dony febriyanto

755 posts

dony febriyanto banner
dony febriyanto

dony febriyanto

@gembuldony

jakarta, Indonesia Katılım Kasım 2011
327 Takip Edilen120 Takipçiler
K
K@iranekenari·
@TosManda @PenataAhli @PNS_Ababil @PNS_Garis_Lucu Menteri apaan gak pernah kelihatan kerja, tiba-tiba musuhin anak buah gini😂😂 di tautan beritanya katanya dia merasa diframing negatif oleh anak buah. Eits, diframing atau emang negatif🤣 ngomong ginian di publik apa gk semakin dimusuhin tuh😂
Indonesia
14
67
352
59.8K
sunda struggle
sunda struggle@sundastruggle·
unpopular opinion tentang garut
Indonesia
203
14
203
136.2K
Kamal Reza
Kamal Reza@andikamalreza·
Sekarang buta warna bisa jadi aparat y
Indonesia
165
2.6K
13.2K
1.7M
dony febriyanto retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served. This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace. Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace. But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it. To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting? To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test. Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences. Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
António Guterres@antonioguterres

I strongly condemn Sunday’s incident during which an Indonesian peacekeeper of @UNIFIL_ was killed amidst hostilities between Israel & Hizbullah. Another Indonesian peacekeeper was seriously injured in the same incident.   My deepest condolences to the family, friends & colleagues of the peacekeeper who died & to Indonesia. I wish a full & fast recovery to the injured peacekeeper. This is just one of a number of recent incidents that have jeopardized the safety & security of peacekeepers.   I call on all to uphold their obligations under international law & to ensure the safety & security of @UN personnel & property at all times.

English
656
20K
56.8K
1.9M
dony febriyanto retweetledi
S. B. Yudhoyono
S. B. Yudhoyono@SBYudhoyono·
Dari Singapura saya ikut mengamati gejolak pasar global, utamanya harga minyak, gas dan BBM. Meskipun harga energi masih sangat fluktuatif, tetapi dampak buruknya sudah dirasakan oleh semua negara. Termasuk Indonesia. Banyak negara, termasuk yang ada di Asia, telah melakukan langkah-langkah nyata untuk menyelamatkan ekonominya. Caranya berbeda-beda, tetapi saya pandang masuk akal. Hari ini, 25 Maret 2026 saya juga menyimak kebijakan pemerintah Filipina dan Korea Selatan yang disampaikan oleh para presidennya. Untuk Indonesia, kita tak perlu panik. Meskipun, langkah-langkah kita tidak boleh terlambat dan tidak tepat. Waktu memimpin Indonesia dulu saya mengalami krisis yang sama. Meroketnya harga minyak terjadi pada tahun 2004-2005, kemudian tahun 2008 dan yang terakhir tahun 2013. Harga minyak yang meroket sangat memberikan tekanan pada ekonomi kita. Fiskal dan defisit APBN melebar, inflasi atau stabilitas harga terguncang dan dampak terhadap kaum tak mampu sangat terasa. Meskipun pahit dan tidak mudah, kita pilih kombinasi kebijakan yaitu penambahan subsidi dan penaikan harga BBM. Pemerintah juga melakukan kampanye penghematan energi besar-besaran. Ketika saya putuskan dan ambil langkah-langkah seperti itu, gelombang pro dan kontranya tinggi sekali. Parlemen gaduh dan unjuk rasa tak terhindarkan. Tapi, akhirnya, ekonomi kita selamat dan masyarakat tidak mampu dapat kita lindungi melalui program BLT. Saya memantau pemerintahan Presiden Prabowo juga telah mempersiapkan kebijakan dan langkah-langkah yang diperlukan. Saya dukung gerakan penghematan energi untuk mengurangi angka defisit anggaran. Untuk menyelamatkan APBN 2026 pada khususnya dan perekonomian Indonesia pada umumnya, beberapa opsi dapat dipilih oleh pemerintah. Yang penting ekonomi kita selamat ~ termasuk terjaganya pertumbuhan (growth), terkelolanya inflasi (stabilitas harga) dan tercegahnya PHK besar-besaran (job security). Dan yang sangat penting adalah tetap terlindunginya saudara-saudara kita kaum tak mampu yang pasti hidup mereka makin sulit. *SBY*
Indonesia
555
1.4K
6.8K
477.5K
dony febriyanto
dony febriyanto@gembuldony·
@id_greensm Saya kena surcharge di soekarno hatta Rp20.000? Apakah ini resmi? Soalnya bluebird hanya 10rb
Indonesia
0
0
0
37
Umbi2an Koppig
Umbi2an Koppig@umbiygudahtipes·
Bentar, ini ada kalimat anak usaha kemenkeu ini apa ya maksudnya? Emang lembaga setingkat kementerian boleh punya anak usaha berbentuk PT ya? Bukannya hanya bisa BLU saja ya? Ada yang bisa menjelaskan? Ini saya beneran nanya karena gak tahu ya 🤔
Akuratco@akuratco

