Sabitlenmiş Tweet
Fin
6.8K posts

Fin retweetledi

UPDATE: Tragedi Daycare Little Aresha, Jogja
- 13 tersangka: 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, 11 pengasuh
- 30 orang diperiksa polisi: 25 pengasuh, 5 pejabat yayasan, 1 satpam
- 53 anak terverifikasi jadi korban kekerasan fisik, verbal, & penelantaran
- 103 anak pernah dititipkan
- Usia dedek bayi jadi korban mulai yang baru lahir sampai bawah 2 tahun 😭😭
- Ada satu kamar 3x3 meter diisi sampai 20 balita 🤯
Jahat bangeeett siihh!!! 🤬🤬
Ini kekerasan massal terhadap anak-anak yang belum bisa teriak sakit & minta tolong! cuma bisa nangiss 😭
Shock berat, kok bisa tempat penitipan anak jadi tempat penyiksaan gini? Astagaaaaa udah beroperasi 1 tahun lebih!
SEMUA PELAKU HARUS DIHUKUM BERAT!!!!
Indonesia
Fin retweetledi

Syifa hadju said
"Dulu tuh untuk aku dicintai adalah suatu hal yang susah tapi saat aku bertemu dengan El, aku merasa ternyata aku nggak hard to love kok"
Pertanyaannya sampai saat ini gue masih hard to love banget, dan dimana El ruminya gue ? Nyasar kah sayang? Gabisa kah liat google maps😭🙏🏻lamaa amatt
Indonesia
Fin retweetledi

Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak.
Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG.
Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain:
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah.
Yang menarik dari studi ini adalah:
Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control)
𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡
Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano
Addiction to short-form videos is associated with reduction of brain activity in the frontal lobe and weakened focus.
Indonesia
Fin retweetledi
Fin retweetledi

Pertanyaan yg sangat bagus dan ini penting supaya banyak yg baca. Ijin saya jawab dgn quote tweet
Prinsip utamanya untuk bayi adalah menjaga kenyamanan dan hidrasi, karena mayoritas bapil disebabkan virus yang akan sembuh sendiri.
Berikut panduan 'kapan harus waspada' agar Ibu lebih tenang:
1. Pantau Napas (Paling Penting!)
Segera cek ke dokter jika napas bayi tampak sesak, sangat cepat, atau ada tarikan dinding dada (cekungan di bawah tulang rusuk saat tarik napas). Ini tanda paru-paru bekerja ekstra keras.
2. Pantau Cairan & Dehidrasi
Pastikan ASI/SF tetap masuk. Waspada jika urin berkurang (pampers kering >6 jam), bayi sangat lemas, atau ubun-ubun tampak cekung.
3. Pantau Demam
Khusus bayi di bawah 3 bulan, demam adalah kondisi yang perlu segera dikonsultasikan. Untuk bayi di atas itu, pantau jika demam tinggi tidak turun dengan obat atau berlangsung >3 hari.
4. Kondisi Umum
Jika bayi masih mau main dan menyusu, biasanya cukup terapi suportif (bersihkan jalan napas, ASI, skin-to-skin). Tapi jika bayi terus-menerus merintih atau gelisah yang tidak biasa, segera evaluasi ya, Bu.
Semangat untuk semua! Percaya sama insting Ibu ya, kalau merasa ada yang 'nggak beres', jangan ragu untuk kontrol. 😊
ri🌸@leeclokyeom
@oxfara Dok, kalau kasusnya batuk pilek pada bayi gimana ya? Bbrp dsa yg ku tau itu bilang kalau ga perlu minum obat, cukup berikan ASI, transpulmin, dsb. Kapan sih harus cek lebih lanjut kalau untuk bayi? Biar aku sebagai ortu bisa lebih tanggap dan gak terlambat menangani..
Indonesia
Fin retweetledi
Fin retweetledi
Fin retweetledi

Porsi ini ga layak untuk anak SD. Yuk sini saya kasih liat itung2annya kenapa saya bilang ga layak.
Anggaplah anak umur 7 tahun BB 25 kg, TB ideal untuk usianya, kebutuhan kalori sesuai RDA 70-80 kkal/kg.
Total kebutuhan kalori= 70 kkal x 25 kg =1.750 kkal, anggaplah ini anak cuma makan utama aja ga pake snack. Artinya 1750 kkal dibagi 3 = ~ 580 kkal
Jadi sekali makan dia musti dapet 580 kkal
Sementara, kebutuhan AKG protein untuk anak 7 tahun 40 gram/hari.
Sekarang mari kita analisis dari rincian makanan yg dikasih
Potato wedges 4 biji, 1 dimsum, 1 tempe ungkep dan susu indomilk. Asumsi susu indomilk yg kecil sesuai foto yg sering beredar maka perkiraan kalori yg didapat kira2 ~ 300 kkal dan protein ~ 10 gram
Kesimpulannya
Makanan yg disajikan jauh di bawah kebutuhan nutrisi anak. Bila diteruskan asupan nutrisi ini anak akan berisiko mengalami malnutrisi alias kurang gizi.
Jadi alih2 memperbaiki atau memenuhi gizi anak, makanan yg diberikan justru berisiko membuat anak gagal tumbuh
MinDos@dosenkesmas
Ini ngawurnya aseli "keterlaluan". Masa setiap menu mewakili setiap zat gizi? Ga sabar nunggu habis lebaran gimana nanti...
Indonesia
Fin retweetledi
Fin retweetledi












