Fajar Rahmansyah

44K posts

Fajar Rahmansyah banner
Fajar Rahmansyah

Fajar Rahmansyah

@fajraff

I'm here to avoid friends on Facebook.

Clock End Katılım Ağustos 2009
395 Takip Edilen459 Takipçiler
Fajar Rahmansyah
Fajar Rahmansyah@fajraff·
@kontakBRI kalo ngulang transaksi transfer, apa gak ke transfer 2x min? soalnya transaksi yg tadi siang masih on proses terus
Indonesia
2
0
0
34
Contact BRI
Contact BRI@kontakBRI·
Hai Sobat BRI, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini transaksi melalui channel BRI sudah kembali normal. Silakan mengulangi transaksi yang ingin dilakukan. Sobat BRI, jangan bagikan data pribadi seperti PIN, OTP, atau password kepada siapa pun, termasuk yang mengatasnamakan BRI. Informasi lebih lanjut hubungi Contact BRI 1500017, Sabrina WhatsApp 0812 1214 017, atau akun resmi media sosial BRI yang terverifikasi. Kami siap melayani sepenuh hati. Selamat beraktivitas dan sehat selalu. Tks~Risa
Indonesia
4
0
0
175
c
c@calxvrs·
@kontakBRI KOK MAINTENANCE QLOLANYA SKRG BGT?
Indonesia
7
0
0
134
Fajar Rahmansyah retweetledi
Bayu Aji Bandoro
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro·
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
182
3.9K
7.5K
303.8K
Fajar Rahmansyah
Fajar Rahmansyah@fajraff·
@direktoridosen insentif, bukan intensif apresiasi, bukan apreasi kolaborasi, bukan kaloborasi ayo ulang bot, joget lagi
Indonesia
0
0
0
5
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
kenapa klarifikasinya ga sambil joget?
Indonesia
239
108
436
118K
Fajar Rahmansyah retweetledi
MangAgus (Truth Arc)
MangAgus (Truth Arc)@MangAgus_10·
Izin bertanya, unit outdoor AC ini kan harusnya ada diluar ruangan, kenapa malah dipasang didalam ruangan? Tolong mitra mbg atau tukang ac ada yg bisa jelasin?
MangAgus (Truth Arc) tweet media
Indonesia
1.1K
2.9K
19.8K
2.9M
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys kebijakan ini beneran absurd dan paling tolol yang pernah di baut, Sekolah Online Buat Hemat BBM, Tapi MBG Tetap di Sekolah Logikanya Di Mana? Pemerintah mau terapin sekolah online mulai April 2026 dengan alasan hemat BBM di tengah krisis energi akibat perang Iran. Oke, alasan energinya masuk akal. Tapi kenapa yang dikorbankan pendidikan anak-anak? Industri besar, kendaraan komersial, dan konsumsi energi korporat yang jauh lebih boros itu ga disentuh. Yang paling gampang dikorbanin ya sekolah, karena murid ga bisa protes. Yang paling absurd MBG tetap jalan dan pelaksanaannya di sekolah tanpa skema jelas gimana siswa yang harusnya belajar online bisa tetap dapet makanannya. Artinya orang tua harus tetap antar anak ke sekolah buat ngambil makan, padahal anaknya harusnya belajar dari rumah. Ngirit BBM katanya tapi orang tua malah bolak-balik tambah boros bensin. Ini bukan kebijakan yang dipikirkan matang. Ini dua program pemerintah yang jalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi dan rakyat kecil yang nanggung kekacauannya. Persis seperti yang dikatakan pengamat tambal sulam yang dipaksa terlihat rapi. Kalau mau hemat energi, beresin dulu koordinasi antar kementeriannya. Jangan jadikan ruang kelas sebagai korban dari kebijakan yang ga sinkron. Anak-anak Indonesia udah pernah kehilangan dua tahun belajar waktu pandemi kita ga boleh ulangi kesalahan yang sama hanya karena negara gagal kelola energinya sendiri.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
583
4.8K
9.7K
210.1K
Sistha
Sistha@sisthaaaaa·
Kok serem sih… mbak Nana berkali-kali bilang banyak yang protes, dia keukeuh ngebantah. Ga ada gitu dia penasaran, nanya dulu minimal, “Siapa yang protes? Mana?” Malah come on come on doang ga mau tau. Nuduh orang ga objective tanpa tabayyun. Bener-bener buta mata buta telinga.
Korban Ceklist Satu ༊ ⋆𐙚 ˚@AnKiiim_

