𓍢ִ໋🌷‌֒ — JUAL BELI & JASTIP AKUN IG

2.1K posts

𓍢ִ໋🌷‌֒ — JUAL BELI & JASTIP AKUN IG banner
𓍢ִ໋🌷‌֒ — JUAL BELI & JASTIP AKUN IG

𓍢ִ໋🌷‌֒ — JUAL BELI & JASTIP AKUN IG

@jastipavadiera

🛒— Business Account for selling instagram account. ୨୧ let's shop acc and jastip here! || mention after dm. fast on wa. cek catalogue on pinned ‼️🤩💞

Katılım Temmuz 2019
1.3K Takip Edilen1.1K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
𓍢ִ໋🌷‌֒ — JUAL BELI & JASTIP AKUN IG
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤ ᴡᴇʟᴄᴏᴍᴇ! ㅤ ᴀᴠᴀᴅɪᴇʀᴀ sᴛᴏʀᴇ ㅤ @ᴊᴀsᴛɪᴘᴀᴠᴀᴅɪᴇʀᴀ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ. . . 🌷
𓍢ִ໋🌷‌֒ — JUAL BELI & JASTIP AKUN IG tweet media𓍢ִ໋🌷‌֒ — JUAL BELI & JASTIP AKUN IG tweet media
한국어
2
0
3
2.1K
Kereta Api Indonesia
Kereta Api Indonesia@KAI121·
Selamat pagi Kak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya Kak. Sebelumnya, laporan yang sama telah Railmin terima dan telah diteruskan kepada unit terkait dan telah ditindaklanjuti ya Kak. Proses pemanggilan telah dilakukan kepada petugas yang bersangkutan. Berdasarkan informasi yang kami terima, petugas yang Kakak laporkan akan segera menyelesaikan permasalahan ini secara pribadi. Sekali lagi, Railmin mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya.  Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Terima kasih.
Indonesia
13
0
1
973
-
-@manchildddd_·
TW PERSELINGKUHAN! Sesama pegawai KAI melakukan perselingkuhan selama 10 bulan hingga living together. PS inisial MR & WA. Di ruang lingkup kai selingkuh udah jd hal lumrah? mereka living together didkt stasiun manggarai. Berita sudah naik @KAI121 tapi tidak ada tindakan tegas!
Indonesia
100
17
114
852K
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Direktorat Jenderal Cipta Karya@pu_ciptakarya·
Air minum memiliki banyak manfaat bagi tubuh, tetapi masih banyak anggapan yang salah tentang air minum di sekitar kita.
Direktorat Jenderal Cipta Karya tweet mediaDirektorat Jenderal Cipta Karya tweet mediaDirektorat Jenderal Cipta Karya tweet media
Indonesia
4
0
2
1.1K
BASE ON
BASE ON@nctzenbase·
neozen calling nctzen yang hype/stan all unit nct ! aku mau wts koleksi pribadiku, dg sistem gacha! • 18k (incl all fee) • dpt 3 s/d 6 photocards (RANDOM!) • 1 akun bisa CO berkali2! bisa drop @ ya, nnti ak tag kl sdh share Iink >< @.seopremacj
BASE ON tweet media
Indonesia
34
4
42
4.6K
talon
talon@TalonXBT·
Send QRIS untuk bagi THR
Indonesia
4.3K
244
3.5K
397.7K
Home Credit Indonesia
Home Credit Indonesia@homecreditid·
Menurutmu berkah Ramadan tuh apa? Jawaban setiap orang pasti beda-beda. Ada yang bilang kesehatan dan ada juga yang bilang bisa beli HP baru biar silaturahmi sama keluarga gak putus. Apapun jawaban kamu, buruan nonton ini 👇 youtu.be/jTfhGH-KUSc?si… #BawaPulangBerkah
YouTube video
YouTube
Indonesia
701
1
16
3.4K
KabarIndonesia
KabarIndonesia@pancasila1708·
