Rifki

49.8K posts

Rifki banner
Rifki

Rifki

@fralwysfrvr

Indonesia Katılım Mart 2010
745 Takip Edilen848 Takipçiler
Berita Arsenal 🇮🇩 - 2025/26 EPL CHAMPIONS
Dalem hati ni orang “keren bgt gue ngetik panjang beropini macam jurnalis” Gw yg bacanya aja malu
United Update Indonesia@UnitedUpdateID

Had a great discussion with @audieonx on why Arsenal di rujak TOTAL sama semua fans klub bola bukan cuma di Premier League tapi SELURUH DUNIA. Simply put karna mereka ga ngehargain sejarah mereka sendiri. You can call Chelsea and City “oil club” as much as you want, tapi mereka MENGAKUI sejarah mereka. Beda hal nya dengan Arsenal yang seakan - akan menutup era dan sejarah mereka under Arsene Wenger sebagai “mimpi buruk”, fans klub lain membuat lelucon era kelam mereka. MU dengan post SAF, Liverpool dengan era Brendan Rodgers, Chelsea dengan pre Mourinho dan post Roman, City dengan era Mark Hughes (pre-Mancini) dan mayoritas fanbase nya yang sudah acceptance bahwa kalo mau diakui, maka harus humble terlebih dahulu. Arsenal? Mereka berusaha sekeras mungkin menutup tirai era Wenger yang bahkan menjadi pondasi awal klub. Arsene Wenger bleeds Arsenal dan kita semua pasti ingat gimana caranya fans Arsenal berusaha mengusir ICON klub tersebut, something that other fanbase wouldn’t even dare to think about. Layaknya sebuah bom waktu karma, Arsenal melupakan daratan, sejarah, dan identitas klub mereka. Their humbleness went down with Highbury, shell of their own, klub yang mereka cap sebagai “oil clubs” lagi lagi mempecundangi mereka e.g PSG, City, Chelsea, dan bahkan klub klub tersebut menunjukkan identitas dan budaya klub yang lebih kental dibanding Arsenal. #MUFC🔴

Indonesia
10
6
48
4K
Rifki
Rifki@fralwysfrvr·
@arsenatasyas @LFC_ID Sama mau pada caper aja. Kalo sekarang mah jawab aja "iya klub kalian lebih baik udah, kita cuma bisa juara liga"
Indonesia
0
0
1
91
sya
sya@arsenatasyas·
@LFC_ID tapi mungkin arsenal rame begini karena kebetulan lagi di era sosmed ya bang, apalagi sempet hattrick runner up kan
Indonesia
2
0
15
1.4K
LFC ID
LFC ID@LFC_ID·
Gue mau nulis agak panjang tentang fenomena "Arsenal vs everybody" di era sosmed ini, dan coba se fair, dan sejujur mungkin. Kalo ada yang mau komen dengan opini jujur silakan, mau repost kalo sepemahaman ama gue juga terimakasih Gue ijin quote postingan ini ya kak @arsenatasyas , karna gue nganggep di mutual gue, beliau ini salah satu Gooners yg rasionil, dan argumen nya kuat. Jadi alasan utama kenapa buanyak banget fans base dari banyak klub, bahkan di luar PL jadi pada seneng ngledek, atau istilah yg lg hits - ngebanter, menurut gue (udah banyak yg bilang juga), adalah karena : Banyaknya akun" yang boleh dibilang besar, sangat besar, dalam dan luar negeri, seringan bikin konten, teks atau video, yang emang sifatnya rage, click bait. Demi farming engagement. Dan, harus diakui, berhasil. Yang mengherankan, ada juga yang secara kasat mata ga cari engagement demi monet, tapi sering kali opininya, -- sorry, ga berdasar. Tapi ya sudahlah 😃 Situasi ini, lagi lagi di era sosmed ini jadi bola salju yang akhirnya berujung pada munculnya posting / konten yang merupakan reaksi atas komen" ngawur tadi, yang terlihat, atau emang keliatan men-generalisir semua fans Arsenal kek orang" dibalik akun" tadi. Dan karna akun" yang direspon publik tadi masih juga ga berubah, ya sudah, membuncah lah itu publik yg aktif di sosmed, lebih nylekit dalam ngebanter Padahal banyak juga Gooners yang rasional, pun risih ama kontennya akun akun tadi. Gue banyak punya kawan Gooners, yang sering duduk bareng ngopi ngebir, dan punya opini masuk akal. Banter? Biasa. Nah yang jadi "korban" menurut gue justru yang rasionil ini. Karena makin nylekitnya opini fans dari klub lain, akhirnya kecebur dan ikut bereaksi. Rame lah temlen. Perihal istilah HARAMBALL , gue kmrn sempet lempar topik diskusi, bahwa haramball adalah hak smua klub bola, dan oleh sebab itu maka penghakiman atas itu harus dikurangi di lini masa, karena ... halaaah, malah memplesetkan pembukaan UUD Ya begitulah intinya, haramball adalah approach pragmatis, untuk tujuan utama glory. Latar belakangnya? Banyak. Yunani di Euro 2004, udah sampe final lawan Portugal, tuan rumah dengan squad bertabur bintang saat itu. Internazionale di final UCL 2010 vs Barcelona juga melakukan hal yang sama. Bahkan, dari aspek defensive yang rigid, LFC di semifinal leg 2 2005 lawan Chelsea udah mendekati kategori ini, possession 40% vs 60% Pada kasus Arteta, gue coba minta jeminai bikin infografis hasil olah data dari sejumlah sumber. Dari situ gue menyimpulkan, kenapa memilih approach ini, utamanya ya demi glory, prestasi. Arteta perlu membuktikan diri bahwa dia mampu, setelah memasuki musim ke 7 nya menukangi Arsenal. Dan yang mungkin (dugaan gue) , adanya tuntutan dari manajemen untuk segera mewujudkan prestasi, setelah memberikan support penuh untuk berproses, berprogres, dalam bentuk nyata invenstasi cukup besar. Nett spend Arsenal sejak ditukangi Arteta sekitar £760 juta. Tapi emang ga smua akan suka, bahkan bbrp kawan gw yang fans Arsenal, yg menikmati era Wengerball juga bilang ga menikmati. Karena dahulu terbiasa liat maen cepet 1-2 touch pass ala Henry, Bergkamp, Pires, Ljunberg. Gue bahkan dulu berharap LFC era itu, bisa maen kek Arsenal. Kira kira gitu lah. Panjang lebar tulisan sepi makna ini Tabik
LFC ID tweet media
sya@arsenatasyas

