Eri Effendi

37 posts

Eri Effendi

Eri Effendi

@eri_eri012

Katılım Ağustos 2025
14 Takip Edilen1 Takipçiler
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@kan9imam Maaf kang, bisakah dirinci lagi antara ; Salik Sairun Washilun Terima kasih
Indonesia
2
0
0
27
Kang-Imam
Kang-Imam@kan9imam·
Maksudnya adalah agar mereka meninggikan tekad mereka menuju maqâm orang-orang 'Arif, bukan merendahkan apa yang mereka alami karena hal itu juga termasuk kebaikan.
Indonesia
1
0
3
282
Kang-Imam
Kang-Imam@kan9imam·
BAB KE 61 NGAJI KITAB AL HIKAM SYEH IBNU ATHA' ILLAH AS -SAKANDARI Syarah SYEKH ABDULLAH ASY-SYARQAWI AL-KHALWATI
Indonesia
1
6
62
2.7K
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Libur Lebaran, Taman Mini Indonesia Indah jadi pilihan karena tiket terjangkau dan ramah keluarga. Perjalanan menuju lokasi lancar, jalanan Jakarta lengang tanpa macet. Warga pun memilih wisata dalam kota demi kenyamanan dan hemat waktu. Baca selengkapnya: megapolitan.kompas.com/read/2026/03/2… ~RK #TMII #libur #lebaran
Kompas.com tweet media
Indonesia
1
1
2
1.4K
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@ainayed Tanyakan kediri mu saja, sampai kamu dapat jawabannya, semoga kamu bisa melampauinya
Indonesia
1
0
1
382
Ainay
Ainay@ainayed·
Gw sering banget nahan emosi—mostly anger and sadness—to the point sampe dada gw sesek dan susah napas ... is that normal or am I just imagining things?
English
2
1
7
4K
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Langkah TNI mengumumkan empat prajurit dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menimbulkan kecurigaan. Pengungkapan tersebut dinilai sangat tiba-tiba di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan di kepolisian. Baca selengkapnya: megapolitan.kompas.com/read/2026/03/1…. ~SN #TNI #AndrieYunus #pelaku
Kompas.com tweet media
Indonesia
18
74
139
5.2K
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@kompascom Akhirnya masuk media nasional juga, menurut kami pembertaan mudik ini ndak adil di mana utk di luar jawa kurang pemberitaannya
Indonesia
0
0
0
30
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Macet Parah 20 Km, Jalintim Palembang-Jambi Ditutup Sementara
Indonesia
1
7
20
2.4K
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@kompascom Mana lebih horor di bandingkan dengan jalur palembang jambi.
Indonesia
0
0
0
1K
Trad West
Trad West@trad_west_·
Government officials recently admitted that roughly 50,000 of Iran's 75,000 mosques are now closed. The reason? A massive drop in attendance as younger generations distance themselves from state-mandated religion. Christianity is on the Rise. While mosques sit empty, the underground church is exploding. Estimates suggest over 1 million Iranians have converted to Christianity, making it one of the fastest-growing movements in the world, despite the high risk of persecution. From secret house churches to satellite broadcasts, a new spiritual chapter is being written in Iran
Trad West tweet media
English
248
1.5K
5.5K
150.5K
Monami
Monami@monami_ai01·
Gmail has 4.2 billion active users. But only a few know how to use it well. Here are 10 Gmail hacks to help you make $20,000 a month. It is FREE only for 24 hours. To get it, 1. Like & Repost 2. Comment "Gmail" 3. You must be following me or I can't DM it.
