kesayanganku
14.5K posts

kesayanganku
@elarzeep
I am weird, odd, swing mood, and random. Thank you ♡(˃͈ દ ˂͈ ༶ ) INTP, OMEGA
unidentified island Katılım Haziran 2016
236 Takip Edilen300 Takipçiler


i gak pernah pake yang bukan kabel bjiirr
YAPPINGFESS@yappingfess
yap! date canceled; orang yang 2026 tapi masih pake henset kabel 😵💫
Indonesia
kesayanganku retweetledi

KOK BISA-BISANYA GUE TAU DARI MEDIA LUAR???
Weather Monitor@WeatherMonitors
A massive fire is burning in a gas pipeline following an explosion this morning in Gampong Blang Rubek, Lhoksukon District, North Aceh Regency, Aceh Province, Indonesia 🇮🇩 (May 22)
Indonesia

@cikalimpian Masih banyak, a. Aku mah udah pulang dari beres acara ge
Indonesia

@adawamanarp @ardynshufi Aslina ini related pisan. Makanya pas pertama kali juara lagi di 2014 teh, terharu pisan🥲
Indonesia

@ardynshufi Ngalamin jd bobotoh dari era 2002 sampe 2013, di mana cerita-cerita orang tua selalu "persib mah baheula menang wae, ayeuna we butut!", pas juara 2014 asa mimpi.. sekarang ngalamin juga era kejayaan Persib, semoga lestari dan terus jaya di masa yg akan datang ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Indonesia

Cara Bandung Mewariskan Persib
Persib resmi menjuarai liga untuk ketiga kali secara beruntun sekaligus menjadi gelar liga kelima dalam sejarah Persib. Sebuah pencapaian yang membuat Bandung kembali tenggelam dalam lautan biru.
Namun video yang saya unggah ini sebenarnya bukan hanya tentang pesta juara.
Video ini adalah tangkapan kecil tentang bagaimana, dalam satu hari, kota Bandung sedang bekerja mewariskan kebesaran Persib.
Bagi banyak kota, klub sepakbola hanyalah hiburan akhir pekan. Datang ke stadion, menonton pertandingan, lalu pulang. Namun di Bandung, Persib Bandung tidak pernah sesederhana itu. Persib hidup sebagai identitas, sebagai cerita keluarga, sebagai sesuatu yang diwariskan bahkan sebelum seorang anak benar-benar memahami apa arti sepak bola.
Dan malam ini, warisan itu kembali dirayakan.
Di setiap sudut jalan, terlihat orang tua yang membawa anak-anak mereka ikut merayakan. Ada yang digendong di pundak. Ada yang berdiri diapit ayah-ibunya di atas motor dengan jersey yang agak kebesaran. Ada yang tertidur di pelukan ibunya di tengah suara klakson, flare, petasan, kembang api, dan nyanyian bobotoh yang tidak berhenti sejak sore.
Ada juga orang tua yang sejak siang sudah mengajak anaknya nobar di pinggir jalan, di warung, di layar besar kota, atau datang langsung ke stadion. Membiarkan mereka menikmati atmosfer sejak matahari masih tepat di atas kepala hingga akhirnya tenggelam bersama pesta kemenangan Persib.
Bahkan banyak orang tua yang rela berdiri atau duduk berjam-jam di pinggir jalan bersama anak-anak mereka hanya untuk menikmati suasana. Menunggu rombongan konvoi lewat. Menikmati euforia kota. Membiarkan anak mereka melihat sendiri seperti apa rasanya Bandung ketika Persib juara.
Bagi sebagian orang, itu mungkin terdengar tidak masuk akal. Anak kecil berada di luar rumah hingga larut malam. Jalanan penuh asap dan keramaian. Banyak risiko. Membahayakan.
Namun bagi banyak keluarga di Bandung, ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar perayaan malam itu.
Ini tentang warisan. Tentang bagaimana kecintaan terhadap Persib tidak diajarkan lewat kata-kata, melainkan lewat pengalaman. Lewat suasana. Lewat memori.
Anak usia tiga atau empat tahun mungkin belum benar-benar mengerti apa arti juara. Mereka mungkin hanya bengong melihat lautan manusia berpakaian biru. Mereka mungkin hanya melamun saat ayah-ibunya berada dalam situasi tegang menunggu hasil akhir. Bahkan mungkin mereka tidak akan mengingat detail malam ini ketika dewasa nanti.
Namun memori tidak selalu bekerja lewat logika.
Ada hal-hal yang diam-diam tinggal di dalam diri seseorang. Bau asap flare. Suara ribuan orang bernyanyi bersama. Wajah ayahnya yang begitu bahagia di malam Persib mencetak sejarah. Jalanan Bandung yang terasa hidup sampai dini hari. Dan mungkin juga momen ketika dirinya duduk kecil di pinggir jalan bersama keluarganya, menunggu konvoi lewat selama berjam-jam.
Semua itu perlahan berubah menjadi core memory.
Dan tanpa disadari, di momen-momen seperti inilah Persib diwariskan.
Bukan lewat teori. Bukan lewat paksaan. Tapi lewat rasa memiliki yang tumbuh perlahan sejak kecil.
Lalu suatu hari nanti, anak kecil yang malam ini hanya duduk diam di atas motor saat konvoi three-peat Persib, akan tumbuh dewasa. Dan mungkin, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya kelak.
Karena di Bandung, mendukung Persib bukan sekadar kebiasaan menonton sepakbola. Ia diwariskan.
Dari jalanan ke jalanan berikutnya. Dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dan pada 23 Mei 2026, sekali lagi, Persib sedang mencetak generasi-generasi baru yang akan terus mencintainya tak lekang oleh waktu.
Indonesia

