Gianni

3.2K posts

Gianni banner
Gianni

Gianni

@ilmilanello

Math. postgrad student | @nufc fan.

LA Lakers Katılım Aralık 2021
1.1K Takip Edilen70 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Gianni
Gianni@ilmilanello·
If u ever read this, lets exchange KKT now (only u seem know what KKT stands for) 🤣
English
0
0
1
2.4K
Prastowo Yustinus
Prastowo Yustinus@prastow·
Saya sedang mendampingi Pak Pramono Anung kunjungan dinas ke Shenzhen, Seoul, dan Tokyo. Di tengah agenda yang sangat padat, saya bersyukur bisa intens bertukar pikiran tentang Jakarta. Kami bersyukur bisa belajar dari kemajuan kota lain. Dan saya sungguh beruntung bisa belajar banyak hal dari Pak Gubernur. Semoga banyak oleh2 baik yang dapat diterapkan untuk membangun Jakarta. Terima kasih untuk dukungan dan peran aktif warga Jakarta🙏🏻🔥
Prastowo Yustinus tweet media
Indonesia
46
74
711
541.9K
Denny Depok
Denny Depok@sweetmayo61471·
@stockmapping Saya pake santa fe dan ngerasa sejauh ini puas banget sih. Fitur termasuk paling lengkap di kelas-nya dan bawanya beneran gak effort banget. Sebelumnya gw bawa xpander dan sering streess kalau macet, kalau sekarang malah gak kepikiran
Indonesia
1
0
8
7.3K
Alda | #LawanJudolDenganInvestasi
Ngeliat mobil hyundai yg dijual rata2 kmnya tinggi2 banget dan tangan pertama semua. Senyaman itukah ini mobil?
Indonesia
87
47
1.8K
237.4K
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Serius nanya, milen ini kalau ke wc umum masuknya ke male or female?? Atau kedepan bakal ada 1 wc dedicated untuk trans?
Kapten Haddock tweet media
Indonesia
210
37
2.6K
1.1M
Gianni
Gianni@ilmilanello·
@TheSpecialRay lo gak diterima aja itu, makanya sekarang bahas keberkahan. nilai lo di bawah yg lain sesimpel itu. klo lo diterima narasinya beda lagi.
Indonesia
0
0
0
544
Ray
Ray@TheSpecialRay·
Dari dulu saya berusaha punya prinsip sederhana: kalau mau bekerja, bukan hanya melihat imbalannya, tapi juga memastikan jalannya halal dan baik. Tahun 2025 kemarin saya sempat daftar OJK untuk industri yang setelah saya teliti termasuk halal. Kalau lolos, langsung ditempatkan sebagai asman. Secara karier tentu menarik: gaji sudah dua digit ditambah berbagai tunjangan. Peluang masuknya juga cukup besar karena salah satu syaratnya minimal pengalaman kerja 3 tahun di sektor serupa (sektor baru dan masih asing) sehingga tidak banyak yang bisa mendaftar. Namun setelah dipikirkan lebih jauh, saya juga melihat kemungkinan ke depan jika suatu saat harus memegang sektor fintech atau perbankan. Karena saya memang tidak ingin bekerja di sektor tersebut, akhirnya saya memilih mundur, meskipun peluang kariernya cukup besar. Alhamdulillah, Allah gantikan dengan pekerjaan lain yang menurut saya lebih sesuai dan lingkungannya juga suportif. Saya jadi penasaran, apakah ada yang juga menjadikan faktor halal dan keberkahan sebagai pertimbangan utama dalam memilih pekerjaan? Atau biasanya lebih condong ke faktor lain seperti karier, stabilitas atau penghasilan?
Ray tweet media
Kr@karirfess

kalo boleh milih... kalian mau kerja di mana? apa alasannya?

