F1 Speed Indonesia@f1speed_indo
🚨 Sebagai Direktur GPDA atau Asosiasi Pembalap Grand Prix, Carlos Sainz mengaku jika sudah memperingatkan F1 & FIA soal potensi insiden yang disebabkan karena perbedaan kecepatan yang besar.
Sampai kemudian insiden tersebut benar-benar terjadi, dengan Ollie Bearman yang hilang kendali menabrak tembok, karena harus hindari mobil Franco Colapinto yang sedang harvesting energy dan kecepatannya jauh lebih lambat di lurusan.
Sainz berpendapat jika beruntung insiden itu terjadi di Suzuka karena terdapat escape road yang luas dan tidak terjadi di sirkuit jalanan seperti Baku atau Las Vegas.
🗣️: "Dari fakta yang dilihat dari insiden Ollie hari ini, kami sudah peringatkan bahwa insiden semacam ini akan terjadi. Kita beruntung ada escape road di sini. Bayangkan di Baku atau Singapura atau Vegas, terjadi insiden dengan perbedaan kecepatan seperti ini dan langsung menabrak tembok.
Sainz juga tegaskan dan dorong FIA untuk segera buat perubahan supaya insiden Bearman tak terulang lagi.
🗣️: "Kami, sebagai GPDA, memperingatkan FIA jika aksi seperti ini banyak terjadi dengan regulasi saat ini dan kita harus segera buat perubahan jika tak ingin itu terjadi (lagi).
"Saya tidak senang dengan apa yang kita miliki sampai sekarang dan semoga kita dapat ciptakan solusi lebih baik, yang tidak membuat perbedaan kecepatan yang tinggi dan cara balapan yang lebih aman.
"Saya sungguh terkejut ketika mereka (FIA) berkata: 'tidak, kami akan perbaiki kualifikasi dan membiarkan balapannya karena itu seru'. Sebagai pembalap, kami sudah sangat vokal jika masalahnya bukan cuma kualifikasi, tapi juga balapan."