Dedy

3.9K posts

Dedy

Dedy

@eddusays

Life To Love and To serve....

indonesia Katılım Şubat 2011
18 Takip Edilen15 Takipçiler
Dedy
Dedy@eddusays·
@TirtoID APBN 2rb an T, sisa duit 120 T, bijimana kr² nih, panik gak?
Indonesia
2
0
0
1.7K
Dedy
Dedy@eddusays·
@kompascom Apa yg dibahas? Solusi ap blm ad klihatan! Ud jls, real kondisi ekonomi qta buruk saat ini! Hrg barang kbutuhan naik,pndapatan ttap bhkan menurun,jd sebab daya beli menurun! Indikator; Yg g prcya itu org yg pnya duit,yg prcy itu yg sush cr duit!
Indonesia
0
0
0
669
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Seskab Teddy Temui Wapres Gibran, Diskusi 1,5 Jam Bahas Perkembangan di Tanah Air dlvr.it/TRrl8Z
Kompas.com tweet media
Indonesia
376
19
166
203.3K
Dedy
Dedy@eddusays·
@kompascom Trump presiden pebisnis,dlm otak bgm meng-creat cuan,Org USA psti senang dgn Donal bebek,krn dgn isu perang,Hrg barang brgejolak,dolar diarepin akn naik mlebihi gold,target utk byr utang USA,Skaligus mnghidupkn pundi² usaha Donal! Cara mnjajah pun jd
Indonesia
0
0
0
631
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Donald Trump mengaku ingin menguasai minyak Iran dan mempertimbangkan merebut Pulau Kharg sebagai pusat ekspor utama. Langkah itu dinilai bisa dilakukan lewat operasi militer langsung dengan pengiriman pasukan darat. Meski Iran bersiaga, Trump belum memastikan rencana tersebut dan menyebut masih banyak opsi. Baca selengkapnya: kompas.com/tren/read/2026… ~RK #trump #minyak #iran
Kompas.com tweet media
Indonesia
116
40
147
19.3K
Dedy
Dedy@eddusays·
@detikcom Ayo iran, gntian ancm donk ke usa, putuskn kabel optik jaringn internet yg bawah laut,biar kaco semua! Perang itu hal biasa ancm mngancm
Indonesia
0
0
0
1.5K
detikcom
detikcom@detikcom·
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi ultimatum terbaru kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Trump memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk buka selat yang krusial bagi ekonomi dunia itu atau listrik Teheran akan padam. >> news.detik.com/internasional/…
detikcom tweet mediadetikcom tweet media
Indonesia
67
16
66
28.1K
Dedy
Dedy@eddusays·
@kompascom Jarang ada/dikabulkan permohonan tahanan rumah! Tp utk yakult brbeda! Wahai @KPK_RI prtimbngn ap yg mmbuat unsur pimpinan mengabulkan? Tlg klien hrs jlskn! Utk tahanan yg laen cb mnta jg tahanan rumh! Dikabulkan ato gak? Jgn bd² kan klas hnya krn unsur subjk
Indonesia
0
0
1
423
Dedy
Dedy@eddusays·
@CNNIndonesia Indonesia sdh, sedang& lg sulit,tp rakyatnya hadapi dgn cari solusi sendiri² tnp bntuan pemerinth! Krn g prlu lgi hadapi kesulitan krn memang tiap hr sdh dilanda kesulitan!! Ini yg bnr! Campur tngn pemerintah hnya 20% selebihnya 80% rkyat yg bntu pemerintah.
Indonesia
0
0
0
71
Dedy
Dedy@eddusays·
@kompascom Pa @prabowo Yth,Rakyat skrg sdh sulit hidup menengh kebwh mrasakn duit ud g ad hrgnya,kebutuhn naik,pndaptn labil,dagang² pd ngeluh sepi! Ap dikira g imbas ke pemerinth? Jls donk,pndaptn APBN nnti g sesuai target! Akibt pndaptn mnrun pajk pun mnurun,bnr ga?
Indonesia
0
0
0
1.3K
Dedy
Dedy@eddusays·
@ARSIPAJA Ini Wapres ap? Mainannya cm AI, ai mulu sm demografi? Kgak ad yg lain ap yg lebih brilian? Misal: Bgm ajk para llulsn sekolh baru utk krja,tampung di perusahaan bikinan pemerinth,bgm dongkrak ekonomi dr yg sepi ke mnjnjikn,itu lbh bgs drpd OA,AI.
Indonesia
0
1
2
258
Dedy
Dedy@eddusays·
@KangManto123 😀😀Duzz lw makin lm,makin bnyk minum dosis ap?
Indonesia
0
0
0
12
MANTO
MANTO@KangManto123·
Breaking News : Firdaus Oibowo murka ke Iran & Israel 😭😭
Indonesia
1.2K
639
2.5K
300K
Dedy
Dedy@eddusays·
@ARSIPAJA 😄 lw ini sp on,oon? PBB aj g didengerin Trump, lw pingin nyuruh Trump brhnti,sp lw?
Indonesia
0
0
0
28
Dedy
Dedy@eddusays·
@CNNIndonesia Mntri hadiah krn dekt dgn presidn,kemampuan jauh dr pndahulu²nya, Ali alats,dll.
Indonesia
0
0
0
24
Dedy
Dedy@eddusays·
@tempodotco Cara mndamaikn,mungkin presiden @prabowo bs kash Trump Lopis ketan ato singkong keju,sambil bilang ini keju dr tmpt lw,gw balikin sm singkong,tar kedelainya nyusul klo ud jd tempe,gw kirimin,kripik tempe hsil impor kedelai! Psti Trump mnggut² krn dia pebisnis
Indonesia
0
0
0
130
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Jusuf Kalla: RI Tak Setara dengan AS, Bagaimana Mendamaikan?
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
888
9.5K
45.7K
2.1M
Dedy