Indonesia
26
121
1.8K
144.7K
Gianni
Gianni@ilmilanello·
@LambeSahamjja klo gamau dipanggil boti kelakuan jangan kayak boti dan terlebih di up di medsos
Indonesia
1
0
0
559
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
gww juga kagak suka program mbg yeee gwww sedih denger sampe anak dia manggil boti
Indonesia
10
1
70
43.1K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lo pasti pernah scroll video joget viral yang bikin ribut pria gemoy joget-joget di depan backdrop bertuliskan MBG, sambil ngomong dapat Rp6 juta. Langsung dihujat. Dituding pamer. Dibilang korupsi. Sampai dapurnya disuspen. Dan 150 orang kehilangan pekerjaan. Tapi kemarin dia akhirnya speak up. Dan ceritanya lebih kompleks dari yang gue kira. Siapa Om Hendrik? Hendrik Irawan. 19 tahun di industri catering dan home industry pabrik. Punya beberapa perusahaan. Bukan orang baru di dunia makanan dalam skala besar. Ketika program MBG diluncurkan dia tertarik, tapi awalnya ragu. Pernah punya pengalaman kurang baik bermitra dengan pemerintah sebelumnya. Tapi akhirnya dia masuk. Dan dia tidak main-main. Investasi awal untuk satu dapur saja: Rp3,5 miliar. Dapur seluas 1.000 meter persegi, dua sampai tiga gedung. Semua dibangun dulu pakai modal sendiri, sebelum dana operasional dari BGN mengalir. Setelah terverifikasi baru dana operasional masuk. Dan bagian dari itu adalah insentif Rp6 juta per periode yang jadi kontroversi. Soal Rp6 juta yang viral itu ini yang sebenarnya: Bukan gaji. Bukan keuntungan bebas. Itu insentif pengembalian investasi dari pemerintah kepada mitra yang sudah modalin dapur duluan. Karena BGN tidak meng-cover biaya pembangunan dapur mitra yang bangun sendiri, baru pemerintah bayar balik bertahap. Dengan investasi Rp3,5 miliar dan Rp6 juta per periode Om Hendrik bilang sampai sekarang belum balik modal. Apakah ini transparan dari awal ke publik? Tidak. Dan di situ masalahnya. Soal jogetnya: Dia joget bukan baru sekali itu. Sudah 5 bulan sebelumnya pun sering bikin konten joget, tidak pernah viral. Yang bikin viral kali ini backgroundnya ada logo BGN. Satu komentar netizen yang nyinyir soal Rp6 juta — diambil screenshot oknum, ditempel sama video joget jadilah narasi "pamer uang rakyat sambil joget." Padahal konteksnya berbeda total. Tapi ya ini namanya dunia medsos. Konteks kalah cepat dari emosi. Yang bikin miris: Dua dapur Om Hendrik yang baru mau running langsung berhenti sebelum sempat beroperasi. Ada relawan yang sudah menunggu 3 bulan akhirnya belum bisa kerja. 150 karyawan dirumahkan. Anak-anak yang biasa dapat MBG mulai nanya-nanya ke Om Hendrik kapan makanannya ada lagi. Dan anaknya yang 4 tahun ikut-ikutan nanya: Papi boti ya? Papi boti kata orang2 di sekolah karena dengar kata itu terus dari TikTok. Kenapa dapurnya disuspen? Bukan karena joget. Tapi karena ada temuan teknis IPAL (instalasi pengolahan air limbah) belum lengkap dan ada pembenahan yang harus dilakukan di standar dapur. BGN memang sedang memperketat standar dan dapur Om Hendrik kena evaluasi di momen yang paling tidak tepat, bersamaan dengan viralnya kontroversi. Yang perlu digarisbawahi dari seluruh cerita ini: Pertama Om Hendrik bukan malaikat sempurna, tapi juga bukan koruptor. Dia pengusaha yang masuk program pemerintah dengan modal nyata, ketemu masalah teknis, dan kena badai medsos di saat yang bersamaan. Kedua Masalah IPAL dan standar dapur yang tidak terpenuhi itu nyata dan harus diperbaiki. Tidak bisa dimaafkan hanya karena orangnya sudah investasi besar. Ketiga Ada oknum mitra lain yang lebih parah. Menu di bawah Rp10.000. Ada yang kasih biskuit dan makanan jadi tanpa masak. HPP sampai Rp4.000 dari anggaran yang harusnya Rp10.000. Tapi mereka tidak viral karena tidak joget. Keempat Program MBG yang nilainya triliunan, menyentuh jutaan anak butuh pengawasan yang jauh lebih ketat dan transparan dari awal. Bukan hanya reaksi setelah viral. Joget Om Hendrik bukan masalah. Yang masalah adalah sistem yang belum cukup transparan sehingga publik tidak tahu bedanya insentif mitra dengan korupsi, tidak tahu standar IPAL itu apa, tidak tahu siapa yang boleh dicek dan bagaimana. Dan ketika ada yang viral semua kemarahan tertumpah ke satu orang. Sementara yang benar-benar bermasalah yang kasih menu Rp4.000 dari anggaran Rp10.000 tetap aman karena tidak bikin konten. No viral, no justice. Dan no viral juga berarti no accountability.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
