Isman HS

108.8K posts

Isman HS banner
Isman HS

Isman HS

@ismanhs

Weaving stories and laughters IG: @ismanhs FB: https://t.co/M7xipe2Gsd CP: Angel ([email protected])

Indonesia Katılım Mayıs 2009
1.4K Takip Edilen37.9K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Isman HS
Isman HS@ismanhs·
Berawal dari maen tagar tahun 2000-an, jadi novel tahun 2010, hingga special show tahun 2025. #Oksimoron
Isman HS tweet mediaIsman HS tweet mediaIsman HS tweet mediaIsman HS tweet media
Indonesia
1
2
9
1.7K
Isman HS retweetledi
ಠ⁠_⁠ಠ
ಠ⁠_⁠ಠ@dodisegrovee·
Ini adalah cara yang bodoh mengalihkan pembahasan ke siapa yg membiayai pengkritik isi film dokumenter pesta babi. Proyek food estate di papua pakai "pengamanan militer berbayar" untuk meratakan hutan di tanah adat orang lain. Aparat dapat brapa rupiah? Dimana transparansinya?
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
3
11
35
4.8K
Isman HS retweetledi
Arion​​
Arion​​@IrregularKnight·
@ddotu_ddotu For non-Korean readers of this tweet, this is called "Asian Passing". It's not a recent thing, though some examples were tenous. Here's the English article from Korea's wiki. en.namu.wiki/w/%EC%95%84%EC…
English
0
6
12
8.9K
Isman HS retweetledi
또뚜또뚜
또뚜또뚜@ddotu_ddotu·
아시아인을 차별하는 영국놈들 매번 아시아인이 컵을 들어올릴 차례가 되면 다른걸 보여주면서 건너뜀 흑인이나 PC니 뭐 그런건 잘 챙기면서 아시아인은 그냥 차별하고 뭐 해도 된다고 생각하는거 같음. 손흥민도 유로파컵 우승때 컵드는거 패싱 하려고 했고 참 X같은 새X들인듯
한국어
89
501
5.5K
1.1M
Isman HS retweetledi
Abet
Abet@Skyblue_Lilyy·
Jangan mencoba membudidayakan tip di Indonesia, karena koorporasi akan ada alasan untuk underpaid ditukar tip pelanggan dan employee akan mengharapkan tip sampai dalam tahap "wajib" kyak yang terjadi di Amerika saat ini. 😅
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq

tbh gue ga nyangka akun yg tiap hari share berita palsu bisa ngasih jawaban panjang lebar seperti ini well gue jawab ya 1. Mas, justru yang bikin strawman itu balasan mas sendiri. Saya tidak bilang semua orang yang pilih GoRide Hemat adalah “musuh” atau tidak peduli driver. Saya soroti hipokrisinya segmen orang yang suka posting “kasihan driver Gojek, harus sejahtera”, tapi setiap hari pilih opsi termurah + promo gila-gilaan, lalu gak pernah kasih tips. Itu fakta perilaku yang observable, bukan musuh fiktif. 2. Ya, Gojek (dan Grab) memang ambil komisi besar dulu (sekitar 20%), dan mereka desain promo + tarif hemat supaya volume naik & dominasi pasar. Itu benar. Tapi konsumen bukan korban pasif. Konsumen yang terus pilih yang termurah memberi sinyal pasar bahwa tarif rendah itu oke. Dengan kata lain ya pada dasarnya customer suka dengan praktik eksploitasi ini. 3. Mas bilang solusinya bukan tips atau pilih yang mahal, tapi “ganti status mitra jadi pekerja + jaminan sosial”. Itu klasik kiri-utopis Kalau driver jadi karyawan tetap, Gojek harus bayar UMR, BPJS full, cuti, dll. Biayanya naik drastis, tarif ke penumpang harus naik (atau perusahaan rugi & kurangi armada). Siapa yang bayar? Tetap penumpang. 4. Mau driver sejahtera = harus ada yang bayar lebih. Entah lewat tarif naik, tips, atau pilih opsi premium. Menyalahkan “korporasi saja” sambil tetap pilih opsi hemat tiap hari itu tidak rasional. 5. Kalau mas betul-betul peduli kesejahteraan driver, dukung tarif yang lebih masuk akal + komisi rendah + insentif transparan. Bukan narasi “semua salah platform, penumpang cuma korban”. Itu juga simplifikasi berlebihan. Market bukan charity

