David Alfa Sunarna@davidsunarna
Dear Mas Hanif,
Sebagai orang yang dititipin Tuhan followers 1.5 juta orang lebih, saya rasa orisinalitas konten itu perlu. Tujuan konten kan bangun personal branding. Mas Hanif itu siapa? Kenapa kamu ada di social media? Orang kenal kamu sebagai siapa?
Jangan tiba-tiba bahas otomotif, besoknya bahas baterai iphone, besoknya bahas oauth google, besoknya bahas pedagang mobil bekas. Who are you really? Kamu dikenal karena kontroversi boleh, tapi apa prestasinya? Saya yakin banyak prestasinya mas Hanif, mending fokus disitu.
Contoh saya membatasi ruang lingkup di UMKM, ekspor, tech, ngonten sama bini, dan menghina kebijakan goblok pemerintah. Akhir2 baru lebarin sayap ke otomotif gara2 sering ngonten harley sama istri. Tapi itu butuh waktu tahunan mas.
Dan konten mas Hanif ini buatan AI sekali, apa gak mending faceless sekalian? Tidak ada persona, kejar uang semata-mata. Ya kalau sebutuh itu sama duit gapapa. Tapi perlu dipikirn long term ke brand yang tap in bukan affiliate. Itu level duitnya beda.
Kemudian masalah mencatut ide. Boleh saja dapat ide, terus dikembangkan sama AI. Tapi kalau cuma rephrase bahkan sangat mirip, apakah itu etis?
Kemudian masalah komunitas, ngapain buat komunitas kalau isinya cuma rephrase materi. Apa faedah dari komunitas itu kalau tidak bisa mengeluarkan originalitas ide?
Sebagai contoh saya punya Komunitas Web Ekspor. Isinya umkm dan eksportir, bisa nambah relasi supplier, tuker pikiran ekspor, cari kebutuhan, cari buyer, pendanaan. Mungkin bisa lebih fokus prestasi gitu2 komunitasnya, daripada jadi pasukan clickbait spam.
Itu semua cuma menurut pendapat saya. Monggo mau didengerin atau tidak. Kalau mau podcast ayok, tapi gua bawa sarung kita perang sarung aja.