Pro 99
13.1K posts


Tanggapi Dudung soal "bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi, kita sudah sama-sama tua”
IBHRS:
“Itu untung Orang Baik! Sedangkan untuk ORANG JAHAT yang terlibat Pembantaian 6 Pemuda Santri di KM 50 & terlibat
dalam Pecah Belah Umat melalui
Operasi Begal Nasab, maka WAJIB tegas & keras.
Aparat itu melindungi rakyat, bukan membunuh rakyat. Aparat itu mengayomi & menyatukan bangsa,
bukan mengadu-domba & memecah belah bangsa.
Kewalban Ulama untuk terus seumur hidupnya
mengingatkan Umara & Ummat tentang Bahaya Pejabat Bejat & Jahat.”


Bintu Baba@Bintu__Baba
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman buka suara soal ceramah mantan pimpinan FPI, IBRS terkait ada 'jenderal baliho' yang membisiki Presiden Prabowo. Dia meminta IBHRS untuk menjaga sikap karena sudah sama-sama tua. "Pak Rizieq sudah tua, saya juga sudah tua. Marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi," ujar Dudung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5). —- Wkwkwk terus mentang-mentang sama-sama tua, jejak digital anda di kasus KM50 gimana? Rekayasa barbuk gimana? Kok malah bilang jaga sikap ke IBHRS? Gak kebalik tuh? Wkwk
Indonesia

@MariaAlkaff_ Baru jadi KSP langsung muncul yaman dan si roma langsung aktif. Kecurigaan itu berdasar
Indonesia

Cerdas ini cewe...👍
"Pemilih muslim dan kristen udah ga minat memilih PSI, pemilih muslim dan kristen trauma diadu domba kader-kader PSI.
Dia tau tujuan tindakan PSI ke Ade Armando dan Grace Natalie.
Bgmn bro @DedynurPalakka , PSI makin nyungsep dong, syukurin kalo begitu.😁😂🤣
Indonesia

@regar_op0sisi @msaid_didu Jendral balih*, sdh mereka d bunuh di fitnah pula
Indonesia


Maaf, ala kadarnya dulu 🙏

𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔@blank0429
Orang² di sini mewakili "homeless media" apa saja? Tandain yuk
Indonesia

@ch_chotimah2 Giliran d yt aja, sok keras lu, skrng mencret bawa2 sumpah
Indonesia

Ade Armando kena batunya lagi.
Dia bersumpah tdk menista pak JK.
Lalu dibalas sama perwakilan ormas Islam, bahwa Ade Armando ada mengatakan, ngapain pak JK menjelek-jelekkan kristen, di podcastnya.
Sy sdh lihat videonya, Ade Armando memang ada ngomong seperti itu.
Dan ada byk serangan ke pak JK.
Hati-hati dlm bersumpah.
Indonesia

@WagimanDeep212_ Bekali2 dia sdh menista, memfitnah, akhirnya pak JK melaporkan, terimakasih pak
Indonesia

@mohmahfudmd @nazaqistsha Polisi jgn qda lagi pangkat jendral, ganti seperti inspekstur saj
Indonesia

Rasisme lebih jahat, lebih kejam dari pemukulan. Akhirnya Ronald alias BroRon "terdesak" kemudian berdamai dgn yg menjotosnya. Padahal sebelumnya dia koar-koar "sampai ketemu di pengadilan" kata Bro Ron saat pemukulannya melaporkan balik juga tudingan rasisme. Koar-koar Bro Ron terdengar gagah, tapi ternyata kopong. #TolakRasisme
Indonesia

Ade Armando yg viralkan di YouTube.
Grace Natalie yg viralkan di Instagram.
Sahat yg laporkan pak JK ke Polda.
Semuanya kader PSI, lalu skrng cuma krn AA mundur, Grace dilepeh sama PSI, PSI minta jangan kaitan dgn mereka.
Jelas ga bisa. Kami ga beleng seperti termul, PSI ttp harus bertanggungjawab Krn sdh politisasi agama, kalo memang ga mau dikaitkan knp ga sejak awal, knp baru skrng?😁
#PenjarakanGraceNatalie

Indonesia


THIS WAS INEVITABLE 👀
@KChimaev vs @SStricklandMMA
[ #UFC328 | MAY 9 | 9pmET | LIVE on @ParamountPlus ]
English

Might be an unpopular opinion but : the witch hunt is getting out of hand
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔@blank0429
Orang² di sini mewakili "homeless media" apa saja? Tandain yuk
English

@LambeSahamjja Astaghfirullah, sadis dan bengis, malah yg d tangkap beda pula, cctv d kata in mati pula. Semoga ada keadilan
Indonesia