Indonesia
32
2.7K
10K
180.3K
Isman HS retweetledi
dony
dony@SKRUPSKUPSKA·
@TechmenID @WatchmenID Ini bukan sih? Kemarin-kemarin udah beredar soalnya
dony tweet media
Indonesia
20
188
2.1K
113.5K
Isman HS retweetledi
Jodohmu
Jodohmu@andriandinoraa·
@TechmenID The real relate di "KE-81RI"
Jodohmu tweet media
English
0
20
179
13.9K
Isman HS retweetledi
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Pernah denger kalau digigit ular, langsung diikat kenceng biar racunnya ga nyebar ? No..no..no jangan lakukan itu ya !!!Karena justru itu yang sering bikin kondisi pasien makin parah sebelum sampai ke RS.. Kenapa ? Yuk kita bahas.. Yang sering masih dilakukan orang yang terkena gigitan ular antara lain : • torniket super kencang • luka disayat lalu dihisap • dikompres es • dipijet Padahal sebagian besar itu sudah tidak direkomendasikan lagi menurut WHO 2016 dan Pedoman Kemenkes 2023. Karena bisa ular banyak menyebar lewat sistem limfatik, bukan cuma pembuluh darah besar. Begitu otot banyak bergerak → aliran limfatik makin aktif → racun makin cepat menyebar. Makanya yang paling penting bukan “mengeluarkan racun”, tapi: 1. Tenangkan korban 2. Minimalkan gerakan anggota tubuh yang tergigit 3. Pasang bidai/imobilisasi (kayu, bambu, kardus juga bisa) 4. Segera bawa ke fasilitas kesehatan Pada gigitan ular neurotoksik, pressure bandage immobilization (bebat elastis + imobilisasi) sangat dianjurkan sebagai first aid.
Tubagus Siswadi W tweet media
Indonesia
18
551
1K
68.3K
Isman HS retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Demi kabur dari sidang kasus Korupsi 7 Yayasan, Soeharto berpura-pura menjadi orang gila ODGJ. Pada September 2000, tim dokter merazia Soeharto yang kabur dari sidang karena mengaku "sakit". Ternyata Soeharto sehat-sehat saja secara fisik. Tapi ia bertingkah seperti orgil yang otaknya sudah korslet dan rusak karena umur. Ketika diajak bicara oleh dokter, Soeharto tidak jelas, ia seperti orang gila sakit jiwa yang akalnya sudah putus. Akhirnya Soeharto dinyatakan tidak layak disidang secara medis karena gila. Ia pun dibebaskan dan dilepas begitu saja oleh pengadilan yang sebelumnya diteror oleh rentetan terorisme bom yang didalangi Tommy Soeharto. Tentu saja, justifikasi resmi yang dipakai majelis hakim adalah "Soeharto tidak mungkin dibawa ke sidang karena gila", bukan "kami takut mati dibom oleh Tommy". Selain lepas dari segala dakwaan, Soeharto dan keluarganya juga tetap mengantongi uang Rp 6 triliun yang dicuri dalam Korupsi 7 Yayasan itu. Hari ini triliunan uang cash curian milik negara itu masih ditimbun di pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi keluarga Cendana.
zhil tweet mediazhil tweet mediazhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Soeharto tak pernah diseret ke ruang sidang. Pada 3 Agustus 2000, Kejagung menetapkan Soeharto pribadi sebagai *terdakwa* korupsi Kasus 7 Yayasan. 