ern.peb

15.1K posts

ern.peb banner
ern.peb

ern.peb

@ern_peb

Marchingband and Badminton addicts|D19DAYA|Gregarious|♓️

South Borneo, Indonesia Katılım Haziran 2010
229 Takip Edilen418 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
ern.peb
ern.peb@ern_peb·
indeed,please🤒
ern.peb tweet media
English
0
0
4
0
ern.peb retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Lengkap sudah: ✅Information bottleneck ✅Orchestrated narrative ✅Regressive transparency, kemunduran transparansi publik. Berdasarkan artikel ini, tindakan2 Seskab Teddy adl sebentuk soft censorship. Memanipulasi akses dan mengarahkan konten berita. Jika tren ini berlanjut tanpa perlawanan dari pers dan publik, ada gejala kuat bahwa tata kelola pemerintah akan lebih tertutup dan menuju otoriter. Suram.
A. Ainur Rohman tweet media
fahri salam@fahrisalam

“Kamu dari TVRI harusnya enggak boleh bertanya seperti itu,” kata Teddy. “Siapa yang nyuruh kamu?” Bagaimana Seskab Teddy mengatur arus informasi Istana dan mengancam wartawan plus petinggi media. Artikel lanjutan dari serial 'Dead Press Society", baca: projectmultatuli.org/bencana-inform…

Indonesia
59
2.2K
3.8K
138.7K
ern.peb retweetledi
versace
versace@trunkszoldyck·
Gaji PNS tahun 1990: Rp 240.000 Setara: 10,9 gram emas (harga emas waktu itu Rp 22.000 per gram) Gaji PNS tahun 2026: Rp 2.785.700 Setara: 1 gram emas (harga emas sekarang Rp 2.795.000 per gram) Dalam 36 tahun, gaji PNS nominal naik 11,6x lipat. Tapi nilai sebenarnya (dalam emas)? Turun 10x lipat. Ini bukan kebetulan. Ini design.
Indonesia
95
3.2K
11K
419.2K
ern.peb
ern.peb@ern_peb·
@putrategar2709 Nah itu bang, sedangkan Fu/Zhang dipasangkan setelahnya dan jadi kuda hitam saat Zhang/Yunlei di XD mentok, Angga/Ricky hilang point banyak di tahun 2016 sampe ga masuk 8 besar race to Olympic..
Indonesia
0
0
0
19
Putra Tegar
Putra Tegar@putrategar2709·
Kalo yang Rio 2016 (2012-2016), Herry IP bongkar pasangan Kak. Angga Pratama kan awalnya sama Rian Agung. Habis itu disilang jadi Angga/Ricky di 2014-an sebelum Race to Olympics. x.com/i/status/20568…
ern.peb@ern_peb

@putrategar2709 dari Olympic 2016 (after 2012) sdh salah strategi trus coach Herry IP, selalu mematenkan MD di awal setelah Olympic dan tdk ada perubahan pasangan sblm race to olympic sdgkn negara2 lain gacornya setahun sblm olympic/saat perhitungan point Olympic bahkan berani bongkar pasang.

Indonesia
2
0
1
412
Putra Tegar
Putra Tegar@putrategar2709·
Kenapa masa keemasan ganda putra Indonesia 2021-2024 tak mencapai klimaks? Setelah gagal mendapat medali di Olimpiade Tokyo 2020 di 2021, nomor ganda putra jelas menelan kekecewaan besar. Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra yang beberapa kali memanggungkan All Indonesian Final di 2019, tidak mampu mencapai partai puncak di Olimpiade Tokyo. Setelah kekecewaan itu, kemudian muncul angin segar lewat munculnya nama-nama baru yang mencuri perhatian. Selain Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra yang tetap berpasangan, ada Fajar/Rian yang juga masih bersama setelah gagal tampil di Tokyo karena pembatasan kuota tiap negara Di luar tiga pasang itu, ada nama Leo/Daniel, Bagas/Fikri, dan Pram/Yere. Leo/Daniel adalah juara dunia junior yang berhasil jadi juara SEA Games. Bagas/Fikri tampil mengejutkan dan jadi juara All England 2022. Pram/Yere sukses merebut gelar juara Asia 2022. Total enam pasang yang layak diwaspadai dan masuk kategori top level. Pembicaraan