Fariz

6.7K posts

Fariz banner
Fariz

Fariz

@fariz___

Astronomy, Liverpool FC, The Three Lions, and Cat. Currently living in the Capital city of 🇸🇪.

Jakarta Katılım Kasım 2011
195 Takip Edilen319 Takipçiler
Fariz
Fariz@fariz___·
@thejurgenholic Itu di tangan karet bungkus ketoprak dari kapan gen?
Indonesia
0
0
0
947
Fariz
Fariz@fariz___·
@tirta_cipeng Kalo ada yg dag dog dag dog baru wes tak parani
Indonesia
0
0
0
280
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
“Kok tumben soft spoken” Ya matane, mosok gas2 an terus. Strog nanti. Menyesuaikan kondisi dan lawan bicara aja. Kwowkwowkwokw
Indonesia
89
474
5.1K
76.6K
Fariz
Fariz@fariz___·
@CFALEVEL99 Kyknya beliau mencoba jelaskan alat bukti dengan menyasar masyarakat yg belum pernah berurusan sama SPT pajak... 🗿
Indonesia
0
0
2
571
Baru lvl 2, belum
Baru lvl 2, belum@CFALEVEL99·
Wow penjelasannya keren sekali 👍👍. Sungguh berkualitas dan menjawab substansi pertanyaan.
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha

Q: Saya coba pertegas lagi Om. Kalau Ibam resign (dari BukaLapak) di 2019, penambahan harta yang 16 miliar lebih itu terjadi di tahun? Jaksa Roy Riady: 2021. Jadi kita punya datanya ini, di SPT pajaknya mungkin bisa... Ini bukan kata... ini kata alat bukti ya... Jadi di sini bisa dilihat dari ada penambahan SPT pajaknya. Nah, ini yang saya katakan tuh sebelum itu, saya katakan. Nah, kami bisa menghadirkan di alat bukti itu ini, bisa mungkin laman ini menunjukkan video-video bahwasanya, ya kan, perannya terdakwa Ibam aktif ya kan. Nah, bukti-bukti ini kan tidak bisa terbantahkan. Terus yang kedua adalah ini contoh misalnya ada SPT pajaknya ya kan. SPT pajak. Nah nih ini peningkatan dia yang nih 2020. Oke ini 2020. Nah itu 2020 tuh. bawahnya 2021, 16,9 miliar lebih seperti itu. Nah, jadi gini, Dek. Tugas penuntut umum itu sebenarnya mengkonstruksikan semua alat bukti perbuatan terdakwa itu untuk disajikan dan akan diputus oleh hakim. Kita hanya tugasnya membuktikan. Ini loh alat bukti, ini loh perbuatannya. Ya, tugas penasihat hukum tentu dia menunjukkan pembelaannya dengan alat bukti mereka. Tetapi ya semuanya ini akan diputus sebagai pengadil, maha pengadilnya adalah majelis hakim. Dia akan menilai, ya kan, dari alat bukti, ya kan, dari perbuatan dari mana yang dia nilai. Maka di situ, nanti Prof. bisa jelaskan juga, ada di KUHAP yang baru itu namanya pengamatan hakim, alat bukti baru. Kalau dulu, namanya alat bukti petunjuk, sekarang pengamatan hakim. Nah, hakim itu mungkin, dengan keyakinan di, yang dia peroleh, berdasarkan dari pengamatan ala-ala bukti dengan peristiwa-peristiwa yang ada di dalam fakta terungkap di persidangan. Bukan dari opini-opini yang di luar. Bukan cerita-cerita di luar, bukan. Nah, ini maksud saya. Saya mengajak orang-orang yang berbicara di luar yang tidak datang di persidangan, yang tidak tahu cerita, tidak tahu peristiwa, ini kan memberikan pendidikan yang jelek di masyarakat. Iya kan? Pembentukan opini kan. Jadi seakan-akan ada bahasa tadi, Pak Roy kriminalisasi. Saya kan punya keluarga juga, Dek. Saya punya anak, saya punya ibu, saya punya orang tua, saya punya istri. Ya kan? Bagaimana perasaan mereka kalau dituduh anaknya, keluarganya kriminalisasi orang? Seperti itu.

