gtg

22.4K posts

gtg banner
gtg

gtg

@iwantudear

pengen menang giveaway shopee :)

Katılım Aralık 2011
1.3K Takip Edilen275 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
gtg
gtg@iwantudear·
Coba cek rekomendasi ala aku di bawah yaa 💙
Indonesia
1
0
0
64
gtg
gtg@iwantudear·
@aiidooooo Domisili mana kak sodaranya?
Indonesia
1
0
0
1.3K
*
*@elfariaaaaa·
ini sungguh valid,sempat sakit parah ( ffatty liver dan gerd) berobat ke hampir semua klinik dan rumah sakit terdekat,gak sembuh2,lalu ketemu sama sodara agak jauh yang kebetulan pulkam pas idul Fitri beberapa tahun lalu,cerita nya gw mau dibantu disembuhin,dan benar,yang pertama di scan itu kaki,setelah semua di "sentuh" dan organ lain aman,dan bagian yang ujung kaki yang nyambung ke organ sakit nya gw,itu kek baru di sentuh dikit aja kek ditusuk jir,mulai lah terapi itu berjalan,semua sumbatan darah yang terkait ke organ tersebut di benerin,lalu puncak nya organ gw itu kayak di "reset" gatau ke posisi yang semestinya atau gimana lah entah,intinya kek orang patah kaki dibenerin perut w waktu itu,setelah terapi pertama,gw berasa jauh mendingan setelah hampir sebulan lebih dilanda nyeri dan linu dari lambung yang merambat melilit sampai ke punggung, anjuran darii beliau harus ada dua sesi terapi lagi,tapi gw pas terapi kedua kayak udah lenyap aja itu nyeri melilit. dan oh riwayat beliau juga banyak nyembuhin sodara2 gw ternyata sebelumnya,saraf kejepit,lambung,stroke intinya mungkin tidak semua,tapi tesis beliau biasanya penyakit organ dalam biasanya berawal dari sumbatan,nama terapi ajaib tersebut bernama accupressure
Indonesia
31
734
5.1K
183.9K
gtg retweetledi
Rido
Rido@ridoarbain·
Kalau kamu ke Gramedia, lalu ketemu buku yang minat dibeli, JANGAN langsung buru-buru bawa ke kasir. Ada cara ampuh biar kamu dapat harga lebih murah 25% (kadang selisih harganya 10-20rb). 1. Buka situs web gramedia.com (pastikan kamu sudah punya akun dan login di sana); 2. Search judul buku yang tadi mau kamu beli; 3. Di kolom toko, pilih Gramedia Warehouse yang sedang kamu kunjungi; 4. Langsung masukkan buku pilihanmu ke keranjang belanja; 5. Pilih opsi “ambil di toko” (biasanya ada tambahan voucher diskon kalau memenuhi syarat minimal belanja); 6. Nah, di sini tugasmu untuk komparasi harga offline dan online. Kalau sudah yakin harga di web lebih murah, langsung bayar (bisa pakai Qris); 7. Setelah dibayar, cek kode transaksi via email, lalu tunjukkan ke kasir untuk ambil buku fisiknya. Selamat! Kamu sudah beli buku offline tapi dengan harga online! Buku yang dibeli lewat web ini bisa lebih murah karena tidak kena tambahan harga display Gramedia. Catatan: persentase diskon di web sewaktu-waktu bisa berubah.
