Angga

539 posts

Angga banner
Angga

Angga

@itsperdana

猫好き

Hyrule Katılım Nisan 2011
221 Takip Edilen97 Takipçiler
Angga
Angga@itsperdana·
Nahan tawa parah selama naik
Angga tweet media
Indonesia
0
0
0
10
Angga
Angga@itsperdana·
@danialljafri @aimanabdhalim @nasilemarkeu Memangnya berapa standard harga makanan macam ni dkt Malaysia? Terutama KL. Siapa tau bisa jadi referensi murah mahalnya saya saat ke sana (yg gatau kapannya)
Indonesia
1
0
0
35
Angga
Angga@itsperdana·
@inderasugara Kereen “warung penyet” pakai tulisan jawi 👍🏼 والاو سهاروسڽ لبيه تڤتڽ دايجا “ڤڽيت” مڠيکوت ڤلافلن ايندونيسيا ههه
فارسی
0
1
3
92
Awang Inderasugara • اوڠ ايندراسوڬارا
Begini sajalah, kalau benar ingin memperkasakan tulisan Jawi, mulakan dahulu dari papan nama kedai dengan membesarkan tulisan Jawinya daripada Rumi, atau memberi ruang kepada Jawi agar setara dengan rumi. Begitu juga dengan papan nama jalan, kampong², buku², poster², dll.
Awang Inderasugara • اوڠ ايندراسوڬارا tweet mediaAwang Inderasugara • اوڠ ايندراسوڬارا tweet mediaAwang Inderasugara • اوڠ ايندراسوڬارا tweet mediaAwang Inderasugara • اوڠ ايندراسوڬارا tweet media
ちはや 🔜 BNF 🌾@girlboyhizan

Cantik! Malangnya, pasuannya kurang sesuai untuk papan tanda jalan raya :( Sebenarnya pernah terfikirkan keterbacaan pasuan Parsi-Arab. Setakat ini, pasuan Boutroslah yang cukup bermutu untuk penggunaan pada papan tanda, misalnya Boutros Sign 1: boutrosfonts.com/Boutros-Sign.h…

Indonesia
2
26
84
2.6K
Angga
Angga@itsperdana·
@TfJakarta @DukuhAtasBSI MinJe, mau nanya dong, apa alat BCT ada di semua stasiun MRT dan halte BRT? Belum sempet terus aktifin intermoda
Indonesia
1
0
0
168
Transport for Jakarta - FDTJ
@DukuhAtasBSI Makasi ka DK udah spreading awareness tentang Tarif Integrasi Multi Moda JakLingko 🙌🏼 Nanti bantuin MinJé ya, kalau ada yang tanya2 soal ini 😙 ^g
Indonesia
2
4
74
11.7K
DK
DK@DukuhAtasBSI·
Ngomong2 soal transum, di Jakarta transum itu ga cuman terintegrasi secara fisik, tapi tarifnya pun juga terintegrasi (MRT-TJ-LRTJ). Ini gua tiap mau balik dari Gatsu ke Cipete, sebelum adanya tarif integrasi, naik TJ 3500, lanjut MRT Senayan - Cipete raya 7000, total 10500. Setelah adanya tarif integrasi, naik TJ 3500, lanjut MRT Senayan - Cipete cuma 1500, total 5000 aja. (4 foto di bawah adalah tarif MRT karena tarif integrasi) Bayangin, naik MRT senyaman itu tarifnya masih di bawah 2000 perak😂
DK tweet mediaDK tweet mediaDK tweet mediaDK tweet media
abipraya;@rbayuokt

sebagai orang bandung yg lagi visit jkt, merasa jauh tertinggal haha, transumnya enak banget dan memudahkan, satset, bandung kapan bisa gini ya ?? ada ginian kayanya warga kopo bisa senyum, dari kopo bisa ke ciwalk / braga via mrt tanpa drama haha