Indonesia
4
11
86
18.8K
i-Pop HQ
i-Pop HQ@iPopHQ·
In honor of National Poetry Day, name your favorite Indonesian poem of all time.
English
185
159
1.2K
797.9K
Fariz retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ririe istrinya Ibam. Makasih banyak atas dukungan yang terus mengalir untuk Ibam dari berbagai tempat. Teruntuk yang belum paham perkara suami saya, atau yang tidak mengikuti sidang, saya mohon sebesar-besarnya untuk mempelajari kasus Ibam secara jujur agar tidak menzalimi keluarga saya dengan mengutip setengah-setengah informasi yang tidak sesuai dengan fakta persidangan. Sebagai seorang istri yang terus mendampingi Ibam dalam setiap persidangan, izinkan saya membagikan empat fakta yang telah terungkap sepanjang sidang hingga tuntutan: 1.⁠ ⁠Pertama, terungkap di persidangan, Ibam diminta peserta rapat 17 April 2020 untuk menjelaskan masukan terkait kebutuhan laptop hanya untuk aplikasi asesmen/ujian. Namun, kemudian masukan Ibam dikutip tidak utuh oleh pejabat, dan dinarasikan seakan-akan masukan itu adalah "arahan" untuk SELURUH pengadaan. 2.⁠ ⁠Kedua, setelah rapat 17 April 2020 di atas, Ibam sudah memberi masukan tertulis spek yang netral, yaitu Windows dan Chromebook sekaligus, di tanggal 22 April 2020. Faktanya, terungkap dari kesaksian Tim Teknis, pada 27 April 2020 mereka ditunjukkan satu potongan dokumen masukan Ibam, namun oleh pejabat dipelintir bahwa masukan tersebut hanya Chromebook. Kemudian Tim Teknis diarahkan pejabat tersebut untuk buat survey dan kajian Chromebook, SEBELUM buat kajian Windows. Terus bagaimana dengan kesaksian pejabat yang bilang "kajian sebelumnya diabaikan, dikasih yang baru, dan spesifikasinya sudah ditentukan"? Tak lain tak bukan adalah upaya cuci tangan yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap sepanjang sidang-sidang berikutnya. Karena kemudian terungkap: pejabat itu sendiri yang ternyata menyuruh tim teknis untuk buat kajian Chromebook dulu, baru setelahnya buat kajian Windows. Jadi sudah terungkap bahwa narasinya dibolak-balik, agar yang disalahkan atas agenda pejabat tersebut adalah Ibam. Terungkap juga di fakta persidangan: pejabat tersebut mengubah spek masukan Ibam, membocorkan spek ke vendor, berkoordinasi dengan vendor untuk pilih merk pemenang, serta terima keuntungan dari vendor. 3.⁠ ⁠Ketiga, terkait narasi "Ibam buat kajian Chromebook", bahkan di dalam tuntutan akhir JPU sudah TIDAK ADA LAGI tuduhan Ibam sebagai yang buat kajian teknis Chromebook. Hal ini karena sudah dipatahkan oleh fakta-fakta persidangan, seperti rekaman sidang di bawah. Tim Teknis mengakui: Ibam tidak ikut pembuatan kajian Chromebook, 80% masukan Ibam ditolak dan tidak masuk kajian, bahkan bukti screenshot yang ditampilkan di sidang menunjukkan Ibam tidak tahu kapan kajian selesai dibuat. 4. Keempat, pegawai yang mengurusi pendanaan yayasan tempat Ibam jadi konsultan, sudah bersaksi di sidang, kalau gaji Ibam berasal dari CSR (donasi) dua perusahaan: Djarum Foundation dan Wardah. Keduanya tidak ada hubungannya dengan pengadaan dan tidak punya konflik kepentingan. Mereka berdonasi sebagai perusahaan yang punya kepedulian atas pendidikan Indonesia. Semuanya terang benderang, kalau saja lihat sidang secara keseluruhan, dan bukan sepotong-potong. Sekarang sudah H-2 putusan. Insya Allah semua fakta tersebut sudah terbuka di depan majelis hakim. Saya tak hentinya berdoa semoga Allah membukakan mata hati para majelis hakim agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Ibam. Mohon juga dukungan dan doa teman-teman semua untuk yang terbaik bagi keluarga kami.
Ibrahim Arief@ibamarief

