Dhokowaski

6.4K posts

Dhokowaski banner
Dhokowaski

Dhokowaski

@irdaflaohdir

when martin scorsese says this is cinema. he means my life

Katılım Haziran 2022
2.2K Takip Edilen1.5K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Dhokowaski
Dhokowaski@irdaflaohdir·
@UGM_FESS Dihadapan Masalah ku yang besar, Aku selalu memiliki Tuhan Yang maha besar
Indonesia
0
0
6
17.8K
sya
sya@arsenatasyas·
@irdaflaohdir iya itu salah satu faktor utama juga, yang aku tulis bisa jadi salah satu faktor lain jugaaa. perilaku orang dibentuk sama banyak hal soalnyaa
Indonesia
1
0
0
67
sya
sya@arsenatasyas·
ini anabel & asumsi aja ya. tapi biasanya, semakin privileged orang tsb, semakin gampang buat mereka untuk ngutarain pendapatnya karena adanya psychological safety. mereka juga cenderung lebih berani take risks (termasuk risiko sosial kayak vocal di publik) karena stakes-nya lebih rendah. ya kalo gagal atau salah karena kevokalannya, masih ada safety net. santai aja. beda sama yang ekonominya biasa aja atau kurang mampu, mostly ya mereka di survival mode. energinya udah abis duluan mau vokal, ya kerjain aja apa yang bisa dikerjain aja. makanya lebih mikir kalo mau nanya/engaged ke hal-hal yang ganggu stabilitas mereka. nah kalo diliat demografi & keadaan ekonomi mahasiswa ui, itb, dan ugm kayaknya emang beda ga sih secara garis besar keadaan ekonominya? (ini asumsi bgt ya, idk datanya gmn)
Dhokowaski@irdaflaohdir

Dari ngobrol sama sesama Kagama aku ngerasa bahwa : UI, ITB > UGM (dalam urusan vocal even mungkin salah, sedangkan UGM nunggu di tanya pendapat baru jawab) Ditaraf nasional, pembicara kegiatan lebih banyak UI, ITB dari UGM padahal UGM secara knowledge setara

Indonesia
8
9
41
955
Dhokowaski retweetledi
Ben Wilson
Ben Wilson@BenWilsonTweets·
In honor of Apple's 50th anniversary tomorrow, here is my favorite Steve Jobs quote on what a founder actually does: "There needs to be someone who is the keeper and reiterator of the vision. Because there's just a ton of work to do. A lot of times, when you have to walk a thousand miles and you take the first step, it looks like a long way. It really helps if there's someone there saying, 'Well, we're one step closer. The goal definitely exists. It's not just a mirage out there.' So in a thousand and one little, and sometimes larger, ways, the vision needs to be reiterated."
Ben Wilson tweet media
English
6
47
295
9.8K
Dhokowaski retweetledi
Noah
Noah@NoahKingJr·
Coders in 2030 be like:
English
169
1.3K
14.9K
1.4M
Dhokowaski retweetledi
Claude
Claude@claudeai·
Computer use is now in Claude Code. Claude can open your apps, click through your UI, and test what it built, right from the CLI. Now in research preview on Pro and Max plans.
English
2.5K
4.7K
57.6K
14.9M
bob
bob@bobebob_·
pernah bertemu kagama yg kerja di unicorn—bersama dgn alumni top 3 lainnya. bkn mau membela, tp cara mainnya ugm sukanya—less talk act more aja si, tp y tetep tergantung pribadinya. Kasusnya, banyak yg argumen doang,disuru kerja gelagapan—alias yg penting vokal dlu prinsipny
Dhokowaski@irdaflaohdir

Dari ngobrol sama sesama Kagama aku ngerasa bahwa : UI, ITB > UGM (dalam urusan vocal even mungkin salah, sedangkan UGM nunggu di tanya pendapat baru jawab) Ditaraf nasional, pembicara kegiatan lebih banyak UI, ITB dari UGM padahal UGM secara knowledge setara

