Pew🍂

8K posts

Pew🍂 banner
Pew🍂

Pew🍂

@garygargarin

A place for me to write my learning process most of the time :)

Katılım Aralık 2016
955 Takip Edilen832 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
Berjuanglah untuk menyadurkan impuls-impuls untuk tidak mau mencoba dan gagal, berhentilah menjadi aktivis yang merasa harus terus menjaga keutuhan moril, dan kelas pekerja harus mulailah menjadi ilmuwan yang terus mencoba mengubah hidupnya sendiri.
Pew🍂 tweet media
Indonesia
1
1
3
367
Pew🍂 retweetledi
aya
aya@ayakobalsalm·
Dear oomf, yuk jadi sjw mentok!! Tegur aku dgn perspektif kritis kalian yg teruji secara interseksional. Bongkar bias implisitku, dekolonisasi asumsi normatifku, dan tuntun aku agar bisa membaca dinamika kuasa dgn sensitivitas yg lebih radikal🥺🥺 (tapi jgn cancel aku plss😭🙏)
Indonesia
8
408
1.8K
38.7K
Pew🍂 retweetledi
Pew🍂 retweetledi
ؘ
ؘ@MyriadSins·
Guys, ga akan capek aku bilangin ke kalian, apapun yang terjadi dalam kasus kekerasan seksual, tolong percayai korbannya dulu. Just because a victim is not perfect does not make them less. Ignorance is bliss before it happens to you.
Indonesia
5
5K
15K
135.8K
Pew🍂 retweetledi
Alexander H.
Alexander H.@hada_alex·
The older I get the more I realize that you can legitimately still be a bad person while having progressive and leftist politics and beliefs. Having beliefs that are beneficial for people doesn’t stop you from being a cruel person. I’ve been hurt by way too many people like this.
English
0
2
11
101
Pew🍂 retweetledi
Kuminih
Kuminih@Marxegesis·
@redf0undation This is also why it frustrates me when people argue on the duality “party-form is bad because uh ohh power is bad” or “council is a fetishistic form of organs”. Well how about a better question “what is the relation between party and council as communist political institutions?”
English
0
2
3
67
Pew🍂 retweetledi
Nabiyla Risfa Izzati
Nabiyla Risfa Izzati@nabiylarisfa·
Statemen Presiden bahwa wartawan-aktivis-pengamat adalah “Londo Ireng” itu makin problematik kalau kita membaca sejarah istilah ini. Ini bukan istilah yang seharusnya jadi guyonan sekelas Presiden.
Indonesia
81
4.1K
10.3K
123.7K
Pew🍂 retweetledi
Arif Novianto
Arif Novianto@arifnovianto_id·
MENGAPA pengemudi ojol, kurir, dan pekerja gig lain tetap mau bekerja keras dan disiplin walaupun di bayar sangat murah dan mengalami ketidakdilan? Nah, buku saya yg edisi bhsa Indonesianya akan terbit ini, berupaya menjawab satu pertanyaan di atas. Tertarik membacanya?
Arif Novianto tweet media
Indonesia
16
306
993
24.2K
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
Menjadi pertanyaan: kenapa konservatif selalu menjadikan keluarga sebagai fear mongering. “Lgbt mengganggu tatanan keluarga”. Seakan keluarga adalah safe haven yang netral cuman karena anak dilahirkan disitu. Anggapan bahwa ayah-ibu-kakak-adik sudah pasti akan caring ine another
Indonesia
0
0
1
60
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
Ini bahkan gak cuman ngaruh ke queer, betapa banyak anak yang juga berada di keluarga kurang baik. Contoh kdrt, pacarku sendiri berada di keluarga seperti ini. Keluarga menjadi tempat banyak kekerasan terjadi, hopeful negara kesejahteraan lebih inklusif lagi yang diperjuangkan
Indonesia
0
1
3
52
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
Atau cash benefit biasanya dihitung per KK, perhaps it is easier, tapi banyak kelompok queer yang akhirnya terpinggirkan karena kita masih melihat keluarga, terutama nuclear, sebagai cara distribusi. Padahal keluarga dalam queer bisa bentuknya non blood related.
Indonesia
1
0
2
45
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
Salah satu ajuan dari feminist marxist dan queer mengenai negara kesejahteraan adalah perlunya de-familisasi. Seringkali social benefit menargetkan keluarga, contoh bpjs yang biasanya di dapat anak dari orang tua yang bekerja (sementara ini gak efektif karena banyak queer diusir)
d r e i@egoistcaptain

menyebarkan kesadaran tentang - praktek apa yang patriarkis secara spesifik dalam pernikahan atau kehidupan sehari-hari - apa yang dan bagaimana kita bisa membuat itu menjadi lebih setara, dan mengarahkan perempuan/individu menuju pemberdayaan yang aku harapkan juga itu

Indonesia
1
5
3
473
Pew🍂 retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
"Hidup Perempuan! Hidup Buruh! Hidup LGBT!" Begitulah suara tuntutan yang digemakan dalam aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API) hari ini. Aksi berpusat di depan Gedung Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham), Jakarta Selatan, sebagai bentuk peringatan sekaligus seruan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok ragam gender dan seksualitas. Aksi berlangsung pada pukul 13.00 hingga 16.30 WIB dengan mengusung tuntutan "Hentikan Kekerasan Terhadap Ragam Gender dan Seksualitas." Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia—menyatakan solidaritas terhadap perjuangan HAM tanpa diskriminasi. Peserta aksi menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan tindakan persekusi yang masih dialami kelompok ragam gender dan seksualitas. Mereka juga menolak berbagai kebijakan yang dinilai diskriminatif serta mendesak negara untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi setiap warga negara tanpa membedakan identitas gender maupun seksualitas. 📸Elvina Manuella Simanjuntak/Konde.co.
Indonesia
93
3.2K
9.1K
167.2K
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
Suka beut ma buku yang ada gambarnya :”
Pew🍂 tweet media
Indonesia
0
0
0
56
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
@ini_ayye This is your original post, sampe sini i do agree bahwa memang ada dampak dari sistem, but that is the thing critize it dibanding menganggap pilihan siapapun matters simply mereka di situasi tertentu.
Indonesia
1
0
0
22
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
@ini_ayye My disagreement not only to you tapi argumentasi yang populis di indo terkait feminisme seakan kita harus menghormati pilihan perempuan karena basis constraint dunia yang “gak ideal” in your words. Tapi kekosongan selalu diisi oleh mereka yang less unfortunate, contohnya prt
Indonesia
1
0
0
22
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
why do people so afraid untuk melihat bahwa baik perempuan yang juga mereproduksi patriarki begitu pula sama halnya pekerja. Kalau patriarki memang struktural, bukankah akan bersifat subsumption non-identity? And that is why perlunya pengorganisasian yang lebih konkret?
ayeyy mpreghhhh@ini_ayye

imo mengkritik patriarki jg ga boleh melucuti agensi spt lived experiences perempuan. agensi itu ttp valid sbg bntk coping mechanism di dunia yg ga ideal. kritik struktural tujuanny utk nuntut sistem ngasih opsi yg lbh bnyk & setara, bkn buat mendikte perempuan A or B salah milih

Indonesia
2
0
2
205