yang mendominasi saat itu adalah ketatnya persaingan untuk memburu dua tiket ke Olimpiade Paris 2024. Persaingan internal menuju Paris 2024 diprediksi bakal lebih ketat dibandingkan persaingan internal menuju Tokyo 2024. Terlebih, tiga ganda yang baru muncul saat itu masih berusia di bawah 25 tahun. Tapi yang kemudian terjadi adalah harapan tersebut terasa terlalu mengangkasa. Karena pada akhirnya, Indonesia justru hanya mampu meloloskan satu wakil yaitu Fajar/Rian ke Paris 2024 lantaran tak ada wakil lainnya yang bisa duduk di delapan besar pada perhitungan akhir Race to Olympics. Lima pasangan lainnya, punya masalah masing-masing. Pram/Yere tak lagi sama sejak Yere cedera. Selain itu, Pram juga punya kondisi yang membuat dirinya dilanda kecemasan dan membuat hari-harinya di badminton tak lagi sepenuhnya nyaman. Kevin/Marcus juga terkendala cedera. Sejak Marcus menjalani dua kali operasi, saat itu Kevin/Marcus otomatis tak lagi berada di level terbaik mereka. Ahsan/Hendra yang masih cukup stabil justru seolah kehabisan bensin ketika race to Olympics dimulai. Leo/Daniel dan Bagas/Fikri juga tak bisa tampil konsisten saat race to Olympics dimulai. Untuk sekadar masuk zona 8 besar pun mereka tak sanggup. Salah satu faktor yang mencolok, menurut gua, ketidakmampuan para pemain untuk menanggung tekanan dan beban ketika hal itu terasa makin besar. Sesaat setelah Olimpiade 2020 di 2021 usai, nama ganda seperti Leo/Daniel, Bagas/Fikri, dan Pram/Yere masih "dibentengi" oleh Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian. Tiga ganda teratas itu yang masih dapat sorotan utama sedangkan tiga ganda lainnya bisa main tanpa banyak tekanan dan kecaman ketika mereka gagal. Semangat yang ada, adalah semangat untuk unjuk gigi dan pembuktian diri. Namun begitu tekanan terasa makin besar mengarah ke mereka, barisan ganda muda ini tak sepenuhnya siap. Terlebih saat Kevin/Marcus secara hitungan sudah susah masuk ke Olimpiade, hal itu justru tidak bisa menarik keluar kemampuan optimal Bagas/Fikri dan Leo/Daniel. Hanya Fajar/Rian yang bisa menjalani momen terbaik dalam karier mereka. Fajar/Rian sempat dua kali juara All England dan menduduki posisi nomor satu dunia. Meskipun pada akhirnya, faktor dan status sebagai satu-satunya wakil di Olimpiade turut mempengaruhi penampilan mereka. Selain soal tekanan, faktor lain jelas ada pada PBSI era itu. Mereka tidak bisa memaksimalkan potensi dan SDM di MD Indonesia yang bagus, terutama saat menghadapi sejumlah kendala dalam perjalanan menuju Paris 2024. Jadi masa 2022-2024 itu bisa dibilang salah satu periode teraneh dalam sejarah ganda putra Indonesia. Hanya dalam kurun waktu dua tahun, optimisme yang memancar keluar kemudian jadi ambyar.
Indonesia
12
50
135
12.4K
ern.peb retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
Indonesia
3.4K
65.3K
159.6K
10.9M
ern.peb
ern.peb@ern_peb·
@putrategar2709 Indonesia itu paling kaku untuk bongkar pasangan/rangkap main, sdgkn negara2 lain berani saat pemain2 mereka mentok, itu saat covid 2020-2021 udah keliatan MD 1-2 kita oleng, jd wajar saat Olympic mentok di SF saja.
Indonesia
0
0
1
357
ern.peb
ern.peb@ern_peb·
@putrategar2709 dari Olympic 2016 (after 2012) sdh salah strategi trus coach Herry IP, selalu mematenkan MD di awal setelah Olympic dan tdk ada perubahan pasangan sblm race to olympic sdgkn negara2 lain gacornya setahun sblm olympic/saat perhitungan point Olympic bahkan berani bongkar pasang.
