iankmscheong

4.2K posts

iankmscheong

iankmscheong

@hupgupta

Professional ragebaiter. setiap tweet adalah social experiment.

Singapore Katılım Şubat 2025
81 Takip Edilen32 Takipçiler
iankmscheong
iankmscheong@hupgupta·
@SaoirseSinwar Ga boleh. Rumah sakit itu punya kode etik. Jangankan cm soal berhijab, pembunuh berantai yg sekarat aja wajib ditolong dokter.
Indonesia
0
0
1
40
iankmscheong
iankmscheong@hupgupta·
@cryptolilyta Jangan ikutin saran marriage dari feminazi twitter dan makhluk2 tiktok
Indonesia
0
0
0
14
Lilyta
Lilyta@cryptolilyta·
Unpopular opinion about marriage Just wondering, is marriage scary?
Lilyta tweet media
English
168
105
760
5.4M
neohistoria Indonesia
neohistoria Indonesia@neohistoria_id·
Jika kita membedah Sejarah dengan pisau analisis struktural, kita akan menemukan bahwa Islamofobia, Queerfobia, dan bahkan Kristenofobia adalah cipta kondisi sosial yang sengaja dipelihara. Kapan kita sadar tentang hal ini? Ketiganya merupakan gejala dari penyakit yang sama: sebuah sistem imperialis dan kapitalis yang sangat bergantung pada konflik horizontal agar sistem tersebut tetap bertahan. Imperialis Eropa tidak menaklukkan dunia hanya dengan kekuatan senjata; mereka menaklukkannya dengan memanipulasi identitas. Untuk mengontrol populasi yang jauh lebih besar dari mereka, kaum imperialis memetakan, mengkategorikan, dan menciptakan hierarki di antara penduduk lokal. Mereka memberikan hak istimewa kepada satu kelompok agama atau etnis, sambil merampas hak kelompok lain. Ketika kemerdekaan diraih, batas-batas negara sering kali digambar sembarangan oleh mantan penjajah, meninggalkan bom waktu berupa konflik etnis dan agama, seperti di India dan Pakistan, bahkan penjajahan Israel di Palestina. Luka sejarah ini kemudian diwariskan. Konflik agama tak lebih merupakan warisan dari strategi pecah-belah ini. Alih-alih menyadari bahwa sumber penderitaan mereka adalah struktur ekonomi pascakolonial yang menindas, masyarakat diakar-rumput dimanipulasi untuk melihat tetangga mereka yang berbeda agama sebagai ancaman. Kapitalisme membutuhkan kelas pekerja yang terpecah belah. Jika seluruh masyarakat kelas pekerja (apapun agama, ras, dan orientasi seksualnya) menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan ekonomi yang sama, seperti upah yang layak, perumahan, akses kesehatan, mereka akan bersatu dan "meninju ke atas" (punching up) ke arah segelintir elit yang menguasai kekayaan. Islamofobia: Sejak era Perang Dingin berakhir dan berganti dengan narasi War on Terror, Islamofobia diproduksi secara massal oleh kompleks militer-industri. Ketakutan terhadap Islam digunakan untuk melegitimasi invasi imperialis demi penguasaan sumber daya dan membenarkan anggaran militer triliunan dolar untuk melindungi kepentingan nasional. Di tingkat domestik, pekerja kerah biru di negara Barat dibuat percaya bahwa imigran Muslim-lah yang "mencuri pekerjaan mereka," bukan korporasi yang memindahkan pabrik untuk mencari buruh murah. Queerfobia: Kapitalisme sangat bergantung pada struktur keluarga inti tradisional (heteronormatif) sebagai unit ekonomi dasar untuk mereproduksi tenaga kerja baru (anak-anak/buruh masa depan) dan membebankan kerja-kerja perawatan yang tidak dibayar (mengurus anak, memasak) kepada perempuan. Eksistensi kelompok queer dianggap mengancam efisiensi jalur perakitan ini. Selain itu, politisi sayap kanan sering kali memicu kepanikan moral terkait isu LGBTQ+ murni untuk mendistraksi pemilih dari kegagalan pemerintah dalam menyediakan jaring pengaman sosial. Kristenofobia: Di beberapa wilayah non-Barat, minoritas Kristen sering kali dijadikan kambing hitam oleh elit lokal (oligarki) yang gagal menyejahterakan rakyatnya. Di sisi lain, di negara-negara Barat mayoritas Kristen, politisi populis sering menciptakan narasi palsu bahwa "Kekristenan sedang diserang" agar kelas pekerja kulit putih yang miskin tetap mendukung kebijakan pro-miliarder, demi "mempertahankan nilai-nilai agama." Ketika seorang pekerja yang kesulitan membayar tagihan listriknya diajarkan untuk membenci tetangganya yang seorang gay, atau ketika seorang penganut agama tertentu diajarkan untuk mencurigai imigran yang berbeda keyakinan, energi perlawanan mereka tersedot habis. Inilah yang disebut sebagai konflik horizontal atau punching sideways. Masyarakat terlalu sibuk berdebat tentang siapa yang berhak menggunakan toilet umum atau membangun tempat ibadah, sementara para CEO korporasi besar terus menghindari pajak dan memotong hak-hak buruh. Media massa yang dikuasai konglomerat dan algoritma media sosial meraup keuntungan (engagement) tertinggi dari kemarahan dan polarisasi. Sentimen kebencian adalah komoditas yang sangat menguntungkan. Sejarah mengajarkan kita satu hal yang pasti: elitisme dan kapitalisme paling takut pada solidaritas. Selama Islamofobia, queerfobia, dan Kristenofobia dilihat sebagai "masalah moral" atau "benturan peradaban"—dan bukan sebagai alat kendali politik-ekonomi—status quo akan tetap aman. Sebagai masyarakat, kita harus mulai mengenali siapa yang sebenarnya menuai keuntungan secara materiel ketika orang-orang di kelas bawah saling menghancurkan. Cui bono? Pembebasan sejati tidak akan terjadi dengan menindas sesama kelompok yang terpinggirkan, melainkan dengan mengarahkan kemarahan kolektif kita ke atas, membongkar sistem yang sengaja memecah belah kita sejak awal. Referensi: D'Emilio, J., 'Capitalism and Gay Identity', dalam A. Snitow, C. Stansell, dan S. Thompson (eds.), Powers of Desire: The Politics of Sexuality, New York, Monthly Review Press, 1983. Federici, S., Caliban and the Witch: Women, the Body and Primitive Accumulation, New York, Autonomedia, 2004. Harvey, D., A Brief History of Neoliberalism, Oxford, Oxford University Press, 2005. Herman, E. S., dan Chomsky, N., Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media, New York, Pantheon Books, 1988. Kumar, D., Islamophobia and the Politics of Empire, Chicago, Haymarket Books, 2012. Mamdani, M., Define and Rule: Native as Political Identity, Cambridge, MA, Harvard University Press, 2012. Said, E. W., Orientalism, New York, Pantheon Books, 1978.
neohistoria Indonesia tweet media
🍉iwin🍉@niwseir

