Mar
10.8K posts

Mar
@elixirdiy
Kalau ada sumur di ladang, alhamdulillah

dari penulis laki-laki



“Kamu dari TVRI harusnya enggak boleh bertanya seperti itu,” kata Teddy. “Siapa yang nyuruh kamu?” Bagaimana Seskab Teddy mengatur arus informasi Istana dan mengancam wartawan plus petinggi media. Artikel lanjutan dari serial 'Dead Press Society", baca: projectmultatuli.org/bencana-inform…



Kalau diminta untuk menciptakan kampanye baru soal membaca buku, saya akan mengusulkan ini: “Normalisasi membeli buku yang bukan BEST SELLER.” Saat memasuki toko buku besar seperti Gramedia, sedari dulu saya cenderung menghindari rak paling mencolok dengan label Best Seller. Bukannya sok beda atau apa, hanya saja ada perasaan mengganjal tiap kali saya melihat satu judul buku bertengger di rak best seller selama berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun. Mari kita ambil contoh novel Laut Bercerita, yang setidaknya sudah dipajang di rak Best Seller sepanjang tahun 2021–2026. Saking larisnya, novel tsb bahkan sudah cetak ulang lebih dari 115 kali. Pertanyaannya, mengapa novel itu begitu laris? Oke, katakanlah isinya bagus. Lalu apa? Di luar sana masih banyak novel bagus lainnya. Salah satu teori yang dapat menjelaskan fenomena larisnya Laut Bercerita adalah Efek Bandwagon (Bandwagon Effect) yang muncul di Amerika sejak abad ke-19. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan fenomena sosial di mana seseorang cenderung ingin menjadi bagian dari mayoritas. Generasi sekarang mungkin lebih akrab dengan istilah fear out of missing out (FOMO), tapi secara konsep sedikit berbeda. Perilaku kita yang punya kecenderungan untuk membeli buku yang sudah populer dan dipajang di rak Best Seller adalah contoh paling tepat dari Efek Bandwagon. Sering kali kita tak sadar bahwa keputusan kita membeli buku bukan lagi soal preferensi pribadi, melainkan sudah jadi tren ikut-ikutan. Paradoksnya terletak pada hilangnya orisinalitas dalam keputusan membeli sesuatu karena didorong oleh popularitas massa.




Dapat bocoran akuisisi hak terjemahan Kakatua tahun depan, sangar-sangar tenan 😂

Capek banget sama orang miskin ngotot "3jt cukup di jkt kalo kamu gak hedon" KITA TUH MANUSIA, kita butuh bersosialisasi. Emang ga butuh nyumbang temen nikah? Melahirkan? Ngado temen ultah? Liburan? Beli bucket bunga temen wisuda? Lagi sedih pengen ke cafe makan manis2?


Ternyata bener laki laki itu bukan marah sama kebijakan. Mereka marah karena ditempatin di posisi perempuan.


🇮🇩 Indonesia's rupiah falls to record low of 17,500 per US Dollar.

We need to stop romanticizing org miskin harus kerja lebih keras. Lu ga mikir klo ada org miskin yg disabilitas, sakit, apalagi disabilitas tak tampak?😭 Yg disabilitas tak tampak & undiagnosed kalo ga memenuhi syarat "kerja keras" langsung disalahin & dianggap malas dan ga guna

Hari ini ada sesi konseling. Ada anak laki laki gay dibawa ibunya untuk berobat biar jadi str8, pada akhirnya si ibu yang di konseling dan edukasi agar ibunya bisa menerima anaknya secara utuh 🙏🏻