musim ini menjelaskan banget kalo some people hate arsenal more than they love their club 😂😂😂 it’s funny

Indonesia
41
59
185
32.5K
Rifki
Rifki@fralwysfrvr·
aneh banget kalo ngefans tim harus punya UCL 🤣🤣
Indonesia
0
0
0
2
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
Yowis itu aja. Semoga fans2 arsenal yg seru2 dan lucu2 bisa ttp bertahan di medsos, di era gempuran rage baiting. 🤝🤝🤝🤝🤝 Rayakan EPL nya, semoga musim depan kita bisa bersaing lagi kawan
Indonesia
111
159
1.2K
30.8K
Rifki retweetledi
Annisaa Fitri Shabrina🍉🇵🇸
Skrg yg terjadi: Membenci rival >>>> Mencintai klub sendiri
Lambe Interisti@Lambe_Iler

Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, merayakan kemenangan, dan tetap setia saat klub sedang terpuruk. Namun di era sekarang, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, SIRIKISME. 😂 Fenomena ketika sebagian suporter atau fans tidak lagi fokus pada perkembangan klub yang mereka dukung, melainkan lebih sibuk memantau, mengomentari, dan berharap klub lain gagal juara. Ketika tim sendiri gagal meraih trofi atau prestasi, perhatian mereka tidak tertuju pada MASALAH klub yg mereka sukai. Yang menjadi fokus justru berapa banyak trofi yang dimiliki rival, bagaimana cara meremehkan pencapaian mereka, dan kapan momen yang tepat untuk mengejek mereka. "Padahal, keberhasilan klub lain tidak menghapus sejarah klub kita" 🤝 Jumlah trofi klub yg udah dimenangkan tidak membuat koleksi berkurang satu. Namun bagi penganut SIRIKISME, melihat rival sukses sering kali terasa lebih menyakitkan daripada melihat timnya sendiri gagal. Cirinya cukup mudah dikenali qo: 1. Lebih hafal kekalahan rival daripada kemenangan klub sendiri. 2. Muncul paling depan ketika rival kalah, lalu menghilang saat rival juara. 3. Menganggap setiap prestasi lawan sebagai ancaman terhadap harga diri pribadi. 4. Menjadikan kebencian terhadap rival sebagai identitas utama fandom. 5. Lebih sering membahas klub lain daripada klub yang mereka dukung sendiri. Padahal esensi menjadi adalah tentang mendukung, bukan sekadar membenci. Beberapa orang menonton bola untuk menikmati pertandingan. Beberapa orang menonton bola untuk melihat pemain favoritnya berkembang. Beberapa orang menonton bola untuk merasakan kebahagiaan ketika klubnya menang. Tapi ada juga yang menonton bola hanya untuk menunggu klub lain terpeleset. Dan ketika rival terus berkembang, terus memenangkan trofi, dan terus menciptakan sejarah baru, mereka kehabisan bahan pembicaraan. Ujung-ujungnya yang tersisa hanyalah membuka kembali arsip sejarah lama, mengulang cerita puluhan tahun lalu, dan hidup dalam kenangan yang semakin jauh dari realitas saat ini. Masa depan dan sekarang tidak menarik bagi mereka.Karena satu-satunya tempat di mana mereka masih merasa unggul adalah masa lalu. Kita tau sekarang sepak bola selalu bergerak ke depan. Generasi berganti, pemain berganti, pelatih berganti, bahkan dinasti pun berganti. Kadang klub kita ada di fase jaya-jayanya. Tapi beberapa moment, klub yang kita cintai masuk kedelam jaman kegelapan atau dark era. Yang terus hidup dalam nostalgia tanpa mampu menerima kenyataan hanya akan menjadi penonton dari sejarah yang sedang ditulis oleh orang lain. PADA AKHIRNYA, Klub juara mengangkat trofi 🏆 Fansnya merayakan pencapaian klubnya 💙🖤 Sedangkan penganut SIRIKISME, mengangkat arsip, berharap masa lalu bisa mengalahkan kenyataan, menghabiskan waktu mengecilkan trofi, mencari celah untuk meremehkan prestasi, atau berharap keberhasilan itu terlihat tidak istimewa 🥲

