enjol ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖

3K posts

enjol ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖ banner
enjol ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖

enjol ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖

@enwols

50% keluh 50% kesah 100% gila

Katılım Nisan 2021
88 Takip Edilen13 Takipçiler
PETA
PETA@badai_al_aqsa·
@enwols @cheetos95 @KakekHalal Lagi-lagi elu menganggap Israel sebagai entitas yang homogen. Percuma saja diskusi kalau elu berpikiran cepat.
Indonesia
1
0
0
9
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Lihat Pohon Natal, Meriang ! Lihat Terompet Tahun Baru, Ribut ! Lihat ada yg bangun Gereja, Demo ! Lihat ada yg berdoa di Gereja, Segel ! Lihat ada yg berdoa Rosario, Usir ! Lihat ada yg jual daging babi, Protes ! Lihat Patung Tuhan Yesus, Menggigil ! Lihat Patung Bunda Maria, Demam ! Lihat Salib, dibilang Jin Kafir ! Lihat Warung Mi Babi, Tolak ! Ribet banget ya hidup di Konoha🤭
KakekHalal tweet media
Indonesia
220
438
1.5K
43.5K
PETA
PETA@badai_al_aqsa·
@enwols @cheetos95 @KakekHalal Begini bro: kamu sedang memasukkan standar “penebus harus suci absolut” dari sistem teologi tertentu, lalu mengujinya ke teks yang sebenarnya tidak menyatakan hal itu dengan jelas. Itu namanya kao memaksakan kehendak.
Indonesia
1
0
0
7
PETA
PETA@badai_al_aqsa·
@enwols @cheetos95 @KakekHalal Yesaya 53 tidak secara eksplisit mengatakan ‘Hamba mati untuk menebus dosa bangsa lain’ dalam arti teologi penebusan seperti sistem korban. Jadi yg dicari adalah apakah ada dalam sejarah/teologi Alkitab pola di mana penderitaan Israel membawa dampak pemulihan bagi bangsa lain?
Indonesia
1
0
0
16
PETA
PETA@badai_al_aqsa·
@enwols @cheetos95 @KakekHalal Gagasan “tapering” (mengerucut dari kolektif -> sisa -> individu) banyak dipakai dalam pembacaan kristologis. Tapi kalau diuji ketat dalam alur Kitab Yesaya, pola itu tidak sebersih yg terlihat. Ia lebih tepat disebut pergeseran perspektif, bukan garis lurus yang terus mengecil.
Indonesia
1
0
0
13
PETA
PETA@badai_al_aqsa·
@enwols @cheetos95 @KakekHalal Kesimpulan “tidak logis” hanya berlaku kalau kita memaksakan bahwa “Israel” selalu berarti entitas homogen. Dalam teks Yesaya, itu tidak demikian karena ada diferensiasi internal yang membuat kalimat itu justru koheren dalam konteksnya. Lu pahami lagi postingan2 gua sebelumnya.
Indonesia
1
0
0
15
PETA
PETA@badai_al_aqsa·
@enwols @cheetos95 @KakekHalal 👉Maka prinsip hermeneutik yang dipakai sebagian penafsir: identitas yang jelas sebelumnya tidak boleh dibatalkan kecuali sangat terpaksa. Dan mereka akan berkata: Yesaya 53 harus dibaca dalam kontinuitas itu, bukan memutuskannya.
Indonesia
2
0
0
44