Monami tweet media
English
3.6K
1.8K
4.3K
329.3K
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Pesan hadis akhir zaman sebenarnya sederhana Hadis-hadis tentang Dajjal tidak diturunkan agar kita sibuk menebak-nebak geopolitik masa depan. Tujuannya jauh lebih sederhana: memperingatkan tentang fitnah besar menegaskan pentingnya iman dan ilmu mengingatkan agar manusia tidak mudah tertipu oleh kekuatan dan propaganda Itulah sebabnya Nabi justru menganjurkan membaca Surah al-Kahfi untuk menghadapi fitnah Dajjal. Bukan memetakan konflik geopolitik dunia dan memasukkan asumsi kita tanpa ilmu Penutup Karena itu para ustaz, dai, dan tokoh yang gemar membahas hadis-hadis akhir zaman perlu lebih berhati-hati dalam menjelaskannya. Hadis tidak boleh dijadikan alat untuk: menyudutkan kelompok tertentu, memanaskan konflik sektarian, atau secara tidak sadar membenarkan pelanggaran kemanusiaan. Alih-alih sibuk menebak siapa pengikut Dajjal hari ini, mungkin yang lebih penting adalah memastikan kita sendiri tidak ikut terseret oleh fitnah kebencian dan manipulasi agama. Jangan pula seolah kita menormalisasi pelanggaran hukum internasional dan pelanggaran nilai-nilai kemanusian kita dalam konflik dan peperangan saat ini. Karena sering kali yang kita kira sebagai “pesan Nabi” sebenarnya hanyalah opini kita sendiri yang mengatasnamakan Nabi. Jangan sampai kita dianggap berdusta atas nama Nabi. Beraaatt ini konsekuensinya 🙏🏻 Tabik, Nadirsyah Hosen 2/2
Indonesia
12
53
199
10.2K
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Benarkah Nabi Mengabarkan Yahudi Israel dan Syiah Iran Akan Bersatu Mengikuti Dajjal? Belakangan ini beredar kembali postingan yang mengaitkan konflik Israel–Amerika melawan Iran dengan sebuah hadis dari Sahih Muslim. Hadis yang sering dikutip adalah: يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْفَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ Artinya: “Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan yang mengenakan ṭayālisah (sejenis jubah atau selendang).” (HR. Muslim) Hadis ini memang sahih dan termasuk hadis eskatologis, yaitu hadis yang berbicara tentang fitnah akhir zaman. Masalahnya bukan pada hadisnya. Masalahnya pada narasi yang dibangun di sekeliling hadis ini. Sebagian orang kemudian menyimpulkan: “Tidak usah heran dengan perang hari ini. Sekarang saja mereka konflik tapi nanti mereka akan kompak menjadi musuh Islam. Rasulullah sudah mengabarkan bahwa Yahudi dan Syiah pada akhirnya akan bersatu mengikuti Dajjal.” Sekilas terdengar meyakinkan. Padahal kalau kita baca hadisnya dengan teliti, narasi ini tidak berasal dari hadis tersebut. Nabi tidak pernah menyebut Syiah Hadis itu hanya mengatakan: “Yahudi dari Isfahan.” Memang benar Isfahan hari ini berada di wilayah Iran. Dan benar pula Iran modern mayoritas bermazhab Syiah. Namun menyimpulkan bahwa hadis itu berbicara tentang Syiah adalah lompatan logika yang terlalu jauh. Pertama, penyebutan Isfahan dalam hadis itu bersifat geografis, bukan ideologis atau mazhab. Kedua, siapa yang bisa menjamin bahwa wilayah tertentu akan tetap berada di bawah identitas mazhab yang sama hingga akhir zaman? Sejarah menunjukkan wilayah, bangsa, dan mazhab bisa berubah berkali-kali. Karena itu menjadikan hadis ini sebagai bukti “koalisi Yahudi–Syiah” jelas bukan berasal dari teks