Rido tweet mediaRido tweet mediaRido tweet media
Indonesia
93
1.3K
7.3K
430.4K
BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan@BPJSTKinfo·
Dilarang P P kecuali mau kasih tau Perlindungan JKK & JKM cuma Rp8.400/bulan atau Rp67.200/8 bulan. Untuk BPU diluar sektor transportasi kamu bisa dapetin keringanan tersebut dari Mei - Desember 2026. Daftarkan kepesertaanmu di Aplikasi JMO sekarang! #BPJSKetenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan tweet media
Indonesia
13
8
42
2.4K
gtg retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
BAYAR HANYA RATUSAN RIBU, BENEFIT HINGGA 40AN JT DAN LANGSUNG CAIR KOK BISA? ini bukan sulap dan bukan keajaiban. ini namanya skema asuransi sosial berbasis gotong royong. prinsipnya sederhana: jutaan peserta bayar iuran kecil setiap bulan, dan uang itu dikumpulkan jadi satu pool besar. ketika salah satu peserta mengalami musibah, mereka mendapat manfaat dari pool tersebut yang jauh lebih besar dari total yang pernah mereka setorkan. sama persis dengan konsep asuransi pada umumnya, bedanya ini dikelola negara dan tidak mencari untung. dari postingan disebutkan baru bayar 4 kali iuran dengan nominal sekitar 20 ribuan. artinya total yang disetor hanya sekitar Rp 80.000 sampai Rp 100.000 sebelum meninggal dunia. dan yang cair: Rp 42 juta. artinya negara menanggung selisih Rp 41,9 juta lebih dari uang yang dikumpulkan peserta lain dalam pool yang sama. ini bukan kerugian sistem, ini memang cara asuransi sosial dirancang untuk bekerja. INI PAKET APA DAN MANFAATNYA BERAPA? BPJS Ketenagakerjaan BPU punya beberapa pilihan paket untuk pekerja informal atau mandiri yang tidak terikat perusahaan seperti petani, pedagang, ojol, freelancer, dan lain-lain. Paket JKK + JKM (Jaminan Kecelakaan Kerja + Jaminan Kematian): iuran sekitar Rp 16.800 per bulan. manfaat Jaminan Kematian jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp 42 juta, terdiri dari santunan kematian Rp 20 juta ditambah santunan berkala Rp 12 juta dibayar sekaligus ditambah biaya pemakaman Rp 10 juta. Paket JKK + JKM + JHT (ditambah Jaminan Hari Tua): iuran sekitar Rp 36.800 per bulan tergantung upah yang dilaporkan. manfaat sama seperti di atas ditambah saldo JHT yang bisa dicairkan di hari tua atau jika berhenti menjadi peserta. jadi Rp 42 juta yang cair itu adalah manfaat JKM standar yang memang sudah ditetapkan dari awal. bukan keberuntungan, bukan lotre, ini hak peserta yang sudah terdaftar. kalau si bapak hidup lebih lama dan terus bayar selama 10 tahun dengan iuran Rp 20.000 per bulan, total yang disetorkan hanya Rp 2,4 juta. manfaat kematiannya tetap Rp 42 juta. masih untung 17 kali lipat dari yang dibayarkan. kalau sampai 20 tahun, total setoran Rp 4,8 juta. manfaat tetap Rp 42 juta. masih untung hampir 9 kali lipat. kalau pakai paket dengan JHT dan meninggal setelah 20 tahun, saldo JHT-nya bisa mencapai belasan juta tambahan di atas manfaat kematian, tergantung upah yang dilaporkan. tidak ada produk keuangan swasta yang bisa menandingi rasio manfaat seperti ini untuk segmen pekerja informal berpenghasilan rendah. semua pekerja yang tidak terikat hubungan kerja dengan perusahaan. petani, nelayan, pedagang, ojol, driver, freelancer, content creator, ibu rumah tangga yang punya usaha, buruh harian lepas, tukang bangunan, dan lain-lain. tidak perlu slip gaji, tidak perlu NPWP perusahaan. syaratnya hanya KTP dan uang iuran pertama. bisa daftar online di aplikasi BPJSTKU atau langsung ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. KENAPA BANYAK YANG BELUM TAHU? ini pertanyaan yang lebih penting dari segalanya. program ini sudah ada bertahun-tahun, manfaatnya nyata, iurannya terjangkau bahkan untuk petani dan nelayan sekalipun. tapi penetrasinya masih rendah karena sosialisasinya tidak cukup masif dan banyak yang masih menganggap BPJS itu hanya untuk karyawan perusahaan. padahal justru yang paling butuh perlindungan adalah mereka yang bekerja sendiri tanpa jaring pengaman dari perusahaan manapun. KESIMPULAN PRAKTIS: kalau kamu punya orang tua yang kerja mandiri, dagang, tani, atau apapun yang bukan karyawan, daftarkan sekarang sebelum terlambat. dengan Rp 20.000 per bulan, kalian sudah punya perlindungan Rp 42 juta untuk biaya pemakaman dan kebutuhan darurat keluarga jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Rp 20.000 itu harga dua gelas kopi kekinian. nilainya bisa jadi Rp 42 juta di saat paling dibutuhkan. jangan tunggu sampai menyesal karena terlambat daftarnya.