Dedy@eddusays·
@tempodotco Udahlah cb cr solusi,motor mobil brbahn Bakr air!! 😀 tp nnti air jg jgn² lebh mahl dr bengsin
Indonesia
0
0
0
185
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Airlangga: Harga BBM Bisa Naik Imbas Konflik Timur Tengah
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
325
121
1.1K
320.4K
Dedy
Dedy@eddusays·
@SBYudhoyono Tentara qta skrg diseting utk kawal&urus MBG, jd jk jkrta ad Rudal mrk akn tangkis pake wajan besar sbg anti balistik,!
Indonesia
0
0
0
27
S. B. Yudhoyono
S. B. Yudhoyono@SBYudhoyono·
HARI-HARI YANG MENENTUKAN SEJARAH AMERIKA DAN IRAN: PERANG ATAU DAMAI? Jenewa kota yang indah, damai dan saat ini hawanya sejuk. Namun, jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah “game change” yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia. Di penghujung Februari 2026 ini, tengah berlangsung sebuah perundingan dan negosiasi yang sangat penting. Juru runding Amerika Serikat tengah melakukan pertemuan tidak langsung (melalui mediator) dengan juru runding Iran. Banyak kalangan yang tengah menunggu hasil negosiasi itu, utamanya bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah. Sukses atau gagal? Bawa kedamaian, atau sebaliknya menyulut terjadinya peperangan yang dahsyat? Semua tahu bahwa negosiasi, utamanya menyangkut masa depan proyek nuklir Iran itu sesuatu yang sangat rumit dan tidak mudah untuk membangun opsi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang. Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun “harmoni” antara juru runding dengan para bosnya mungkin juga sesuatu yang tidak mudah. Sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam resolusi konflik, baik pada tingkat nasional maupun internasional, saya mesti mengatakan bahwa sebuah negosiasi itu sangat melelahkan. Perlu kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Siap untuk berkompromi serta bersedia untuk sebuah “take and give”. Keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga harus sangat dimengerti. Khusus negosiasi Amerika-Iran ini, saya mengamati bahwa kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Ali Khamenei memiliki “uniqueness”. Keduanya memiliki ego, ambisi dan juga “personal interest”. Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta “legacy” indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan “he must go”. Berarti, ini merupakan “survival interest” buat pemimpin Iran itu. Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei. Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak. Apalagi kalau para jenderal di kedua belah pihak, terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya. Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah. Ada catatan penting bagi seorang “commander-in-chief” untuk mengambil jalan perang guna memenuhi kepentingan nasionalnya. Pertama, apakah perang itu harus dilaksanakan atau masih ada opsi yang lain? Inilah yang sering disebut “war of necessity” dan “war of choice”. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan menentukan berperang atau menempuh jalan lain. Kedua, negara siap berperang kalau kalkulasi rasionalnya menjamin bahwa perang dapat dimenangkan. Baik Trump maupun Khamenei harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, dengan menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang ia pilih memang akan bisa dimenangkan. Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat yang dipimpinnya, yang memberikan mandat dan kepercayaan, suara mereka mesti didengar. Pertimbangan dan saran para jenderal dan petinggi militer juga mesti diindahkan, jangan terkubur dengan ego pemimpin yang kelewat tinggi. Bagi Amerika yang boleh dikatakan terus sesumbar untuk menghancurkan Iran (meskipun belakangan Iran juga mengobarkan dan menjanjikan ancaman), perlu dipikirkan dalam-dalam sebelum mengambil keputusan untuk berperang. Maksud saya, jangan-jangan bagi Amerika menang perangnya sulit dicapai, kemudian “exit” atau mengakhiri peperangan juga tidak mudah dilakukan. Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan. Terakhir, ada pesan dari seorang warga Indonesia dan juga warga dunia melalui media ini. Bukan hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik di dunia yang di tangannya ada sebuah tombol untuk memulai peperangan. Begini pesan saya. Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan. Kalau soal berkorban untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap mengorbankan jiwa dan raganya. Hal itu tidak perlu diragukan. Selama 30 tahun saya mengabdi di dunia militer, lima tahun saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih. Namun, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit. Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik – presiden atau perdana menteri – “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for” (Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati) *SBY*
