hehe retweetledi

sebagai “man” yang pernah punya pasangan cewek fatherless, gue sama sekali ga setuju sama opini ini.
Se-pengalaman gue malah sebaliknya. dlu pasangan gue fatherless, tapi pembawaannya sangat mandiri. dari kecil udah biasa ngurus diri sendiri, ambil keputusan, dan ga suka bergantung sama orang. dia kuat mental, jarang manja, dan justru lebih dewasa dibanding banyak cewek yang dari keluarga utuh. kalo ada problem, dia lebih suka cari solusi daripada ngomel atau cari perhatian berlebihan. mungkin memang ada fatherless yang matre dan manja. tapi itu bukan karena ayahnya ga ada, melainkan karena cara dia mengolah traumanya, lingkungan sekitar, atau personality aslinya. jangan samain semua orang cuma gara-gara satu label.
Intinya, jangan liat “fatherless” atau “keluarga lengkap” sebagai patokan utama. yg penting itu karakternya sekarang, bisa komunikasi dengan baik, respect diri sendiri & pasangan, mau grow bareng, dan bertanggung jawab. kalo semua aspek itu ada, latar belakang keluarga cuma cerita masa lalu doang.
opini kek gini terlalu simplifikasi dan over-generalize banget. bnyak cowok yang rugi kalau langsung skip calon bagus cuma karena faktor fatherless.. 🙏🏻🙏🏻
aca@brzchaa
serius nanya, ini pendapat kalian gimana guys?
Indonesia


























