Sabitlenmiş Tweet
🍉
415 posts

🍉 retweetledi
🍉 retweetledi

Capital market itu kan ngga bergerak by absolute numbers, tapi spread. Global fund manager itu biasanya mantau spread SBN 10 Tahun (INDOGB) sama US Treasury 10 Tahun.
Spread = Yield INDOGB - Yield US10Y
Asing biasanya butuh spread minimal 200 - 250 basis poin (bps), sekitar 2% - 2,5% buat nutup risk invest di Indonesia, itu udh termasuk currency risk, liquidity risk, dll.
Kalo US10Y naik ke 4.6% tapi SBN nya di 6.5%, spread nya kan mengecil jadi 190 bps. Di titik ini algo trading institusi otomatis langsung sell di IHSG sama domestic bonds.
Kalo asing cabut sebenernya bukan satu satunya alasan IHSG turun. Kalo secara fundamental, naiknya US Treasury yields ngerusak valuasi perusahaan lewat teori Discounted Cash Flow.
Kalo yield US Treasury naik kan berarti BI terpaksa naikin BI Rate biar Rupiah ngga turun dalem. Nah BI Rate yang lebih tinggi naikin Cost of Equity sama Weighted Average Cost of Capital (WACC) buat emiten di IHSG.
Nah sekarang kita liat 3 data real time ini, US10Y (4,597%), SBN 10 Tahun (6,851%), dan CDS 5 Tahun (86,80), ini confirm mengenai capital outflow yang sedang menghantam domestic market.
Global fund managers’ maths is very simple yet deadly, dari data itu kita bisa menghitung yield spread antara Indonesian bonds dan US bonds.
6,851% (SBN) - 4,597% (US10Y) = 2,254% atau 225 basis poin (bps).
Angka 225 bps ini ada di psychological threshold yang sangat tipis. Historically, investor asing butuh spread ideal di atas 250 - 300 bps buat merasa aman megang aset Rupiah. Ketika spread menurun ke kisaran 225 bps, return compensation itu dianggap ngga sesuai sama currency risk. Hal ini secara otomatis memicu algoritma institusi asing buat ngelepas kepemilikan SBN mereka.
Coba kita perhatikan persentase kenaikan harian di SBN dan CDS. Keduanya naik secara bersamaan.
Yield SBN naik +2,12% ke 6,851%. In the bond market, yield yang naik tajam berarti harga obligasi lagi turun karena dibuang (sell off) secara masif ke market.
CDS naik +2,03% ke 86,80. Indonesian debt default risk insurance costs naik secara proporsional.
Korelasi positif antara naiknya yield SBN dan CDS ini membuktikan kalo penurunan market bukan cuma karena technical correction, tapi karena adanya kenaikan Risk Premium di mata asing. Kenaikan risiko ini ngga cuma berasal dari tekanan The Fed (faktor eksternal), tapi juga merupakan gambaran kekhawatiran investor terhadap potensi naiknya defisit anggaran pemerintah atau risiko fiskal domestik lainnya yang dapat menekan stabilitas makroekonomi ke depannya.
Intinya, karena US10Y bertahan di level 4,59% akibat inflasi US yang tinggi. Ditambah yield spread 225 bps terlalu kecil dan risiko fiskal CDS naik ke level 86,80, asing ngejual SBN yang endingnya membuat yield domestik naik ke 6,851%.
Uang hasil penjualan obligasi bernilai triliunan Rupiah ini ditukar ke USD buat dibawa keluar. Aksi borong USD ini membuat nilai tukar Rupiah turun.
Liquidity mengering dari sistem perbankan. Yield SBN di 6,8% bakal naikin Cost of Funds perbankan dan emiten di IHSG, pressuring profitability, dan secara valuasi langsung nurunin target harga saham saham di IHSG.
— Koboy Gurun, NiFi Team



Indonesia

@Uniliswara0 58% skrg beralasan ga bakal tau hasilnya skrg begini, hey tolol dari debat capres aja semua sudah jelas, makanya nonton full dan baca janji2 kampanyenya, bukan liat dari clip2 tiktok atau reels, gegara u pada yg ga milih juga skrg jadi susah goblok.
Indonesia
🍉 retweetledi

Omongan orang mikir pake otak Vs Omongan orang mikir pake dengkul
PINO@sebijipenyu
Sebuah perbedaan Omongan Orang Pinter Vs Omongan Orang Tantrum
Indonesia

Sama persis ketika ihsg jeblos april tahun lalu, katanya orang di desa ga main saham dan saham itu judi.
Punya presiden asli goblok, 58% yg milih juga tolol
TxtdariHI@TxtdariHI
Wallahi we are finished
Indonesia

Ya Allah, makanya @prabowo gausah masukin keponakan anda yg ga becus itu lah menjabat jabatan strategis di @bank_indonesia, lagi-lagi yg paling kena dampak susahnya ya kita warga2 menengah kebawah ini.
Kaga punya otak presiden begini otak dangkal mikirin kepentingan sendiri
Big Alpha@BigAlphaID
Rupiah makin babak belur!
Indonesia
🍉 retweetledi
🍉 retweetledi





