Mardjie
2.4K posts

Mardjie
@jiesmart
Owner Global Persada Institute&CV Global Persada Utama|Bpake si Hannan, Fiqa, Fatih & Thoriq|Praktisi Training Vokasi|menyukai petualangan|
Samarinda Katılım Şubat 2013
697 Takip Edilen142 Takipçiler

@R4h4yu_12 Aga aneh, air, semen, baru, besi, bata dll adalah komponen utama dalam membangun rumah, artinya kalau airnya anda yg tanggung anda bagian dari support sistem... Eh tapi kan NDA ikut memiliki wkwkkw wes betul itu ditolak saja aga lain tetangga sampean itu
Indonesia

Aku mau sharing bukan niat mau ngajak ghibah, samping rumah tempat aku kost bangun rumah, tukang nya disitu datang kekostku trus bilang:
👷🏿: Assalamualaikum...
mbak mau minta air
me: Waalaikumsalam...
air minum? ( kupikir minta air minum)
👷🏿: bukan mbak, air ledeng buat bangunan
me: mohon maaf nggak bisa pak( belum sempat ngejelasin meteran di kost cuma 900, sering lari kalau aku pakai mesin cuci sama nyalain Sanyo)
eh dia nyeletuk
👷🏿 : bukan kah membantu urusan orang lain itu mendapat kan pahala mbak?
terus ngeloyor pergi
Apakah menurut moots aku jahat dan pelit?
please kasih saran?
Terima kasih
Indonesia

@Beritasatu Jika merasa dirugikan apakah ada peluang mengajukan gugatan secara hukum maaf izin bertanya
Indonesia

MPR RI resmi menyampaikan permohonan maaf terkait kelalaian dewan juri dalam final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang sempat viral di media sosial. Berdasarkan keterangan Plt. Kepala Disdikbud Kalbar pada Senin (11/5/2026), pihak sekolah telah mengajukan protes resmi karena jawaban siswa SMAN 1 Pontianak terbukti benar sesuai dengan petunjuk teknis lomba.
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih nyaman lagi, instal aplikasi BeritaSatu/Investor Daily di iOS dan App Store.
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #LCC4Pilar #Juri #Juknis #MPR
Indonesia

Suzuki kok dilawan
Ya walaupun secara model banyak dihujat tapi kalau urusan build quality ga usah ragu, ini contoh ketika Suzuki Access di trondolin. 😅
Oreo Blackpink@Aerio_Id
Ada yang udah beli Suzuki Access? Indent berapa lama? Review dong..
Indonesia

@innovacommunity Dikira supir travel padahal bawa keluarga singgah makan, aku langsung diarahkan ruang driver dikasi makan, dll Free dikasi gift juga, balik ke mobil semua ketawa
Indonesia

Se-menyebalkan apa klo dikira supir?
Sampai gk mau dikira supir.
Ada yg punya pengalaman buruk krn dikira supir?
Klo Minnov, gk boleh masuk lewat lobby depan sebuah instansi, harus lewat belakang 😅
SmwGwOto@SmwGwOto
Tips buat yg bawa alphard sendiri biar gk dikira supir. Masuk mobil jangan dr pintu supir, masuk nya dr pintu baris kedua, baru kedepan.
Indonesia


Unpopular opinion, Genuine parts itu cuma akal2an pabrik biar tetap ada pendapatan dr mobil yg sdh terjual.
Terkadang, Aftermarket malah lebih bagus dr genuine part. Contohnya, brake pad & disc, filter udara, apalagi yah?🤔
Cita sang pejuang spp dan susu@be_em_we323i
Alhamdulillah makin banyak user honda yang aware tentang pentingnya pake genuine parts honda. 🫶🏻
Indonesia

@AldhitamaR padahal payakumbuah dibuka dengan modal perputaran uang penjabat😋
#5menitdelete
Indonesia

Lagi lagi Payakumbuah disandingkan dengan Pagi Sore, Sederhana, dan Simpang Raya.
Tak patuttttt.
C@cccchhia
resto padang best of the best versi kamu yg manaa??? 1. Payakumbuah 2. Pagi Sore 3. Sederhana 4. Simpang Raya atau RM Padang lainnn??
Indonesia

@idextratime Uda min, reborn habis 1.2 juta harga dex Samarinda 24.450
Indonesia

@Babatmentai @BudiBukanIntel Lucunya Kaltim ada Kilang RDMP kapasitas besar tapi BBM non subsidi lebih mahal dari NTT, jangankan biosolar Dex saja sering kehabisan aga aneh
Indonesia

@BudiBukanIntel Mereka itu gak pernah hidup didaerah atau pedalaman. Jadi gak pernah liat supir sampe nginep nunggu solar datang
Indonesia

Lu cari biosolar di kaltim, kalo tiap hari dapet 500 liter Jago lu
Danny🦗@marvelle_danny
Yang naik bensin nya Orang Orang kaya Yang protes paling kencang yang pakai pertalite...
Indonesia

Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya.
BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab".
Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu?
BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal.
Secara bisnis, ya, mereka rugi.
Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan?
Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"?
1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi.
2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai.
3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan.
4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri.
Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem".
Itu namanya kegagalan sistem!
Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan.
Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah.
Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban".
Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit.
Rencana masa depan yang sederhana, bukan?
Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya.
Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya?
Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana.
Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?

Indonesia












