best player of overthinking,

1.5K posts

best player of overthinking, banner
best player of overthinking,

best player of overthinking,

@itachilacap

🇵🇸 Katılım Ocak 2023
29 Takip Edilen19 Takipçiler
best player of overthinking, retweetledi
ɐɓunᙠ
ɐɓunᙠ@b_ungaaa·
Nangis banget liat video perjalanan jaden😭😭 gimana effortnya jaden bolak-balik ke indo malay, transfer peluk lewat abang tiap pamit pulang, penerimaannya keluarga rania, supportnya rania untuk apapun yg jaden lakuin. Yaallah akhirnyaa🥹🥹
ɐɓunᙠ tweet mediaɐɓunᙠ tweet mediaɐɓunᙠ tweet mediaɐɓunᙠ tweet media
Indonesia
15
171
3.3K
109.4K
best player of overthinking, retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Setelah gajah Sumatera ditemukan mati 2 ekor kini ditemukan lagi se-ekor harimau Sumatera di temukan mati di bentang alam seblat bengkulu. Kamis 30 april 2026 Bengkulu. Buk @susipudjiastuti 🙏 Source: tempo.co/lingkungan/set…
Sumatera Adil & Federal tweet media
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera

Lagi dan lagi, mati di areal konsesi korporasi. 2 ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati dlm areal PT Bentara Arga Timber (BAT)

Indonesia
222
11K
24K
529.3K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 Maaf, jangan dianggap serius omongan Ibuku ya Ibuku dulu sekolah cuma sampe kls 3 SD (krn dulu Ibuku ditelantarin ama bapaknya). Tp pas denger celetukan Ibuku, agak mikir sih "walaupun tetep awikwok, tp kok yg diomongin Ibuku jd terdengar lebih solutif"
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
92
41
2.8K
215.3K
best player of overthinking, retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
360
5.2K
9K
467.1K
naby ୨ৎ
naby ୨ৎ@saotrme·
@itachilacap iya kaakk maaf ya, aku berusaha lurusin yg salah paham 😭 aku ga pandai bikin thread juga, jadi maaf berantakan banget
Indonesia
1
0
2
2.8K
naby ୨ৎ
naby ୨ৎ@saotrme·
ada penjoki (katanya) cerita ke ak klo dia punya cust yg bayar jokgen pake vcs, trs dia tbtb vc vc aku berapa kali dan akhirnya aku angkat tp off cam + mute, awalnya ak diem krna emg lg sibuk jg. ga lama dia ngechat nyuruh oncam, tp ak ga baca chatnya–
naby ୨ৎ tweet medianaby ୨ৎ tweet media
Indonesia
154
227
2.9K
442.4K
best player of overthinking, retweetledi
كيث
كيث@Pathmused·
Hati-hati di jalan, ya. 🩶
كيث tweet media
Indonesia
1
3.3K
11.7K
103.3K
best player of overthinking, retweetledi
𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞
𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞@Dobel_Step·
Alhamdulillah seorang ayah Mahfud (74) menyelamatkan putrinya Endang Kuswati (40), datang ke lokasi setelah menerima telepon dari putrinya yang terjebak di dalam gerbong. Dengan cemas, ia mencari di antara reruntuhan saat tim penyelamat bekerja. Sang putri akhirnya ditemukan selamat setelah berjam-jam terjepit dan dievakuasi menggunakan tandu. Saat ini korban menjalani perawatan, sementara penyebab kecelakaan masih diselidiki. bekasi Mantap gender pagiii
𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 tweet media𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 tweet media𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 tweet media𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 tweet media
Indonesia
470
10.2K
42.4K
1M
best player of overthinking, retweetledi
rinrunee🐻‍❄️ྀིྀི
@yappingfess Heran najis ada cewek yg terima jokes dibungkus dan tidurin emaknya najis inilah knp gw gademen bgt dirty talk kampung kek gini. Mana belom nikah pula. Amit amit dah jule, ngomongin namanya aja najis 😹😹
Indonesia
50
1.7K
39.4K
657.4K
best player of overthinking, retweetledi
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 ASTAGHFIRULLAH KEBANGUN CUMA GEGARA KEPANASAN SEBADAN2 KERINGATAN NEMPEL DI KASUR SAMA BANTAL😭😭😭 YAALLAH PANAS BANGETT😭😭😭
Indonesia
85
368
6.3K
129.8K
Cye²⁷
Cye²⁷@lostincye·
sibuk beli pena snupi..
Cye²⁷ tweet mediaCye²⁷ tweet media
Indonesia
172
116
5K
281.1K
J.
J.@elvapotra·
@tanyakanrl Presiden yg ini tuu plenger bgt ya, semuanya dia gk tau anjir. Kebanyakan nntn cocomelon
Indonesia
35
299
7.6K
226.5K
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 baruuuu buka ig, langsung liat berita ini... wkwkwk NICE INGFO wkwkwkwkwkwkwkwkwk hehehehehehehe wow
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
126
140
9.9K
1.3M
best player of overthinking, retweetledi
andi
andi@andihiyat·
"Hati-hati di jalan ya" "Kabarin kalo udah sampe" Is a love language. Terdengar sepele tapi itu harapan dan doa biar kita selalu diberi keselamatan
Indonesia
166
25.4K
65.5K
842.4K
ariel ☘️
ariel ☘️@seanyzv·
doakan ukt ku turun sahabat²..... unchdeep tlonk yh terima bandingq 🙏🏻🥹
ariel ☘️ tweet media
Indonesia
3
0
2
62
best player of overthinking, retweetledi
raii
raii@raishoez·
jalan siang siang juga gua hajar kalo di bandung mah
raii tweet media
Indonesia
910
4K
41.9K
918.6K
taperwhere
taperwhere@demennethink·
terus gimana respond ortu Icha? si mahasiswi gadungan IUP FK UI
taperwhere tweet mediataperwhere tweet mediataperwhere tweet mediataperwhere tweet media
Indonesia
35
144
3.2K
256.9K