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
49
894
3.8K
564K
gtg retweetledi
💭 🍉
💭 🍉@montezvma·
@alwansyaah kalo ke Singapore, main ke sini: maps.app.goo.gl/Mf5q5njNnQkWFd… Di sana dijelasin dari A to Z konsep tata kota, termasuk: 1. pentingnya tanaman & pohon di landscape kota/bangunan 2. usaha menghibungkan taman2 = migrasi hewan via pohon dimungkinkan 3. jalur lintas hewan vs. jalan tol
💭 🍉 tweet media💭 🍉 tweet media💭 🍉 tweet media💭 🍉 tweet media
Indonesia
0
42
327
13.2K
gtg retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
buat yg baru mulai ngonten.. ini ada cerita dari temen👇 dia mulai bangun aset digital di ig dari akhir nov 2024, sambil tetap kerja kantoran yang menarik, dia bilang dia nggak pernah niat jadi selebgram dia cuma pakai sistem sederhana aja.. katanya, ini yang dia lakuin dari awal, bahkan dari 0 rupiah dan 0 followers dia bikin akun ig baru - ga kasih tahu teman, ga follow orang yang dia kenal, ngebiarin algoritma ngerti niche dia, bukan circle dia - tiap hari dia upload 1–3 reels tanpa wajah - durasi 5–7 detik - pakai b-roll + teks + hook sederhana - kadang dia pakai chatgpt buat bantu ide contoh hook yang dia pakai - cuma dari template ini, bisa jadi penghasilan baru - coba cara ini dulu sebelum cari kerja sampingan - bikin di canva, tapi bisa terus hasilin dia bikin produk digital sederhana di canva - template - planner - mini guide - swipe file katanya, cukup desain sekali, bisa dijual berkali-kali kalau lagi nggak sempat, dia pakai produk afiliasi dulu dia buka toko digital, linknya dia taruh di bio jadi walaupun lagi kerja, tetap ada penjualan masuk dia bilang, simpel banget sebenarnya cuma 1 akun baru dan 1 produk digital harga sekitar 50k kalau sehari ada 2–10 pembeli dalam sebulan bisa 7-10 juta🤤 lumayan banget buat nambah penghasilan yang menarik, dia bilang market ini ga pernah penuh cuma keliatan sepi aja.. intinya dia nih cuma modal jalan doang, ga overthinking ngejalaninnya..
Indonesia
5
201
1.3K
48.3K
gtg retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Akhirnya "kenapa aku terlahir WNI" ada untungnya juga. xAI baru buka lowongan AI Tutor - Indonesian. Syaratnya hanya untuk Indonesian native speaker. Kerjanya ga ribet. Ngelatih AI supaya bisa denger, ngerti, dan ngomong kayak manusia dari berbagai bahasa dan aksen lewat analisis dan labeling data suara. Full remote dan gaji-nya lumayan banget 600ribu/jam. Lo cukup kerja 1 hari buat dapet gaji UMR jakarta. Mereka lagi hire BANYAK ORANG karena Indonesia top 5 market terbesar untuk X.
Hanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet media
Indonesia
35
372
3.2K
173.2K
gtg retweetledi
Friday7th
Friday7th@Friday_SOL·
Hari ini gw hampir kena scam kartu kredit UOB senilai Rp 3 juta. Tapi gw malah balik ngerjain mereka, sampe mereka yang ngamuk ke gw 😂 ini pengguna-an vibe coding ga baik Ini kronologi lengkapnya + bukti teknisnya. Baca sampe abis, bisa selamatin kamu atau orang terdekat. 🧵
Friday7th tweet media
Indonesia
59
831
1.6K
156.7K
gtg retweetledi
teteh risol
teteh risol@bobbateas·
Pernah di fase ini!!! Inget banget yang sisa 90rb, suami harus isi bensin… Liat isi kulkas, ada bahan-bahan yg bisa aku kreasikan. Aku bikin lah malem-malem risol ragout, promosiin online taunya laku.. dan berujung open PO lagi, sampai laku ratusan pcs🥹🤍
teteh risol@bobbateas

Suami ku butuh bensin buat ngojol, budget habis soalnya habis belanja mingguan. ngulik isi kulkas, liat apa yg bisa dibuat tanpa harus keluar modal lagi, jadi risol ragout aja 19pcs lalu ku jual. Alhamdulillah kejual, penjualan pertama aku kasih ke doi buat uang bensinnya😗

Indonesia
0
3
18
949
gtg retweetledi
teteh risol
teteh risol@bobbateas·