Ini bukan islamophobia tapi minoritas-phobia. Negara ini melanggengkannya dengan peraturan bersama 2 menteri dalam negeri dan agama. Peraturan ini membuat pendirian rumah ibadah/kegiatan ibadah wajib mendapatkan izin dari warga mayoritas. Kartu mati untuk minoritas jenis apapun.

Indonesia
22
135
496
14.5K
iankmscheong retweetledi
𐙚 ̊💗
𐙚 ̊💗@lvsdiana_·
men want one thing and it's not sex, it's to watch arsenal bottle every trophy known to mankind....
English
281
6.7K
34.4K
343.6K
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Jadiiii... Beneran ada orang yang pake kaki kiri buat rem dan kaki kanan buat ngegas kalau nyopir mobil? Seriusan ada? Bahkan nyetir matic pun pakai dua kaki?
Indonesia
213
18
434
84.5K
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Izin memperjelas serba-serbi coli (onani) yang dibahas oleh dr. Tirta 1. 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗽𝗿𝗶𝗮 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝘂𝗯𝘂𝗿 Penelitian terbaru tahun 2026, menunjukkan bahwa semakin lama sperma "disimpan" sebelum ejakulasi, dapat membuat kualitas sperma menjadi lebih buruk. Perburukan kualitas tersebut meliputi kerusakan DNA, stress oksidatif, hingga gangguan pergerakan sperma. Hal tersebut bisa terjadi karena sperma yang "disimpan" di tubuh akan mengalami penuaan dan kualitasnya menurun drastis. Ejakulasi lebih sering, baik melalui aktivitas seksual atau masturbasi, dapat “membersihkan” sperma rusak dan meningkatkan peluang kehamilan alami maupun IVF. 2. 𝗘𝗷𝗮𝗸𝘂𝗹𝗮𝘀𝗶 𝗺𝗶𝗻𝗶𝗺𝗮𝗹 21 𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗽𝗲𝗿 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗮𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗸𝗮𝗻𝗸𝗲𝗿 𝗽𝗿𝗼𝘀𝘁𝗮𝘁 Penelitian tahun 2016 menunjukkan bahwa orang yang ejakulasi minimal 21 kali per bulan, ternyata memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah (19%) dibandingkan dengan yang "hanya" ejakulasi 4-7 kali per bulan. Kedua penelitian ini jadinya mempertanyakan ulang sebenarnya berapa idealnya frekuensi ejakulasi pada laki-laki per bulannya. Terima kasih dok sudah menyuarakan! Semoga bermanfaat! Sumber: 1. Sanghvi (2026). Sperm storage causes sperm senescence in human and non-human animals. 2. Rider (2016). Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up
TIRTA@tirta_cipeng