Indonesia
1
0
2
666
ern.peb retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
jadi tau nih prabowo asbun banget soal dolar ternyata dia dan adiknya punya 50 perusahaan karena batu bara, kelapa sawit/CPO, atau nikel adalah komoditas yang paling diuntungkan saat dolar menguat. apakah di sengaja supaya usaha dia cuan semua luber luber? estimasi cuan pertahun bisa 10-20 triliun dia perusahaan dia dan adiknya: - PT Nusantara Energy - PT Kertas Nusantara - PT Kiani Hutani Lestari - PT Nusantara Kaltim Coal - PT Nusantara Wahau Coal - PT Tidar Kerinci Agung - PT Jaladri Swadesi Nusantara - PT Arsari Tambang - PT Mitra Stania Prima - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - PT Arsari Sentra Data - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) - PT Arsari Enviro Industri
Lambe Saham tweet media
Indonesia
158
2.7K
4.7K
116.2K
ern.peb retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Ferry Irwandi baru merilis video yang menurut gue paling berbahaya untuk reputasi Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Bukan berbahaya karena mengandung fitnah. Tapi berbahaya karena menggunakan matematika. Dan matematika tidak bisa dibantah dengan narasi. Tidak bisa dibantah dengan wawancara di TV One. Tidak bisa dibantah dengan bilang "Anda tidak mengerti ekonomi." Matematika hanya bisa dibantah dengan matematika yang lebih benar. Apa yang Purbaya klaim: Pertumbuhan ekonomi 5,61% adalah capaian yang membanggakan. Fundamental kita kuat. Konsumsi yang menjadi komponen terbesar bukan government spending yang menggerakkan pertumbuhan itu. Kalimat Purbaya yang paling terkenal soal ini: pertumbuhan 5,61% tidak digerakkan oleh belanja pemerintah yang besar. Konsumsinya 54,36% jauh lebih besar dari government spending yang hanya 6,72%. Kedengarannya masuk akal. Sampai Ferry Irwandi membuka spreadsheet dan mulai menghitung. Dan inilah yang sebenarnya terjadi dan ini yang membuat gue berhenti: Ferry tidak membantah bahwa konsumsi lebih besar dari government spending secara persentase komposisi GDP. Itu benar. Tidak ada yang menyangkal itu. Yang Ferry bantah adalah logika yang digunakan Purbaya untuk menarik kesimpulan. Karena yang penting bukan porsi komposisi tapi kontribusi persentase poin terhadap pertumbuhan. Dan ketika dihitung dengan benar: Konsumsi menyumbang 2,94 persen poin dari 5,61%. Investasi menyumbang 1,79 persen poin. Government spending menyumbang 1,26 persen poin. Sekarang pertanyaannya: government spending naik berapa persen untuk menghasilkan kontribusi 1,26 persen poin itu? 21,81%. Kenaikan tertinggi dalam sejarah modern republik ini. Dalam 10 tahun terakhir range normalnya antara 3 sampai 6 persen. Tidak pernah 21,81%. Dan Ferry Irwandi melakukan sesuatu yang sangat mematikan: Dia menghitung counter faktual. Pertanyaannya: kalau government spending tumbuh normal sesuai rata-rata 10 tahun terakhir yaitu 4,8% bukan 21,81% berapa pertumbuhan ekonomi kita yang sesungguhnya? Dengan akuntansi: 4,63%. Dengan ekonometrika memasukkan multiplier effect dari konsumsi dan investasi yang ikut terpengaruh: antara 4,23% sampai 4,43%. Bukan 5,61%. Tapi sekitar 4,2 sampai 4,6 persen. Dan ini yang paling mematikan dari seluruh analisis Ferry: Purbaya bilang 5,61% adalah salah satu yang tertinggi. Perlu dirayakan. Perlu dibanggakan. Ferry Irwandi berkata dengan sangat dingin: "Kalau government spending-nya normal ini bukan salah satu yang paling tinggi. Ini salah satu yang paling buruk." Selama 10 tahun terakhir dengan government spending yang normal pertumbuhan 4,2 sampai 4,6% itu ada di bawah rata-rata historis Indonesia. Jadi yang sedang dirayakan Purbaya setelah dibedah sebenarnya adalah pertumbuhan di bawah rata-rata yang dimanipulasi tampilannya dengan belanja negara yang tidak berkelanjutan. Dan ini yang bikin gue benar-benar tidak bisa tidur: Dari mana uang belanja pemerintah yang naik 21,81% itu? Pendapatan negara naik 10%. Belanja naik 31,8%. Defisit Q1 saja sudah Rp240 triliun ditutup dengan utang tambahan Rp258 triliun. Artinya: pertumbuhan 5,61% yang dirayakan itu sebagian besar dibeli dengan utang. Bukan dihasilkan dari aktivitas ekonomi organik rakyat. Dan utang itu harus dibayar. Dengan bunga. Oleh generasi yang sekarang masih sekolah. Rakyat yang tabungannya turun dari Rp3 juta ke Rp1,5 juta yang kelas menengahnya menyusut dari 57 juta ke 46 juta tidak merasakan pertumbuhan itu. Karena pertumbuhan itu bukan untuk mereka. Pertumbuhan itu adalah angka di kertas yang dibiayai dari kantong masa