Gustho

4.8K posts

Gustho banner
Gustho

Gustho

@gustho99

Software Engineer, Backpacker, Coffee Addict

Jakarta Capital Region Katılım Mayıs 2011
1.8K Takip Edilen399 Takipçiler
Gustho retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Bukan kisah nyata. Tapi banyak kejadian serupa 🙏:
Indonesia
222
3.7K
13K
292.1K
Gustho retweetledi
David Alfa Sunarna
David Alfa Sunarna@davidsunarna·
Ditengah kenaikan harga bensin non-subsidi yang sangat tajam. E-KTP harusnya bisa digunakan untuk implementasi program subsidi BBM, sehingga penggunaannya bisa tepat guna dengan teknologi. Contoh negara Malaysia yang sukses implementasi MyKad (E-KTP) untuk membatasi pembelian BBM subsidi.
Indonesia
30
160
349
6.6K
Gustho retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Gak cuma ikan sapu-sapu yang bikin ikan lain punah. Tapi mereka yang paling gak ngelawan kalau disikat. Data KLHK, 60% sungai Indonesia rusak berat. Faktor utamanya limbah dan bendungan (mengancam migrasi ikan). Dan limbah yang paling mengganggu reproduksi ikan: MIKROPLASTIK.
Indonesia
7
940
2.5K
51.9K
Gustho retweetledi
Virdian Aurellio
Virdian Aurellio@virdianaurellio·
Iya iya percaya kita. Rakyat kan bodoh semua, yang pinter kalian aja 🙏 Andrie Yunus disiram karena motif pribadi. Affan dilindas tidak sengaja. Gas air mata di Kanjuruhan ketiup angin. BGN pengadaannya buat gizi murid Indonesia. Kabinet sekarang efisiensi. Kalau kata Michael Foucault ini namanya regime of truth. Bahwa kekuasaan bisa mendefinisikan realitas sesuai yang mereka inginkan
Indonesia
14
444
860
5.9K
Gustho retweetledi
ferizandra
ferizandra@ferizandra·
Seorang petani mengaku kesulitan memasok hasil panennya ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)... Keluhan itu muncul merespons pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebut program MBG mampu menggerakkan ekonomi petani kecil di pedesaan... Di lapangan, dia menilai pasokan kebutuhan dapur MBG diduga lebih banyak dikuasai pihak bermodal besar, sehingga hasil panen petani kecil belum terserap optimal... Dia pun meminta pemerintah, khususnya Menteri Pertanian, turun langsung ke lapangan untuk memastikan program MBG benar-benar memberi manfaat bagi petani kecil di desa... Sumber : ketikan.com Kemarin banyak buzzer yang bilang program MBG membantu petani, namun pada kenyataannya pemodal besar yang bisa mendapatkan pesanan dalam jumlah besar dari dapur MBG...
Indonesia
23
306
527
7K
Gustho retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Hi @ecommurz 👋🏼 Ini Ririe, makasih supportnya! Ibam titip pesan. Kenapa dia mau fight kriminalisasi sampai titik darah penghabisan, karena ingin ujungnya semua bisa teriak lantang: "Ngga perlu takut bantu Indonesia!" 11 hari jelang putusan, teman2 mohon bantu share di IG ya 🙏🏼
Ibrahim Arief tweet media
Indonesia
35
1.9K
3.7K
66.1K
Gustho retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Indonesia. 1.Penghasil CPO terbesar didunia. 2.Penghasil nikel no.1 dunia. 3.pengasil batubara no.3 dunia 4.penghasil emas no.1 dunia 5.penghasil timah no.2 dunia 6.Hutan no.6 terbesar dunia 7.Hasil laut no.2 dunia Yg nikmati; Penguasa. Yg bersenjata. Pejabat. Dan oligarki.
Indonesia
201
6.4K
12.3K
145.4K
Gustho retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada usulan dari DPR yang menurut gue seharusnya jadi topik paling ramai dibicarakan hari ini tapi sayangnya tenggelam di antara semua berita geopolitik dan drama pengadaan. Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengusulkan: negara tanggung 100 persen iuran BPJS Kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Dan hitungannya sudah dia paparkan langsung di rapat dengan Kementerian Kesehatan. Angkanya dulu: 225,94 juta orang peserta di luar kategori Pekerja Penerima Upah. Dikali iuran Rp42.000 per bulan. Dikali 12 bulan. Hasilnya: Rp113 triliun per tahun. Dan Charles langsung melempar pertanyaan yang menurut gue paling tepat sasaran: Mampu enggak negara? Mampu Pak. Membiayai program lain yang jauh lebih besar saja mampu. Dan ini yang paling pedas dari seluruh pernyataan Charles: Program lain malah dipakai buat motor trail, Pak. Ini buat kesehatan rakyat, Pak. Satu kalimat. Tapi isinya sangat berat. Karena kita semua tahu angka-angkanya: MBG: Rp171 triliun per tahun. Dengan 8 potensi korupsi yang sudah diidentifikasi KPK. Dengan pengadaan sikat semir sepatu Rp1,6 miliar. Dengan motor listrik Rp1,2 