7 yayasan itu harusnya mengelola uang yang dititipkan bank-bank milik negara. Eh, hampir Rp 6 triliun hilang dicuri Soeharto. Dalam dakwaan itu, yang mencuri bukan Tommy, bukan anak atau antek Soeharto, melainkan Soeharto pribadi sebagai ketua yayasan-yayasan itu. Oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan timnya, Soeharto terbukti dan tertangkap basah dengan tangannya sendiri berbuat kriminal mencuri uang cash dari negara sebesar ~Rp 6 triliun. Fatal. Persidangan disiapkan dalam keadaan mencekam. Pasalnya, gedung Kejaksaan Agung baru saja dibom sejam setelah Tommy Soeharto diperiksa di atas kasus korupsi lain (tak ada hubungannya dengan Kasus 7 Yayasan). Pada 31 Agustus 2000, Soeharto tidak hadir dari persidangan dakwaannya karena "sakit". Yang hadir adalah bom. Bom besar itu ditaruh di sebuah bus di samping tempat persidangan tempat Soeharto seharusnya berada. Bom tersebut meledak. Pada 14 September 2000, Soeharto kembali bolos dari persidangan karena "sakit". Sehari sebelumnya, Bursa Efek di SCBD baru saja meledak oleh serangan bom teroris. 15 orang tewas tercabik menjadi potongan tubuh manusia yang gosong. Bergerak atas informasi yang dimilikinya, Presiden Gus Dur memerintahkan kepolisian untuk segera memeriksa Tommy Soeharto dan gerombolan preman FPI yang Tommy pelihara sebagai tersangka utama pengeboman Bom Bursa Efek. Keadaan negara sangat mencekam. Orang takut keluar rumah karena takut bom. Pegawai kejaksaan dan kehakiman lebih cemas lagi, mengingat mereka *sudah* dibom. Bagaimana kalau bom selanjutnya meledak di wajah mereka, atau wajah anak mereka? Seminggu kemudian pada 23 September 2000, tim dokter mengumumkan bahwa sebenarnya Soeharto yang mengaku-ngaku sakit sampai bolos sebenarnya sehat-sehat saja secara fisik. Hanya saja, ia berkelakuan "mengalami sakit mental" dan "syarafnya terganggu" selama diperiksa, sehingga tak layak disidang. Seminggu kemudian pada 28 September 2000, majelis hakim menyetop dakwaan terhadap Soeharto dan menghentikan persidangan. Soeharto berhasil lolos. 8 tahun kemudian, Soeharto mati. 2 tahun kemudian pada 2010, kehebohan melanda kasus penggugatan kerugian Yayasan Supersemar. Soeharto boleh saja mati, tetapi negara yang bank-bank BUMN nya dirampok Soeharto masih ada. Selama bertahun-tahun, negara menuntut uangnya kembali, misal sebanyak Rp 4.4 triliun dari Yayasan Supersemar. Ketika vonis hampir dijatuhkan, terjadi suatu trik sulap. Kertas dokumen putusan kasasi ternyata tidak sengaja mengalami salah ketik, sehingga salah satu paket ganti rugi yang harus dibayarkan Yayasan Supersemar bukan Rp 185 miliar, melainkan Rp 185 juta saja. Karena salah ketik. Ups. Akhirnya kesalahan ketik kecil ini berhasil diperbaiki 5 tahun kemudian. Selama 5 tahun itu, segala cara aksi legal dilancarkan untuk menunda putusan finalnya. Ternyata, yang harus membayar uangnya bukan keluarga Cendana sebagai ahli waris Soeharto yang saat masih presiden menguasai langsung yayasan-yayasan itu via jabatan formal, melainkan badan yayasan itu sendiri sebagai suatu entitas terpisah. Gerombolan keluarga Cendana membayar ganti rugi ke negara sebanyak nol rupiah. Pengacara keluarga Cendana, O.C. Kaligis, besorak menyombong: "Kami menang mutlak". Soeharto dan keluarganya bukan hanya lolos dari penjara, melainkan juga lolos dari harus mengembalikan Rp 4.4 triliun uang cash yang telah mereka curi lewat Yayasan Supersemar. Yang harus membayarnya malah orang lain. Sampai hari ini, uang cash 4.4 triliun rupiah yang dirampok Soeharto dari bank-bank milik negara masih disimpan dalam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset pribadi keluarga Cendana.