Serba serbi coli (onani) dengan kualitas sperma dan Ca prostat. Mari diluruskan selurus2 nya Source: doi.org/10.1016/j.euru… tau.amegroups.org/article/view/1…

Indonesia
445
1.7K
11.1K
1.6M
Mineೀ | freetag
Mineೀ | freetag@souwviet·
@tanyarlfes Lah kalo sama bos mah digaji. Coba kalo sama suami, duit bulanan gak setara gaji, tapi nyuruh ini itu lebih banyak dari bos. Kalo duit bulanan setara gaji gua kerja sih, suami mau nyuruh apapun juga gua jabanin, lol. Belom lagi ada suami yang kdrt, pelit, selingkuh, dll
Indonesia
82
10
188
73.4K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 menurut kalian gimana? aku kaget cowo aku repost vt gini.. cowo yang mikir gini tuh mereka ga siap buat menjalin hubungan ga si?
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
344
181
5.6K
624.6K
僑務委員會 OCAC
僑務委員會 OCAC@OCAC_TAIWAN·
Happy Easter! Is your luck ready to hatch? OCAC presents 10 "Great Fortune" April eggs. Screenshot to reveal your lucky keyword for the month and enter our giveaway! 【How to Enter】 1. Follow our account 2. Screenshot the moving egg to hatch your luck. 3️. Reply to this post with your screenshot and let’s spread the good vibes! 【X Prize】 20 lucky winners will each receive an Amazon USD 15 gift card! Giveaway ends: 4/10
English
190
81
530
2.9M
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Lagi ramai bahas vasektomi, izin menjelaskan dari sisi medis ya 🙏🙏 Vasektomi itu bukan kebiri. Bukan potong biji. Dan tidak menghilangkan kejantanan. Tapi kenapa masih banyak yang salah paham? Karena jarang dijelaskan dengan cara yang sederhana.. Yuk kita bahas ...
Tubagus Siswadi W tweet media
Indonesia
28
352
923
42.3K
iankmscheong retweetledi
Gabbar
Gabbar@Gabbar0099·
Americans and Europeans finally realizing it was never Islam
English
426
4.5K
41.8K
772.8K
iankmscheong
iankmscheong@hupgupta·
@Momooo1717 Selama anak istri masi bisa makan enak mah kita seneng wkwkwk
Indonesia
0
0
1
23
ramamount 🏞️
ramamount 🏞️@Momooo1717·
Salut banget sama cowo tukang boong 🥹 Barusan ada rekan kerja cerita, Gara2 kebutuhan rumah yang makin hari makin meroket, dia milih untuk berbohong ke istrinya, kalo di kerjaan dapat benefit sarapan tiap pagi Padahal realitanya beliau selalu sarapan gorengan 1 biji dan banyak2in minum air putih biar kerasa kenyang.. Demi apa? Biar istirnya dirumah gak kepikiran dan demi mencukupi kebutuhan sehari2 keluarga kecilnya (dia dan istrinya) Gamau judging “cowo miskin, cowo ga efforrt, kalo susah gausa nikah goblog” Menurutku kata2 diatas jauh dari sifat beliau yg pekerja keras, sering lembur, bahkan bantu2 jualan dilapak org setelah pulang kerja. Cuma aja keadaan negara ini yang bikin hal ini terjadi, dan kurasa bnyak org diluaran sana yang kurang lebih punya cerita serupa, cuma jarang ada yang nge up ke media.. Dan mau ngasih tau ajaa, ga semua cowo susah/miskin itu gamau usaha. Memang belum dpt jalannya aja. Aku percaya, tiap orang punya jalan dan rejeki masing2 🥰😇
ramamount 🏞️ tweet media
Indonesia
287
1.3K
6.3K
338.7K
JEWGONDESE
JEWGONDESE@sugondese6666·
IGRS mah cuman permulaan bjir, bentar lagi music, film, buku, bahkan maenan....bakal kena otak atik pemerintah 😂 bayangin lu gabisa beli mokit tank soviet karena dianggep dukung komunis 😂. atau lu gabisa denger lagu/nonton drama china karena dianggep komunis.
Indonesia
62
4.1K
12.1K
131.4K
iankmscheong retweetledi
Commie Gibberish of the Day
Commie Gibberish of the Day@CommieGibberish·
Isn’t it crazy how every culture and people across millennia of time and over great distances agrees on a race of people of great avarice who would cheat and trick and clip coins, who would kidnap and hurt their hosts’ children, who would poison wells and sow discord, and their distinct physical markers were always long noses and funny hats? What a crazy coincidence, hey did you see the game is on?
English
135
4.7K
27.9K
827.2K