Sabitlenmiş Tweet
amelia
4.6K posts

amelia
@fuscioa
2002 || The silence lit by the moon ︵ ׁ 🌙 reading the pages of life: which is so clear in this account—bitter, sweet like a cup of coffee.
books, games, daily life Katılım Mayıs 2017
352 Takip Edilen330 Takipçiler
amelia retweetledi

@danawallet kenapa ya top up dari mandiri kok ngga bisa? Katanya nomer tidak ditemukan padahal nomer VAnya tidak typo
Indonesia
amelia retweetledi
amelia retweetledi

Wkwkwk kayak jasa porter. Segala mau manjat aja barangnya banyak banget 😆
ilonaraa@iloynaraa
Capek bgt jd newmom liat anak lg aktif” nya lari sana lari sini panjat sana panjat sini🥲 Lalu berpikir keras “oyaudah beliin papan panjat aja” biar perkembangan motorik nya jd lebih bagus👏🏻
Indonesia
amelia retweetledi

amelia retweetledi

17.845 di depan mata, apa si yg perlu kita lakuin di saat2 kyk gini?
-Tahan belanja dr luar negeri kyk barang elektronik, skincare, outfit, dll
-Prioritasin buat kebutuhan pokok
-Siapin dana darurat (selalu)
-Beralih ke produk lokal, jajan di UMKM
-Jangan utang buat kebutuhan konsumtif (beli barang konsumtif pake paylater)
-Kalo bisa cari freelance yg digaji pake dolar (bisa join cenblue twt)
TxtdariHI@TxtdariHI
BREAKING 🚨 17,4k wkwk
Indonesia
amelia retweetledi
amelia retweetledi

March & April Reading Challenge! 👢
👜 Hosted by:
@justwith_mel min 2 buku dalam 1 bulan. Tema : Rainy Season & Dry Season
@glowyberrypie & @glowurdays baca 9 → 18 → 27 hlm per hari sepanjang Maret!
#SeasonsInPages
#MarchForward 🪘
˚₊‧ 🕰️ ‧₊˚ 1 Mar - 30 Apr 2026


Indonesia
amelia retweetledi
amelia retweetledi

PARA IBLIS DAY CARE LITTLE ARESHA DI JOGJA. BIADAB LO SEMUA!!! buka jasa berbayar buat ngehandle anak orang tapi malah lo siksa. Sedih, hancur banget hati gw baca ulasan di google maps. Ada yang diikat, diseret, dipukul, ada yang speech delay dan tidak sedikit juga yang mengalami trauma. Engga kebayang penganiayaan itu terjadi sejak kapan, karena baru terendus sekarang. Stress lo semua, ANJINGG!!!


risa-!@biduanssa
Ceritain apa aja tentang tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia dong. Pengalaman buruk, berkesan, dll gas aja.
Indonesia
amelia retweetledi

Rasulullah bersabda:
"Semua umatku dimaafkan kecuali yang berbuat dosa terang-terangan. Sungguh, termasuk berbuat dosa terang-terangan ialah seseorang berbuat dosa di malam hari, sementara Allah telah menutupinya, namun keesokan harinya ia malah bercerita, 'Wahai fulan, tadi malam aku melakukan ini dan itu.' Padahal, Tuhannya telah menutupinya di malam harinya, tetapi pada pagi harinya ia justru membuka apa yang telah Allah tutup."
Muttafaq 'alaih
kenzo@kenzoputera
Hal yang sulit di lakukan 😔
Indonesia
amelia retweetledi
amelia retweetledi

Ini relate bgt dgn kata2 guru fisika SMA dulu saat memberitahu beliau saya pilih jurusan fisika di kampus dkt SMA:
"Kamu pilih masuk fisika, berarti fisikanya bodoh. Kalau yg pintar fisikanya tdk akan memilih belajar fisika lagi."
Kdg saya merasa paling tdk paham saat membaca paper sekalipun tentang fisika teoretis atau mekanika kuantum, dan AI.
Tapi setelah baca tulisan Martin A. Schwartz ini, saya baru sadar..
Itu bkn kekurangan, tapi justru tanda bahwa saya sedang berada di jalur yg benar.
Schwartz bilang:
“Produktif stupidity berarti kita dgn sadar masuk ke wilayah yg belum kita pahami. Kita merasa tdk tahu bkn krn kita tdk tahu, tapi krn kita sdg mengejar sesuatu yg lebih besar dari pengetahuan kita saat ini.”
Di fisika, ini terjadi setiap kali kita bicara singularitas, quantum entanglement, atau gelombang gravitasi yg entah bgmn menakjubkan seperti cinta yg tdk terduga. 😁
Kita tdk tahu jawabannya. Dan itu justru yg membuat kita terus mencari.
Sama halnya di dunia Quantum AI dan etika teknologi yg sdg dibangun sekarang, menciptakan sesuatu yg mungkin suatu hari akan “lebih pintar” dari kita. 🤷🏼♂️
Kita berada di posisi yg awkward: merasa tdk paham di hadapan masa depan yg belum jelas.
Tapi justru di situlah letak keindahannya. Semakin nyaman kita dgn ketidaktahuan, semakin dlm kita bisa menyelam ke dlm misteri alam semesta dan ke dlm misteri diri kita sendiri.
Saya belajar dari artikel ini:
Jgn terburu2 ingin terlihat pintar (untuk apa hanya terlihat, padahal.. 😁😁). Yg penting adalah terus mau merasa tdk tahu dgn jujur.
Krn hanya orang yg berani merasa tdk tahu yg akhirnya menemukan sesuatu yg benar2 baru.
Hmm.. kamu pernah merasa “bodoh” saat sdg mendalami sesuatu yg kamu cintai?
Baik itu sains, AI, filsafat, ekonomi, budaya, atau bahkan hubungan manusia?
Yuk kita merasa tdk tahu bareng2. Siapa tahu justru dari situ lahir pemahaman yg lebih dlm. 🔥
Curious Minds@CuriousMindsHub
The importance of stupidity in scientific research:
Indonesia
amelia retweetledi

Pahami kebiasaan keluarga, termasuk keluarga tanda baca. Atur jarak. Kerukunan kerap rusak hanya karena salah spasi.
Sumber: kateglo.org/ejaan

Indonesia