Mencerdaskan Anak Dimulai dari Piringnya Belakangan muncul narasi yang menggugat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alasan anggaran pendidikan tidak seharusnya digunakan untuk makanan. Argumen ini sekilas terdengar logis, tetapi sebenarnya mengabaikan satu fakta dasar yang sangat sederhana: anak yang lapar sulit belajar. Pendidikan tidak hanya terjadi di papan tulis. Pendidikan juga dimulai dari kondisi fisik anak yang sehat dan cukup gizi. Berpuluh tahun riset global menunjukkan bahwa kekurangan gizi pada anak dapat menurunkan kemampuan kognitif, konsentrasi, dan daya serap belajar. Artinya, gizi bukan sekadar urusan dapur rumah tangga, tetapi fondasi bagi proses belajar di sekolah. Karena itu, memasukkan program pemenuhan gizi dalam kerangka pendidikan bukanlah penyimpangan, melainkan investasi langsung pada kualitas sumber daya manusia. Narasi yang mengatakan “makanan tidak otomatis melahirkan kecerdasan” memang benar, tetapi argumen itu juga setengah cerita. Tanpa gizi yang cukup, Sistem pendidikan sebaik apa pun akan sulit berjalan jika anak datang ke sekolah dalam keadaan tidak siap belajar. Guru terbaik sekalipun akan kesulitan mengajar murid yang datang ke kelas dengan perut kosong. Program makan di sekolah bukanlah hal baru atau aneh di dunia. Banyak negara maju justru menjadikannya bagian dari strategi pendidikan dan kesehatan anak. Jepang, Korea Selatan, Finlandia hingga Amerika Serikat memiliki program makan sekolah karena mereka memahami bahwa investasi pada gizi anak adalah investasi pada masa depan bangsa. Kritik yang menyebut program ini terlalu mahal juga perlu dilihat secara utuh. Biaya kekurangan gizi jauh lebih mahal bagi negara. Anak yang mengalami stunting atau kekurangan nutrisi berisiko memiliki produktivitas lebih rendah saat dewasa. Dalam jangka panjang, hal ini justru membebani ekonomi nasional. Dengan kata lain, MBG bukan sekadar memberi makan hari ini, tetapi mencegah kerugian ekonomi di masa depan. Usulan agar bantuan diberikan langsung kepada keluarga juga terdengar sederhana, tetapi pengalaman berbagai program bantuan menunjukkan bahwa distribusi uang tunai tidak selalu menjamin perbaikan gizi anak. Bantuan bisa saja digunakan untuk kebutuhan lain yang mendesak. Program makan di sekolah memastikan bahwa anak benar-benar menerima makanan bergizi setiap hari. Lebih jauh lagi, program seperti MBG juga menciptakan dampak ekonomi lokal. Pengadaan bahan makanan melibatkan petani, peternak, nelayan, dan usaha kecil di daerah serta menciptakan lapangan kerja baru. Artinya, program ini tidak hanya menyentuh anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Karena itu, memisahkan pendidikan dari gizi adalah cara pandang yang terlalu sempit. Pendidikan yang kuat tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga melalui tubuh anak yang sehat, otak yang berkembang optimal, dan lingkungan belajar yang mendukung. Jika tujuan kita benar-benar ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, maka memastikan anak datang ke sekolah dengan perut kenyang dan gizi yang cukup bukanlah penyimpangan anggaran. Justru itu adalah fondasi dari pendidikan itu sendiri.
H a n s o l o@arifin34533

