Sabitlenmiş Tweet
enjol ꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖
3K posts

enjol ꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖
@enwols
50% keluh 50% kesah 100% gila
Katılım Nisan 2021
88 Takip Edilen13 Takipçiler

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal yaudah gue nanya siapa individu atau kelompok sisa Israel yang begitu suci sehingga kematiannya berkuasa menghapus dosa seluruh bangsa dan dunia?
Indonesia

@enwols @cheetos95 @KakekHalal Lagi-lagi elu menganggap Israel sebagai entitas yang homogen. Percuma saja diskusi kalau elu berpikiran cepat.
Indonesia

Lihat Pohon Natal, Meriang !
Lihat Terompet Tahun Baru, Ribut !
Lihat ada yg bangun Gereja, Demo !
Lihat ada yg berdoa di Gereja, Segel !
Lihat ada yg berdoa Rosario, Usir !
Lihat ada yg jual daging babi, Protes !
Lihat Patung Tuhan Yesus, Menggigil !
Lihat Patung Bunda Maria, Demam !
Lihat Salib, dibilang Jin Kafir !
Lihat Warung Mi Babi, Tolak !
Ribet banget ya hidup di Konoha🤭

Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal lantas bagaimana kamu menjelaskan secara logis seorang 'Hamba' yang penuh tipu daya (menurut teguran nabi-nabi terhadap Israel) bisa disebut 'tidak ada tipu di mulutnya' oleh teks yang sama? sosok itu memang berbeda dan lebih suci dari bangsa yang ia tebus.
Indonesia

@enwols @cheetos95 @KakekHalal Begini bro: kamu sedang memasukkan standar “penebus harus suci absolut” dari sistem teologi tertentu, lalu mengujinya ke teks yang sebenarnya tidak menyatakan hal itu dengan jelas. Itu namanya kao memaksakan kehendak.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal dan ga mungkin Israel yang mengambil status bersalah itu karena bangsa Israel penuh dengan dosa, mereka tidak memenuhi syarat kesucian itu.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal penggunaan kata 'asham di sini justru menegaskan adanya pribadi suci yang secara sukarela mengambil 'status bersalah' itu dari tangan umat-Nya dan menanggungnya sampai mati agar mereka selamat
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Jika 'Hamba' ini adalah Israel, maka klaim 'tanpa tipu' itu mustahil, karena Alkitab (Tanakh) berkali-kali menyebut Israel sebagai bangsa yang tegar tengkuk dan berdosa.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal teks menyebutkan 'tidak ada tipu dalam mulutnya' (ayat 9) dan menyebutnya sebagai 'Hamba-Ku yang Benar' (ayat 11). Di mata Tuhan, kesucian moral itu jauh lebih tinggi daripada sekadar tanpa cacat fisik.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Yesaya 53:10 secara eksplisit menggunakan istilah 'Asham', yang dalam hukum Taurat (Imamat 5) adalah istilah teknis legal untuk 'Kurban Penebus Salah'. Penggunaan kata Asham membuktikan bahwa nabi memang sedang bicara soal teologi penebusan lewat sistem kurban
Indonesia

@enwols @cheetos95 @KakekHalal Yesaya 53 tidak secara eksplisit mengatakan ‘Hamba mati untuk menebus dosa bangsa lain’ dalam arti teologi penebusan seperti sistem korban. Jadi yg dicari adalah apakah ada dalam sejarah/teologi Alkitab pola di mana penderitaan Israel membawa dampak pemulihan bagi bangsa lain?
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Kalau bukan individu yang suci secara absolut, maka seluruh narasi penebusan dosa di Yesaya 53 itu gugur karena tidak ada 'pihak' di bumi yang memenuhi kualifikasi kesuciannya—kecuali jika individu itu adalah Yesus
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Jadi, 'tapering' ke individu spesifik (Mesias yang Ilahi) bukan sekadar kemungkinan tafsir, tapi keharusan logis supaya teks itu tidak menjadi janji kosong.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Jika A hanyalah 'representasi ideal' yang masih punya dosa manusiawi, maka dia tidak sah menjadi kurban penghapus dosa.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Mau itu disebut garis lurus atau pergeseran perspektif, faktanya di Yesaya 53, sosok Hamba ini digambarkan memiliki kualitas yang eksklusif (hanya ada pada satu individu), bukan kolektif. Teks itu menyebutkan Ia mati sebagai kurban penghapus dosa yang tak bercacat
Indonesia

@enwols @cheetos95 @KakekHalal Gagasan “tapering” (mengerucut dari kolektif -> sisa -> individu) banyak dipakai dalam pembacaan kristologis. Tapi kalau diuji ketat dalam alur Kitab Yesaya, pola itu tidak sebersih yg terlihat. Ia lebih tepat disebut pergeseran perspektif, bukan garis lurus yang terus mengecil.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Argumen "diferensiasi internal" itu justru makin menguatkan bahwa "Hamba" tersebut adalah individu, karena sekelompok manusia berdosa, sekalipun mereka sisa-sisa yang setia, tidak akan pernah memenuhi syarat Yesaya 53:9
Indonesia

@enwols @cheetos95 @KakekHalal Kesimpulan “tidak logis” hanya berlaku kalau kita memaksakan bahwa “Israel” selalu berarti entitas homogen. Dalam teks Yesaya, itu tidak demikian karena ada diferensiasi internal yang membuat kalimat itu justru koheren dalam konteksnya.
Lu pahami lagi postingan2 gua sebelumnya.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Coba deh kalau lu tetep percaya kalau yang lagi diomongin tuh bangsa Israel, sebutkan dimana Israel mati untuk menebus dosa bangsa lain?
Indonesia

@enwols @cheetos95 @KakekHalal 👉Maka prinsip hermeneutik yang dipakai sebagian penafsir:
identitas yang jelas sebelumnya tidak boleh dibatalkan kecuali sangat terpaksa. Dan mereka akan berkata:
Yesaya 53 harus dibaca dalam kontinuitas itu, bukan memutuskannya.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Kenapa? Karena ternyata tidak ada satu pun orang di Israel yang mampu menanggung dosa bangsa itu. Harus ada 'Pihak Lain' yang benar-benar suci. Jadi, memaksakan pasal 53 tetap bermakna kolektif justru mengabaikan perkembangan cerita di kitab Yesaya itu sendiri.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Dalam sastra Alkitab, ada prinsip tapering (mengerucut). Awalnya hamba adalah seluruh bangsa (pasal 41), lalu mengerucut menjadi sisa-sisa yang setia, dan akhirnya di pasal 53 mengerucut menjadi satu orang saja.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Artinya, identitas 'Hamba' di sini sudah bergeser (mengerucut) dari bangsa menjadi satu Individu Spesifik yang bertugas menyelamatkan bangsa tersebut.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Di Yesaya 49:5, Tuhan membentuk Sang Hamba sejak dalam kandungan untuk sebuah misi khusus, yaitu: 'untuk mengembalikan Yakub (Israel) kepada-Nya'.
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Karena si hamba (Israel) ini buta dan berdosa, maka di pasal-pasal selanjutnya (termasuk 53), Tuhan memperkenalkan sosok Hamba baru yang Sempurna untuk memulihkan si hamba yang gagal tadi
Indonesia

@badai_al_aqsa @cheetos95 @KakekHalal Betul, di pasal 41 dan 44, Israel disebut hamba. Tapi coba baca Yesaya 42:19. Di situ Tuhan mengeluh: 'Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku [Israel]?' Di sini terlihat Israel adalah Hamba yang gagal menjalankan misinya.
Indonesia