Indonesia
1
3
23
715
Rifki retweetledi
Raden Yusril
Raden Yusril@atmawiratna_·
Menilai fans Arsenal belagu/angkuh hanya karena kita optimis dengan tim kita sendiri itu standar ganda. Setiap suporter klub mana pun pasti akan sangat vokal ketika tim mereka bisa bersaing di level tertinggi. Bedanya, karena Arsenal sudah terlalu lama dijadikan bahan banter, begitu tim ini bangkit, rival merasa ga nyaman melihat fans Arsenal punya rasa percaya diri lagi.
💎@maazzge

@terzinocom @hgbudiman Fans arsenal belagunya gak masuk akal soalnya. Bahkan dibilang banter pun gak masuk. Contoh, bilang saka > Messi, Arteta > Ferguson, Koar2 pdhl gak menang apa2 dll. Trus bilang Liverpool juara terburuk, poin 80an bisa kunci juara. Lah mereka sendiri gmn musim ini?

Indonesia
30
27
105
6.9K
Rifki retweetledi
Lambe Interisti
Lambe Interisti@Lambe_Iler·
Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, merayakan kemenangan, dan tetap setia saat klub sedang terpuruk. Namun di era sekarang, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, SIRIKISME. 😂 Fenomena ketika sebagian suporter atau fans tidak lagi fokus pada perkembangan klub yang mereka dukung, melainkan lebih sibuk memantau, mengomentari, dan berharap klub lain gagal juara. Ketika tim sendiri gagal meraih trofi atau prestasi, perhatian mereka tidak tertuju pada MASALAH klub yg mereka sukai. Yang menjadi fokus justru berapa banyak trofi yang dimiliki rival, bagaimana cara meremehkan pencapaian mereka, dan kapan momen yang tepat untuk mengejek mereka. "Padahal, keberhasilan klub lain tidak menghapus sejarah klub kita" 🤝 Jumlah trofi klub yg udah dimenangkan tidak membuat koleksi berkurang satu. Namun bagi penganut SIRIKISME, melihat rival sukses sering kali terasa lebih menyakitkan daripada melihat timnya sendiri gagal. Cirinya cukup mudah dikenali qo: 1. Lebih hafal kekalahan rival daripada kemenangan klub sendiri. 2. Muncul paling depan ketika rival kalah, lalu menghilang saat rival juara. 3. Menganggap setiap prestasi lawan sebagai ancaman terhadap harga diri pribadi. 4. Menjadikan kebencian terhadap rival sebagai identitas utama fandom. 5. Lebih sering membahas klub lain daripada klub yang mereka dukung sendiri. Padahal esensi menjadi adalah tentang mendukung, bukan sekadar membenci. Beberapa orang menonton bola untuk menikmati pertandingan. Beberapa orang menonton bola untuk melihat pemain favoritnya berkembang. Beberapa orang menonton bola untuk merasakan kebahagiaan ketika klubnya menang. Tapi ada juga yang menonton bola hanya untuk menunggu klub lain terpeleset. Dan ketika rival terus berkembang, terus memenangkan trofi, dan terus menciptakan sejarah baru, mereka kehabisan bahan pembicaraan. Ujung-ujungnya yang tersisa hanyalah membuka kembali arsip sejarah lama, mengulang cerita puluhan tahun lalu, dan hidup dalam kenangan yang semakin jauh dari realitas saat ini. Masa depan dan sekarang tidak menarik bagi mereka.Karena satu-satunya tempat di mana mereka masih merasa unggul adalah masa lalu. Kita tau sekarang sepak bola selalu bergerak ke depan. Generasi berganti, pemain berganti, pelatih berganti, bahkan dinasti pun berganti. Kadang klub kita ada di fase jaya-jayanya. Tapi beberapa moment, klub yang kita cintai masuk kedelam jaman kegelapan atau dark era. Yang terus hidup dalam nostalgia tanpa mampu menerima kenyataan hanya akan menjadi penonton dari sejarah yang sedang ditulis oleh orang lain. PADA AKHIRNYA, Klub juara mengangkat trofi 🏆 Fansnya merayakan pencapaian klubnya 💙🖤 Sedangkan penganut SIRIKISME, mengangkat arsip, berharap masa lalu bisa mengalahkan kenyataan, menghabiskan waktu mengecilkan trofi, mencari celah untuk meremehkan prestasi, atau berharap keberhasilan itu terlihat tidak istimewa 🥲