depan anak-anak mereka. Dan sementara Ferry Irwandi membuktikan ini dengan ekonometrika: Purbaya tetap keliling media bilang fundamental kita kuat. Gubernur BI mengganti definisi stabilitas supaya rupiah yang di Rp17.600 bisa disebut stabil. Presiden bilang "mau dolar berapa ribu kek." Dan Ketua Komisi XI DPR bilang yang terdampak orang kaya saja. Market tidak percaya. D olar tetap ngacir. IHSG tetap ambruk. Investor asing terus kabur. Karena market membaca data bukan narasi. Dan yang paling telak dari Ferry Irwandi: "Kalau memang ada yang salah dari matematika saya mohon dikoreksi. Dengan keilmuan yang benar. Pak Purbaya kan sering ngaku ekonom. Tentu ekonom tidak bernarasi. Tentu Menteri Keuangan tidak beropini. Jawablah dengan data." Sampai hari ini belum ada jawaban dengan data. Yang ada hanya wawancara di TV One. Narasi tentang fundamental kuat. Dan kalimat yang menurut Ferry sendiri tidak perlu direspons tapi tetap menggelikan: " Anda tidak mengerti ekonomi." Sementara rupiah terus melemah. Defisit terus melebar. Dan orang yang disebut tidak mengerti ekonomi itu punya 2,3 juta subscriber yang menonton matematikanya dan tidak ada satu pun angka yang bisa dibantah. Purbaya bilang pertumbuhan 5,61% adalah bukti fundamental kuat. Ferry Irwandi membuktikan dengan ekonometrika bahwa tanpa government spending yang naik 21,81% angka itu tidak akan tercapai. Dan kalau spending-nya normal pertumbuhannya salah satu yang paling buruk dalam satu dekade. Ini bukan soal siapa yang lebih pintar. Ini soal siapa yang jujur dengan data. Dan ketika Menteri Keuangan memilih cherry picking angka untuk membuat kondisi terlihat lebih baik dari kenyataan bukan hanya dia yang menanggung akibatnya. Yang menanggung akibatnya adalah rakyat yang tidak tahu bahwa pertumbuhan yang dirayakan itu sebagian besar adalah utang yang sedang dicicilkan ke masa depan mereka.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
61
480
1.5K
110K
ern.peb retweetledi
Kementerian Kegelapan
Kementerian Kegelapan@kemgelapan·
- Kemarin : terlemah dalam sejarah - Hari ini : terlemah dalam sejarah - Besok : terlemah dalam sejarah Rupiah selalu mencetak rekor bersama Pak Prabowo 🔥🔥🔥🔥🔥 Ketika menyentuh 17.845, hari itu akan kita peringati sebagai hari Rupiah Merdeka 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Kementerian Kegelapan tweet media
Indonesia
213
4.8K
10.3K
175.3K
ern.peb retweetledi
Asura 🔥
Asura 🔥@Asura0599·
Pak Prabowo keliling dunia pake duit negara (APBN) untuk nge-lobi, cari aman geopolitik, dan narik uang luar negeri supaya masuk ke Indonesia. Taylor Swift keliling dunia, fans yang ngeluarin duit, tapi kedatangannya bikin ekonomi atau PDB negara yang didatengin tiba-tiba meroket pesat gara-gara lonjakan pariwisata dan konsumsi. Taylor Swift 1
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi

Prabowo completed his World Tour visiting 28 countries in just 1.5 years, while Taylor Swift needed 2 years for her World Tour in 21 countries.

Indonesia
33
609
3.3K
161.9K
ern.peb retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Rocky Gerung baru ngomong sesuatu soal Purbaya di depan ribuan mahasiswa ITB dan kalimatnya menurut gue paling telak dan paling jujur yang pernah diucapkan soal posisi Menteri Keuangan kita. Bukan dari ekonom. Bukan dari analis. Dari filsuf. Dan justru itu yang bikin kalimatnya paling menancap. Kalimatnya sederhana. Tapi sangat keras: "Pak Purbaya itu dia cuma kasir. Mana ada kasir menghasilkan growth." Selesai. Tiga kalimat. Tapi gue mau bedah ini lebih dalam karena ini jauh lebih penting dari yang kelihatan di permukaan. Apa maksud Rocky dan kenapa ini sangat relevan: Rocky tidak sedang menghina Purbaya sebagai manusia. Dia sedang mengoreksi sesuatu yang fundamental soal bagaimana kita memahami ekonomi dan bagaimana pemerintah sedang menyesatkan rakyat dengan narasi yang salah. Menteri Keuangan adalah penjaga kas negara. Dia yang mengatur anggaran masuk dan keluar. Dia yang memastikan utang tidak meledak. Dia yang menjaga fiskal tetap sehat. Tapi dia bukan yang menciptakan pertumbuhan. Pertumbuhan lahir dari kementerian teknis yang produktif perindustrian, perdagangan, kelautan, perikanan. Pertumbuhan lahir dari pabrik yang berproduksi, dari nelayan yang bisa melaut, dari petani yang bisa menjual hasil panennya dengan harga yang adil. Tapi yang terjadi sekarang adalah semua orang dari Prabowo sampai media membebankan ekspektasi pertumbuhan 6% kepada seorang kasir. Dan ketika kasir tidak bisa menghasilkan pertumbuhan