tahu itu. Dan itu yang dia praktikkan. Satu kalimat yang merangkum semuanya: Habibie melepaskan kontrol atas BI supaya pasar percaya. Habibie bermitra dengan asing supaya modal masuk dan rupiah pulih. Habibie restrukturisasi bank supaya sistem keuangan kuat. Prabowo memasukkan keluarga ke BI. Mendorong bank ikut program pemerintah. Dan memelihara narasi anti-asing yang membuat investor ragu. Tiga langkah yang persis berlawanan arah dengan yang terbukti berhasil. Dan rupiah yang sekarang di Rp17.300 dengan pejabat yang terus bilang "masih aman" adalah hasilnya. Dan setiap kali ada pertanyaan konkret tentang kondisi fiskal dan moneter jawabannya: "masih aman." Habibie tidak pernah bilang "masih aman" ketika situasinya tidak aman. Dia bilang ada masalah dan ini yang akan dia lakukan untuk mengatasinya. Perbedaan antara pemimpin yang mengelola kepanikan dan pemimpin yang mengelola narasi itu yang paling terasa sekarang. Tidak perlu belajar ke Prancis, Rusia, atau Inggris. Buku sejarahnya ada di sini. Aktornya orang Indonesia. Hasilnya terbukti. Yang dibutuhkan bukan ilmu baru. Yang dibutuhkan adalah copas apa yang dilakukan habibie dahulu lalu inovasikan tinggal mau atau tidak nya dari situ kita bisa menilai arah kepentingan presiden sekarang
Lambe Saham tweet media
Indonesia
62
308
797
43.2K
Dystractrhythm retweetledi
Loud Minority
Loud Minority@LoudMinorities·
Penampilan berhijab kayak orang bener, tapi kelakuan bikin iblis minder. Kalau nggak niat bikin daycare, kenapa enggk coba bisnis lain? Ternak babi misalnya.
Loud Minority tweet mediaLoud Minority tweet mediaLoud Minority tweet media
Indonesia
14
28
105
3K
@XVGWhale Backup Account
@XVGWhale Backup Account@DomainsVvs·
So, artificial intelligence is not intelligent. “Islam discipline”…. Lol. Islam allows men to have 4 wives(and all imans teach, a second wife doesnt require asking the first wife, doesn’t matter what the first wife says/how she feels) and Muhammed taught that it’s a sin for a wife to refuse sex. Islam is less about discipline than it is an excuse to not have discipline while using public prayer 5 times a day to portray as false image of morality.
English
41
0
95
40.1K
Dystractrhythm
Dystractrhythm@dystractrhythm·
@LulusAja87 @Cl0pidogrel @sakkusaitna oh nga gt... ngew3 bocah 9 taun, ngew3 yg bukan istri, ngew babu istri, ngarang cerita karna pgnnnyoba meki mantu nga dilakukan loh smua itu cm dilakukan mamad bahkan batu hitam itu dibuat mirip meki dan bangunan nya jg terinspirasi ontol...
Dystractrhythm tweet mediaDystractrhythm tweet mediaDystractrhythm tweet mediaDystractrhythm tweet media
Indonesia
0
0
0
11
Spear of Destiny
Spear of Destiny@Cl0pidogrel·
Kami tidak menyembah batu. Tapi.... Tapi boong 👇
Indonesia
50
40
105
2.6K
Dystractrhythm retweetledi
elzgatza
elzgatza@liogtttscrp·
LITTLE ARESHA instagram hilang, map pun hilang gw bakal kasih bukti bukti disini ya SEMUA HARUS DIUSUTT!!. KALI INI HARUS TUNTAS!
elzgatza tweet media
Indonesia
44
2.9K
7K
223.6K
Dystractrhythm
Dystractrhythm@dystractrhythm·
2028 BUMI 3000 rupiah sepertinya bang
Dystractrhythm tweet media
Indonesia
0
0
0
7
Dystractrhythm
Dystractrhythm@dystractrhythm·
@The_RedsIndo akun ini agak agak ngapain di compare ud jls yg 1 ngasih mayor throphy yg 1 thropy mayora
Indonesia
0
0
0
234
The Reds Indonesia
The Reds Indonesia@The_RedsIndo·
Oke gini, Kalau kita mau persempit ke head to head Klopp vs Arteta: Klopp menang 6 kali, seri 4 kali, kalah 3 kali. Klopp unggul. Kalau ngomong capaian dengan tim yang dibangun dari nol hingga akhirnya bisa jadi title contender, Klopp udah bisa bawa timnya masuk ke Final UCL di tahun ketiga, juara UCL di tahun keempat, lalu juara Premier League dan Juara Dunia di tahun kelima. Menamatkan seluruh trofi yang memungkinkan di tahun ketujuh. Di masa prime, Klopp berhasil mengamankan 103 dari 105 poin yang tersedia dalam 35 pertandingan beruntun di Premier League. Cuma imbang sekali, ya lawan Man United. Sementara Arteta udah masuk tahun keenam tapi masih dengan trofi FA-nya. Padahal Arteta menghabiskan jauh lebih banyak dalam membangun ‘tim juaranya’. Ngomong sesuai konteks sesuai konteks. Padahal dia sendiri mindahin tiang gawang seenak jidat. Milih waktu di mana Arsenal bagus doang.
The Reds Indonesia tweet media
Jalan Arsenal@JalanArsenal

Sesuai konteks donk kasih datanya. 2 musim terakhir Klopp sebelum pensiun ini hasil head to head di Premier League Arsenal - Liverpool dan posisi masing2 klub di klasemen. Saat itu baru Arteta punya skuad yg siap jadi title contender.

Indonesia
140
183
1.3K
105.8K
(bukan) Nini Tulalit
Janganlah mencampuradukkan atau menyalahgunakan nama Allah sebagai alasan untuk membenarkan tindakanmu, Mbak. Mau buka hijab buka saja, gak usah bawa2 Allah. Greget banget.
Indonesia
109
30
100
23.7K
Dystractrhythm
Dystractrhythm@dystractrhythm·
@boxxtoc @makLambeTurah bukanny dl nabi kismin kan sblm nikah, yg kaya kan istri ny yg sdh mapan mungkin karna sdh ada warisan dr suami sblm nya...
Indonesia
0
0
0
25
🥀
🥀@boxxtoc·
Mahar Nabi Muhammad untuk Khadijah, aku baru tahu 🙏 btw, kena mental mas-nya, kalkulator sejarah amazing 😀😀
🥀 tweet media
Indonesia
602
3.8K
39.5K
1.5M
Dystractrhythm retweetledi
Dr. Maalouf ‏
Dr. Maalouf ‏@realMaalouf·
Indonesia before the Islamization. A warning from history!
English
1.1K
3.7K
19.5K
1.7M
Dystractrhythm retweetledi
King Phelz
King Phelz@KingPhelz·
Patrice Evra has a message for Arsenal fans 😭
English
170
1.1K
6.5K
244.5K
Fabrizio Romano
Fabrizio Romano@FabrizioRomano·
🚨 Liam Rosenior: “We were the dominant team”. “They had one shot on target all game. I can't remember another chance they had”.
Fabrizio Romano tweet media
English
5.4K
1.4K
23.2K
1.8M
Dystractrhythm
Dystractrhythm@dystractrhythm·
@oryza009 cb gambar si memed di edit pasti pelecehan agama teriaknya 🙈
Indonesia
1
0
0
276