714
181
1.1K
349.2K
Gianni
Gianni@ilmilanello·
@LambeSahamjja Kesalahan besar (korupsi 10k ke 4k) bukan alasan untuk tidak menghukum kesalahan yang lebih kecil. Dua duanya salah dan wajib mendapat ganjaran.
Indonesia
0
0
0
60
Gianni retweetledi
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Kasus Viral: Bayi Hampir Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sang Ibu Ngamuk ke Perawat Berikut saya coba terjemahkan dari Bahasa Sunda. Punten kalau ada salah mengartikan... Saya mah tidak terima ya ke perawat yang ada di RS Hasan Sadikin. Tega ya, anak saya dikasih ke orang lain. Terus orang lainnya itu bego gitu ya. Sudah tahu saya memandikan anak sejak subuh, terus bawa baju anak, kan RS menyarankan untuk membawa baju bayi. Terus Teteh (ibu lainnya) itu kan datangnya siang. Saya sudah menunggu di RS. Tapi saya kok tidak dipanggil-panggil, tapi Teteh yang itu kok udah dipanggil. Kan anak saya itu jadwalnya kembali (dibawa pulang), karena dibilangnya sudah sehat. Sedangkan, anaknya Teteh itu harusnya pulang, ternyata tidak jadi. Katanya, ada kebocoran di paru-parunya. Saya sudah lama menunggu, tapi tidak dipanggil-panggil. Ya sudah, saya ke bawah karena sudah lapar. Lalu ada feeling, seperti ada yang kasih tahu, "segera ke atas, lihat anaknya, ayo!" Ketika di atas, apa (yang saya lihat)? Anak saya ada di tangan orang. Syukurnya belum jauh. Coba kalau sudah jauh. Saya pun nanya: 'Teteh, mau pulang?' Dijawab: 'Iya' Saya tanggapi: 'Ih, kenapa itu bajunya sama selimutnya itu kayak anak saya.' Dijawab: 'Iya gitu, teh?' Malah dijawab gitu. Lah memang tidak tahu muka anaknya sendiri? Dia yang melahirkan? Atau kalau tidak, bapaknya gitu? Masa tidak tahu anak sendiri? Terus Suster itu beloon gitu. Saya kejar: 'Sus, itu anak saya, kenapa dikasih ke orang?' Terus jawabnya apa? 'Oh ya, tadi saya panggil-panggil ibu Nina Salehah, kenapa tidak ada?' Lah terus kalau tidak ada, kenapa anak saya harus dikasih ke orang lain? Bego enggak? Coba bayangkan jika kamu berada di posisi saya? Terus seandainya anak saya sudah dibawa jauh? Gimana rasanya? Marah enggak? Iya marah atuh~ Ini mah bukan barang. Barang mah biarin saja. Lah ini mah anak manusia. Anak darah daging saya. Terus apa kata susternya? “Oh iya, maaf, dari tadi, Ibunya dipanggil-panggil tidak ada. Ya udah, saya kasih ke Teteh itu.” Goblok enggak? Apa maksudnya itu? Kamu dibayar bukan sih gitu? Dibayar berapa jika menjual anak saya? Lah, anak saya itu sehat. Kamu pikir enggak sih? Terus apa lagi? Gelang RS-nya kenapa sampai dilepas? Saya tanya: 'kenapa gelang RS-nya sampai dilepas?' Dijawabnya 'Iya, takutnya banyak virus di dalam.' 'Di mana-mana juga di rumah sakit takut tertukar anak, sebelum keluar, gelang nggak akan dilepas.' Saya marah, saya tidak terima. Kalau dilaporkan juga, saya viralkan sekalian. Pak Dedi (Gubernur) tahu, itu RS bagaimana, pegawainya bagaimana, banyak yang teledor. Bagaimana itu kalau kejadian anak saya tidak ketemu? Silakan bayangkan! Malah bilangnya: 'Sttt, bu, jangan teriak-teriak!' Goblok enggak? Pikir, anjing! Marah saya. Untung anak saya… karena feeling, firasat, intuisi, 'segera ke atas, lihat anak' Coba kalau sudah jauh, bayangkan! Malah susternya cuma bilang maaf, maaf saja. Cukup dengan maaf? Kalau jadi susternya, kenapa sampai dikasih ke orang yang bukan ibunya? Terus Teteh yang itu beloonnya itu kenapa sampai diterima? 'Kan kamu tuh belum kasih baju. Kalau memang belum bawa baju, kenapa sampai diterima?' Untungnya saya hafal (baju yang dibawa untuk anak). Coba jika saya telat beberapa menit, mungkin anak saya sudah tidak tahu dibawa ke mana. Goblok enggak? Marah saya, sekalian saja diviralkan. Bukannya saya… maaf... Tidak terima saya mah. Cukup dengan maaf, maaf, tetapi dengan watados (wajah tanpa dosa). Satpamnya juga sama saja.
M. Ridha Intifadha tweet media
BELL🚫@mudahtertawa_

