@bugsbunny_2345@ArjayaDirja@Wong_Loman Krn itulah mereka punya kerja sambilan yaitu merampas barang milik pedagang/pkl buat minta tebusan. Klo gak ditebus ya dijual.
Bapak ini harus viral, bayangin guru honorer gaji 2juta harus ngayuh sepeda dari Jakbar - Jakut setiap hari demi mengajar karena motornya hilang
🎥: Kompas.com
Dicecar DPR, Kepala BGN terdiam !
Dadan si ahli serangga ini terdiam kyknya krn ga ngerti apa yg lagi disampaikan oleh ibu Irma. Yg ada di otaknya itu kan cuma gmna cara ngabisin duit rakyat utk beli motor listrik, kaus kaki, tablet dll. Boro2 mikir utk pengawasan MBG.
Maling Berkedok Gizi !
BGN buka suara soal viral isu proyek IT "ghaib" senilai 1,2 T, adalah untuk pengadaan sistem IT dalam sistem informasi pemenuhan gizi Nasional (SIPGN) dan manage service IT dan loT, lantas apa kaitannya dengan gizi? pokoknya ada deh ☺️
Guys, ada momen di rapat DPR
seorang anggota DPR marah dan heran
Dan yang ngomong ini bukan aktivis.
Bukan pengamat.
Ini anggota DPR sendiri yang semprot Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya secara langsung di depan muka.
Pertanyaan yang paling mendasar yang dia lempar:
Kalau kita sudah punya big data
orang datang ngurus KTP
masa dimintain fotokopi KK lagi?
Gua punya KTP untuk apa?
Masih dimintai fotokopi KTP.
Kan aneh.
Surat lahir,
surat baptis masih diminta.
Wah, pusing. Negara kita kayak begini.
Ini bukan pertanyaan teknis yang butuh jawaban panjang.
Ini pertanyaan yang semua orang Indonesia pernah tanyakan dalam hati setiap kali berurusan dengan birokrasi.
Dan jawabannya tidak pernah memuaskan selama puluhan tahun.
Faktanya yang bikin makin miris perbandingan dengan Malaysia:
Indonesia punya e-KTP sejak 2011.
Ada chip NFC.
Ada data biometrik.
Teknologinya canggih.
Anggarannya triliunan rupiah.
Malaysia punya kartu yang secara teknologi identik namanya MyCAD.
Bedanya satu hal:
Malaysia benar-benar memakainya.
Di Malaysia mau isi BBM subsidi tinggal tap MyCAD di pompa bensin.
Sistem langsung cek identitas, cek kuota, kasih harga subsidi otomatis.
Tidak perlu antri.
Tidak perlu surat keterangan.
Tidak perlu aplikasi.
Tidak perlu fotokopi.
Setiap warga dapat kuota 200 liter per bulan.
Kalau kuota habis bayar harga normal.
Tidak bisa diakali.
Kalau ketahuan curang kuota diblokir permanen.
Hasilnya:
pemerintah Malaysia hemat RM600 juta per bulan.
Penjualan diesel bersubsidi turun 30%. Penyelundupan langsung terdeteksi.
Indonesia?
e-KTP yang sama teknologinya selama 15 tahun masih dipakai untuk difotokopi.
Dan ini yang paling menohok dari seluruh pidato itu:
Kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini.
Karena enggak pernah kelar.
Kalimat itu keras.
Tapi tidak salah.
Soal pemborosan anggaran yang berlangsung setiap tahun:
Ini yang menurut gue paling menyakitkan secara fiskal.
BNI punya data nasabah sendiri.
Pertamina buat sistem data sendiri untuk subsidi.
KPU setiap pemilu buat pendataan pemilih sendiri yang nilainya triliunan setiap siklus.
BPJS punya database sendiri.
Kemendikbud punya data sendiri.
Kemensos punya data sendiri.
Semua lembaga membangun silo data masing-masing.
Semua dengan anggaran masing-masing. Semua dengan vendor masing-masing.
Semua dengan tender masing-masing.
Dan di ujung semuanya data tetap tidak terintegrasi. Rakyat tetap diminta fotokopi KTP setiap kali berurusan.
Kita kalau urusan ngamburin uang tuh juara satu. Untuk data saja triliunan kita buang tiap tahun.