Indonesia
80
487
3.6K
304.4K
Angga
Angga@itsperdana·
@TfJakarta Bring back my baby, Jelajah Berganda.
Angga tweet mediaAngga tweet media
Indonesia
1
0
1
695
Transport for Jakarta - FDTJ
Selamat malam minggu, semuanya! MinJé mau kasitau Teman Diskusi yang pakai MRT Jakarta. Selalu ingat validator mana yang digunakan saat masuk ya! Saat keluar harus scan/tap di validator yang sama, agar tidak terjadi galat yang bikin panik Teman Diskusi 😰. ^g
Transport for Jakarta - FDTJ tweet mediaTransport for Jakarta - FDTJ tweet media
Indonesia
21
38
473
38.9K
iwsfutcmd
iwsfutcmd@iwsfutcmd·
i really like how the Skyline (Honolulu metro) uses Hawaiian directional terminology ("mauka" means "inland", or "shoreward" if you're at sea. "makai" means "seaward")
iwsfutcmd tweet media
English
5
25
356
10.3K
UNDERTALE: The Determination Symphony
Greetings Humans, UNDERTALE: The Determination Symphony is coming to a city near you! 🎻Follow the journey through the Underground as the iconic soundtrack is performed live by an orchestra with synchronized gameplay footage on screen. 🎟️Presale tickets for most dates start March 18th @ 10am local time. Sign up for the Tour Newsletter to receive the presale code: #newsletter" target="_blank" rel="nofollow noopener">undertalesymphony.com/#newsletter
UNDERTALE: The Determination Symphony tweet media
English
1.1K
5K
36.2K
1.6M
Angga
Angga@itsperdana·
@nagahiro1770 私たちは今deadassなの?
日本語
3
109
2K
59.4K
Angga
Angga@itsperdana·
@SpudgunO I used to think that the Malay/Indonesian word “mati” came from Arabic “mawt,” before discovering that it traces all the way back to Proto-Austronesian.
Angga tweet media
English
0
0
9
1.8K
Spudgun Official
Spudgun Official@SpudgunO·
The word for death is similar across language families which should NOT be linked.
Spudgun Official tweet media
紼歔@duertufs

@SpudgunO The Chinese word is 謀殺 móushā. You are NOT supposed to think about this.

English
29
108
4.6K
257.6K
Angga
Angga@itsperdana·
@TijeKoridorUI Alhamdulillah sudah sampai Alsut juga mint 🤲🏼
Angga tweet media
Indonesia
0
0
7
412
Angga
Angga@itsperdana·
@Bokononisme The Worldwide Latina Belt strikes once again
Angga tweet media
English
0
2
99
3K
波平凛
波平凛@hirarinnnn5·
@senjatanuklir Uniknya ejaan bahasa Sunda tahun 1980an(?) gak pakai huruf 'eu', tapi 'ö' Padanan sekarang: cageur, tiiseun, euweuh
波平凛 tweet media
Indonesia
13
24
184
6.4K
Aurelia V
Aurelia V@senjatanuklir·
Di Ejaan Soewandi (Ejaan Republik), diftong ‘oe’ udah diganti jadi ‘u’. Sudah begini sejak 1948. Jadi benar sj kalau latarnya tahun 60-70an (sblm EYD) :3 ditulisnya Surabaja, bukan Soerabaja lagi (ejaan Can Ophuysen)
Aurelia V tweet media
Indonesia
29
858
4.7K
125.9K
Angga
Angga@itsperdana·
(4/4) Paraguay, Uruguay → Paraguai, Uruguai Kelihatan merupakan bentuk penyelarasan penulisan diftong di bahasa Indonesia /ay/ → <ai>, spt ditemukan dalam kata “tuai.” Pertanyaannya, berdasarkan hal ini, kapan akan memperbarui “Malaysia” jadi “Malaisia”???
Indonesia
0
0
0
222
Angga
Angga@itsperdana·
(3/4) Rwanda → Ruwanda Sepertinya, alasannya karena kluster inisial /rw/ tidak ada dalam bhs. Indonesia. Lantas, apa alasannya Myanmar tidak diubah juga menjadi “Mianmar”? Atau bahkan lebih jelek lagi: “Miyanmar”?? Opsi yg lebih baik menurut saya: “Ruanda”
Indonesia
1
0
0
276
Angga
Angga@itsperdana·
Jujur, dari kemarin gatel pengen nimbrung diskursus daftar nama eksonim baru bahasa Indonesia ini. Jelas ini usaha untuk standardisasi, tapi kenapa terkesan setengah-setengah dan tidak ada acuan yg pasti ya?? Ada beberapa pertanyaan yg mengganjal:
Oni Suryaman@OniSuryaman