Saksi Tim Teknis: kajian yang merekomendasikan Chromebook BUKAN atas arahan Ibrahim Arief 🚨 Ibam didakwa membuat kajian 8-16 Juni 2020 yang mengarah pada Chromebook ⚠️ Terungkap dalam sidang: Kajian tersebut dibuat sejak 27 April 2020 atas arahan Cepy Lukman ke Tim Teknis 🚨

Indonesia
23
947
2K
120.9K
Fariz
Fariz@fariz___·
@rahmaut Trying prove guilt pake AI 🤮
English
0
0
0
542
Fariz
Fariz@fariz___·
@SemestaKapal @ghozyulhaq Kata2 mas iman itu, sekali lagi, justru ga mengacu pada fakta di persidangan :) >Ibam beri kajian spek dan plus minus chromebook & windows >Ibam beri rekomendasi tuk dilakukan pengujian chromebook terhadap aplikasi yg dimiliki kementrian >Orang kementrian gak membuat pengujian
Indonesia
1
1
34
4.3K
kapal semesta
kapal semesta@SemestaKapal·
@ghozyulhaq Baik Mas. Ybs cndrung menikmati & bhkn m'sukseskannya. Klo ybs tdk setuju, hati nurani berontak, keluar & mundur dari tim Mas Menteri. Nyatanya: Tidak. Kt Mas Iman(Anda sdh mbacanya): "5 tahun selanjutnya ibam tetep ada jadi konsultan disana, bahkan mengurusi...Chromebook..."
Indonesia
4
3
13
5K
Ghozy Ul-Haq
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq·
Coba saya jelaskan dengan bahasa sederhana ya mas: - Ada orang-orang yg pengen Chromebook, mungkin mereka yg jelas2 nerima duit - Orang-orang ini nyari konsultan untuk dijadikan pembenaran - Mas Ibam TIDAK MEREKOMENDASIKAN chromebook - Orang-orang ini MEMALSUKAN statement mas Ibam. Mas Ibam tidak tanda-tangan ini sudah dibuktikan di persidangan jadi salah alamat jika mas Iman menyerang mas Ibam dalam hal ini
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91