Dari Anggaran Pendidikan ke Piring Makan Belakangan ini muncul gugatan terhadap kebijakan Makan Bergizi Gratis yang diajukan oleh Koalisi Organisasi Sipil untuk Pendidikan ke Mahkamah Konstitusi. Langkah tersebut patut dihargai sebagai cara yang elegan dan konstitusional dalam menguji kebijakan negara. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan terhadap kebijakan publik memang seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan sekadar perdebatan tanpa arah. Salah satu kritik yang mengemuka adalah penggunaan anggaran pendidikan untuk membiayai program tersebut. Bagi sebagian kalangan, termasuk organisasi masyarakat sipil seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, langkah ini dipandang berpotensi menyimpang dari tujuan utama anggaran pendidikan. Dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas guru, fasilitas belajar, dan mutu pendidikan nasional justru beralih ke program yang secara langsung lebih berkaitan dengan konsumsi. Program makan bergizi tentu memiliki niat yang baik. Tidak ada yang menolak pentingnya gizi bagi anak-anak. Namun persoalannya terletak pada desain kebijakan. Hubungan antara makanan gratis dan peningkatan kualitas pendidikan nasional tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Pendidikan yang berkualitas lahir dari sistem yang kuat, guru yang kompeten, fasilitas yang memadai, dan lingkungan belajar yang sehat. Tanpa itu semua, makanan di piring belum tentu mampu melahirkan kecerdasan di ruang kelas. Selain itu, program berskala nasional seperti ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan fiskal negara. Ketika kondisi global tidak menentu dan konflik internasional berpotensi mendorong kenaikan harga energi, ruang anggaran negara bisa semakin tertekan. Program dengan biaya sangat besar tentu memerlukan perhitungan yang matang agar tidak membebani keuangan negara di masa depan. Alternatif kebijakan sebenarnya bisa dipertimbangkan. Bantuan gizi seharusnya lebih tepat jika difokuskan kepada keluarga yang benar-benar berada di bawah garis kemiskinan. Bantuan dapat diberikan dalam bentuk dana kepada keluarga agar ibu di rumah tetap berperan menyediakan makanan bergizi bagi anaknya. Konsumsinya bisa tetap diawasi melalui sekolah, sehingga tujuan menjaga gizi anak tercapai tanpa harus membangun sistem distribusi makanan nasional yang rumit dan mahal. Dengan pendekatan seperti itu, negara tidak hanya membantu anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga tetap menjaga ruang fiskal untuk investasi yang lebih strategis. Dana pendidikan dapat difokuskan pada peningkatan kualitas sekolah, sementara anggaran negara dapat diarahkan pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi keluarga. Pada akhirnya, mencerdaskan kehidupan bangsa tidak cukup hanya dengan memastikan anak-anak mendapatkan makanan di sekolah. Pendidikan yang kuat lahir dari kebijakan yang tepat sasaran dan prioritas anggaran yang jelas. Jika anggaran pendidikan terlalu jauh bergeser dari ruang kelas menuju dapur, kita mungkin sedang menyelesaikan satu persoalan, tetapi tanpa sadar justru mengabaikan persoalan yang lebih besar. ylbhi.or.id/informasi/siar…

Indonesia
214
2
111
11.8K
txtdaribrand
txtdaribrand@txtfrombrand·
Dua setengah jam dibatalin gitu aja karena gak ada driver yang mau ambil 😭 Real krisis ojol ini
txtdaribrand tweet mediatxtdaribrand tweet media
Indonesia
404
726
6.3K
3.4M
txt onlineshop
txt onlineshop@txtdarionlshop·
INDONESIA LAGI KRISIS OJOL! Driver & kurir udah mulai muak dan kompak berontak. Gelombang customer ngeluh dan ngamuk meningkat. Beberapa malah konflik antara ojol dan customer. Aplikator ga bisa diam terus-terusan. Sebuah pengingat kalau kita memang saling membutuhkan.
Indonesia
427
3.6K
20.2K
2.7M
dashcam indonesia
dashcam indonesia@dashcamindo·
[KRONOLOGI] Tanggal 11 Maret 2026 di jalur yos sudarso menuju jalan ahmad yani, lokasi depan flyover ITC Cempaka Mas, ada taxi ijo greensm dengan plat nomor B 1453 SWH memotong dari jalur kanan hendak naik ke flyover, tapi sudah kelewat pembatas,
Indonesia
6
0
1
524