curiga ada sindikat jual beli bayi di rumah sakit hasan sadikin bandung. ditinggal 30 menit, anaknya udah ada di tangan orang lain. pas di tanya jawabannya: "soalnya kamu lama, dipanggil gak ada, jadi aku kasih ke teteh itu" sumber: nindy5760

Indonesia
276
2K
5.6K
847.3K
ossi
ossi@ossicapello·
@ilmilanello @SmwGwOto Crv thn 2015. Saya ganti reborn diesel 2019 G AT. Dulu beli hampir 400jt. Knop AC manual, bohlam lampu kuning, head unit kecil 😅
Indonesia
1
0
0
236
SmwGwOto
SmwGwOto@SmwGwOto·
Mending Ertiga atau Xpander? Xpander bisa lebih irit dr ertiga, tp rasanya ertiga lebih fun to drive. Klo kenyamanan, kurang lebih sama, tapi xpander lebih tinggi, gk khawatir gasruk klo bawa kluarga besar. Fitur, jelas menang xpander. Ertiga rem tangannya aja msh ditarik. Opsi lain, coba test stargazer atau mobilio. Klo gk peduli sama konsumsi BBM nissan Serena jadi opsi paling asik😁
SmwGwOto tweet mediaSmwGwOto tweet mediaSmwGwOto tweet mediaSmwGwOto tweet media
Indonesia
43
7
158
43.2K
ossi
ossi@ossicapello·
@SmwGwOto Mobil pertama jangan honda. Apalagi punya anak kecil. Pengalaman punya CRV upgrade ke reborn biar nampung banyak. Pas anaknya gede teriak2. Mobilnya ga enak, keras. Pdhl di tol. Terpaksa skrng di tol ga sampe 120 kpj 😅
Indonesia
3
0
1
1.9K
Gianni
Gianni@ilmilanello·
@AldhitamaR @blooomy ciri2 cewek dan sekeluarganya numpang hidup ke cowok tanpa tahu malu dan adab
Indonesia
0
0
0
854
Gianni
Gianni@ilmilanello·
@AldhitamaR ciri2 cewek dan sekeluarga numpang hidup sm cowok
Indonesia
0
0
2
512
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Kalo dihitung: • Kontrak: 7 juta/tahun → 20 tahun = 140 juta • KPR: 1,2 juta/bulan → 20 tahun = 288 juta (belum termasuk bunga & biaya lain) Lu tim ngontrak atau kpr??
Lambe Saham tweet media
Indonesia
809
200
2.8K
1.3M
Gianni
Gianni@ilmilanello·
@furiiikawa @jessiclarx jamgan jadi lonte, kalau jadi lonte terima risiko🤣 kan transaksional, knp minta dimengerti.
Indonesia
1
0
1
148
🕸
🕸@itstime4changed·
PoV anak KAP yg dighibahin kabur2an pas WFH di X ternyata pas ngajuin cuti be like:
🕸 tweet media
Indonesia
70
133
1.6K
592.6K
kris
kris@hooplaa_·
kartu ini yg bikin kakak & kk ipar gw rungkad, dan gw jadi korbannya duit gw ratusan juta harusnya dipake untuk gw beli mobil, diem-diem malah dipake sm mereka berdua buat beli kartu pokemon, dengan niat dia nanti bakal jual dgn harga yg jauh lebi tinggi dr harga beli taunya malah jd barang mati alias ga laku-laku, terus balikin ke gw gimana? YA MASIH BLM BALIK DUITNYA sialan skrg malah jadi di buron tu berdua sm pinjol & cc nih kartunya ada nyangsang sama gw 1
kris tweet mediakris tweet media
ivy ⋆˚࿔@eufrasiart

cuy gw kira kartu pokemon seharga 4,7jt tuh udah mahal banget, tapi ternyata ada yang lebih mahal yaitu 600 JUTAAAAAA 😭🤌🏻 seharga mazda 3 hatchback dan masih dapet kembalian ini mah gokil bgt

Indonesia
533
864
8.2K
1.8M