Aneh, sekarang orang-orang percaya chromebook itu baik dan berguna untuk pendidikan. Saat pengadaan itu disusun, kajian awal 2020 membuktikan bahwa 46% sekolah tidak punya akses internet. Survei pada kajian awal ini menunjukan hampir tidak ada sekolah yang menggunakan Chromebook. Kemudian tiba-tiba, kajian ini dirubah dengan kajian baru. Chromebook yang awalnya tidak direkomendasikan, jadi di rekomendasikan. Pada kajian kedua inilah ada IBAM sebagai Tim SKM (Staf Khusus Menteri). Dengan memegang dua dokumen ini saja, tentu mudah bagi kejaksaan untuk melihat peran sentral IBAM. Jadi agak aneh kalau IBAM mengaku tidak merekomendasikan Chromebook. Gunanya IBAM dihadirkan menteri ditengah-tengah tim teknis,besar kemungkinan untuk membelokan kajian supaya dukung Chromebook. Kalau IBAM tidak merekomendasikan Chromebook, untuk apa kajiannya di rubah? kan sejak awal tidak direkomendasikan? Meski mbantah, patut diduga, fungsinya IBAM adalah kebalikan dari kajian yang tidak merekomendasikan Chromebook. Pembelaan IBAM kontradiktif. Sejak awal Chromebook tidak memiliki fungsi dalam pendidikan kita. Itulah alasan kenapa Nadiem membuat kebijakan ANBK/AN. Supaya Chromebook seolah-olah bermanfaat. Karena saat itu kita gak butuh AN. Untuk apa mengukur lingkungan belajar di sekolah tapi sekolahnya kan tutup (pandemik/PJJ)? Laptop yang hanya efektif digunakan secara online, kini mendapatkan fungsinya karena semua sekolah menyelenggarakan AN yang mana menurut peraturan GTK "HARUS TERSAMBUNG INTERNET." Belakangan untuk menutupi ini kementerian membuat panduan menggunakan Chromebook secara offline. Meski ini tidak merubah bahwa Chromebook adalah laptop yang kurang berguna dengan kebutuhan sekolah. Saya tetap berpandangan bahwa Chromebook adalah korupsi besar. Bukan hanya Nadiem dan Ibam, dan PKK, tapi orang-orang dibalik ini semua harus diseret. Menurut saya kejaksaan harus memanggil lebih banyak orang lagi. Apalagi orang atau yayasan yang mempekerjakan IBAM dan menggajinya. Tim SKM tapi digaji yayasan? juga Jurist Tan yang masih buron. Saat ini maaf, semua orang bicara soal personal Nadiem dan IBAM yang katanya tulus dan sakit-sakitan. Bukan kasus korupsinya. Bahwa saya tidak terima, kalau kami guru-guru dipaksa memaklumi kebijakan Chromebook dan ketersambungan internet yang jadi dalih korupsi Chromebook. Saya tidak pernah lupa, bagaimana temen-temen guru di NTT melaksanakan AN. Alih-alih melaksanakan asesmen nasional, kita sedang didorong supaya menganggap korupsi pengadaan itu berguna. Jangan lupa, baik Nadiem dan IBAM melaksanakan pengadaan Chromebook dan AN ketika pandemik lagi galak-galaknya (2020-2021). Mereka tidak punya empati bahwa kebijakan ini akan menyengsarakan guru, karena harus berkumpul (datang ke sekolah) ketika pembatasan jarak (Covid-19) dan diberikan laptop yang tidak biasa mereka pakai. *Foto Pelaksanaan ANBK di NTT.