Gak pernah ubah resep pancake dari 2020!! Semenjak tau cara bikin pancake yang fluffy dan enak, semua orang nyerahin tugas bikin pancake ke aku haha😆💗 Mulai dari classic buttermilk pancakes, lemon blueberry pancakes, dan chocochips pancakes! Resep ada dibawah📃
teteh risol tweet mediateteh risol tweet mediateteh risol tweet mediateteh risol tweet media
Indonesia
8
173
1.2K
30.4K
gtg retweetledi
RisangP
RisangP@rsngprad·
Gw punya komunitas pekerja WFH dan pekerja yang mau belajar soal WFH. Kalau mau join bisa ke link di bio ya. Di sana gw hampir setiap hari share lowongan WFH dari seluruh dunia, webinar2 gratis, materi belajar gratis, dan masih banyak yg lainnya. Silakan kalau mau join yaa Oiya dalam waktu dekat akan ada webinar gratis juga bareng mutual gw di sini hehe 👀
Indonesia
21
126
975
31.3K
gtg retweetledi
Shela ‘Oxfara’ Sundawa
Ayah & Ibu bisa mengunduh buku ini melalui tautan berikut: linktr.ee/doktershela Satu permintaan kecil saya: Jika sudah dipraktikkan, ceritakan atau tag saya ya saat si kecil sedang makan. Saya ingin ikut merasakan kebahagiaan itu. 👶🧡
Indonesia
7
53
133
4.8K
gtg retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Dari kondisi tubuh, kenapa ini bisa kejadian & harus ngapain biar balik enak lagi. 1. Cek zat besi & ferritin dulu Cewek tuh hampir nggak jauh-jauh dari kekurangan zat besi, apalagi kalau lagi haidnya deras. Kadang hasil cek darah (hemoglobin) keliatan normal, tapi ferritin —
Han🍀 tweet media
Indonesia
3
19
203
34.9K
gtg retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah. Dan ini bukan opini. Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur. Jawabannya satu kalimat mereka masuk ke pernikahan tanpa tahu siapa diri mereka sendiri. Dan begitu mereka masuk semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi, pengembangan diri pelan-pelan hilang. Bukan karena dirampas. Tapi karena struktur pernikahan yang mereka masuki memang tidak dirancang untuk menampung itu semua. Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani. Perempuan menikah. Anak lahir. Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri. Pengembangan diri berhenti. Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang? Saya sudah S1, saya pernah kerja, saya punya mimpi. Sekarang saya cuma masak ngurus anak, dan menunggu suami pulang. Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya. Mereka kirim ke universitas terbaik. Dorong untuk berkarir. Ajarkan untuk mandiri secara finansial. Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya. Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal. Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi. Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat. Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan. Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri. Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari. perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan. Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka. Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
283
8.5K
24.4K
1.1M
gtg retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
46.9K
101.9K
11.1M
gtg retweetledi
Bardan - Digital Marketer
Bardan - Digital Marketer@bardanslm·
cara saya jualan apapun di instagram full transfer non cod: 1. pilih produk yg mau dijual 2. buat foto produk, video produk dan konten 3. selama seminggu konsisten upload setiap hari semampu kita. sehari minimal 3 upload 4. di hari ke 8 mulai ads pelan2 5. konten yg di ads harus hard selling, harga yg dijual harus dicantumkan. 1 campaign konten caoursel, 1 campaign konten reels 6. kalau ada sentuhan personal branding lebih baik 7. funnel closing dimana? di dm bisa, di WA bisa 8. konten dibuat dalam bentuk cerita agar lebih meyakinkan dan trust, idealnya monolog 9. alamat jualan dibuka gak usah sembunyi2 agar lebih trust 10. kalau dalam 2-3 bulan enggak ada progres ganti produk, repeat.