padahal memang bukan tugasnya untuk melakukan itu dia disalahkan. Rakyat kecewa. Presiden tidak puas. Market tidak percaya. Padahal pertanyaan yang sebenarnya harus diajukan adalah: Di mana kementerian teknis yang seharusnya menghasilkan pertumbuhan itu? Kementerian Perindustrian yang seharusnya menumbuhkan manufaktur tapi kontribusi manufaktur terhadap GDP kita turun dari 30% menjadi 18%. Deindustrialisasi terjadi diam-diam selama bertahun-tahun. Kementerian Perdagangan yang seharusnya membuka pasar tapi investor asing semakin ragu masuk karena kepastian hukum yang berubah-ubah. Regulasi EV yang tiba-tiba mau dikenakan pajak setelah sebelumnya bebas pajak. Komisi ojek online yang dipaksa turun ke 8% sehingga platform bleeding. Kementerian Kelautan dan Perikanan yang potensinya luar biasa tapi realisasinya masih jauh dari optimal. Itu yang seharusnya ditagih. Bukan Purbaya yang memang tugasnya jaga kas bukan cetak pertumbuhan. Dan ini yang paling miris: Purbaya sudah berulang kali bilang "fundamental kita kuat, rupiah kita undervalued, kita sedang ekspansi." Tapi dolar tetap ngacir ke Rp17.600. IHSG tetap ambruk. Market tidak percaya. Rating agency downgrade outlook kita dari stable ke negatif. Rocky bilang Purbaya "disiksa oleh keinginan rakyat untuk melihat pertumbuhan" dan itu sangat tepat. Orang yang salah jabatan dipaksa menanggung beban yang bukan tugasnya. Dan ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi dia yang jadi kambing hitam dari masalah yang sebenarnya ada di tempat lain. Dan sambungkan ini dengan apa yang Prabowo bilang hari yang sama: "Kalau tidak beres, copot. Sederhana." Pertanyaannya sangat sederhana: Kalau Purbaya yang salah kenapa kementerian teknis yang tidak menghasilkan pertumbuhan tidak dicopot? Kalau Purbaya yang tidak kompeten kenapa orang-orang di sektor riil yang seharusnya menggerakkan ekonomi tidak ditagih? Atau jangan-jangan lebih mudah menyalahkan kasir daripada mengakui bahwa masalahnya ada di arsitektur kebijakan yang lebih besar? Dan Rocky kasih satu poin lagi yang sangat penting: "Tradisi berpikir di universitas begitu masuk dalam birokrasi berubah menjadi hierarki. Tidak mungkin ada inovasi dari dalam birokrasi." Ini menjelaskan segalanya. Kenapa orang pintar yang masuk ke pemerintahan akhirnya diam. Kenapa yang berani justru dihukum. Kenapa Nadiem yang mencoba inovasi berakhir dengan tuntutan 27 tahun. Kenapa yang pandai menunduk justru yang bertahan dan dipuji. Birokrasi tidak mendesain dirinya untuk menghasilkan pertumbuhan. Birokrasi mendesain dirinya untuk mempertahankan hierarki. Dan selama itu yang terjadi pertumbuhan 6% hanya akan menjadi angka di slide presentasi bukan kenyataan yang dirasakan rakyat di dompet mereka. Rocky Gerung benar. Purbaya bukan masalahnya. Purbaya adalah kasir yang dipaksa berperan sebagai mesin pertumbuhan sementara mesin pertumbuhan yang sesungguhnya tidak berjalan dengan benar. Tapi yang lebih besar dari soal Purbaya adalah ini: kita sedang hidup dalam sistem yang menghukum keberanian, memproteksi loyalitas, dan membebankan ekspektasi kepada orang yang salah jabatan sementara yang seharusnya bertanggung jawab terlindungi oleh hierarki yang tidak bisa diganggu gugat. Dan selama sistem itu tidak berubah mau ganti Purbaya dengan siapapun, mau klaim pertumbuhan berapa persen pun dolar akan tetap ngacir. Market akan tetap tidak percaya. Dan rakyat akan tetap merasakan hidupnya makin sempit.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
104
884
2.4K
233.7K
ern.peb retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada satu pertanyaan yang menurut gue paling penting dan paling jarang dijawab dengan jujur soal ekonomi Indonesia. Kenapa orang terkaya di Indonesia hampir semuanya kaya dari menggali tanah? low toe kong kekayaannya lebih dari Rp420 triliun. Prajogo Pangestu. Boy Tohir. Luhut Binsar Panjaitan. Dan banyak lagi. Hampir semuanya ada di daftar orang terkaya dan hampir semuanya kaya dari tambang. Bukan dari teknologi. Bukan dari manufaktur. Bukan dari inovasi. Dari menggali lubang di Kalimantan dan Sulawesi. Dan ini angkanya yang paling mengerikan: 58% dari kekayaan 50 orang terkaya Indonesia bersumber dari sektor ekstraktif tambang dan sawit. Di Amerika orang paling kaya lahir dari Silicon Valley. Dari teknologi, semikonduktor, inovasi yang menciptakan sesuatu yang belum pernah ada. Di Indonesia orang paling kaya dari menggali apa yang sudah ada di dalam tanah selama jutaan tahun. Yang mereka ciptakan bukan nilai baru. Yang