Indonesia
731
7.3K
30.1K
2M
Dedy
Dedy@eddusays·
@kompascom Lari ato sembunyi,sambil tarik pinjoll, kn sesimpel itu org qta! Emng mo pake parabola bwat nangkal rudal? Cukup Bakr kemenyan sambil komat²it, nnti jg bs salh sasarn/balik arah😀
Indonesia
0
0
0
40
Dedy
Dedy@eddusays·
@ARSIPAJA Wapres mental skrg cm mikirin krypto yg g guna! G ngrti ap itu konsep block chain,yg cm dompet trnsksi digital krypto,krypto sndiri bnyakn scam! Ap org² ponpes suruh main judi?
Indonesia
0
0
0
148
Dedy
Dedy@eddusays·
@rachlannashidik Pnjjahan Ekonomi masa kini,bambu runcing ud g ampuh lg jd senjata,yg bs hnya sembunyi dibwh bmbu kuning!
Indonesia
0
0
0
33
Rachland Nashidik
Rachland Nashidik@rachlannashidik·
Adalah sebuah anakronisme untuk menilai perjanjian perdagangan RI dan AS dari perspektif yang hanya baru tersedia setelah "Blanket Tariffs" dinyatakan ilegal oleh Supreme Court of The United States (SCOTUS) pada 20 Februari 2026. Perjanjian dagang itu dibuat dan ditandatangani pada sebuah periode politik di Amerika Serikat ketika kebijakan blanket tariffs masih diberlakukan secara unilateral oleh Presiden AS Donald Trump. Dengan kata lain, pada periode itu ada keadaan asimetrik yang ekstrem antara AS dengan RI. Ibaratnya, kita dipaksa oleh Trump untuk masuk ke kamar perundingan dengan todongan pestol di kepala, berupa ancaman tarif ekspor ke AS di atas 30%. Memang, sejauh ini ekspor Indonesia ke AS hanya berkisar sepuluh hingga sebelas persen dari total ekspor. Tapi statistik ini menyembunyikan kerapuhan berbahaya. Pabrik pabrik tekstil, garmen dan sepatu di Jawa — yang menyerap jutaan tenaga kerja, mayoritas perempuan — beroperasi dengan margin keuntungan setipis silet dalam ketergantungan pada pasar Amerika. Maka kenaikan tarif ekspor yang ekstrem ke AS niscaya bakal memicu bencana sosial. Jutaan buruh akan kehilangan pekerjaan. Ledakan pengangguran akan bertambah. Ini terang bukan cuma angka statistik. Pertanyaannya, kini setelah Mahkamah Agung Amerika menyatakan kebijakan blanket tarif Trump tersebut ilegal, Indonesia mau ambil langkah apa? Perjanjian perdagangan itu sendiri tidak otomatis batal paska keputusan Mahkamah Agung AS. Ini adalah perjanjian bilateral yang nasibnya sepenuhnya ditentukan oleh kesepakatan para pemimpin. Apakah perjanjian, yang terus terang sangat mendikte bahkan memeras RI itu, sebaiknya dibatalkan atau seharusnya diperbaiki? Menurut saya, kendati kita perlu dingin dan berhati-hati menjawabnya, namun cukup jelas bahwa di dalam keadaan yang sudah berubah ini perjanjian tersebut tidak boleh dilanjutkan begitu saja. Jadi, menilai perjanjian perdagangan tersebut secara anakronistik adalah fallacy -- namun melanjutkan perjanjian tanpa evaluasi, padahal ada keadaan yang berubah, changed circumstances, rebus sic stantibus, adalah tidak masuk akal.
Rachland Nashidik tweet media
Indonesia
8
12
18
2.6K
Dedy
Dedy@eddusays·
@ARSIPAJA Ini ap cm alasan bwat Rehab mnghindari hukumn pa polisi @DivHumas_Polri ? Byangkn sj klo 1 koper dikonsumsi blm mpe habis mk ud OD & bs Dead itu krn kbnyakn! G ush masuk akal masuk kantong aj cr brfikrnya
Indonesia
0
0
2
497
Dedy
Dedy@eddusays·
@ARSIPAJA 😀🤣halo pemerinth! Klo hrg beras dunia anjlok krn kontribusi pemerinth,skrg klo hrg cabe,sayurn,aym dll mahal,dijual jg sush krn org g pd pnya duit! Apkh ini jg krn kontribusi pemerintah? Cb jwb,&berikn analisis studinya!
Indonesia
0
0
0
116
Dedy
Dedy@eddusays·
@CakKhum Skrg org hrs waspada utk melihat org baik yg sesungguhnya dgn org yg brpura² baik pdhl sdh bawaan buruk dr oroknya! Ingt yg lantang bcr biasanya krn ngarepin ssuatu yg blm kesampean! Proses akn menguji apkh bnr² tahan goda ato cm kedok aj
Indonesia
0
0
0
268
Cak Khum
Cak Khum@CakKhum·
Yang teriak-teriak mau memutus rantai Narkoba ternyata bandarnya
Indonesia
193
759
1.6K
60.9K