Jul going to be the best version of himself

16.1K posts

Jul going to be the best version of himself banner
Jul going to be the best version of himself

Jul going to be the best version of himself

@imntoke

I only drink high quality coffee

Katılım Mart 2019
565 Takip Edilen500 Takipçiler
Jul going to be the best version of himself retweetledi
Ney🌸
Ney🌸@PUTRY_NUSANTARA·
Jaman dulu Seskab itu setingkat menteri dan sekarang kelihatannya Seskab setingkat permaisuri 😂😂😂
Hyang_Siber_Nata@GlendMarti35542

@prabowo @setkabgoid @KemensetnegRI Secara formal, protokol kepresidenan sangat ketat: ● Tamu kehormatan (Kaisar Jepang) harus duduk paling dekat dengan Presiden. ● Seskab secara hierarki adalah jabatan setara eselon II (bukan menteri). Biasanya tidak menduduki kursi utama di meja kepala negara bersama tamu asing tingkat tinggi. ● Pembelaan pihak Istana: dalam setting working lunch atau jamuan informal, Presiden boleh memilih orang kepercayaan untuk duduk dekat (kepraktisan briefing real-time). Namun, optics-nya memang bermasalah di mata publik. Teddy naik sangat cepat dan sangat dekat dengan Prabowo, sehingga posisinya terlihat “terlalu menonjol”. Ini memicu persepsi bahwa loyalitas pribadi mengalahkan prosedur negara. Prioritas protokol dalam jamuan kepala negara dengan monarki biasanya: Kepala Negara → Tamu Kehormatan → Menteri Luar Negeri / pejabat setara → delegasi teknis. Anak presiden yang tidak memiliki jabatan publik tidak seharusnya menduduki posisi utama di meja kenegaraan, apalagi mengapit langsung Kaisar. Ini menciptakan optics yang buruk: acara negara terlihat seperti “acara keluarga” atau “family gathering”. Padahal ini adalah diplomasi tingkat tinggi yang mewakili martabat negara, bukan urusan pribadi.

Indonesia
82
3.4K
11K
161.8K
Jul going to be the best version of himself
Solusinya sihh harus kreatif yaa dan ada org yg mau develop product dari timun entah dibuat jadii apa. Masalahnya ada yg mau ga? Ada ide jadi apa? Ada insentif ga? Tanyaakann itu ke pemerintah
bib new edition@BangBib4

Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon ) Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut Saya kasih tahu sebab dan alasannya Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000, Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang) Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan. Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah. Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal. Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi Panen manual (biaya tenaga kerja). Pengemasan yang layak. Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota). Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya. Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi. Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli. Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan. Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton. Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga. Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total. Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel. Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah. Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?

Indonesia
0
0
0
23
Jul going to be the best version of himself
Tapi ya mene sama akuntansi tuhh ketahan sama indo yang lambat adopsi AI ajaaa. Kalo AI udh diadopsi perusahaan secara masif, job supplynya juga dikit akhirnya. Sebenernya emg perlu kemampuan konseptual + aplikatif yg advance. Kaya HI/hukum + statistik
Trystanto@Trystanto2

Kalau kamu ekonominya sulit dan ga mau ambil STEM karena masalah biaya atau minat dan memilih jurusan Soshum, tolong hanya pilih antara jurusan Hukum, Manajemen, atau Akuntansi. Sisanya yang lain ga worth it untuk dapat kerja cepat abis lulus (apalagi jurusan 2 huruf di FISIPOL)

Indonesia
1
0
0
33
ARMAN.
ARMAN.@armnvit·
@Trystanto2 Eh, HI segitu susahnya kah? Baru mau bilang ke keponakan untuk ambil HI aja. Aku kebetulan anak STEM. Jadi kirain itu keren banget bisa jadi diplomat.
Indonesia
4
0
0
2.9K
Trystanto
Trystanto@Trystanto2·
Kalau kamu ekonominya sulit dan ga mau ambil STEM karena masalah biaya atau minat dan memilih jurusan Soshum, tolong hanya pilih antara jurusan Hukum, Manajemen, atau Akuntansi. Sisanya yang lain ga worth it untuk dapat kerja cepat abis lulus (apalagi jurusan 2 huruf di FISIPOL)
🫧@avtdivine

Ambil jurusan STEM worth it klo km org yg datang dr keluarga middle class tp klo dr keluarga ekonomi sgt bawah, soshum lebih worth it. Kuliah di soshum lebih murah drpd kuliah di stem. Jam kuliah di soshum juga lebih fleksibel. Jd klo kesusahan buat bayar ukt bisa sekalian kerja

Indonesia
198
729
8.4K
750K
Jul going to be the best version of himself retweetledi
Reversible Figures
Reversible Figures@reversiblefigs·
@LambeSahamjja Nasib warga Konoha: Profits are privatized, losses are socialized.
English
2
126
729
30.9K
nope.
nope.@mwalezztype·
@dimzsky_ @antaranirnama Biar fair, sini tunjukkan ilmu dan matkul soshum yg katanya advanced diadu dengan ilmu stem yang advanced juga. Gw kasih ilmu fisika Modern dan inti aja deh
Indonesia
4
0
0
1.4K
Jul going to be the best version of himself retweetledi
insignificant other
insignificant other@screamderita·
bersiap menghadapi kelangkaan BBM
Indonesia
188
2.9K
9.5K
227.6K