"Moment @prabowo 'kesurupan' saat diwawancarai oleh Najwa Shihab" Wowo ini salah satu penghalang orang masuk surga, liat dia ngomong bawaannya pen banget maki² ajg 😭

Indonesia
744
29.6K
86.1K
1.6M
Fajar Rahmansyah retweetledi
Zaky Fuad
Zaky Fuad@ZakyFuad689604·
@dosenkesmas Sedangkan di sisi lain keadaan begitu memprihatinkan.
Indonesia
23
627
2.8K
68.3K
poppyseptia
poppyseptia@sloppypoppy·
dear Fore, blewah kan fotonya bukan ini🤣 ini cantaloupe. blewah itu Indonesian cantaloupe. sodaraan sih haha tapi tetep beda bentuknya kann. gpp aku tetep sayang Fore ❤️ tapi gemes pgn benerin fotonya hahah
poppyseptia tweet media
Indonesia
131
189
4.4K
456.2K
IDG
IDG@IDGoonerscom·
Eze: Salah passing mulu. Saka: Dribble gagal, ngasih umpan keputus, nendang keblock. Hincapie: gedebag-gedebug. Martinelli: Martinelli.
Indonesia
147
30
621
26.3K
mashen
mashen@cursskkied·
@tirta_cipeng @unmagnetism Orang yg gak kenal Mohan mungkin dia belum ketemu langsung. Sebaik dan se humble itu Mohan pada orang baru, salah satunya gw yang kenal sama dia lama-lama jadi temen. Semua yang udah ketemu sama Mohan pasti sependapat sama gw.
Indonesia
57
0
16
65.6K
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
Buat mas mohan. Ngacengan itu wajar, tapi ada otak bagian pre frontal buat ngontrol titit anda sehingga tidak memaksa orang buat kentu. Sebagai orng yg mengenal sampean d skena brand lokal, jujur klarifikasi ente ngeselin. Circlenya juga mengecewakan. Terkesan Mewajarkan
Indonesia
1.4K
14.7K
86.5K
3.7M
Fajar Rahmansyah retweetledi
bahagia
bahagia@byuteefool·
@menuembegejelek Bayangin anak paud yg usianya baru 3-5 tahun, bertarung dengan sambel terong? Yg waras ya yg waras
bahagia tweet media
Indonesia
73
404
1.7K
450.5K
Fajar Rahmansyah retweetledi
Si Juki
Si Juki@JukiHoki·
Mau daftar kerja, harus punya SKCK. Mau buat SKCK harus punya BPJS aktif. Mau punya BPJS aktif harus punya uang buat bayar iuran bulanan. Mau punya uang buat bayar iuran bulanan harus kerja. Kalau mau daftar kerja harus punya SKCK. - Ibu Neneng Rosdiyana
Indonesia
205
10.5K
30.8K
459.5K
Fajar Rahmansyah retweetledi
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Kapolres Sleman Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo mengaku menghadapi dilema saat menangani kasus Hogi Minaya, yang ditetapkan tersangka usai mengejar orang penjambret istrinya. Diketahui, Hogi menjadi tersangka lantaran dua penjambret yang dikejarnya meninggal dunia. "Demikian menjadi dilema yang kami rasakan, Bapak, untuk memutus suatu hal manakala kami berdiri dua kaki antara korban dan pelaku," kata Edy, Rabu (28/1/2026). Baca di: nasional.kompas.com/read/2026/01/2… ~WR #HogiMinaya #Yogyakarta #Polisi
Kompas.com tweet media
Indonesia
1.4K
185
1.2K
521.1K
Fajar Rahmansyah retweetledi
byusti.s
byusti.s@musimbulanini·
@jogja_base @ulib_ Cuma mau bilang, Affan Kurniawan adalah tulang punggung keluarga. Kalau dia meninggal, siapa yg menghidupi keluarga? Dia hanya lewat untuk antar pesanan, bukan jambret orang, tapi mobil baja itu tanpa ampun melindasnya. Sopir mobil baja itu hanya kena demosi.
Indonesia
30
4.9K
12.2K
270.8K