Indonesia
22
165
687
242.5K
Fariz
Fariz@fariz___·
@Antinow4 @zanatul_91 Kalo bacaan berita belum ada yg lengkap semuanya masih parsial krn persidangan masih berlangsung. Saran gw coba ikutin thread akun @ibamarief . Kuncinya adalah cari tau tuntutan yg diajukan jaksa, lalu lihat sepanjang persidangan dr akhir tahun 2025 apakah tuntutannya terbukti.
Indonesia
0
0
0
104
ڤنچاري كبنرن
ڤنچاري كبنرن@Antinow4·
@zanatul_91 Hatiku mudah tergelincir tapi kalau baca utas ini yakin lagi, oooh, orang2 pintar2 itu hebat sekali ya argumennya. Biar lebih paham mohon rekomendasikan bacaan atau artikel yang bikin jadi paham untuk kasus korupsi ini.
Indonesia
1
0
0
1.1K
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Aneh, sekarang orang-orang percaya chromebook itu baik dan berguna untuk pendidikan. Saat pengadaan itu disusun, kajian awal 2020 membuktikan bahwa 46% sekolah tidak punya akses internet. Survei pada kajian awal ini menunjukan hampir tidak ada sekolah yang menggunakan Chromebook. Kemudian tiba-tiba, kajian ini dirubah dengan kajian baru. Chromebook yang awalnya tidak direkomendasikan, jadi di rekomendasikan. Pada kajian kedua inilah ada IBAM sebagai Tim SKM (Staf Khusus Menteri). Dengan memegang dua dokumen ini saja, tentu mudah bagi kejaksaan untuk melihat peran sentral IBAM. Jadi agak aneh kalau IBAM mengaku tidak merekomendasikan Chromebook. Gunanya IBAM dihadirkan menteri ditengah-tengah tim teknis,besar kemungkinan untuk membelokan kajian supaya dukung Chromebook. Kalau IBAM tidak merekomendasikan Chromebook, untuk apa kajiannya di rubah? kan sejak awal tidak direkomendasikan? Meski mbantah, patut diduga, fungsinya IBAM adalah kebalikan dari kajian yang tidak merekomendasikan Chromebook. Pembelaan IBAM kontradiktif. Sejak awal Chromebook tidak memiliki fungsi dalam pendidikan kita. Itulah alasan kenapa Nadiem membuat kebijakan ANBK/AN. Supaya Chromebook seolah-olah bermanfaat. Karena saat itu kita gak butuh AN. Untuk apa mengukur lingkungan belajar di sekolah tapi sekolahnya kan tutup (pandemik/PJJ)? Laptop yang hanya efektif digunakan secara online, kini mendapatkan fungsinya karena semua sekolah menyelenggarakan AN yang mana menurut peraturan GTK "HARUS TERSAMBUNG INTERNET." Belakangan untuk menutupi ini kementerian membuat panduan menggunakan Chromebook secara offline. Meski ini tidak merubah bahwa Chromebook adalah laptop yang kurang berguna dengan kebutuhan sekolah. Saya tetap berpandangan bahwa Chromebook adalah korupsi besar. Bukan hanya Nadiem dan Ibam, dan PKK, tapi orang-orang dibalik ini semua harus diseret. Menurut saya kejaksaan harus memanggil lebih banyak orang lagi. Apalagi orang atau yayasan yang mempekerjakan IBAM dan menggajinya. Tim SKM tapi digaji yayasan? juga Jurist Tan yang masih buron. Saat ini maaf, semua orang bicara soal personal Nadiem dan IBAM yang katanya tulus dan sakit-sakitan. Bukan kasus korupsinya. Bahwa saya tidak terima, kalau kami guru-guru dipaksa memaklumi kebijakan Chromebook dan ketersambungan internet yang jadi dalih korupsi Chromebook. Saya tidak pernah lupa, bagaimana temen-temen guru di NTT melaksanakan AN. Alih-alih melaksanakan asesmen nasional, kita sedang didorong supaya menganggap korupsi pengadaan itu berguna. Jangan lupa, baik Nadiem dan IBAM melaksanakan pengadaan Chromebook dan AN ketika pandemik lagi galak-galaknya (2020-2021). Mereka tidak punya empati bahwa kebijakan ini akan menyengsarakan guru, karena harus berkumpul (datang ke sekolah) ketika pembatasan jarak (Covid-19) dan diberikan laptop yang tidak biasa mereka pakai. *Foto Pelaksanaan ANBK di NTT.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
135
339
816
343.8K
Fariz
Fariz@fariz___·
@antaranirnama Membatasi jumlah prodi sosial & keguruan bisa terlihat bagus asalkan dibarengi menambah jumlah prodi strategis, bisa jurusan diploma/vokasi. Kenapa dua program univ itu bisa laku kyknya low barrier entry gak sih? Makanya banyak univ buka prodi2 tsb dan demand pasar ikut tinggi.
Indonesia
0
0
18
2.1K
Fariz
Fariz@fariz___·
@sunfyresclaw @rayestu Setuju. Akan sulit dipahami jika orang gak mengikuti persidangan dari awal, baik secara baca rangkaiannya melalui media online maupun rekaman sidang dr tim penasihat hukum. Menariknya setiap pemeriksaan kesaksian sejumlah orang, tim ibam selalu bertanya tuk pembuktian terbalik.
Indonesia
0
0
0
129
Aegon’s Uber
Aegon’s Uber@sunfyresclaw·
@rayestu Hot take: noisenya terlalu terpolarisasi & kurang dpt highlight karena narasinya kompleks. Yang begini2 kasusnya mirip sama Ibu Ira ASDP & cuma beliau yg berhasil PR campaignnya. Plus Mas Ibam mungkin ga cukup dibekingi orang di lingkaran rezim. Sederhananya (sadly) jadi tumbal.
Indonesia
3
0
10
1.2K
Fariz
Fariz@fariz___·
@ecommurz This case deserves black ribbon
English
0
0
0
709
Elon Murz | SVP of Meme Engineering
HOLD UP- so there was COERCION against Ibam to provide FALSE testimony against Nadiem!??? Just when i thought the whole case was fucked up, i keep discovering new, crazier info 🤦 Where tf is my FUBAR BUNDY meme.......
Ibrahim Arief@ibamarief

Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.

