Goddard🌻 (bukan anon)

9.8K posts

Goddard🌻 (bukan anon) banner
Goddard🌻 (bukan anon)

Goddard🌻 (bukan anon)

@gotzchu

{Seandainya kita benar-benar paham} Stay pretty. Be educated. Have empathy. Dress well. Get money.

Sidoarjo, Indonesia Katılım Ocak 2019
457 Takip Edilen52 Takipçiler
Goddard🌻 (bukan anon)
@Ariestanabirah @hoshirsn Protein (daging2an) mahal. Sayur dan buah? lebih mahal lagi😭 Beli sawi 1 kg, 30 ribu sendiri. Itu baru 1 sayuran. Buah2an? Jangan ditanya. Alternatif paling murah cuma pepaya & pisang.
Indonesia
0
0
0
19
Berpuisi Healing
Berpuisi Healing@Ariestanabirah·
@hoshirsn Bahkan memasak di rumah pun protein itu mahal huhuhu... pernah beli ayam paha 500 gr sekian puluh ribu, untuk pasutri ya... saya mikir bakal 500gr itu untuk 2x makan lah (4 porsi). Namun, jadinya sedikit loh itu dibandingkan target protein harian T_T.
Indonesia
3
9
156
7.2K
hoshi
hoshi@hoshirsn·
Emang mahal kok Telur ceplok balado 4-5k Kalo telur dadar 3-4k Ayam 8-12k (tergantung bagian mana+bumbu apa) Kalo buat sendiri, 30k cukup buat sehari protein+sayur Buat sekeluarga? Terpenuhi ga kebutuhan protein hariannya? Karbo? Serat? Hidup layak dikira orang kaya
adit surowidjojo@dittolongdit

orang indo banyak yang masih mikir kalo real food itu mahal, cuma bisa dibeli di resto-resto vegan lah ‘wellness’ places lah. padahal kalo dipikir-pikir, makanan warteg, masakan rumahan kita udah real food banget. they just don’t get proper branding. 😅

Indonesia
29
1.1K
5K
179.4K
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀)
Ada yang jamaah ke masjid dengan membawa sajadah sendiri? Sajadah apa saja. Seperti sajadah Persia, sajadah lipat dengan kompas kiblat tertanam, sajadah Turki dengan sulaman emas, atau juga sajadah polos minimalis yang dilipat rapi di tas khusus saat tidak dipakai. Jadi, tiap orang membawa “lantainya” sendiri. Pernah? Seberapa sering? Ataukah jarang? Jika pernah, lanjutkan saja. Jika jarang, coba terapkan mulai sekarang. Kenapa? Karena ada penelitian tahun 2019 (dan ternyata tahun 2017 juga ada penelitian yang sama), dimana sekelompok peneliti di Riyadh memeriksa karpet seratus masjid di lima wilayah kota itu. Hasilnya: 94 persen sampel mengandung berbagai bakteri. Mayoritas adalah flora kulit normal yang relatif jinak, tapi terselip pula MRSA (menurut Grok: sejenis Staphylococcus yang kebal terhadap antibiotik standar) dan Shigella (penyebab disentri), meskipun dalam frekuensi rendah. Salah satu rekomendasi praktis yang muncul dari kajian ini, yang juga muncul di studi serupa di Libya dan Turki, adalah: penggunaan sajadah pribadi. Di samping itu, salat dengan sajadah pribadi itu sah secara fiqih, masuk akal secara higienis, dan tidak melanggar syariat apapun. Sepertinya di Indonesia perlu ada kajian semacam ini. Siapa tahu bisa jadi dasar “kebersihan masjid” yang tidak hanya mencuci karpetnya setiap mau Ramadan saja. Hhe~
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀) tweet media
Indonesia
24
81
235
19.4K
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Dari jaman Caesar juga udah jelas, Militer ga boleh berkuasa. Dari alasan simpel, konflik antara faksi sipil diselesaikan dengan hukum. Konflik antara sipil dan militer? Ga akan pernah imbang. Mereka pegang senjata. Kecuali dua2nya pegang senjata. Dan itu bukan negara.
| A K |@__AnakKolong

Kalau sudah satu pintu dibuka, jangan pernah berpikir mereka tidak akan membuka paksa pintu - pintu berikutnya. _____________ MULAI BANYAK TINGKAH ! _____________ 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝗯𝗮𝗿𝗮𝗸, 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 "𝗯𝗲𝗿𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻". . .

Indonesia
8
395
946
18.7K
mashen
mashen@cursskkied·
man to man nanti misal anak lo bilang,"mama cantik tapi papa kok mirip musang pandan" lo bakalan jawap apa?
Indonesia
537
61
1.5K
94.6K
Goddard🌻 (bukan anon)
@aanniinnd @_Hrst Wkwkwk... Dulu pas saya kecelakaan. Motor langsung dibawa warga ke parkiran RS. Ditaruh pojokan, nyempil. Tanpa permintaan dari saya. Krn posisi saya pingsan. Warga yg bantu udah paham kalo polisi cuma bikin ribet.
Indonesia
0
1
2
44
AanniinndyaPP,, 📖✈☕💾🍫
@_Hrst Gw prnh kecelakaan, ada polisi. Trs tmn gw suruh dateng, sama polisi disuruh bawa motor gw ke "kantor". Gw dibawa ke puskesmas. Untung tmn gw agak lola, jd motor dibawa ke KANTOR KAMI SENDIRI, padahal mksd polisinya dibawa ke kantor polisi. aman deh. 🤣🤣🤣 Lola membawa berkah.
Indonesia
2
6
77
3.1K
Heri
Heri@_Hrst·
Kalo penyelidikan udah selesai, MOTOR BOLEH DIAMBIL GRATIS. jangan mau suruh bayar. Lu cukup bawa Ktp, STNK sama BPKB (kalo udah lunas) buat ambil motor ntu. Kalo dikenakan biaya, tanyain dasar hukumnya apa, laporin ke atasan penyidik, masih ngeyel juga laporin aja ke propam, polda sekalian. Pungli tuh. Telpon 110, nomor itu busa buat pengaduan pungli, telpon langsung depan dia yang minta duit.
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera

Ada aja cara mereka untuk nambah pemasukan 🤣😭

Indonesia
67
1.8K
4.9K
222.9K
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
Potret Lawas
Potret Lawas@potretlawas·
Negeri para penjahat. Anak-anak diperdagangkan dg dalih adopsi. Kejamnya lagi, kejahatan ini diketahui. Banyak pihak, termasuk aparat!, terlibat dan diuntungkan. Aturan mulai diketatkan pada 1983, setelah sindikat penculikan dan perdagangan anak adopsi terbongkar di Jakarta 👇
Potret Lawas tweet media
BBC News Indonesia@BBCIndonesia

Indra Jaya Laksana diadopsi secara ilegal ke Belanda saat masih bayi. Pada 2023, dia mencari ibu kandungnya ke Indonesia. Namun, ibunya sudah tiada. Indra kini ingin menjadi WNI, tapi jalannya tidak mudah. "Kami tidak pernah memilih untuk kehilangan status WNI," kata Indra.

