san山
3.8K posts






Setelah diselidiki lebih dalam ternyata semua israeli yg main ke Indo memang pakai paspor israel, ga ada yg dual netizen, nanti aku spill lebih detailnya

김수현 복귀 반대하는 여자들아 이 게시글 rt해줘 김수현 복귀 시동걸고있어 우리가 김수현 복귀 반대하려면 또 뭘 할 수 있을까......

김수현 복귀 반대하는 여자들아 이 게시글 rt해줘 김수현 복귀 시동걸고있어 우리가 김수현 복귀 반대하려면 또 뭘 할 수 있을까......





•kdm• yumi’s cells Stlh nonton sampe S3, ternyata dia tuh pacar Yumi ter-redflag ya. Yumi promosi - digaslight, tau Saeyi suka sama dia & Yumi ngga suka sama Saeyi - ngga bisa cut off, Yumi marah krn dia 1 apt sama Saeyi - dikasih silent treatment + dibilang oversensitive, dll






으악~ 진짜 무서운 얘기인데요? 😱😱








TABUNGAN 8 TAHUN JHT RP 55 JUTA BERAPA GAJINYA? KITA HITUNG BARENG-BARENG Akun madebylovehand posting saldo BPJSTK-nya Rp 55.915.036 hasil 8 tahun kerja. Segmen peserta: PU (Penerima Upah) alias karyawan swasta. CARA KERJA BPJSTK PROGRAM JHT Iuran JHT = 5,7% dari gaji Rinciannya: 2% ditanggung karyawan, 3,7% ditanggung perusahaan Jadi total 5,7% masuk ke saldo JHT setiap bulan Ditambah hasil pengembangan (bunga/investasi) rata-rata 6-7% per tahun dari BPJS HITUNG MUNDUR DARI SALDO Rp 55.915.036 Dengan asumsi masa kerja 8 tahun = 96 bulan dan hasil pengembangan rata-rata 6,5% per tahun, kita bisa estimasi gaji pokok yang jadi dasar iuran. Pakai pendekatan Future Value sederhana: Jika iuran bulanan X selama 96 bulan dengan bunga 6,5%/tahun (0,54%/bulan), menghasilkan sekitar Rp 55,9 juta, maka: Iuran bulanan diperkirakan sekitar Rp 430.000 - Rp 460.000 per bulan Karena iuran JHT = 5,7% dari gaji: Rp 445.000 / 5,7% = Rp 7.807.000 Estimasi gaji: sekitar Rp 7.500.000 - Rp 8.000.000 per bulan Dengan gaji Rp 7,5 - 8 juta, segmen PU, dan 8 tahun pengalaman kerja, profil yang paling mungkin adalah: 1.Staf administrasi atau back office di perusahaan menengah 2.Operator atau teknisi pabrik level senior 3.Staff accounting atau finance level junior-menengah 4.Sales atau marketing di perusahaan retail/FMCG 5.Guru atau staf di sekolah swasta menengah Kota kemungkinan dari luar Jabodetabek. Di Jakarta, gaji Rp 7,5 juta untuk 8 tahun pengalaman sudah tergolong di bawah UMR 2025. Kemungkinan besar bekerja di kota-kota seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, atau kota kabupaten yang UMR-nya Rp 3-4 jutaan dan si pekerja sudah di level sedikit di atas UMR. 8 tahun kerja menghasilkan tabungan wajib Rp 55,9 juta. Artinya rata-rata hanya Rp 582.000 per bulan yang "tersimpan paksa" lewat JHT. Sisanya habis untuk kebutuhan hidup bulanan. Kalau dicairkan sekarang dan dipakai untuk DP rumah, uang Rp 55 juta hanya cukup untuk DP rumah subsidi di daerah pinggiran. Harga rumah subsidi 2025 sudah Rp 200 juta ke atas. DP 10% saja Rp 20 juta, tapi biaya-biaya lainnya (BPHTB, notaris, KPR) bisa Rp 15-25 juta lagi. Jadi 8 tahun kerja keras, pas-pasan untuk beli satu rumah paling murah di Indonesia. Ini bukan soal malas atau tidak menabung. Ini soal sistem. Ketika gaji stagnan, inflasi jalan terus, harga properti naik 10-15% per tahun, dan biaya hidup makin berat, maka kelas pekerja memang struktural tidak bisa menang hanya dengan rajin kerja dan menabung biasa. Yang bisa dilakukan secara realistis adalah: diversifikasi penghasilan sekecil apapun, manfaatkan BPJS bukan hanya JHT tapi juga JP (Jaminan Pensiun), dan jangan andalkan satu sumber pendapatan saja. Yang seharusnya dilakukan negara adalah: pastikan upah minimum tumbuh sesuai inflasi riil, jaga daya beli, dan jangan biarkan rakyat kelas menengah bawah terus digerus biaya hidup yang tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan mereka. Saldo Rp 55 juta itu bukan kecil. Itu hasil keringat 8 tahun. Tapi di tengah kondisi ekonomi hari ini, angka itu terasa sangat kecil. Dan itu bukan salah si pekerja.

Dear pak @prabowo, saya warga desa. Tinggal di desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Saya menggunakan USD secara langsung untuk expense pekerjaan (langganan SaaS, biaya token, business travel). Secara tidak langsung, kami juga terdampak dengan biaya yang nantinya akan naik seperti tempe & tahu (kedelai impor), BBM, elektronik, obat2an. Semua barang juga harganya akan naik karena biaya logistik naik. Emang anda kira semua warga desa itu kemana mana naik babi dan berburu rusa?
