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga anak usaha Kementerian Keuangan (Kemenkeu) , PT Karabha Digdaya, suap ketua dan wakil ketua Pengadilan Negeri Depok untuk urgensi bisnis. Mereka ingin percepat proses eksekusi lahan sengketa seluas 6.500 meter persegi di Kecamatan Tapos. "Tadi saya sudah sampaikan bahwa tanah itu lokasinya kan di Tapos ya, daerah Tapos, Depok, berdekatan dengan wilayah wisata gitu. Pasti ada plan (rencana, red.) bisnisnya di situ. Tidak mungkinlah sebuah perusahaan urgensinya apa menginginkan tanah seperti itu," ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2) malam. Oleh sebab itu, Asep mengatakan KPK menduga alasan tersebut yang membuat pihak-pihak pada Karabha Digdaya memutuskan menyuap hakim PN Depok. "Jadi, perusahaan ini ingin cepat supaya tanah itu segera dieksekusi, segera kepemilikannya secara hukum ada pada perusahaan itu, sehingga tanah itu bisa segera diolah gitu ya. Misalkan, dibuat taman wisata dan lain-lain yang tentunya bisa menjadi income atau penghasilan bagi perusahaan tersebut," katanya. Sebelumnya, pada 5 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap hakim di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. KPK menjelaskan OTT tersebut terkait dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan.

Indonesia
23
72
331
94.5K
Akuratco
Akuratco@akuratco·
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga anak usaha Kementerian Keuangan (Kemenkeu) , PT Karabha Digdaya, suap ketua dan wakil ketua Pengadilan Negeri Depok untuk urgensi bisnis. Mereka ingin percepat proses eksekusi lahan sengketa seluas 6.500 meter persegi di Kecamatan Tapos. "Tadi saya sudah sampaikan bahwa tanah itu lokasinya kan di Tapos ya, daerah Tapos, Depok, berdekatan dengan wilayah wisata gitu. Pasti ada plan (rencana, red.) bisnisnya di situ. Tidak mungkinlah sebuah perusahaan urgensinya apa menginginkan tanah seperti itu," ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2) malam. Oleh sebab itu, Asep mengatakan KPK menduga alasan tersebut yang membuat pihak-pihak pada Karabha Digdaya memutuskan menyuap hakim PN Depok. "Jadi, perusahaan ini ingin cepat supaya tanah itu segera dieksekusi, segera kepemilikannya secara hukum ada pada perusahaan itu, sehingga tanah itu bisa segera diolah gitu ya. Misalkan, dibuat taman wisata dan lain-lain yang tentunya bisa menjadi income atau penghasilan bagi perusahaan tersebut," katanya. Sebelumnya, pada 5 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap hakim di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. KPK menjelaskan OTT tersebut terkait dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan.
Akuratco tweet media
Indonesia
11
47
98
159.2K
dony febriyanto
dony febriyanto@gembuldony·
Order Gocar @gojekindonesia schedule jam 5 pagi ke stasiun gambir. Dari jam 5.06 saya kontak2 drivernya ga ada respon. Akhirnya ganti ke taksi green. Alhamdulillah ga ketinggalan kereta jam 6.35. Eh jam 7.10 drivernya baru kontak, gile lu ya
Indonesia
1
0
1
120
dony febriyanto
dony febriyanto@gembuldony·
@DiahNaluri Labelling Pria Cemburuan. Agar bisa matching dengan preferensi perempuan. Perempuan yang prefer bekerja akan menghindari Pria berlabel cemburuan
Indonesia
0
0
0
34
Diahhadi Setyonaluri (Ruri)
Diahhadi Setyonaluri (Ruri)@DiahNaluri·
Studi menarik: Perempuan dengan suami cemburuan cenderung tidak bekerja, dan mau menerima pemotongan gaji demi bisa mendapatkan rekan kerja perempuan. Implikasi kebijakan: bagaimana suami bisa tidak cemburu 🙃
Kailash Rajah@krajah123

Excited to post the latest version of my JMP: The female labor supply constraints of spousal jealousy bit.ly/4nn9apn I use two field experiments to study the role of spousal jealousy in constraining married women’s employment. More below 👇