triliun. Dengan kaos kaki Rp100.000 per pasang. BPJS Kesehatan 100 persen untuk seluruh rakyat: Rp113 triliun per tahun. Dengan manfaat yang langsung terasa setiap orang yang sakit bisa berobat tanpa takut tidak bisa bayar. Selisihnya bahkan lebih murah. Dan dampaknya jauh lebih terukur. Masalah yang mendorong usulan ini dan ini realita yang menyakitkan: Sistem BPJS sekarang punya lubang besar yang sudah lama diketahui tapi tidak kunjung diselesaikan: data kepesertaan yang kacau. Ada ratusan ribu bahkan jutaan warga miskin yang secara data masuk kategori mampu karena kesalahan pendataan. Mereka masuk desil 8 atau lebih tinggi di atas kertas. Tapi di lapangan mereka tidak sanggup bayar iuran bulanan. Charles mencontohkan seorang ibu di Jakarta suaminya kerja serabutan, penghasilan tidak menentu. Tapi karena data administrasinya salah dia tidak masuk kategori penerima bantuan. Harus bayar BPJS mandiri. Sementara hidup di Jakarta dengan Rp2 juta sebulan saja sudah susah. Dan ketika mereka tidak bayar kepesertaannya nonaktif. Mereka jatuh sakit tidak bisa berobat dengan BPJS. Harus bayar penuh. Ini adalah ironi terbesar dari sistem yang seharusnya melindungi rakyat yang paling rentan. Kenapa solusi verifikasi data" tidak cukup: Pemerintah selalu menjawab masalah ini dengan satu jawaban: kita akan perbaiki data Tapi perdebatan soal verifikasi data sudah berlangsung bertahun-tahun. Sementara itu setiap hari ada orang yang sakit dan tidak bisa berobat karena terjebak di limbo administratif antara "mampu" di atas kertas dan "tidak mampu" di lapangan. Charles menyebut ini dengan sangat tepat: perdebatan verifikasi data yang tidak kunjung selesai hanya memperpanjang ketidakpastian bagi warga yang paling butuh kepastian. Solusi paling simpel: tanggung semuanya. Selesai. Tidak perlu verifikasi. Tidak perlu data yang sempurna. Semua warga negara Indonesia dapat BPJS gratis. Apakah ini fiskal realistis? Rp113 triliun per tahun terdengar besar. Tapi mari bandingkan: MBG 2026: Rp171 triliun dalam satu tahun, dengan tata kelola yang menurut KPK sendiri belum memadai. Kalau dari anggaran-anggaran itu ada yang bisa dirasionalisasi Rp113 triliun untuk BPJS gratis 100 persen bukan angka yang tidak mungkin dijangkau. Dan ini investasi yang paling langsung dampaknya ke rakyat terbawah yang sekarang tidak punya jaring pengaman kesehatan yang efektif. Yang paling bikin gue geleng-geleng: Ini bukan ide baru. Konsep universal health coverage sudah lama dibicarakan. Negara-negara yang jauh lebih miskin dari Indonesia sudah menjalankannya. Thailand menjalankan sistem kesehatan universal sejak 2002 dengan premi nol untuk semua warga. Sri Lanka. Bangladesh. Bahkan beberapa negara Afrika. Indonesia dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara masih berdebat soal siapa yang berhak dapat BPJS subsidi dan siapa yang tidak. Sementara di sisi lain anggaran negara mengalir ke motor trail, kaos kaki Rp100.000, dan sikat semir sepatu dengan harga tiga kali lipat pasar. Rp113 triliun untuk kesehatan gratis semua rakyat Indonesia atau Rp171 triliun untuk program makan yang menurut survei 88% manfaatnya dinikmati pejabat dan pengelola dapur? Ini bukan pertanyaan yang sulit dijawab secara moral. Yang sulit adalah menjawabnya secara politik karena selalu ada kepentingan yang lebih besar dari kesehatan rakyat yang masuk dalam kalkulasi anggaran negara. Charles sudah berani mengajukan pertanyaan yang tepat. Sekarang tinggal satu pertanyaan lagi: Adakah yang berani menjawabnya dengan aksi nyata?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
50
307
585
24.3K
Gustho retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Diam dilupakan seolah sudah pulih, begitulah dalam benak penguasa negara
Indonesia
55
2.6K
4.5K
49.5K
Gustho retweetledi
Giri Kuncoro
Giri Kuncoro@girikuncoro·
Sebagai engineer Indo yang belajar banyak dari Ibam, baca ini sakit hati rasanya. Satu-satunya saran buat teman-teman tech di titik ini: usahakan cari jalan untuk berkarier di luar negeri. Kalaupun stay, jauh-jauh dari public sector atau pemerintahan, tetap di private sector. Teknologi di Indonesia sudah selesai. Investasi terbaik saat ini yang bisa kita berikan buat generasi berikutnya: berkarya sebaik-baiknya di luar negeri dan membangun network seluas-luasnya. Selamat tinggal keadilan, selamat jalan teknologi Indonesia. Unicorn era was a nice ride.
Ibrahim Arief@ibamarief