hadis, melainkan dari cara kita menafsirkannya. Hadis tidak selalu menyebut nama bangsa secara eksplisit Dalam hadis lain tentang akhir zaman disebutkan bahwa pengikut Dajjal memiliki wajah: “seperti perisai yang dipukul.” Sebagian ulama klasik mencoba memahami deskripsi ini. Misalnya Ibn Kathir berpendapat bahwa kemungkinan yang dimaksud adalah bangsa Turk. Tetapi penting dicatat: Nabi tidak pernah menyebut kata “Turk” dalam hadis itu. Itu adalah interpretasi ulama, bukan teks hadis. Dan istilah Turk dalam literatur klasik juga bukan berarti negara Turki modern. Yang dimaksud adalah bangsa-bangsa Turkic di Asia Tengah, suku-suku nomadik yang hidup di wilayah luas seperti Turkestan dan Transoxiana. Ini menunjukkan satu hal penting: tafsir ulama selalu terkait dengan konteks zaman mereka. Nama wilayah dalam hadis tidak sama dengan peta politik modern Hadis-hadis akhir zaman juga sering menyebut nama wilayah seperti: Khurasan – Wilayah luas di Asia Tengah dan Timur Persia pada masa klasik, mencakup sebagian besar Iran timur laut, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan. Syam – yang dulu meliputi Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon. Rum – Merujuk pada Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul). Semua istilah ini adalah geografi dunia klasik, bukan batas negara modern seperti yang kita kenal hari ini. Batas wilayah dalam sejarah bisa berubah berkali-kali. Dan bisa saja berubah lagi di masa depan. Karena itu membaca hadis-hadis ini dengan peta politik hari ini sering kali justru menyesatkan. Bahaya membaca hadis untuk membenarkan asumsi kita Masalah terbesar muncul ketika hadis tidak lagi dibaca untuk memahami pesan Nabi, tetapi dipakai untuk menguatkan asumsi dan opini yang sudah kita miliki sebelumnya. Lalu kita berkata: “Lihat, Nabi sudah mengabarkan ini sejak dulu.” Padahal yang terjadi sebenarnya adalah: kita memasukkan asumsi dan opini kita ke dalam hadis, lalu mengklaim bahwa itu berasal dari Nabi. Parahnya lagi asumsi kita itu bisa saja dipenuhi dengan kebencian pada mazhab atau kelompok tertentu. Ini bukan cara membaca hadis yang sehat. 1/2
Nadirsyah Hosen tweet media
Indonesia
95
455
1.3K
78.2K
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@sescuty @akusukachatime_ Yang kamu butuhkan bukan nasehatnya, jd utk apa juga diceritakan. Yang kamu butuhkan healing, cari teman yg ngajak healing atau kamu butuh ke sendirian mu
Indonesia
1
0
0
73
Geeza | dnf
Geeza | dnf@sescuty·
@akusukachatime_ Aku harap aku punya satu temen yang seperti kamu kak, diposisiku yg sekarang malah ditanya terus kenapa giliran diceritain malah makin dipojokin padahal udah struggle sama keadaan cuma butuh ditemenin tapi yaudah hehe Semoga kebaikanmu dapet berbalik ke dirimu ya kak
Indonesia
2
2
21
5K
Chill-a 🇵🇸
Chill-a 🇵🇸@akusukachatime_·
Punya temen deket waktu kuliah. Anaknya baik banget, ramah, sering ngebimbing aku ngolah data. Pas skripsi aku dan dia putus kontak, dan menghilang sampai 2024. Aku udah coba approach dari 2022 - 2024 itu dan akhirnya memutuskan untuk ke rumahnya. Setelah ke rumahnya aku sedikit memahami kendalanya dan coba buat encourage dia untuk berani memulai lagi. Aku dan dua orang temenku sekitar 2 - 3 kali ke rumahnya, sekedar buat jadi temen cerita dan ngasih semangat. Ngebantu apa yang bisa kita bantu.