Indonesia
2
8
41
1.8K
kumparan
kumparan@kumparan·
Seorang mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya (21) tewas setelah dianiaya oleh sekelompok orang di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, pada Jumat (31/10) dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB ketika korban hendak beristirahat di dalam masjid. Salah satu pelaku, ZP (57), melarang korban tidur di area dalam masjid, namun korban tetap beristirahat hingga membuat pelaku tersinggung dan memanggil empat orang lainnya. Para pelaku kemudian memukuli korban di dalam masjid, menyeretnya ke luar, dan melemparnya dengan buah kelapa hingga mengalami luka parah di kepala. Seorang penjaga masjid, Alwis Janasfin Pasaribu (23), menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa ke RSUD Dr. FL Tobing Sibolga, namun nyawanya tidak tertolong. Polisi telah menangkap tiga dari lima pelaku, yakni ZP, HB (46), dan SS (40), sementara dua lainnya masih buron. Ketiganya dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau Pasal 170 Ayat (3) KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian. Khusus SS, polisi menambahkan Pasal 365 Ayat (3) KUHP karena juga mencuri uang Rp 10.000 dari korban. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. 📸: Dok. Istimewa. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #newsupdate #update #news #videonews #mahasiswa #sumut #sumatrautara #kriminal #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Indonesia
245
377
821
135.9K
dony febriyanto retweetledi
Arpit Gupta
Arpit Gupta@arpitrage·
These results suggest that getting a PhD causally worsens mental health, or at least receiving psychiatric medicines. The reversal post PhD degree is particularly convincing. But the up trend among the control group is intriguing. The highly educated are in distress.
Arpit Gupta tweet mediaArpit Gupta tweet mediaArpit Gupta tweet mediaArpit Gupta tweet media
English
70
371
1.8K
469.5K
dony febriyanto retweetledi
Rodri Tanoto (陳曉陽)
Rodri Tanoto (陳曉陽)@RodriChen·
Kalau kalian terpesona dengan ceplas-ceplosnya Menteri baru yang bahkan belum sempat ngapa-ngapain, kalian memang pantas dapat Presiden masuk gorong-gorong dan Gubernur mengatur lalu lintas.
Indonesia
77
2.7K
6K
293.2K
dony febriyanto retweetledi
Censored Humans
Censored Humans@CensoredHumans·
Don't Stay Silent 🍉
English
1.2K
37.7K
86.3K
1.3M
dony febriyanto retweetledi
Bubble🍉
Bubble🍉@Bubblecoconut1·
Anies never stopped calling what happened in Palestine as genocide, Ganjar got canceled for not wanting Israelis to step their feet here, but Indonesia elected the one who's sucking for validation from Trump and Netanyahu. Indonesia once again is on the wrong side of history.
Indonesian Pop Base@iPopBase

Anies Baswedan demands Benjamin Netanyahu be held internationally accountable for Israel’s genocide on Palestine: “Ending Genocide, Enforcing Justice. The world cannot continue to pretend that reasonable solutions will be possible so long as Israel remains under the leadership of Benjamin Netanyahu’s regime. His government has overseen a genocidal campaign that has crossed the threshold of humanity’s most serious crime. Until accountability is enforced and the present path is altered, the prospect of genuine peace will remain obstructed. At this moment, the most urgent priority is not abstract negotiations, but the immediate cessation of the ongoing genocide in Gaza and the lifting of the inhumane blockade that strangles its people. The United Nations Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory has already determined that Israel is committing genocide in Gaza. There is no moral or legal basis to soften this language. Meanwhile, the International Criminal Court has issued an arrest warrant against PM Netanyahu for war crimes and crimes against humanity. The international community must recognize that words of condemnation alone are no longer sufficient. Justice must follow! The logical next step is to ensure that these crimes are prosecuted before an international tribunal. Anything less would be an abdication of the duty to uphold international law and human dignity. Some nations in the West have begun to recognize the State of Palestine, an overdue act that tragically required the enormity of genocide to compel action. But this must not be the endpoint. The next decisive move is to secure Palestine’s full membership in the United Nations, affirming the rights of its people in the family of nations. Only after halting the genocide, securing justice for the victims, and ensuring Palestine’s rightful place in the international order, can we begin to speak of a sensible, durable solution for all. Until then, the credibility of the international system itself hangs in the balance. For it is not only Gaza that is under siege, but also the very principles of justice and humanity on which our common future depends.”

English
183
26.4K
65.3K
1.4M