mereka miliki adalah akses. Dan inilah sistem yang sesungguhnya bekerja: Di bisnis makanan lo bisa mulai dari gerobak. Di industri konten lo bisa mulai dari smartphone. Tapi di bisnis tambang lo tidak bisa mulai dari mana pun tanpa IUP. Izin Usaha Pertambangan. Dan untuk dapat IUP lo butuh modal besar, koneksi politik yang kuat, dan timing yang tepat. Hampir tidak ada satu pun konglomerat tambang Indonesia yang terjun dari nol langsung ke tambang. Lo Kheng Hong contohnya mulai dari konstruksi selama hampir 15 tahun, baru masuk batu bara setelah modal dan jaringan cukup kuat. Karena jaringan bukan sekadar kenal-kenalan. Jaringan adalah tiket masuk ke izin yang menentukan segalanya. Simbiosis yang paling perlu diketahui rakyat: Kampanye politik di Indonesia mahal. Pilkada, Pileg, Pilpres semuanya butuh dana besar. Dan salah satu sumber dugaan terbesar adalah perusahaan tambang. PPATK bahkan menemukan dugaan dana kampanye Pemilu 2024 yang mengalir dari pertambangan ilegal dengan nilai transaksi mencapai triliunan rupiah. Ketika pengusaha mendanai kampanye politisi yang menang punya hutang budi. Dan hutang budi itu dibayar dalam bentuk kemudahan izin, kebijakan yang menguntungkan, dan perlindungan saat ada masalah hukum. Ini namanya patronase politik. Pengusaha dapat akses ke sumber daya alam. Politisi dapat dana dan dukungan suara. Rakyat dapat sisanya yang seringkali sangat sedikit. Dan ini yang paling tidak adil dari seluruh sistem: Royalti nikel yang dibayar ke negara: 3-4%. Keuntungan yang bisa didapat ketika harga global tinggi: bisa puluhan persen dari harga jual. Dan semakin besar modal yang lo punya semakin rendah kewajiban ke negara. Karena yang bangun smelter dan masuk ke hilirisasi justru dapat royalti lebih rendah. Siapa yang bisa bangun smelter senilai triliunan? Bukan pengusaha kecil. Bukan rakyat biasa. Pasti konglomerat yang sudah kaya. Jadi hilirisasi yang diklaim sebagai kebijakan pro-rakyat justru memperkuat posisi orang yang sudah punya modal. Bukan menciptakan pemain baru. Kutukan sumber daya yang paling ironis: Kalimantan Timur punya batu bara dan migas terbanyak di Indonesia. Tapi tingkat kemiskinan dan ketimpangan di beberapa kabupatennya masih tinggi. Tanahnya kaya. Tapi kekayaan itu tidak mengalir ke masyarakatnya. Sementara harta rata-rata konglomerat tambang naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah rata-rata pekerja naik Rp2.000 per hari. Ini bukan karena satu pihak lebih rajin. Ini karena satu pihak punya akses ke aset produktif dan yang lain tidak pernah punya akses itu sejak awal. Dan inilah yang paling fundamental: Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 sangat jelas: "Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat." Tapi realitanya: 94,8% lahan Indonesia dikuasai korporasi. Sementara belasan juta keluarga petani bergantung pada lahan rata-rata di bawah setengah hektar. Dua realitas. Satu negara. Satu konstitusi yang sama. Dan sekarang hubungkan ini dengan kondisi sekarang: Amien Rais pernah bilang bahwa Prabowo sendiri pernah berjanji akan menasionalisasi kembali pertambangan-pertambangan Indonesia secara bertahap. Mengembalikan kekayaan itu ke pangkuan ibu pertiwi. Tapi yang kita lihat sekarang: royalti tambang dinaikkan mendadak sampai pengusaha tambang kaing-kaing menurut Prof. Ferry. Danantara mengambil alih aset BUMN tanpa transparansi yang jelas. Dan ketika Amien Rais menagih janji-janji itu — videonya di-takedown oleh Komdigi. Bukan sistem tambangnya yang diubah. Bukan distribusi kekayaannya yang diperbaiki. Yang berubah hanya siapa yang punya akses ke pintu izin itu. Indonesia duduk di atas kasur emas. Tapi yang bisa tidur nyaman di atasnya hanya segelintir orang yang punya koneksi ke pintu izin yang dikontrol oleh pejabat publik. Norwegia punya minyak dan membuat dana kekayaan nasional yang dinikmati seluruh warganya. Botswana punya berlian dan mendistribusikannya untuk membiayai pendidikan dan kesehatan rakyat. Indonesia punya nikel terbesar di dunia, batu bara terbesar di Kalimantan, emas melimpah di Papua dan yang paling diuntungkan adalah mereka yang sudah punya akses ke pintu izin sejak awal. Yang kurang bukan mineralnya. Yang kurang adalah kemauan politik untuk memastikan bahwa kekayaan di bawah tanah yang dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia benar-benar mengalir ke seluruh rakyat Indonesia. Dan selama sistem patronase antara pengusaha tambang dan politisi masih berjalan seperti sekarang itu tidak akan berubah. Karena yang punya kepentingan untuk mengubahnya adalah orang yang paling diuntungkan oleh sistem yang tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