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)

Indonesia
99
2.6K
6.3K
272.8K
Gustho retweetledi
Virdian Aurellio
Virdian Aurellio@virdianaurellio·
Rakyat diminta berhemat. Tapi pejabatnya hedon dan buang buang anggaran. Bukan ini implementasi kebijakan yang benar! Jangan tebang pilih penegakan hukum! Lawan politik diadili dengan alasan kerugian negara. Badan Gizi Nasional terang-terangan melakukan pemborosan depan mata justru didiamkan. Adili segera!
Indonesia
60
3.1K
5.2K
47.9K
Gustho retweetledi
Tom Wright
Tom Wright@TomWrightAsia·
BREAKING; Indonesia’s Attorney General has charged Ibam with 15 years in prison and IDR16.5b in fines. Let’s be clear, there is no crime. This is a political witch-hunt by dark forces who didn’t like changes in the education ministry. Indonesia’s legal system is broken. Verdict in two weeks.
Tom Wright@TomWrightAsia

Meet Ibrahim Arief. A top-tier Indonesian engineer involved with some of the nation's best-known tech unicorns. Now he's under arrest, awaiting trial in a politicized case that's deeply hurting Indonesia's reputation. His story is distressing. 1/6

English
92
5.3K
9.7K
296.4K
Gustho retweetledi
BBC News Indonesia
BBC News Indonesia@BBCIndonesia·
Pengadaan tablet hingga semir sepatu untuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) yang nilainya diduga berada di atas harga pasar disebut pengamat menjadi alarm serius bagi tata kelola keuangan negara. bbc.com/indonesia/arti…
Indonesia
209
950
1.4K
70.9K
Gustho retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
810
14K
20.1K
2.7M
Gustho retweetledi
Gustho retweetledi
Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli@GunRomli·
SKANDAL PIRING & SENDOK MBG RP4 TRILIUN Tidak usah dengarkan pejabat "Pokoknya Ada" itu. Tidak ada inflasi pengamat, yang ada surplus pejabat. Setiap warga negara berhak mengamati penyelenggara negara. Mau apa kek ijazahnya! Situ saja yang keahliannya merayap di tanah seperti laba-laba dan mengukur suhu kolam renang bisa masuk kabinet. Setelah pengadaan motor listrik Emmo Rp2,4 triliun, kita lanjut menguliti "kegilaan" di Badan Gizi Nasional (BGN). Tahun 2025, laman SiRUP LKPP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) mencatat alokasi terbesar: Rp4,19 triliun untuk pengadaan alat makan bagi SPPG di Provinsi DI Yogyakarta. Total anggaran MBG/BGN 2025 adalah Rp71 triliun. Berarti, 6% habis hanya untuk alat makan di Yogyakarta (di luar paket pengadaan 17 juta sendok bebek senilai Rp102 miliar yang dilakukan terpisah). Rincian paket: volume 15 SPPG. Produk Dalam Negeri (PDN). Usaha Kecil. Metode E-Purchasing. Pengumuman paket 10 April 2025. Pemilihan vendor Mei 2025. Pelaksanaan kontrak Mei–Juni 2025—duit Rp4 triliun lebih hanya untuk dua bulan! Coba dipikir: pengadaan alat makan di 15 dapur bisa setara membangun stadion JIS atau tiga jembatan besar di Papua. Rp4,19 triliun untuk 15 dapur artinya alat makan satu dapur Rp279 miliar, padahal biaya bangun satu dapur saja taruhlah cuma Rp1 miliar–Rp3 miliar. Masak piring, sendok, dkk., 100 kali lebih mahal dari biaya bangun? Jika satu set alat makan premium harganya Rp100 ribu, maka Yogyakarta akan mempunyai 41,9 juta set, sementara populasi Yogyakarta 3,7 juta jiwa. Artinya, setiap satu orang Yogyakarta punya 11 set alat makan premium baru. Kalau dikasih ke 15 SPPG, maka setiap SPPG dapat 2,7 juta set alat makan premium. Mau ditaruh di mana piring-sendok sebanyak itu? Hambalang? Untuk mendistribusikan 41,9 juta set piring dalam 2 bulan, dibutuhkan setidaknya 1.400 perjalanan truk kontainer 40 kaki. Masuk akal tidak? Pengadaan Rp4,19 triliun untuk usaha kecil? Itu melanggar Perpres Pengadaan yang mensyaratkan di atas Rp15 miliar harus non-usaha kecil. Coba mau bilang apa pimpinan BGN—yang pada 2025 anggaran sarana pendukungnya Rp30 miliar dan kegiatan expose serta publish agenda kegiatannya Rp28,5 miliar itu—tentang "kegilaan" proyek alat makan Yogyakarta ini? Sudahlah. BGN ini bubarkan saja. Kubur bersama motor listrik, piring, sendok, garpu... yang kelak juga bakal berakhir sebagai barang rongsokan. 20 tahun puasa dari pemerintahan memang pedih, tapi ya, jangan sekasar ini jugalah mainnya.... Salam, AEK facebook.com/share/p/1ERS6S…