English
7
201
693
29.6K
Fariz
Fariz@fariz___·
@The_RedsIndo Kyknya belum pernah menyaksikan rivalitas arsene wenger & jose mourinho... Kalo mereka lagi tanding dan mou prescon rasanya kayak "buset kok dia berani yaa bisa ngomong gitu" 🥵
Indonesia
1
0
1
2.5K
The Reds Indonesia
The Reds Indonesia@The_RedsIndo·
Ngga gitu, Panci. Rivalitas itu harus tegang, bukan diromantisasi. Harus ada psywar, harus ada komentar pedas, pertandingan harus tensi tinggi. Ngga boleh terlihat akrab, apa lagi aliansi. Tanpa mereka memahami, Pep vs Klopp mungkin terlihat romantis, namun intensitas permainan di lapangan selalu gila. Nonton bola kayak nonton basket, bola yang ada di pertahanan Liverpool 3 detik kemudian tiba-tiba udah di kotak penalty City 😭😭 Terlihat sohib, namun mereka sama-sama puyeng memikirkan cara mengalahkan satu sama lain.
Pantau City Indonesia@PantauManCity

Original rivalitas di Premier League ya ini. Asik ditonton, menegangkan, seru..kalau mau tau rasanya kejar2an poin ya diera mereka ini..

Indonesia
47
69
926
87.2K
Fariz
Fariz@fariz___·
@thejurgenholic Ketauan banget ini pulpen kering jarang dipake nulis 🫵😂
Indonesia
0
0
0
22
Fariz
Fariz@fariz___·
@rahmaut @nandareynaldi @ridwanadit Tp secara work culture, employer di europe emang gak peduli sm hal beginian ya? I mean as long as he delivers his work, apakah dia melakukan cyberbullying dibiarkan aja?
Indonesia
2
0
0
34
Rahmaut | 🇵🇸| 光燃瑪
At the end of the day, kita harus bisa misahin mana personality sama profesional competency. Karena memang ga mutually exclusive. One can be great at one side but shitty on the other side. Jadi bawa ini ke employer, kecuali direct ngebahas yg nge-employ ataupun rahasia internal perusahaan, adalah tindakan yg ga wise juga.
Indonesia
1
0
4
250
Fariz
Fariz@fariz___·
@rdmakbar Orang-orang yg punya vesting saham dan sedang bekerja dengan pemerintahan sekarang (langsung maupun tdk langsung) lagi ketar ketir dong?
Indonesia
0
0
0
294
RdMAkbar
RdMAkbar@rdmakbar·
Dituntut 22.5 tahun penjara karena jaksanya gak ngerti konsep vesting saham?
Ibrahim Arief@ibamarief

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)

Indonesia
18
621
1.9K
43.8K
Fariz
Fariz@fariz___·
@taipan168 @FishburnTertias Yeah iata could decide soekarno hatta international airport to use SHI or SHA but it's already taken so they fallback to geography based code (CGK cengkarang), hence the unintuitive code reading unfortunately 😬
English
0
0
1
297
taipan168
taipan168@taipan168·
My list of weirdest, least intuitive major airport codes: - CGK: Jakarta - DMK: Bangkok - FCO: Rome - GIG: Rio de Janeiro - GMP: Seoul - GRU: Sao Paulo - MAA: Chennai - MCO: Orlando - MSY: New Orleans - ORD: Chicago - OTP: Bucharest - PVG: Shanghai - YUL: Montreal - YYZ: Toronto
taipan168@taipan168

As an airport code nerd, it grinds my gears to see this, because LDN airport is an airport in Nepal, rather than in a global city with red telephone boxes.

Indonesia
505
509
6.5K
1.8M