Indonesia
5
368
651
32.2K
Goddard🌻 (bukan anon)
@SarjanaEksu Buat tata kota di Indonesia yg melebar dan menyebar. Bikin jargas muahal. Belum lagi resikonya. Pokoknya, kalo mau benahin infrastruktur gas dan air bersih. Perbaikan tata kota menjadi lebih memusat dan vertical-housing oriented itu harga mati. *kecuali duit berlimpah-ruah
Indonesia
0
0
0
213
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Kenapa plang sekolah tidak kunjung diperbaiki? "tidak ada alokasi anggaran."
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
84
5.5K
13.9K
114.5K
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
Kalanara Mahardika 🎬✨
Inovasi Kampus Indonesia: Ide Bagus yang Susah Jadi Produk Bayangkan kamu udah bikin penemuan keren di lab kampus, menang lomba, dapat pujian dosen, bahkan masuk berita nasional. Tapi setahun kemudian, penemuan itu cuma jadi pajangan di lemari. Familiar? Ini sudah jadi pola yang terus berulang di Indonesia. Indonesia tidak kekurangan talenta dan ide brilian. Setiap tahun, ribuan inovasi lahir dari kampus dan lembaga penelitian di Tanah Air. Paving Block daur ulang seperti yang aku QRT ini bukan yang pertama, tapi implementasi dan komersialisasi ke masyarakat umum memang tidak terasa. Mayoritas penemuan lainnya juga terjebak dalam laboratorium, mati muda karena terjatuh ke dalam jurang maut inovasi. BRIN misalnya, memiliki hampir 600 paten. Tapi hanya sekitar 10 paten yang pernah dilisensikan dan digunakan oleh industri. Angka itu cukup menyedihkan kalau dipikir-pikir. Ratusan paten, tapi hampir semuanya tidur di laci. Masalahnya sering berakar pada kurangnya informasi soal cara mengkomersialisasikan hasil penelitian, sehingga riset yang punya potensi besar pun berakhir hanya sebagai naskah skripsi atau tesis. Kampus tidak mengajarkan cara menjual ide, cara memproduksi massal, cara membaca kebutuhan pasar. Kita benar-benar kekurangan "manufacture-mindset". Jurang maut inovasi adalah kesenjangan antara hasil riset laboratorium dengan kebutuhan industri yang nyata. Di sinilah kebanyakan inovasi Indonesia gugur. Ide sudah matang, prototipe sudah jadi, tapi tidak ada yang tahu bagaimana menyeberangi jurang itu menuju produk yang bisa dibeli orang. Sistem akademik kita ikut berkontribusi. Dosen dan peneliti dinilai dari publikasi di jurnal internasional, bukan dari produk yang berhasil masuk pasar. Jadi wajar kalau begitu riset sudah dipublikasikan, prosesnya dianggap selesai. Tidak ada dorongan kuat untuk melanjutkan ke tahap komersialisasi. Sekarang lihat China. Mereka membangun ekosistem manufaktur terintegrasi yang mencakup seluruh rantai nilai, dari bahan baku dasar hingga produk akhir bernilai tinggi. Skala produksi masif menciptakan economies of scale yang sulit ditandingi, sementara kecepatan inovasi dipacu oleh kombinasi investasi negara dan kompetisi domestik yang sengit. Yang membuat China beda bukan hanya soal modal atau tenaga kerja. Pemerintah China sejak lama menyiapkan kawasan industri terpadu lengkap dengan listrik, air, jalan, hingga pelabuhan. Investor tinggal masuk, bangun, dan langsung produksi tanpa hambatan panjang. Bandingkan dengan Indonesia yang masih bergulat dengan perizinan yang tidak seragam di tiap daerah dan biaya energi yang lebih mahal. Belum lagi pungli dan preman-preman yang acapkali mengadu domba pengusaha dengan masyarakat sekitar. Di China, hampir semua komponen dan bahan baku bisa didapat dalam radius yang pendek. Dalam satu kota industri, kamu bisa menemukan pabrik layar LCD, pemasok plastik, hingga pembuat baut dan mur, semua dalam satu wilayah. Sistem ini yang membuat produk China bisa lebih murah dan lebih cepat diproduksi, bukan hanya karena buruhnya murah seperti stereotip lama. Bahkan sudah banyak buruh China yang bisa hidup sejahtera sekarang ini. Data menunjukkan nilai investasi manufaktur China pada 2024 menembus lebih dari USD 4 triliun, sementara Indonesia masih berada di bawah USD 150 miliar. Selisih itu akibat dari skala ekosistem yang dibangun selama puluhan tahun secara konsisten. Indonesia itu terus berlari menuju digitalisasi dan industri 4.0, tapi fondasi manufaktur dasarnya belum kuat. Sejak 2018, pemerintah meluncurkan peta jalan "Making Indonesia 4.0" dengan ambisi menjadikan Indonesia 10 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030. Tapi data 2024 dan 2025 menyingkap realitas yang kontradiktif: di balik narasi digitalisasi, mesin industri nasional justru menunjukkan tanda-tanda kelelahan struktural yang serius. Kontribusi manufaktur terhadap PDB Indonesia menurun tajam dari sekitar 31,95% pada 2002 menjadi 18,52% pada pertengahan 2024. Ini menunjukkan Indonesia mulai meninggalkan sektor industri sebelum sempat benar-benar matang di sana. Fenomena ini disebut deindustrialisasi prematur, yaitu kondisi di mana kontribusi industri melemah sebelum mencapai titik optimalnya. Di Malaysia dan Thailand, penurunan proporsi industri sejak 2008 tidak lebih dari 4%. Di Indonesia, penurunannya lebih dari dua kali lipatnya. Lalu kenapa? Salah satu jawabannya ada di komoditas. Indonesia sempat terlena oleh buaian harga komoditas. Pada periode 2008 hingga 2012, harga komoditas melonjak tajam sehingga menjual bahan mentah ke pasar ekspor sudah sangat menguntungkan. Tidak perlu mengolahnya di industri. Akibatnya, kemampuan manufaktur tidak pernah berkembang dengan serius, karena tidak ada tekanan untuk berkembang. Kita skip fase belajar membuat produk dengan benar, lalu tiba-tiba ingin punya industri digital kelas dunia. Ini seperti mau lari maraton padahal belum pernah latihan jalan cepat. Persaingan antara produk China dan produk lokal Indonesia bukan pertarungan setara antara efisiensi perusahaan, melainkan antara model industrialisasi negara. Tanpa kebijakan industri yang lebih kuat dan konsisten, produsen lokal akan terus berada dalam posisi defensif, bahkan ketika kualitas dan potensinya sebenarnya tidak kalah. Di sisi kampus, kabar baiknya sudah mulai ada gerakan. Universitas Indonesia misalnya baru-baru ini menggelar pelatihan transfer teknologi dan komersialisasi kekayaan intelektual, sebagai bagian dari upaya mempercepat hilirisasi riset agar bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri. Tapi ini baru langkah awal, dan perlu menjadi kultur, bukan sekadar program sesekali. Setidaknya ada tiga hal yang perlu jalan bersamaan. Pertama, kampus perlu mulai mengajarkan cara berpikir produksi dan komersialisasi, bukan cuma cara menulis paper. Kedua, pemerintah perlu membangun ekosistem industri yang sungguh-sungguh terpadu, bukan cuma memindahkan labelnya ke "Industri 4.0" tanpa fondasi yang kuat. Ketiga, ada butuh jembatan yang nyata antara peneliti dan pelaku industri, bukan sekadar forum sesekali. Karena selama tiga hal itu tidak jalan bareng, inovasi terbaik Indonesia akan terus tidur di laboratorium, dan kita akan terus mengagumi produk dari negara lain yang sebenarnya tidak jauh lebih keren dari buatan kita.
folkative@insidefolkative