Mohamad Guntur Romli tweet mediaMohamad Guntur Romli tweet media
Indonesia
74
467
774
27.7K
Gustho
Gustho@gustho99·
@muthijairoi @NenkMonica Memang dr rmh k transportasi umum udh pasti dekat? Dari rumah k transportasi umum bisa naik sepeda kyk d Jepang. Sangat efisien naik sepeda.
Indonesia
2
0
2
298
🅜🅐🅓🅤 🅚🅔🅛🅤🅛🅤🅣 ☜(`o´)
@NenkMonica Efesiensi yang benar itu naik transportasi umum , nanti rakyatnya contoh naik transportasi umum. Kalo naik sepeda seharga 130 juta rakyatnya naik ontel , bagaimana itu. Bike to work kurang efektif, tapi kalo mengurangi polisi udara sih yes, kalo efesiensi no!
Indonesia
8
27
315
16.6K
Gustho retweetledi
Virdian Aurellio
Virdian Aurellio@virdianaurellio·
Kalau Teddy bilang ada Inflasi Pengamat Maka dengan logika yang sama ia harusnya setuju ada Inflasi korupsi dan normalisasi kerugian negara Keadaan dimana kita dulu melihat korupsi e-KTP nampak besar. Korupsi BTS nampak besar. Korupsi Jiwasraya nampak besar Ternyata itu cuma beberapa hari anggaran MBG. Yang dikelola secara abuse of power oleh BGN
Indonesia
79
2K
4.3K
62.5K
Gustho retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu. BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR. Tanpa persetujuan Kemenkeu. Dan kantornya distributor motor itu belum jadi. Baca lagi. Kantornya belum jadi. Tapi motornya sudah ada di Indonesia. Kronologi yang perlu lo tahu: 2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini. Secara resmi. Diblokir. 2026 BGN tetap beli. 21.000 unit. Sudah masuk ke Indonesia. Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi. Tidak pernah dapat laporan. Tidak pernah diminta persetujuan. Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris. Dan ini yang paling bikin gue speechless. Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah: kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun. Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana. Terjemahannya: motor sudah dibeli, distributor sudah ditunjuk, l okasi SPPG sudah disiapkan semua sebelum kantornya selesai dibangun. Something fishy, kata Charles. Dan gue setuju. Pertanyaan yang harus dijawab: Satu siapa yang beli? BGN beli 21.000 unit motor listrik. Dari merek apa? Importir mana? Harganya berapa per unit? Total anggarannya berapa? Dua dari anggaran mana? Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026? Ada pos anggaran yang tidak terpantau? Tiga siapa distributornya? Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang. Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis? SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa? Untuk koordinasi antar lokasi? Oke, mungkin. Tapi 21.000 unit? Tanpa laporan ke DPR? Ini bukan soal motor listriknya. Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun. Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama? Dan ini yang paling menyakitkan: Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya. Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen. Dan yang rugi? Sama seperti biasa. Rakyat yang bayar pajak. Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan. Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR. Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan. Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.1K
15.8K
31.4K
1.3M
Gustho retweetledi
Nda ! 🧳
Nda ! 🧳@Naandaa27·
Ratusan Siswa2 SMPN 1 Dayeuhkolot Bandung mengembalikan paket makanan MBG krn bau. Makanan tsb dari SPPG Citeureup ! Kejadian spt ini terus berulang Makanan terbuang sia2. Uang rakyat juga terbuang sia2 Sedang SPPG tetap dapat insentif 6jt/hari ! ---- Sarapan Rusdi Selasa
Indonesia
276
2K
3.4K
46K