Bardan - Digital Marketer tweet mediaBardan - Digital Marketer tweet media
Indonesia
34
138
1K
35.5K
gtg retweetledi
Aries.Harri
Aries.Harri@jauhari_aries·
Jujur, menjadi bapak-bapak usia 40-an yang harus bersikap "tega" ke anak sendiri itu menguras mental. Apalagi kalau berhadapan dengan anak perempuan umur 6 tahun yang lagi jago-jagonya negosiasi. Kadang rasanya pengen menyerah saja. Mengiyakan apa yang dia mau supaya rumah tenang, dan saya bisa duduk sebentar nyeruput kopi hitam tanpa dengar suara rengekan. Istri saya adalah seorang perawat NICU. Setiap hari dia merawat bayi-bayi prematur yang butuh presisi dan kedisiplinan tingkat tinggi. Jadi buat dia, urusan rutinitas anak di rumah—jadwal tidur, jam belajar, dan batas waktu main gadget—adalah hal mutlak. Kalau istri lagi dapat shift jaga malam, otomatis sayalah sang "Panglima Tempur" yang harus menegakkan semua aturan itu sendirian. Tiap jam 8 malam, dramanya sering mengalahkan sinetron. "Yah, 5 menit lagi ya YouTube-nya!" "Yah, aku belum ngantuk, mau main block sebentar lagi!" Mendengar dia menangis karena iPad-nya saya tarik, batin ini rasanya perang. Saya sempat mikir, "Apa saya terlalu keras ya sama anak sendiri?" Tapi kemudian saya menemukan grafik dari Family Studies di bawah ini. Rasanya seperti ditampar, sekaligus dipeluk. Di grafik itu ada satu temuan yang sangat valid, Stricter parenting is harder. Menetapkan aturan yang ketat itu memang bikin orang tua lebih pusing, capek, dan stress (lihat bar warna krem). Jauh lebih gampang ngasih anak HP supaya mereka diam. TAPI, coba perhatikan bar warna biru dan abu-abunya. Ternyata, aturan yang bikin kita capek itu—seperti menetapkan jam tidur yang ketat (strict bedtime) dan membatasi gadget (screen time limits)—justru meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak secara drastis. Dan hebatnya lagi, ini bukan cuma klaim dari kacamata kita sebagai orang tua, tapi anak-anak juga merasakannya! Pantas saja. Walaupun semalam dia menangis tersedu-sedu karena saya suruh berhenti nonton dan masuk kamar, pagi ini dia bangun dengan sangat segar. Tiba-tiba dia lari, memeluk kaki saya dari belakang pas saya lagi menyeduh kopi di dapur, sambil menyengir lebar, "Ayah, ayo temenin adek main Lego!" Tidak ada dendam. Yang ada hanya anak yang merasa aman, karena dia tahu kapan batasnya, kapan dia harus berhenti, dan kapan dia harus istirahat. Ternyata anak-anak kita butuh ketegasan untuk merasa diperhatikan. Capeknya berdebat tiap malam dan menahan rasa "nggak tegaan" itu adalah investasi jangka panjang untuk kedekatan kita dengan mereka di masa depan. Bismillah. Mari kuat-kuatkan mental jadi orang tua yang tega demi kebaikan mereka sendiri. 💪 Bagaimana dengan Bapak/Ibu di sini? Ada yang sering perang batin juga setiap menyuruh anak tidur atau menarik gadget dari tangan mereka? Apa trik kalian supaya tetap waras menghadapi fasenya?
Aries.Harri tweet media
Indonesia
37
500
1.4K
42.1K
gtg retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.
Indonesia
171
2.7K
4.4K
512K
gtg retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
831
14.1K
20.4K
2.9M
gtg retweetledi
Miss Tweet |
Miss Tweet |@Heraloebss·
Oh iya, ada satu hal yang tadi sempat kelewat. Semua yang terjadi malam ini juga bukan berdiri sendiri. Ini buah dari proses panjang, dari aktif berorganisasi, dari sering hadir, dari mau terlibat dalam sebuah kegiatan Di organisasi, kita belajar satu hal penting, relasi itu bukan dibangun saat butuh, tapi jauh sebelum itu. Karena saat momen genting datang, yang bergerak bukan sekadar sistem…tapi jaringan. Bukan sekadar prosedur…tapi rasa saling peduli. Maka pesan terakhir, khususnya buat #AnakTwitter yang membaca tweet ini Berserikatlah. Berkumpullah. Dan Aktiflah. Karena dari situlah jaringan kekeluargaan dan perkawanan tumbuh, terjalin, dan menguat. Yang hari ini mungkin terlihat biasa, besok bisa jadi penolong di saat luar biasa. Organisasi itu bukan cuma tempat kumpul, tapi tempat menanam hubungan , yang suatu hari akan kita panen manfaatnya. Salam
Indonesia
8
36
204
34.5K