21
106
225
10.5K
ern.peb retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
waktu saham turun banyak prabowo bilang orang desa gk main saham waktu dolar naik terus dan rupiah melemah prabowo bilang orang desa gk pake dolar tapi sekarang waktu prabowo belanja Alutsista dari Prancis di saat efesiensi prabowo bilang ini semua demi rakyat padahal orang desa gk pake Alutsista
Lambe Saham tweet media
Indonesia
210
1.9K
6.4K
245.9K
ern.peb retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
GAJI PNS 7 TAHUN NAIK CUMA RP 206.300. HARGA BERAS NAIK 80%. YA MAU GIMANA KERJA BAGUS? Kenyataan yg menyakitkan : Inflasi Indonesia per tahun sejak 2019: 2019: 2,72% 2020: 1,68% (pandemi, rendah) 2021: 1,87% 2022: 5,51% (tertinggi, imbas BBM naik + global) 2023: 2,61% 2024: 1,57% 2025: rata-rata sekitar 1,5% 2026 (sampai Maret): inflasi year-on-year Maret 2026 tercatat 3,48% Total inflasi kumulatif 2019-2026: sekitar 18-20% Artinya: jika gapok PNS III/a tahun 2019 adalah Rp2.579.400 dan ingin mengikuti inflasi secara jujur, maka gapok 2026 seharusnya berada di kisaran: Rp2.579.400 x 1,19 = Rp3.069.486 Yang terjadi? Gapok hanya Rp2.785.700. Selisih: Rp283.786 per bulan. Artinya gaji pokok PNS tertinggal sekitar 9-10% dari laju inflasi. Setiap bulan, seorang PNS golongan III/a kehilangan daya beli hampir Rp300.000 dibanding posisi riilnya di 2019. Di sinilah diskusi soal gaji PNS sering meleset. Gaji pokok (gapok) hanyalah satu komponen dari total penghasilan ASN. Struktur lengkapnya: Komponen 1 — Gaji Pokok: Rp2.579.400 (2019) → Rp2.785.700 (2026). Naik hanya Rp206.300 atau 8% dalam 7 tahun. Ini yang bikin miris. Komponen 2 — Tunjangan Keluarga: 10% dari gapok untuk suami/istri + 2% per anak (maks. 2 anak). Ikut naik otomatis kalau gapok naik. Komponen 3 — Tunjangan Beras: dibayar per jiwa per bulan, nominalnya kecil tapi tetap ada. Komponen 4 — Tunjangan Kinerja (Tukin): INI YANG MEMBUAT KESENJANGAN BESAR ANTAR PNS. Tunjangan kinerja diberikan berdasarkan evaluasi kinerja individu dan organisasi. PNS Kemenkeu atau KPK bisa dapat tukin Rp10-30 juta/bulan. PNS Pemda daerah tertinggal bisa dapat Rp300.000-500.000/bulan. Dua orang, sama-sama PNS golongan III/a, bisa beda take home pay sampai 10 kali lipat — hanya karena beda instansi. Komponen 5 — Gaji ke-13 dan THR: Komponennya meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan kinerja. Ini setara satu bulan gaji penuh ekstra per tahun. PERBANDINGAN YANG MENAMPAR: PNS VS PEKERJA SWASTA Gapok PNS III/a 2019: Rp2.579.400 Gapok PNS III/a 2026: Rp2.785.700 Kenaikan 7 tahun: +8% (+Rp206.300) UMK Surabaya 2019: Rp3.871.052 UMK Surabaya 2026: Rp5.288.796 Kenaikan 7 tahun: +36,6% (+Rp1.417.744) UMK Surabaya 2026 ditetapkan sebesar Rp5.288.796 dan menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Artinya: buruh pabrik di Surabaya dengan masa kerja di bawah 1 tahun, secara UMK, sudah berpenghasilan minimum hampir 2 kali lipat gapok PNS S1 baru. Dan kenaikan UMK selama 7 tahun mencapai 36% — 4,5 kali lebih kencang dari kenaikan gapok PNS yang hanya 8%. Ada perdebatan lama yang tidak pernah selesai: apakah gaji PNS rendah karena kinerjanya buruk, atau kinerjanya buruk karena gajinya tidak cukup? Pahami dlu, Yang terjadi di lapangan kemudian adalah adaptasi yang tidak sehat. PNS mencari kompensasi di luar gaji resmi. Ada yang kerja sampingan. Ada yang memanfaatkan posisi untuk dapat "tunjangan tidak resmi". Ada yang sekadar bermalas-malasan karena merasa tidak dihargai. Korupsi birokratis kecil-kecilan pun bukan fenomena yang aneh dalam sistem yang menggaji pegawainya di bawah standar hidup layak. Sementara di sisi lain, PNS dengan tukin besar di instansi pusat justru bisa hidup sangat nyaman menciptakan kesenjangan internal ASN yang luar biasa. Gapok PNS bukan ukuran penghasilan total ASN tapi ia adalah sinyal yang kuat tentang bagaimana negara menghargai aparatnya. Ketika gapok naik 8% dalam 7 tahun sementara biaya hidup naik hampir 20%, ada hutang kesejahteraan yang diam-diam menumpuk di balik seragam cokelat itu. Dan selama hutang itu dibiarkan menumpuk, jangan terlalu heran kalau pelayanan publiknya juga menumpuk antrian, birokrasi berbelit, dan inisiatif yang tidak pernah lahir dari aparatur yang merasa tidak dihargai. Reformasi birokrasi yang sesungguhnya tidak bisa dimulai dari slogan. Ia harus dimulai dari angka di slip gaji.
