who

22.9K posts

who banner
who

who

@eleventwice

The Mean, the Median and the code

Katılım Şubat 2011
516 Takip Edilen427 Takipçiler
who
who@eleventwice·
@morpig Tp yg susah kan bukan integrasinya lebih ke ijin akses dr pihak banknyayg agak belibet
Indonesia
0
0
0
509
Dito
Dito@morpig·
xendit/midtrans kelar ini kalo pada ngevibe code pg 😂😂😂
Dito tweet media
Filipino
123
86
1.2K
137.5K
who
who@eleventwice·
@tanyarlfes Mungkin dia males ngadepi orang2 ky lu Nder. Ngurusin orang banget
Indonesia
0
0
0
37
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
kenapa ada orang seperti ini?? 💚
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
1.9K
180
2.9K
758.6K
who
who@eleventwice·
@Base44 @figma Hello @base44, how to report if some one just use your up to clone official website for scamming?
English
0
0
0
107
Base44
Base44@Base44·
@figma Learn more here: #import-from-figma-into-base44" target="_blank" rel="nofollow noopener">docs.base44.com/Getting-Starte…
English
8
3
45
19.7K
Base44
Base44@Base44·
Turn your Figma design into a working app in minutes. Just paste your @figma frame link, hit generate, and it's live.
English
94
131
1.3K
1M
who retweetledi
Billy
Billy@Billy_Naravit·
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
876
12.4K
44.5K
3.2M
who retweetledi
Blunt
Blunt@Shinamuller·
Listen here, you greasy little UAE pimp, you slick desert rat hiding behind that glittering Muslim Zionist outpost where money is the only god you ever kneel to. Your whole rotten empire is built on pure filth. You have turned your shiny cities into fancy brothel houses, stacking dirty cash by renting out human bodies like cheap meat while you preach holiness from your air-conditioned mosques. What a bunch of hypocrite scum you are. And Sudan? You are buried up to your neck in that Muslim-on-Muslim bloodbath. You keep feeding guns, cash, and supplies to the killers so the genocide never stops. Villages get burned to the ground, women are raped, children starve to death, and all the while you are busy looting gold, grabbing land, and snatching ports across the African Horn. It is straight-up land-grabbing, pure and simple. You are expanding your dirty reach, locking down strategic spots for your bases and shady deals, all to play the big man in the region and keep that cozy Zionist handshake alive in the back rooms. Every single dirham you make drips with betrayal and the smell of corpses. Curse your entire existence, you backstabbing whoresons. But let me tell you what really burns your jealous ass . Pakistan hosting those Islamabad talks was not a waste of one single rupee. Not a paisa was thrown away. Those long hours of direct talks between the Americans and the Iranians, with our people right there in the middle trying to nail down a real ceasefire after that ugly 2026 war, that effort actually meant something. It was about stopping the bombs, stopping the missiles raining down on cities, stopping another flood of death and refugees from swallowing the region. Pakistan used its own money and opened its doors to pull two bitter enemies to the table for real face-to-face talks, the first proper ones in decades. That is not waste, you cheap bastard. That is standing up against more war, against more slaughter, against turning the whole Middle East into one giant graveyard. You UAE clowns can keep counting your brothel profits and your blood-soaked cash from Sudan’s gold and your greedy land grabs in the Horn of Africa. Pakistan chose the harder, cleaner road: the one that tries to put out the fire instead of pouring gasoline on it just to make a quick profit. So choke on that truth while you polish your next skyscraper built on nothing but filth. We did not waste any money. We spent it trying to stop the killing. And that, you gutless money-grubbing traitor, is something your sold-out soul will never understand.
أحمد شريف العامري@AhmedSharif

Waste of time and money.

English
115
354
1.9K
71K
who
who@eleventwice·
Orang2 lebaran pada ga liburan apa ya skrg. Perasaan biasanya peak season. Tanggal2 segini dah full book semua
Indonesia
0
0
0
21
who
who@eleventwice·
Dipikir2 konyol juga netijen pernah mempercayakan kawal pemilu ke si tendensius itu 🤣🤣🤣
Indonesia
0
0
0
21
who
who@eleventwice·
Ada kesamaan cara Bu SM handle situasi saat dia kena skandal kasus dulu yg kemudian terselamatkan karena ditarik ke bank dunia, sama saat ini. Romantizing, glorifiying, dramatizing
Indonesia
0
0
0
23
who
who@eleventwice·
Munarman & habib rizik: insert meme james franco first_time.jpg
tempo.co@tempodotco

English
0
0
0
101
who
who@eleventwice·
lagi2 si monyet
Indonesia
0
0
0
14
who
who@eleventwice·
Memasuki cape liat orang ngomong campur indo inggris. Tapi kynya serial Unyil dibikin versi Jaksel lucu kali ya
Indonesia
0
0
0
20
who
who@eleventwice·
Aneh bgt warga sosmed kesel sama statement anak kecil 🤣🤣
Indonesia
0
0
0
12