Chill-a 🇵🇸 tweet mediaChill-a 🇵🇸 tweet mediaChill-a 🇵🇸 tweet mediaChill-a 🇵🇸 tweet media
ً@prinkasusa

give me your tiny wholesome lore

Indonesia
121
527
9.3K
749.8K
Mas P1yu🍉🇮🇩
Mas P1yu🍉🇮🇩@Piyusaja2·
Oleh: Prof. Pitoyo Peter Hartono (Profesor departemen teknik elektro dan elektronika di Chukyo University, Jepang) "Anak orang kaya jangan daftar LPDP" Hari-hari ini saya banyak mendengar komentar seperti itu. Saya sama sekali nggak punya kepentingan pada LPDP dan semua orang bebas berkomentar. Cuma saya juga merasa bebas untuk berpikir bahwa komentar di atas itu tolol. Ini nggak beda jauh dengan mengatakan anak presiden atau mantan presiden jangan jadi wapres, menteri atau pejabat. Kalau sistem memperbolehkan, terus mau apa? Kalau sistem itu melanggar meritokrasi atau bisa dipermainkan, ya sistem dan negara yang membuat sistem itu yang bobrok. Kritik atau ubahlah sistem, bukan orang yang mengikuti aturan main sistem itu. Saya jelaskan pendapat saya. 1. Tidak semua beasiswa itu need-based (diberikan untuk orang yang membutuhkan, misalnya karena lemah ekonomi). Ada beasiswa yang merit-based (diberikan pada orang yang capable, dalam hal ini capable secara akademis). Kalau ternyata LPDP ini beasiswa yang merit-based, nggak ada halangan bagi siapapun yang mendaftar selagi dia punya kemampuan akademis. Kaya miskin nggak relevan. Jadi sebelum buka congor, tanya dulu, apakah beasiswa ini need atau merit-based? 2. Universitas luar negeri yang dituju, nggak peduli seseorang itu miskin atau kaya. Yang mereka peduli orang itu punya pontensi akademis untuk mengikuti program pendidikan di universitas itu. Sekali lagi, kaya miskin itu nggak relevan. 3. Memang ada disparitas kemampuan akademis dari golongan mampu dan tidak. Ini karena anak keluarga mampu mempunyai akses yang lebih baik pada pendidikan bermutu. Tapi ini bukan salah mereka. Ini adalah bentuk ketidakmampuan pemerintah untuk meratakan akses pendidikan bagi siapapun. Salahkan pemerintah bukan orang yang me-levarage kemampuannya untuk mencapai jalan hidup yang lebih baik. 4. Jangan gampang melabeli "anak orang kaya". Tidak sedikit anak orang kaya yang berusaha untuk mandiri. Menembus beasiswa adalah salah satu usahanya. Anda merasa berhak untuk mengambil hak anak-anak itu untuk berusaha menjadi orang yang mandiri? BTW, Saya sama sekali nggak kenal dengan LPDP sampai dua tahun yang lalu. Pada saat itu anak salah satu sahabat kecil saya meminta saya untuk menulis recommendation letter untuknya yang ditujukan pada salah satu universitas top di Inggris, tujuannya setelah dia lolos LPDP. Saya tidak secara otomatis menyanggupi. Karena bidangnya terkait dengan bidang penelitian saya, saya mengharuskan dia untuk melakukan seminar berkala dengan saya sekali sebulan tentang rencana penelitiannya. Setelah saya yakin dia mampu, saya menulis rekomendasi untuknya pada seorang professor di universitas tujuannya. Kami juga melakukan simulasi interview universitas tersebut. Dalam karier saya, ini surat rekomendasi terteliti yang pernah saya tulis. Ada dua alasan: karena saya yakin anak ini benar-benar mampu, dan saya yakin bidang yang diambilnya relevan untuk Indonesia yang membiayainya. Dia diterima dan sudah menyelesaikan S2 nya dengan sangat baik. Dua hal yang tidak pernah saya tanyakan padanya: Bokap loe punya duit berapa, dan kenapa loe nggak minta rekomendasi ke dosen loe di UI. (Sumber: fb)
Mas P1yu🍉🇮🇩 tweet mediaMas P1yu🍉🇮🇩 tweet media
Indonesia
5
95
453
42.7K
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@hanifproduktif Real dipengalaman kerja, kena lay off, krn gaji utk posisi tsb bisa utk 2 org, mau jenjang ke yg lbh tinggi gagal di bahasa asing
Indonesia
0
0
0
40
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Akhir Q1 2026 (bulan Maret besok) diprediksi bakal ada lebih banyak PHK/layoff. Pas layoff, perusahaan gak mikir "siapa yang paling loyal dan rajin?" Mereka mikir: "Kalau orang ini dipecat, berapa COST-nya?" Kalau cost-nya kecil, lo masuk daftar. Kalau cost-nya gede, lo aman. Tugas lo: bikin cost itu MAHAL. Gini caranya:
Indonesia
15
329
1.7K
164K
Eri Effendi retweetledi
yan
yan@notrayancherki·
kritik dari kak gheovanny. Ini sebenernya yg kudu dibenahi LPDP, indikator atau pengukuran kontribusi nya harus jelas.