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
37
392
790
33.9K
ern.peb retweetledi
Gill Clark aka Oma Gill
Gill Clark aka Oma Gill@OmaGillClark·
Gregoria Mariska Tunjung was 6/15 down in the deciding game in the first of the 2 #Olympic women’s singles semi-finals at #Paris2024. Given the unique format at the Games where the 2 losing semi-finalists have to play-off for the Bronze medal, it would have been easy to resign herself to defeat, with the thought of the Bronze medal match in the back of her mind (a match which didn’t happen due to catastrophic knee injury to Carolina Marin in the second semi-final). But Gregoria’s mindset and integrity didn’t allow for such thoughts. She continued to battle for every point and in doing so displayed her full repertoire of delightful technical skills. With her trademark easy relaxed hitting motion and deception, she time and again sent An Se Young in the wrong direction with disguised slices, pushes to the back of the court, and exquisite net shots. Tunjung won 10 of the last 16 points, which reflected her fighting spirit, although An Se Young eventually won 21/16 in that deciding game. Despite the disappointment at her loss, Tunjung greeted her opponent with a smile and a genuine congratulatory embrace in a heartwarming display of good sportsmanship. That semi-final signalled a possible future great rivalry with An Se Young, and showcased Tunjung’s fighting spirit, her abundant skills and her exemplary sportsmanship. A huge talent and a lovely personality. A young player with a seemingly very bright future. Which is why it’s so distressing to hear that the Olympic Bronze medallist’s ongoing (and debilitating) vestibular illness has forced her to take the major, yet courageous decision to resign from the security and safety-net of the national federation, PBSI, to concentrate on her recovery and health. I’m not sure whether this move indicates the possibility that Gregoria may never return to the competition court. But what I am absolutely certain about is that although I (like many) miss watching her elegant, deceptive play, her health and therefore the ability to enjoy life to the full is of paramount importance. Sending all good wishes for a full recovery Gregoria. And future health and happiness with or without #badminton. 📷 @badmintonphoto
Gill Clark aka Oma Gill tweet mediaGill Clark aka Oma Gill tweet mediaGill Clark aka Oma Gill tweet mediaGill Clark aka Oma Gill tweet media
English
27
647
1.8K
57.2K
ern.peb retweetledi
T0361M4N
T0361M4N@toe_giman·
Pagi, Mengutip dari LENIN.. utk menghancurkan suatu negara, pertama hancurkanlah mata uangnya... Tapi bukan gw lho yg ngutip pernyataan Lenin.
Indonesia
279
3.4K
6.8K
209.3K
ern.peb retweetledi
TxtdariBekasy 🇵🇸
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi·
Prabowo completed his World Tour visiting 28 countries in just 1.5 years, while Taylor Swift needed 2 years for her World Tour in 21 countries.
TxtdariBekasy 🇵🇸 tweet mediaTxtdariBekasy 🇵🇸 tweet media
English
583
14.4K
40.6K
1.3M
ern.peb retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
prabowo setengah tahun menjabat tapi bisa buat $IHSG minus 25% bisa buat rupiah melemah sampe 17.600 gk kebayang kalo sampe 2029 gini terus bisa bisa boncos semua yang invest di saham indonesia
Lambe Saham tweet media
Indonesia
112
304
893
37.8K
ern.peb retweetledi
fyi aja
fyi aja@fyiajaa·
Rasanya terlalu jauh jika bandingin Prabowo dengan B.J Habibie Liat pidato nya Pak SBY ketika rupiah melemah hampir 12 ribu di tahun 2012. Beliau tidak denial, langsung menjabarkan masalah ekonomi secara gamblang dan langsung berpikir kepada solusi Kapan ya kita punya lagi presiden yang problem solve nya bagus 🫠
fyi aja@fyiajaa

Perbedaan pola pikir: B.J Habibie: "saya selesaikan ini dulu (inflasi, nilai rupiah, phk tinggi), jadi saya mengalah untuk menang, yang menang siapa? RAKYAT" Prabowo: "R4ky4t d1 de5a n99a p4k41 d0llar k0k, y4 k4n??" Sebuah perbedaan yang sangat apa 😌

Indonesia
95
2.4K
6.8K
318.5K