Dari Tailan, berakhir pada PEA, Turmenistan, dan Masedonia, A Tale of Exonym and Endonym Gak nyangka ternyata twit kemarin soal Tailan ternyata bikin tsunami juga. Mumpung masih anget terusin ah. Pertama, ternyata yang keberatan dan merasa aneh dengan nama Tailan bukan aku saja. Banyak sekali yang merasa nama resmi untuk negara Thailand ini tidak bisa di-Tailan-kan. Ada yang menyebut tetap Thailand, ada yang mengusulkan menjadi Tailandia, atau kembali ke Muangthai, seperti pada zaman dulu. Ini menunjukkan adanya penolakan yang cukup masif untuk pemakaian nama Tailan. Ada beberapa joke yang mengatakan apakah dengan demikian kita harus menggunakan taiti, atau makanan tai. Kedua, setelah pengamatan lebih lanjut, ternyata bukan Tailan saja yang bermasalah. Muncul juga singkatan baru PEA (Perserikatan Emirat Arab) menggantikan UEA (Uni Emirat Arab) yang sudah lebih dikenal. Ada juga Turmenistan, tanpa "k" pada Turk, menggantikan Turkmenistan. Ada lagi Masedonia menggantikan Makedonia atau Macedonia. Nama-nama resmi ini juga bermasalah. Nama "Thai" dan "Turk" itu mengacu pada bangsa tertentu, yang menurut hemat saya, tidak bisa kita utak-atik sembarang. Kalau kita ganti, berarti bangsa Thai akan menjadi bangsa Tai, dan bangsa Turk akan menjadi bangsa Tur, yang saya rasa tidak pada tempatnya. Begitu pula dengan penggantian UEA menjadi PEA. Para penutur milenial ke bawah sudah ketawa-tawa aja mendengar nama negara yang dibaca "pea". Lagi pula, mengapa pula kita anti dengan kata "uni"? Bukan uni banyak ditemui di Minang? (dan juga uda). Apakah dalam buku sejarah nanti kita akan mengganti Uni Soviet menjadi Perserikatan Soviet. Dan Manchester United menjadi Perserikatan Manchester? Saya rasa ini juga tidak elok. Yang terakhir Masedonia. Sesempit pergaulan saya, saya belum pernah mendengar orang mengucapkan Macedonia dengan s, selalu dengan k. Nama resminya pun adalah Република Северна Македонија, yang dibaca Makedonia, pakai k. Entah usulan siapa yang menyuruh menggunakan s. I rest my case... Urusan endonim dan eksonim ini kadang memang gak ribet dan aneh. Kadang kita menyerap langsung dari ejaan Inggris, sebagai bahasa yang paling umum dipakai masa kini. Kadang juga dari bahasa Arab yang juga sudah panjang sejarahnya berhubungan dengan kita; misalnya Misr untuk Mesir, alih-alih menggunakan Egypt mengikuti Inggris. Kita juga menyerap banyak dari Portugis, misal Inggris yang diserap dari Ingres. Dan tentu saja kata Belanda dari Portugis, Holanda, yang kemudian terpeleset menjadi Belanda. Dengan kata lain, eksonim, alias nama asing sebuah negara yang dipakai oleh negara lain, sangat ditentukan dengan sejarah hubungan negara tersebut dengan negara penyebutnya. Yang paling aneh misalnya Jerman. Eksonimnya lahir tergantung relasi bangsa Jerman dengan negara lain. Orang Jerman menyebut negaranya dengan Deutschland alias tanah rakyat. Orang Roma menyebut mereka Germania, yang berarti tanah tetangga, atau tanah pejuang, karena perang antara Romawi dengan mereka. Orang Prancis menyebut mereka Allemagne, karena mereka berhubungan dengan suku Alemanni dari Jerman. Orang Slavia menyebut mereka dengan Niemcy, yang artinya orang berbahasa asing. Orang Finlandia menyebut mereka Saksa, karena bersentuhan dengan suku Saxon dari Jerman, dst. Ruwet bukan. Pada intinya, sebutan nama sebuah negara sangat tergantung dengan sejarah hubungan antarnegara. Nah, kembali ke laptop. Terus bagaimana kita seharusnya menyebut sebuah negara asing. Ya tergantung relasi kita dengan mereka. Misal, dulu kita banyak berelasi dengan Maladewa, mungkin lewat perdagangan Melayu. Tetapi generasi baru lebih banyak mengenalnya dengan Maldives, sebagai tempat wisata. Lalu mana yang paling benar? Tidak ada. Biar masyarakat yang menentukan. Untuk negara-negara yang tidak banyak berelasi dengan Indonesia, silakan tanya ke kedutaan besar atau konsul kita di sana, atau diaspora Indonesia di sana. Mereka lebih berhak menentukan nama eksonim daripada para ahli bahasa, yang hanya berdasarkan aturan linguistik dan mengabaikan faktor sejarah dan sosiologis, yang jangan-jangan bahkan disuruh menunjuk letak negaranya di peta saja kesulitan. Masih banyak PR nama negara lain yang belum selesai. Misal, Kiribati yang sebenarnya dilafalkan kiribas, bukan kiribati. Begitu pula dengan nama sulit yang bikin lidah melintir seperti Luxembourg, Liechtenstein, dan Seychelles. Poin saya tetap, serahkan ke pemakai bahasa. Mereka yang lebih tahu nama negara tersebut lebih tepat di-Indonesiakan seperti apa.

Indonesia
1
0
0
1.2K