Indonesia
9
30
273
62.7K
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@IbamErmansyah Baru baca kata pengantar dan isi 2 halaman, sdh muncul pertanyaan "Apakah Tan seorang murid dari jamaah Thoriqoh ?"
Indonesia
1
0
0
123
Muridnya Nabi Khidir
Muridnya Nabi Khidir@IbamErmansyah·
Buku "Islam dalam Tinjauan Madilog - Modernized Edition" udah bisa diakses secara gratis via Google Play ya guys. Rupanya aku baru sadar bahwa cover yang aku upload dianggap "berkualitas rendah" oleh sistem. Makanya dari kemarin pending. Somehow, aku coba search langsung dari aplikasinya belom ketemu, mungkin delay atau apa. Tapi dari link ini bisa ketemu dan langsung di download : play.google.com/store/books/de… Aku berusaha memudahkan dan memodernisasi bahasa dan struktur kalimat Tan tanpa menambah dan mengurangi kontennya. Aku juga nuliskan catatan kaki untuk menambahkan penjelasan yang aku anggap perlu, konteks yang dibicarakan Tan, tokoh dan rujukan yang beliau sebut serta kritik jika ada yang aku anggap keliru dari Tan (misalnya dalam pernyataannya mengenai Imam Ghazali dan Mu'tazillah), serta menambahkan satu esai singkat berupa catatan akhir di bagian akhir buku dan menambahkan glosarium. Feel free to access, guys. Bagi yang mau dukung usaha digitalisasi dan pemordenan bahasa karya² Tan atau tokoh² semasanya, bisa dukung aku via teer.id/ermansyah_ibam ya guys.
Muridnya Nabi Khidir tweet mediaMuridnya Nabi Khidir tweet mediaMuridnya Nabi Khidir tweet mediaMuridnya Nabi Khidir tweet media
Indonesia
7
54
239
9.9K
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@mownohoes Jangan pernah membenci orang (mahkluk Tuhan), dan yang kita tidak sukai adalah perbuatannya. Tanggapan mu tentang koruptor ?
Indonesia
0
0
0
30
Mo🌖
Mo🌖@mownohoes·
GUE UDAH DI MISKININ, AND BOUNCE BACK HASIL KERJA KERAS GUE SENDIRI btw gue jg pernah ngonten bareng bang pandji sm bang radit juga loh kok yg di usut cuman bang ferry jgn pilih kasih dongg kan yg dibenci anak koruptornya bukan ferry irwandi nya.. ya, kan?
Mo🌖 tweet media
hywnnkw@heywannaknoww

“dosa korupsi gak diturunkan ke anak”, tapi kalian tau apa yg diturunkan ke anak? kemiskinan, keputusasaan, & ketidakberdayaan hasil dari sistem yg bobrok, yg sengaja dipelihara agar tetap menguntungkan orang-orang di lingkaran kekuasaan.