Inovasi Teknologi ITB bisa ubah sampah plastik jadi Paving Block ramah lingkungan.

Indonesia
13
49
133
62.6K
ben
ben@anakpwk69·
@ignivellea pecel di batam kek gini 😅
ben tweet media
Indonesia
1
0
0
92
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
INFOMITIGASI
INFOMITIGASI@infomitigasi·
MENGAPA WILAYAH PERKOTAAN DAN KAWASAN INDUSTRI LEBIH SERING TERJADI ANGIN PUTING BELIUNG?? Nah ini mimin jelaskan ya gaes, Secara sederhana, kenapa wilayah perkotaan padat dan kawasan pabrik lebih sering terkena angin puting beliung bisa diibaratkan seperti "oven raksasa" yang bertemu dengan "pengaduk udara". Berikut adalah penjelasannya dalam bahasa bayi...☺️ ​1. Efek "Oven Raksasa" (Kota yang Sangat Panas) Di kota dan kawasan industri, banyak sekali jalan aspal, beton, dan atap pabrik. Benda-benda ini menyerap panas matahari di siang hari dan menyimpannya. Akibatnya, kota menjadi jauh lebih panas (gerah) dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya. Udara yang sangat panas ini sifatnya ringan sehingga akan terbang naik ke atas langit dengan sangat cepat. Udara yang naik dengan cepat inilah bahan baku utama terbentuknya awan badai raksasa. ​2. Polusi sebagai "Pupuk" Awan Badai Kawasan pabrik dan jalanan kota menghasilkan banyak sekali asap, knalpot, dan debu. Di langit, uap air butuh tempat menempel untuk bisa berubah menjadi titik-titik air awan. Nah, asap dan polusi tebal inilah yang menjadi tempat menempelnya uap air. Semakin kotor udaranya, semakin subur dan cepat awan badai hitam (awan Cumulonimbus) itu tumbuh membesar. ​3. Gedung Tinggi Membuat Angin "Terjebak dan Berputar" Bayangkan aliran air deras di sungai yang menabrak banyak batu besar; airnya pasti akan berputar-putar. Begitu juga angin. Saat angin kencang meniup kota dan menabrak gedung-gedung bertingkat atau pabrik besar, anginnya pecah dan berbelok-belok. Tabrakan ini menciptakan pusaran-pusaran angin kecil di dekat permukaan tanah. Ketika pusaran kecil ini tersedot ke atas oleh udara panas yang terbang ke awan (di poin 1), pusarannya ikut berdiri tegak dan membesar menjadi puting beliung. ​4. Tambahan "Panas Mesin" Selain panas dari matahari, kawasan kota dan pabrik juga terus-terusan membuang panas dari mesin-mesin industri, knalpot jutaan kendaraan, dan udara buangan AC. Tambahan "panas buatan" ini membuat udara di bawah awan selalu dalam keadaan mendidih dan tidak stabil, sehingga badai angin punya energi yang tidak ada habisnya untuk terus berputar. ​Intinya gini gaes, Suhu yang luar biasa panas ditambah polusi pabrik mempercepat pertumbuhan awan badai, sementara deretan gedung-gedung tinggi memutar angin di bawahnya hingga akhirnya membentuk belalai puting beliung.
Weather Monitor@WeatherMonitors

This afternoon, a sudden spell of severe weather followed the hot conditions in Jatisari, Jatiasih, Bekasi, West Java.