Indonesia
29
722
2K
99.2K
Isman HS retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh seorang jurnalis dpt ancaman disiram air keras krn post flyer undangan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi. Dpt WA suruh hapus postingan, klo nggak dihapus, “jangan terkejut klo kejadian Andrie Yunus terjadi kepada Anda” Pesan serupa jg diterima kerabatnya.
lawn@lanangwn

🚨 GUYS PLISS KAWAL, JURNALIS INI DAPAT SEBUAH ANCAMAN AKAN DI SIRAM AIR KERAS 🚨 Seorang jurnalis Mongabay Indonesia di Kalimantan Tengah bernama Budi Baskoro (BB) mendapat ancaman disiram air keras melalui pesan WhatsApp setelah mengunggah ajakan nobar (nonton bareng) film dokumenter “Pesta Babi”🧵

Indonesia
63
5.1K
12.8K
350.4K
Isman HS retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
270
5.4K
9.7K
432.8K
Isman HS retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Film dokumenter punya 3 urusan: UU Pers, UU Penyiaran, dan UU Perfilman. Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) hanya perlu jika diputar di bioskop umum. Singkat cerita: Ini bukan urusan TNI.
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
261
6K
14.4K
221.8K
Isman HS retweetledi
Isman HS retweetledi
Indonesnews
Indonesnews@pendapatpribumi·
WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.​Kronologi Penjebakan: Modus Informasi Narkoba​Aksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi. Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.​Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.​“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal. Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.​Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.​“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi. Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.​Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.​“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut
Indonesia
177
3.7K
5.1K
1.1M
Isman HS retweetledi
Burry
Burry@burryishere·
This is rape btw
English
219
18.8K
348.3K
13.2M
Isman HS retweetledi
fahri salam
fahri salam@fahrisalam·
“Kamu dari TVRI harusnya enggak boleh bertanya seperti itu,” kata Teddy. “Siapa yang nyuruh kamu?” Bagaimana Seskab Teddy mengatur arus informasi Istana dan mengancam wartawan plus petinggi media. Artikel lanjutan dari serial 'Dead Press Society", baca: projectmultatuli.org/bencana-inform…
Indonesia
484
17.4K
34.6K
2.4M
Isman HS retweetledi
Ahmad Arif
Ahmad Arif@aik_arif·
Saya rangkum poin-poin penting dari tulisan @TheEconomist terkait Indonesia terbaru. Silakan renungkan sendiri: The Economist menilai pemerintahan Prabowo Subianto terlalu boros secara fiskal dan makin otoriter secara politik. Program makan gratis dan koperasi desa dianggap membebani anggaran di tengah penerimaan pajak melemah dan subsidi energi membengkak. Defisit mendekati batas 3% PDB, dengan risiko penurunan rating utang, pelemahan rupiah, dan keluarnya modal asing. Pencopotan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai tanda melemahnya disiplin fiskal. Kekuasaan politik dan ekonomi dinilai makin tersentralisasi melalui Danantara, BUMN, dan pelemahan independensi Bank Indonesia. Artikel juga menyoroti menguatnya peran militer dan melemahnya oposisi parlemen, memunculkan kekhawatiran kembalinya pola Orde Baru. The Economist menyebut gaya sentralisasi dan kontrol elite Prabowo lebih mirip Sukarno, tetapi kekhawatiran publik terhadap militerisme mengingatkan pada era Soeharto. Meski begitu, The Economist mencatat Prabowo belum sepenuhnya represif dan masih menunjukkan beberapa sikap moderat. Kesimpulan utamanya: Indonesia dinilai sedang bergerak menjauh dari semangat Reformasi, dengan risiko ekonomi dan demokrasi yang sama-sama meningkat.
Ahmad Arif@aik_arif

Kalau yang nulis orang Indonesia bakal dicap antek asing nih. Nah, sekarang yang nulis dari luar beneran. Artinya, mata dunia semakin terbuka tentang situasi di Indonesia. Dan ini bukan hanya media Barat, sebelumnya Kamar Dagang China juga komplain ttg situasi Indonesia. Apa masih akan menggunakan narasi antiasing untuk delegitimasi kritik dan masukan? Khawatir rupiah bakal terus nyungsep.

Indonesia
65
4.9K
9.2K
221.8K
Isman HS retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Gilaaa... ini kelanjutan yang kemarin. Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam 🤮😭 Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video2nya dia, trus nanya “cewe Jepang harganya berapa?” 🤬 Tiap bulan dia balik lagi ke sini. Dia ngerasa sedang ngasi sedekah/sumbangan ke anak2 miskin Indonesia dengan bayar prostitusi anak ini 🤬 Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak2 perempuan kita 😭🤬 Haloooo @DivHumas_Polri @ditjen_imigrasi @KPAI_official @kpp_pa , ambil tindakan serius dong!! Baca utas kakaknya ini:
Indonesia
586
19.1K
37.6K
3.3M
Rino🚀
Rino🚀@RinoTheBouncer·
Let’s start!🚀
Rino🚀 tweet media
English
622
21
372
34.2K