fitri lafea retweetledi
fitri lafea
66.5K posts

fitri lafea
@flafea
tukang pel kandang; penyunting, penata-letak buku http://t.co/gjW4Y50OkM; pengusil yogyakarta.
indonesia Katılım Aralık 2010
974 Takip Edilen2.6K Takipçiler
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi

Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.


Indonesia
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi

Tokoh perjuangan paling underrated adalah HB IX.
Tahun 1945, HB IX masih muda. Ia betulan mendukung hal seperti republik, kedaulatan rakyat, dll.
Ketika Soekarno teriak-teriak di podium, HB IX kerja di balik layar. Yogyakarta ia amankan dan bentuk menjadi markas perjuangan.
Ini terus berlanjut. HB IX tanpa banyak omong menjabat berbagai posisi menteri: pertahanan, ekonomi, dll. Berbagai lembaga negara ia bentuk dan atur, termasuk fondasi-fondasi badan intelejen.
Mungkin karena alasan inilah, HB IX dimasukkan ke daftar target pembunuhan oleh APRA saat upaya kudeta yang dipimpin Raymond Westerling. APRA juga berencana membunuh Hatta, yang saat itu menjabat perdana menteri.
HB IX sendiri berstatus sebagai PNS pertama di Indonesia, dengan NIP 010000001.
Pada zaman Demokrasi Terpimpin, ada 3 orang yang mengcarry keberlangsungan negara: Djuanda, Nasution, dan HB IX. Saat itu ekonomi Indonesia hancur-hancuran.
Perusahaan perkebunan, tambang, penerbangan, dan logistik perkapalan dirampas dari tangan asing dan dikelola oleh rezim Sukarno secara asal-asalan. Padahal pemerintah sangat bergantung kepada profit perusahaan-perusahaan itu untuk menggaji PNS, menggaji tentara, mengimpor beras, dll.
Hanya 3 manusia itu yang peduli dengan masalah membosankan l seperti "tatakelola perusahaan", "birokrasi", "anggaran", dll itu. Djuanda kecapekan dan meninggal kena serangan jantung pada 1963. Nasution dibuang pada tahun 1962. HB IX tidak dapat berbuat banyak. Sukarno sendiri sibuk pesta hedon di 6 istana.
Kebiasaan HB IX untuk beraksi di balik layar ini baru berlanjut setelah Orde Baru berdiri. Sementara ABRI asyik membantai komunis dan mengonsolidasikan kekuasaan, HB IX menjadi Menko Ekonomi dan Keuangan. Ia dan tim Mafia Berkeley-nya disuruh mengomandoi langsung seluruh usaha pemulihan kehancuran ekonomi post-apocalyptic yang ditinggalkan ketidakbecusan Sukarno.
Di sini, HB IX dan gengnya sangat berhasil. BUMN ditata, hukum-hukum yang mengatur ekonomi ditata, birokrasi dan lembaga negara ditata dan diisi oleh PNS. Modal asing, foreign aid, dan utang luar negeri didatangkan untuk membiayai segala usaha ini.
Di bawah tangan HB IX, Repelita I berhasil disusun, didanai, dan dijalankan. Repelita I mencakup peningkatan produksi pertanian via revolusi hijau, pembangunan infrastruktur transportasi dan irigasi, serta perbaikan produksi dan penyediaan pangan, sandang, pendidikan, dan layanan kesehatan di seluruh pelosok Indonesia.
Setelahnya, HB IX menjadi Wapres, dan terus aktif di kabinet sebagai anggota rezim betulan yang memikirkan, merumuskan, dan mengeluarkan kebijakan. Ia tidak sekedar menjadi hiasan penggembira seperti wakil-wakil presiden setelahnya.
HB IX tidak lanjut periode berikutnya dan mundur karena tak setuju dengan Suharto yang semakin otoriter dan sesukanya, apalagi setelah Peristiwa Malari 1974.

dogfiles@0xrsydn
@zhil_arf the lowest one is unironically.. the monarchy state 🚶
Indonesia
fitri lafea retweetledi

Karena memang tidak semua harus dan cocok meniru pola kerja Proyek Suku Api. Proyek Suku Api dibiayai dari royalti buku cetak (yang menurut perkiraan saya nilainya tidak besar, mengingat buku terlaris mereka Nenek Moyangku Seorang Anarkis saja, penjualannya belum menyentuh seribu eksemplar, sementara yg mendownload edisi digitalnya kurang dari 2 ribu eksemplar) serta dari donasi.
Sementara buku Reset Indonesia dijual full cetak, untuk angkatan pertama saja sudah laku 11 ribu eksemplar. Uang penjualannya tentu besar, dan itu memungkinkan mereka untuk bisa bikin roadshow diskusi dan bedah buku di puluhan titik (di mana satu titik minimal dihadiri oleh 50 orang) secara gratis untuk peserta, juga memungkinkan mereka untuk mengalokasikannya sebagai biaya produksi konten media sosial tentang konsep Reset Indonesia. Sehingga dampak paparan isu dan pengetahuannya bisa jauh lebih besar. Orang-orang yang membeli buku, secara tidak langsung, turut mengongkosi peserta diskusi dan bedah buku secara gratis. Subsidi silang.
Baik Proyek Suku Api maupun Reset Indonesia adalah sama-sama inisiasi yang baik, keduanya sama-sama mengangkat isu kedaulatan pangan, energi, dan air. Keduanya menggunakan strategi penyebaran pengetahuan yang berbeda, dengan keunggulan dan kekurangannya masing-masing.
Oh ya, btw, tidak ada yang salah dengan menyebarkan ideologi sambil mencari profit. Itu bukan dua hal yang saling menegasikan. Pram melakukannya. Melalui Tetralogi Buru-nya itu, ia menyebarkan semangat kebangkitan nasional serta kritik terhadap kolonialisme dan feodalisme. Dan melalui Tetralogi Buru-nya itu pula, Pram mendapatkan profit untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.
Kemuliaan seorang guru tidak berkurang hanya karena ia menerima gaji, dan semangat menyebarkan gagasan seorang penulis tidak lantas menjadi invalid hanya karena ia menerima royalti.
Indonesia
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi

SEMANGAT @irenzzz 💪🏻💪🏻💪🏻
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera
Urgent call to the international community: Please spread the news of the flash flood & landslide disaster in Sumatra which has killed thousands of people and displaced tens of thousands of residents. Global attention is needed so that our leaders act more quickly. Without international oversight, this disaster risks being ignored.@UN @UNDP @UNICEF @WHO @BBCWorld @cnni @Reuters @AJEnglish @AP @France24_en @dwnews @elonmusk
Indonesia
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi
fitri lafea retweetledi

@kompascom Seharusnya anda bisa datang dg pesawat anda bawa starlink 10 genset kecil 10 dan semuanya bisa langsung pasang .. tdk perlu tanya2 ( bawa lebih pun bisa )
Indonesia
fitri lafea retweetledi
