Indonesia
14
280
816
44.6K
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
ikhwānuddīn 🔍
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin·
Di Tokyo yang lagi panas di musim panas ini, gedung-gedung kantor seperti oven raksasa. Suhu luar 36 derajat, matahari nggak berhenti memanggang atap dan kaca. Di dalam, AC kerja keras, pegawai negeri Tokyo datang pakai setelan jas lengkap (sekitar 1,2 CLO) bakal langsung gerah. Pakaian berlapis itu seperti selimut yang menahan panas tubuh. Jadi ruangan harus didinginkan ekstra dingin supaya tubuh bisa buang panas dengan nyaman. Akibatnya listrik AC boros, gedung kepanasan, dan semua orang gampang kecapekan. Lalu pemerintah kota tetapkan: “Santai aja, PNS boleh pakai polo shirt sama celana pendek boleh.” Pakaian jadi lebih ringan, CLO turun jadi 0,3-0,4. Tubuh langsung lebih mudah melepas panas ke udara ruangan. Ajaibnya, suhu AC boleh dinaikkan 2–3 derajat, tapi tetap terasa nyaman. Beban pendinginan gedung langsung ringan. Panas outdoor yang tadinya harus dilawan mati-matian, sekarang lebih mudah diatasi. Itu cerita Tokyo tahun ini, mengubah pilihan berpakaian karyawan ternyata bisa jadi salah satu cara paling cerdas mengelola Fisika panas gedung. Nggak perlu dinginkan ruangan terlalu rendah, cukup biarkan tubuh manusia bekerja sama dengan bangunan. Hemat energi, lebih nyaman, dan kota pun bernapas lebih lega. Simpel, tapi dampaknya luar biasa. theguardian.com/world/2026/apr… publications.ibpsa.org/proceedings/bs… en.wikipedia.org/wiki/Clothing_…
ikhwānuddīn 🔍 tweet mediaikhwānuddīn 🔍 tweet media
Kompas.com@kompascom

Pemerintah Metropolitan Tokyo mulai mendorong pegawainya untuk mengenakan pakaian lebih santai selama musim panas demi mengurangi penggunaan pendingin ruangan. #ohayojepang #jepangunik #jepang ohayojepang.kompas.com/read/5901/pega…

Indonesia
83
1.3K
5.2K
1.6M
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
Bene Gesserit Rajagukguk
Bene Gesserit Rajagukguk@hugetcigalpa·
Sejak elon kontol dengan kebijakan taik-nya monetize twitter, aku sarankan bersikap skeptis-lah sama akun cenblue yg ngomong soal politik & tragedi. Kemungkinan besar mereka kaya screenshot yg di bawah ini, dan bukan genuinely mau engage dalam topik tersebut.
Bene Gesserit Rajagukguk tweet mediaBene Gesserit Rajagukguk tweet mediaBene Gesserit Rajagukguk tweet media
Indonesia
3
151
1.4K
85.5K
Goddard🌻 (bukan anon)
@inganggita Atau titip beli di loper koran. Kalo agen mereka jualan. Besoknya dikirim ke rumah. Bisa request juga misal di agen mereka gak jualan yg kita cari. Nanti dicarikan sama agennya.
Indonesia
0
0
0
558
ꦇꦁ ∞
ꦇꦁ ∞@inganggita·
Lah dulu sudah pernah ada. Di indomar dulu ada 1 rak khusus majalah/koran/tabloid, ada shonen magz, nakayoshi, dan komik2 elex/level/mnc
An:Cara@An__Cara

@mosmarth Kapan yh indomart/alfamart punya rak komik lokal kayak sevel/kobini di jepang 🫣

Indonesia
628
3.6K
17K
474.2K
Goddard🌻 (bukan anon) retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Setelah gajah Sumatera ditemukan mati 2 ekor kini ditemukan lagi se-ekor harimau Sumatera di temukan mati di bentang alam seblat bengkulu. Kamis 30 april 2026 Bengkulu. Buk @susipudjiastuti 🙏 Source: tempo.co/lingkungan/set…
Sumatera Adil & Federal tweet media
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera

Lagi dan lagi, mati di areal konsesi korporasi. 2 ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati dlm areal PT Bentara Arga Timber (BAT)

Indonesia
253
13.3K
29.5K
710K