Guys, lu pada pada pernah denger gk…
kasusk KM 50 ditahun 2020
kasus itu sampai hari ini masih jadi salah satu kasus paling gelap dan paling penuh tanda tanya di Indonesia.
Bukan cuma karena ada 6 nyawa melayang, tapi karena cerita yang beredar di publik terasa kayak puzzle yang kepingannya gak pernah dibuka semuanya.
Yang bikin merinding, dalam podcast Forum Keadilan TV, dua orang yang mengaku saksi hidup kejadian malam itu cerita detail yang kalau didengerin pelan-pelan bikin orang mikir: “sebenernya malam itu ada apa?”
Mereka bilang sebelum tragedi terjadi, suasana sudah terasa janggal sejak beberapa hari sebelumnya.
Ada cerita soal drone yang memantau markas, mobil misterius yang nongkrong berhari-hari di sekitar lokasi, sampai dugaan orang-orang intel yang diamankan lalu dilepas lagi.
Menurut mereka, sejak saat itu mereka merasa rombongan Habib Rizieq sudah dipantau.
Lalu masuk ke malam kejadian.
Mereka mengaku iring-iringan kendaraan sudah dibuntuti sejak dari Sentul.
Bukan satu dua mobil, tapi disebut ada banyak kendaraan yang bergantian mengikuti. Ada yang mepet, ada yang zig-zag, bahkan ada yang disebut sampai memprovokasi di jalan tol.
Menurut pengakuan saksi, suasana malam itu sudah penuh tekanan bahkan sebelum penembakan terjadi.
Yang bikin publik makin bingung adalah bagian paling krusial:
para saksi ini mengatakan penembakan pertama bukan terjadi di KM 50.
Menurut versi mereka, penembakan awal justru terjadi di jalan arteri Karawang sebelum masuk tol. Mereka mengaku mendengar langsung suara tembakan lewat sambungan telepon dari mobil korban.
Awalnya cuma terdengar suara gaduh, lalu teriakan kesakitan, tangisan, sampai suara minta tolong.
Dan bagian ini yang paling bikin merinding.
Salah satu saksi bilang suara yang paling jelas dia dengar adalah tangisan seorang korban yang terus mengaduh kesakitan sambil meminta bantuan. Setelah itu telepon tiba-tiba mati. Kontak hilang total.
Bayangin…
di satu sisi ada orang yang lagi ketakutan, luka, minta tolong.
Di sisi lain, publik bertahun-tahun cuma disuguhi versi resmi yang dianggap sudah selesai.
Yang bikin kasus ini terus hidup sampai sekarang adalah karena banyak orang merasa ada terlalu banyak lubang yang belum dijelaskan.
Kalau memang benar terjadi baku tembak seperti narasi resmi, kenapa masih banyak kesaksian yang bertolak belakang?
Kalau memang semuanya sudah terang, kenapa publik masih terus bertanya-tanya?
Bahkan saksi dalam podcast itu juga mengklaim bahwa saat korban dipindahkan ke lokasi lain, beberapa masih hidup walaupun mengalami luka berat.
Ada yang disebut masih bergerak, masih merintih, bahkan masih sadar sebagian. Klaim ini tentu belum bisa diverifikasi secara independen, tapi justru di situlah masalahnya:
publik merasa tidak pernah mendapat penjelasan yang benar-benar utuh dan transparan.
Yang lebih bikin emosi, mereka juga menggambarkan kondisi jenazah saat dipulangkan ke keluarga. Disebut ada luka lebam, luka tembak di bagian vital, kuku yang hilang, sampai kulit melepuh.
Klaim seperti ini otomatis memicu dugaan penyiksaan di mata publik.
Dan di titik itu, kasus ini berubah bukan cuma soal bentrokan atau penembakan.
Tapi berubah jadi simbol ketakutan:
bagaimana kalau kekuasaan bisa membuat sebuah tragedi besar tetap menyisakan kabut selama bertahun-tahun?
Mirisnya lagi, waktu terus jalan.
Pemerintahan berganti.
Pejabat datang dan pergi.
Tapi keluarga korban tetap hidup dengan pertanyaan yang belum selesai.
Siapa sebenarnya pelaku lapangan?
Siapa yang memberi perintah?
Kenapa versi cerita berbeda-beda?
Dan kenapa sampai sekarang publik masih belum mendapatkan jawaban yang benar-benar memuaskan?
Yang paling pedas dari semua ini sebenarnya sederhana:
di negara yang katanya menjunjung hukum, publik justru sering merasa kebenaran harus diperjuangkan sendiri.
Kasus KM 50 akhirnya jadi luka politik, luka hukum, sekaligus luka kepercayaan publik terhadap negara.
Karena ketika sebuah kasus besar terus menyisakan misteri, yang tumbuh bukan rasa aman…
tapi rasa curiga bahwa mungkin ada sesuatu yang memang tidak ingin dibuka sepenuhnya ke masyarakat.

Indonesia