Indonesia
2
0
4
509
Dhokowaski
Dhokowaski@irdaflaohdir·
Currently reading!!
Dhokowaski tweet media
English
0
0
0
105
Dhokowaski retweetledi
Dhokowaski retweetledi
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
Demis Hassabis, pemenang Nobel Kimia 2024 berkat AlphaFold2, model AI yg mampu memprediksi struktur hampir semua protein yg diketahui manusia, berbagi pemikiran yg cukup dlm. Katanya, "Kemungkinan dgn AI hampir tdk terbatas. Tapi jika kita bicara tentang kecerdasan, kita lihat dulu kecerdasan manusia. Itu selalu membuat saya takjub, dan saya rasa kita tdk cukup sering merenungkannya. Kecerdasan manusia telah menciptakan peradaban modern di sekitar kita. Kdg ketika saya terbang ke Amerika Serikat untuk urusan bisnis dan melihat keluar jendela pesawat Boeing 747, saya berpikir: bgmn mungkin kita, dgn otak primata yg sederhana ini, berhasil mencapai semua ini? Sungguh luar biasa, dan saya rasa orang2 jarang berhenti sejenak untuk merasakan betapa magisnya hal itu.” Apa coba yg membuat pernyataan ini menarik? Bn sekadar pujian pada AI, tetapi pengingat yg jujur bahwa kecerdasan manusia sendiri adalah keajaiban yg sering kita lupakan. Ya coba bayangkan saja. Otak kita, yg beratnya hanya sekitar 1,4 kilogram, terdiri dari 86 miliar neuron yg saling terhubung dlm jaringan tdk terbayangkan rumit. Dgnn “perangkat keras” biologis yg sama sekali tsk dirancang untuk komputasi super cepat, kita berhasil membangun pesawat yg terbang melintasi samudra, teleskop yg melihat hingga alam semesta yg jauh, dan sekarang bahkan membangun model AI yg membantu kita memahami diri kita sendiri di tingkat molekuler. AlphaFold2 milik Demis Hassabis ini adalah contoh nyata: dlm hitungan jam, ia dpt memprediksi lipatan protein yg sebelumnya butuh puluhan tahun penelitian laboratorium. Itu lompatan besar bagi kedokteran, biologi, dan bahkan fisika kuantum.. krn pada dasarnya protein bekerja di dunia di mana efek kuantum mulai berperan. Namun, dia sendiri mengakui: AI hanyalah alat. Keajaiban sejatinya adalah bgmn otak primata kita bisa menciptakan alat itu. Bagi saya sih ini mengingatkan pada salah 1 pertanyaan besar dlm fisika dan kosmologi: knp alam semesta ini begitu teratur sehingga memungkinkan munculnya makhluk yg mampu merenungkan dirinya sendiri? Apakah kesadaran kita hanyalah produk sampingan dari evolusi, atau ada sesuatu yg lebih dlm di baliknya Mungkin inilah saat yg tepat untuk sesekali berhenti sebentar.. entah sdg menatap langit malam, membaca artikel ilmiah, atau sekadar melihat keluar jendela pesawat.. dan benar2 merasakan betapa luar biasa kita sbg manusia. Krn sebelum kita terlalu sibuk memikirkan masa depan AI, ada baiknya kita lebih dulu menghargai kecerdasan yg sdh ada di dlm kepala kita selama jutaan tahun. Saya juga merasa takjub pada “otak primata” kita yg ternyata mampu menciptakan peradaban ini, tapi penasaran dgn batas AI di masa depan.
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷 tweet media
The Nobel Prize@NobelPrize

“The possibilities with AI are almost unlimited. If you think about what intelligence is and let’s take human intelligence, first of all. Human intelligence always astounds me, and I don’t think we think about this enough. It’s created modern civilisation around us. Sometimes when I’m flying over to the US for a business trip or something on a 747, I sometimes look out the window and think, “how have we as humanity manage this with our sort of primate brains?” It seems incredible to me, and I don’t think people stop and think how magical that really is.” - chemistry laureate Demis Hassabis on the possibilities of artificial intelligence. Hassabis was awarded the 2024 chemistry prize for presenting an AI model called AlphaFold2. With its help, it's possible to predict the structure of virtually all known proteins. Read the full interview with him: nobelprize.org/prizes/chemist…

