Ratius retweetledi
Ratius
3.2K posts

Ratius
@idratius
New chapter — Just with more ☕ and big dreams ✨
Katılım Mayıs 2025
442 Takip Edilen115 Takipçiler
Ratius retweetledi

Tokenised stocks are coming, and ideally nobody will notice ft.trib.al/hD2FyXc | opinion
English

Last 30 minutes for Mavryk Quiz Night.
$100 waiting.
Been paying attention?
Been scrolling?
Prove it.
Mavryk Network | Tokenizing $10B in RWAs@MavrykNetwork
TOMORROW. 5 PM UTC | 9 PM GST $100 giveaway. Mavryk Quiz Night returns 🔥 The quiz that separates timeline readers from timeline scrollers. Governance. Validators. Recent posts. Time to prove you've been paying attention.
English

DUA MOBIL ADU BANTENG DI TEMANGGUNG, DIDUGA SOPIR MENGANTUK👀‼
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3/2026).
Insiden tersebut melibatkan dua kendaraan, yakni mobil berwarna merah dan mobil berwarna hitam yang bertabrakan dari arah berlawanan.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi mobil hitam diduga mengantuk hingga kendaraannya masuk ke jalur berlawanan. Akibatnya, tabrakan tak terhindarkan dengan mobil merah yang melaju dari arah berlawanan.
Detik-detik kejadian sempat terekam dan beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat kondisi kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.
Belum diketahui secara pasti kondisi pengendara dari kedua mobil.
Warga sekitar bersama pengguna jalan yang melintas segera memberikan pertolongan setelah kejadian.
Peristiwa ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di lokasi tersendat.
Via: infojateng.co
#elshintaviral
Indonesia

@LambeSahamjja B aja sii.. Terkecuali klo private banking/ Solitaire. Soalnya klo nasabah prioritas udh nggk privege dulu, skrg udh kya pasar, orgnya bejibun
Indonesia
Ratius retweetledi
Ratius retweetledi

Indonesia harus dipertahankan!
Kalau Indonesia bubar, kemungkinan bisa terjadi perang saudara yang lebih mengerikan dari Balkan. Selain itu, bubarnya Indonesia juga akan membuat Asia Tenggara menjadi tidak stabil. Bubarnya Indonesia akan menyebabkan jutaan nyawa melayang.
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera
Unpopular opinion soal Indonesia?
Indonesia
Ratius retweetledi

❗️Episode baru rubrik #AskMeAnything bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov akan segera hadir!
Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Duta Besar mengenai berbagai topik yang Anda minati - mulai dari hubungan Rusia-Indonesia hingga isu-isu internasional dan pertukaran budaya.
✍️ Kirimkan pertanyaan Anda selambat-lambatnya hingga 31 Maret 2026.
Pertanyaan terpilih akan dijawab langsung dalam episode terbaru.
Tanya sekarang: is.gd/oWyCBJ

Indonesia
Ratius retweetledi
Ratius retweetledi

@Urrangawak pmerintah : "Ngapain pusing pusing, kita kan pake rupiah bukan USD"
Indonesia

@MiddleEastMnt Jadi oposisi aja nggk tahan, apalagi memainkan geopolitik non-blok.. Yaa seperti itulah Monako
Indonesia

"When the United States and Israel struck Tehran in late February, Jakarta’s response was conspicuously muted, echoing the unusually quiet corridors of diplomacy in Pejambon, typically alive with sovereignty-laden rhetoric. As “Operation Epic Fury” unfolded on February 28, 2026, unleashing precision-guided missiles and reportedly eliminating Iran’s Supreme Leader, Ayatollah Ali Khamenei, the world expected a forceful reaction from Indonesia, home to the largest Muslim population globally. Instead, what emerged was a tepid expression of “deep regret,” devoid of direct condemnation of Washington or Tel Aviv, and notably absent of any immediate official condolence from the presidential palace.
The contrast sharpened as domestic political dynamics took center stage. Former president Megawati Soekarnoputri stepped into the vacuum left by the state’s restrained posture. She issued condolences for Khamenei’s death and, shortly thereafter, extended congratulations to Mojtaba Khamenei following his succession through the Assembly of Experts on March 10, 2026. This was no mere personal gesture. It amounted to a form of “shadow diplomacy,” evoking the legacy of the 1955 Bandung Conference at a moment when the central government appeared strategically hesitant.
For Jakarta, this was nothing short of an existential threat. Labour-intensive sectors such as textiles, footwear, and rubber, employing between four and five million workers, are heavily reliant on the US market.
Why did Indonesia appear so constrained, almost paralyzed, in responding to the Iran crisis? The most candid answer lies in the evolving geo-economic and geopolitical architecture shaped by Donald Trump, into which Indonesia had just been drawn days before the strikes began. On February 19, 2026, Jakarta signed the Agreement on Reciprocal Trade (ART) in Washington, marketed as a “Golden Era” pact, yet in practice functioning as a gilded cage for Indonesia’s foreign policy autonomy."
#Opinion by Dr Jannus TH Siahaan
middleeastmonitor.com/20260323-how-i…

English
Ratius retweetledi

Seperti gw bilang, ketika perang Iran terjadi dan harga minyak dunia melonjak, maka orang akan lari ke sumber energi alternatif. Apa itu? Ya, nikel, batu bara, minyak sawit dan geothermal.
Sekarang coba tebak salah satu pabrik baterai terbesar di Asia ada di mana?

Financial Times@FT
China battery trio gain $70bn as Iran war sparks ‘paradigm shift’ ft.trib.al/U4qbOIf
Indonesia
Ratius retweetledi





















