5.8K posts

• banner
•

@hindaaamm

asbun doang isinya

Katılım Mayıs 2013
187 Takip Edilen250 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
•
@hindaaamm·
I like to cut off, mute, unfollow, and block people because this is my world you only exist if i let you in
English
1
0
1
5.6K
•
@hindaaamm·
melihat sebelum tahun 2019 gatau kenapa hati selalu gelisah kayak ada yang dirindukan tp gabisa diulang kembali
Indonesia
0
0
0
7
️️️️Rif.
️️️️Rif.@badgen1us_·
mksd gw, kenapa semuanya baju ijo 😭
️️️️Rif. tweet media️️️️Rif. tweet media️️️️Rif. tweet media
Indonesia
900
3.6K
25.7K
454.8K
•
@hindaaamm·
@ahmaddfdhil kalaupun km ga sepakat ak ga akan ngomel² kek gender sebelah
Indonesia
1
0
0
10
•
@hindaaamm·
akhirnya bisa lebih bersyukur punya emak yg gabisa naik motor, minimal gajadi bahan sumpah serapah orang lain dijalan + ngga membahayakan pengendara yg udah hati² dijalan hehe
Indonesia
2
0
0
71
DIMDIM
DIMDIM@dimasdwikidrmwn·
mohon maaf, kamu umur berapa yaa ka? saran yang kamu maksud, untuk thomas & friends mungkin😊
🐶🦁@lmhmkl

@CommuterLine Saran aja untuk ke depannya... Kalau kereta jauh mau lewatin stasiun jarak dekat sebaiknya bawanya agak dipelankan jangan terlalu kencang🙏🙏🙏 mohon maaf kalau ada salah kata

Indonesia
295
6K
30.6K
754K
•
@hindaaamm·
semoga kita gapernah jadi alasan atas celakanya orang lain dan jg semoga kita bisa senantiasa mempermudah urusan orang lain, aamiin
Indonesia
0
0
0
32
•
@hindaaamm·
@cinnamongirlc nah ini setuju bgt, skrg malah ngurusin catering
Indonesia
0
0
1
359
🌸🌼
🌸🌼@cinnamongirlc·
daripada nutup prodi prodi di kampus, mending nutup akpol. polisi udah kebanyakan, lagian lulusan polisi maaf banget kita udah banyak tau secara akademik gimana, saking banyaknya mereka juga punya kerjaan sambilan lain (ngelola dapur MBG misalnya).
Indonesia
148
17.2K
56.9K
837.9K
•
@hindaaamm·
education isn’t a luxury, it’s a necessity. kalo fondasinya lemah, ya tinggal tunggu runtuh.
Indonesia
0
0
0
43
•
@hindaaamm·
@_urcoffeemate 1 orang yang ga sabaran, berakhir menjadi banyak korban😢
Indonesia
0
0
0
62
•
@hindaaamm·
@Txtdariiugm gada apa²nya dibanding anggaran mbg
Indonesia
0
0
0
119
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
@VisionerUmkm Sejak lama saya berkomunikasi melalui media sosial, karena saya ingin meninggalkan jejak digital setiap komitmen, janji agar bisa digunakan sebagai bukti untuk menagih.
Indonesia
365
2.8K
4K
0
•
@hindaaamm·
sesuatu yg ga biasa bagi lu bkn berarti ga biasa jg bagi org lain ya kampret
Indonesia
0
0
0
68
• retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
418
20.8K
51.6K
1.3M
Zaka✨
Zaka✨@zakariamlk·
KATA ORANG ENAK, TAPI KAMU GA SUKA :
Indonesia
2.3K
105
2.6K
398.7K
•
@hindaaamm·
nanas dingin = syurga
Indonesia
0
0
0
40
•
@hindaaamm·
is it just me or provider biru makin ke sini makin jelek yh sinyalnya?
Indonesia
0
0
0
36
•
@hindaaamm·
alhamdulillah masih dikasih cuaca panas sama allah🤲
Indonesia
0
0
0
40
•
@hindaaamm·
hawa panas siang ini berasa kek menyengat bngt sampe bikin pening kepala
Indonesia
1
0
0
43