Indonesia
1
13
33
1.4K
Dhokowaski retweetledi
Noah
Noah@NoahKingJr·
People building People talking with AI about AI
Noah tweet media
English
196
789
11.9K
500K
Dhokowaski retweetledi
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
Akhirnya.. ada yg mengungkapkannya, padahal di ruang2 tertutup dan lab, ini pembicaraan dari 2023. Baru saja membaca tentang CEO Anthropic, Dario Amodei, menulis esai yg cukup jujur dan berani. Ia mengakui bahwa kita sebenarnya tdk tahu bgmn AI generatif bekerja. Bkn seperti perangkat lunak biasa yg kita rancang dgn aturan jelas dan logika langkah demi langkah. AI sekarang dibangun dgn cara yg berbeda.. kita hanya memberi makan data dlm jumlah sgt besar, lalu struktur dan “kecerdasan” muncul dgn sendirinya. Hasilnya mesin bisa mengambil keputusan yg bahkan penciptanya pun tdk bisa menjelaskan knp memilih kata itu, bkn kata yg lain. Ini pertama kalinya dlm sejarah teknologi manusia muncul kecerdasan yg benar2 berada di luar desain kita. Ia sendiri menyebutnya sbg sesuatu yg belum pernah terjadi sebelumnya. Ia bahkan mengusulkan perlunya semacam “MRI untuk AI”.. alat yg bisa kita gunakan untuk melihat ke dlm “otak” mesin ini sebelum kekuatannya menjadi terlalu besar untuk dikendalikan. Bagi saya sih ini mengingatkan pada salah 1 pertanyaan mendasar dlm fisika dan kosmologi: bgmn sesuatu yg kompleks dan bermakna bisa muncul dari sesuatu yg sederhana dan acak? Apakah kita sdg menyaksikan bentuk baru dari “emergence” yg mirip dgn bgmn kehidupan atau kesadaran muncul dari partikel2 fisika? Yg jelas sih pengakuan ini bkn sekadar catatan teknis, tapi ajakan untuk berpikir lebih serius: apakah kita siap dgn teknologi yg semakin canggih, padahal kita sendiri belum sepenuhnya memahami cara kerjanya? Kamu merasa tenang krn AI tetap “hanya alat”? Atau justru khawatir krn kita sdg membuka kotak yg isinya belum kita pahami sepenuhnya? 🤔🤔
Kekius Maximus@Kekius_Sage

🚨 Anthropic CEO admits we have no idea how AI works. For the first time intelligence is emerging from machines beyond human design.

Indonesia
30
279
1.6K
96.7K
Dhokowaski retweetledi
Steve Jobs Stories
Steve Jobs Stories@SJobs_Stories·
"We can bring innovation to customers because we are the last people in this business who give a shit about making great computers" — Steve Jobs, 1999
English
3
7
79
2.3K
Dhokowaski
Dhokowaski@irdaflaohdir·
Dari ngobrol sama sesama Kagama aku ngerasa bahwa : UI, ITB > UGM (dalam urusan vocal even mungkin salah, sedangkan UGM nunggu di tanya pendapat baru jawab) Ditaraf nasional, pembicara kegiatan lebih banyak UI, ITB dari UGM padahal UGM secara knowledge setara
TxtdariUGM@Txtdariiugm

Unpopular opinion about kampus top 3

Indonesia
92
123
2.8K
665.8K
Dhokowaski retweetledi
anita
anita@anitakirkovska·
all of a suden OpenAI feels like Microsoft, and Claude like Apple.
English
308
969
22.7K
710.6K
Dhokowaski retweetledi
Steve Jobs Stories
Steve Jobs Stories@SJobs_Stories·
"To keep [our products] very very far ahead of our competitors, very fresh, and always something new coming from Apple - and yet it's very understandable : what it is, where it fits in, who it's for. [...]. That's our plan. " — Steve Jobs, 1999
English
3
8
52
3.2K
Dhokowaski retweetledi
Komunitas Bambu
Komunitas Bambu@KomunitasBambu·
"Karena korupsi secara kultural telah menjadi bagian struktur kesadaran dan budaya Indonesia, sikap antikorupsi dipahami sebagai anti atau memerangi budaya sendiri," Sri Margana.
Komunitas Bambu tweet media
Indonesia
3
38
214
8K