Lambe Interisti tweet media
Indonesia
82
224
410
30.4K
Rifki retweetledi
Raden Yusril
Raden Yusril@atmawiratna_·
Yang lucu bukan Arsenal kalah. Yang lucu adalah fans klub lain menganggap ini musim sukses bagi mereka 😄
Indonesia
201
166
519
36.7K
Rifki retweetledi
ᜰ
@markklfc·
Emmanuel Petit on Premier League clubs mocking Arsenal after the final defeat: 🗣️ “I have to say, I found it embarrassing. The second Arsenal lost, some Premier League clubs couldn't wait to jump on social media and remind everyone about their European trophies. That tells you everything. Instead of supporting an English club representing the league on the biggest stage in club football, they were busy celebrating Arsenal's pain. For me, that's not rivalry. That's insecurity. Arsenal were 90 minutes away from doing something special, and rather than show respect, people were desperately searching through the history books for old trophies to post online. Why? Because they were terrified of seeing Arsenal join that club. Let's be honest, some of these clubs spent the entire season watching Arsenal compete at a level they couldn't reach. The jealousy was obvious. The moment Arsenal fell short, they treated it like they had won something themselves. That's the mentality of people who would rather see Arsenal fail than focus on their own success. The trophy may have slipped away, but the reaction from some rivals showed exactly how much Arsenal still live rent-free in their heads.”
ᜰ tweet mediaᜰ tweet media
English
390
5.4K
24.4K
564.3K
Rifki retweetledi
sya
sya@arsenatasyas·
musim ini menjelaskan banget kalo some people hate arsenal more than they love their club 😂😂😂 it’s funny
English
147
604
1.3K
93.5K
Rifki retweetledi
Rifki retweetledi
Rifki retweetledi
D🎭🐉🏆
D🎭🐉🏆@vantee_spartaa·
A certain team finished 10th. A certain team played 40 games all season. Another team had a near death escape from relegation £400m spent to finish 5th & 25 points behind Arsenal ^^ yet these lot are the loudest
English
61
1.6K
5.3K
86.5K
Rifki retweetledi
Alhaji
Alhaji@yeankhar·
I’m open for banter but don’t come empty handed. Bring the trophy you won this season. Don’t be silly.
English
847
7.2K
29.7K
1.1M
Rifki retweetledi
mariam
mariam@maryooomaaa_·
This season has made me realise that people hate arsenal more than they love their own teams and that’s truly embarrassing 😭
English
378
10.8K
45.9K
661K
Rifki retweetledi
Lambe Interisti
Lambe Interisti@Lambe_Iler·
Musim lalu dan sebelumnya saat Inter gagal di final 2x berturut-turut, yang paling kencang bersuara tentu kubu rival. Tapi Ok karena itu bagian dari sepakbola. Tapi kalo soal balas banter, kami cukup sederhana : "Mau ngejek soal gagal juara UCL? Silakan aja. Yang penting kami masih punya kesempatan gagal di sana." Mungkin ada yang lebih menyakitkan: Nonton final UCL setiap tahun sambil berharap suatu hari klub sendiri bisa kembali ke sana. Dan beberapa klub yang gak ikut UCL kadang malah lebih ribut. Sambil mengenang sejarah masa lalu nya.
Lambe Interisti tweet media
Serpong, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
146
886
3.7K
268.9K
Rifki retweetledi
Goaldata - Arsenal Zone
Declan Rice reaction after the Champions League final loss to PSG. He knows how close Arsenal were to winning it. He knows we'll be back. All the most recent UCL runners-up have bounced back and won it. Chelsea, Liverpool, and even PSG all lost and came back to win it.
GIF
English
262
2.2K
15.5K
1.3M