@BaseBDG Kalo jaman dulu, waktu belum ada telepon pintar dan sosial media. Sudah pasti aa ini ngajakin kenalan terus si tetehnya mau kenalan juga sih. Cuma belum tentu ngasih nomor telepon rumah, biasanya ngasih tau aja sekolah di mana.
Indonesia

@cikalimpian Mantappp.. Alhamdulillah.. hati-hati di jalan, a🤲🏻sing salamet
Indonesia

@pecintahayam @hgbudiman Aslina dari 1995-2013 sad😭 2014 menang terus teh hajat di depan gedung sate sampe nangis terharu..
Indonesia

@elarzeep @hgbudiman jaman hampir degradasi, jaman krisis dana pas APBD pertama kali di larang dan hampir nurunkeun skuad u-21 di liga, jaman golden era dan demo berkali2
Indonesia

Bobotoh nu ngalaman masa-masa "Dark Age" na persib, Jaman-jaman cara ngabobotohan nu masih "jahiliyah", pasti bungah pisan di momen ayeuna. Geus hese weh dideskripsikan rasa na.
Tumbuh, jatuh bangun, dan menua dibarengan ku Persib.
Bieu keur nobar aya bapak2 random umur 65-an jigana, jol nangkeup pas beres piriwit. Urang tangkeup balik weh. Dan urang hampir milu leweh. Urang teu apal naon nu dirasakeun si bapak. Tp urang paham jigana sagala pahit manis hirup maneh na hampir pasti dibarengan ku persib.
Seuseuh Raray Sob@MangAyod
@hgbudiman @MrAunRahman Teu karasa geus rek 40 tahun jadi Bobotoh, pernah ningali bapak2 maledog seupan kacang ka lapang padahal keur ngahuapan budakna, pernah ningali jelma ambek2an terus ningalikeun taeun manehna ka lapang, teu pernah kapikiran Persib bisa juara 3peat kieu.
Indonesia

@krisiparuhbaya Akiii, abi tadi olangan.. tau gitu minjem anaknya aki yg lalaki 🥲
Indonesia

@elarzeep Deuh dak leutik kade leungit, pegangan sama mamah jig
Indonesia