Indonesia
196
66
1.8K
343.7K
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Buat pejuang cenblue, gue mau spill cara pake AI buat dapetin 2juta impression per hari Jadi lo cuma butuh 3 hari buat monet Ini ga akan gue share public karena kalo kebanyakan yang ngikutin nanti algo-nya dinerf wkwk Gue share ini gratis karena gue mau bantuin temen2 yang lagi struggle buat gajian dari Elon Kalo lo mau tutorialnya: 1. Like post ini 2. Reply “AI” Make sure lo follow gue biar bisa dapet DMnya
Hanif | AI For Productivity tweet media
Indonesia
878
162
1.4K
74.6K
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Kalo lo jago marketing dan jualan, lo ga perlu capek2 bikin produk sendiri Jadi affiliator aja. Ga usah pusing mikirin technical, ga usah hire developer, tinggal fokus jualan. Gue kumpulin list 210 SaaS yang gue affiliate-in. Including link pendaftaran, info komisi dan cara apply-nya. Tiap bulan gue bisa dapet $1k dari sini Gue mau bagiin ini gratis. Kalo lo mau: 1. Like post ini 2. Repost 3. Komen "SAAS" Buat SaaS owner yg produknya pengen diaffiliate-in, boleh DM (heavily curated)
Hanif | AI For Productivity tweet media
Indonesia
465
529
2.2K
79K
Imron H. F. Rozie
Imron H. F. Rozie@hayder_imron·
Kalo MU menang selisih 1 gol sy bagi 10 buku karya gus @na_dirs, selisih 2 gol 20 buku selisih 3 gol 30 buku dst Kalo kalah? Bisa dipastikan sy ngumpet 😀
Imron H. F. Rozie tweet media
Indonesia
278
149
1.9K
68.1K
Eri Effendi
Eri Effendi@eri_eri012·
@na_dirs Mohon izin Gus kutipannya, terima kasih
Indonesia
0
0
1
864
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Tanda Ilahi Menunggu tanda dari Allah adalah bagian paling sunyi dari iman. Saat usaha sudah kita kerahkan, doa tak pernah absen, tetapi jawaban belum juga menampakkan diri. Di fase ini, kita tidak lagi bersandar pada kepastian apa pun, selain keyakinan sederhana: Allah tidak pernah lalai akan permohonan hambaNya. Diam bukan hampa, sering kali ia adalah ruang tempat Allah merapikan hati kita sebelum Dia menunjukkan arah. Dalam hidup, tanda itu jarang datang dengan suara keras. Ia bisa berupa pertemuan singkat yang membuka cara pandang baru, kegagalan yang memaksa kita berhenti lalu berbelok, atau rasa tenang yang turun tiba-tiba saat tubuh dan jiwa sama-sama lelah. Bahasa Allah sering samar, tapi bagi hati yang jujur, ia terasa nyata. Tanda ilahi juga tidak selalu dramatis. Kadang ia hadir setelah shalat, dalam ketenangan yang tak bisa dijelaskan. Kadang lewat jalan yang sengaja dimacetkan, agar kita tidak sampai ke tujuan yang salah. “Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat” (QS. Al-Baqarah [2]: 45). Seolah Allah berkata: menunggu tanda ilahi dengan sabar pun adalah ibadah. Menunggu tanda berarti belajar berhenti memaksa hasil. Belajar percaya bahwa Allah tahu kapan kita siap. Bukan hanya kapan kita ingin. Pada akhirnya, tanda dari Allah bukan sekadar jawaban. Ia adalah cara-Nya membesarkan jiwa, melapangkan dada, dan menjaga harapan tetap hidup, bahkan ketika segalanya terasa diam dan kelam. Terima kasih, Yura, untuk lagu yang menemani penantian tanda-tanda ilahi ini. 🙏🏻 Tabik, Nadirsyah Hosen
Indonesia
33
776
2.5K
96.8K