Cerita yang paling menyentuh dan ini yang paling human:
Anggota DPR ini bercerita soal kondisi di dapilnya di Kalimantan Utara.
Banyak warga dari NTT, NTB, Toraja yang kerja di Malaysia banyak secara ilegal.
Ketika mereka diusir setelah tidak digaji atau dieksploitasi paspor dan KTP mereka sudah disita oleh majikan.
Mereka pulang ke Kalimantan tanpa dokumen.
Tanpa uang.
Tanpa apa-apa.
Dan ketika mereka coba mengurus KTP baru mereka diminta KK.
Diminta fotokopi KTP lama yang sudah disita.
Diminta surat lahir yang ada di kampung di NTT yang jauh.
Untuk makan aja enggak ada. Sekarang mereka terkapar di perkebunan-perkebunan, digaji di bawah UMR, enggak punya BPJS, enggak punya apa-apa.
Dan sistem birokrasi yang seharusnya melindungi mereka justru menjadi tembok yang tidak bisa ditembus.
Makanya saya bilang KTP itu hak asasi.
Soal keamanan data ini juga perlu diangkat:
Dia menyebut setiap hari dia menerima minimal 50 WhatsApp dan telepon yang menawarkan emas, saham, investasi bodong.
Gimana keamanan data kita ini?
Siapa yang harus bertanggung jawab?
Masa kita terus diganggu hal seperti ini?
Dan tidak ada jawaban jelas apakah yang bocor itu data adminduk, data bank, atau data operator telekomunikasi.
Tidak ada institusi yang maju mengambil tanggung jawab.
Solusi yang dia minta dan ini bukan permintaan yang rumit:
Satu — sinkronisasi semua data di bawah satu gatekeeper. Kemendagri sebagai pemegang e-KTP harus jadi koordinator. Semua lembaga lain berhenti bikin database sendiri.
Dua — chip e-KTP harus diaktifkan untuk semua layanan publik. Tidak ada lagi fotokopi. Tidak ada lagi surat lahir. Cukup tap kartu.
Tiga — presiden harus turun tangan dan memerintahkan sinkronisasi ini di level ratas. Karena tanpa political will dari atas tidak ada satu lembaga pun yang akan mau menyerahkan kewenangan datanya.
"Jangan nanti KPU dibentuk, tahun berikutnya mengusulkan 2 triliun untuk identifikasi pemilih. Enggak habis-habis kalau begitu terus."
Sudah 80 tahun merdeka. Sudah 15 tahun punya e-KTP. Dan kita masih dimintai fotokopi KTP untuk mengurus KTP.
Kalau itu bukan kegagalan sistemik yang harus dipertanggungjawabkan gue tidak tahu apa lagi namanya.
Detik-detik terekam cctv mobil LCGC tetap terobos masuk (sudah dikasih barikade ditengah) di jalan coran semen yang masih seminggu.
Lokasi: Jl H. Dalih Jakamulya Bekasi Selatan.
Barikade dari kayu yang ditaro di tengah oleh warga supaya jalan coran semen yang masih seminggu ini tidak terobos masuk mobil. Agar jalan coran ini mengeras sempurna tidak retak atau rusak strukturnya.
Tapi tidak untuk mobil LCGC ini, tetap maksa masuk bahkan tanda barikade kayu digeser sedikit ke tengah agar supaya mobilnya bisa lewat di jalan coran semen yang masih berumur seminggu.
📹 masbloro
Inge Marita (28), ibu muda vang vira memaki pemotor hingga menoyor bocah SD di Kota Mojokerto, ternyata seorang residivis pencurian.
Berdasarkan SIPP PN Sidoario, Inge bersama ibunya, Lindawati (55) mencuri di rumah Khusnu Latifah, warga Sidoarjo, pada 18 Juni 2018 sekitar pukul 06.30 WIB
Saat itu, Inge mencuri 3 gelang emas masing-masing seberat 18 gram, 3,25 gram dan 1,95 gram, serta cincin emas 5 aram dan 1 ponse dari kamar Khusnul. Mereka berpura-pura halal bihalal ke rumah Khusnul. Inge lantas menumpang ke kamar mandi, sementara Lindawati mengajak korban keluar untuk mengalihkan perhatian
Akibatnya, Khusnul rugi sekitar Rp 20 juta. Inge menjual perhiasan curian di Pasar Blauran, Surabaya sebesar Rp 1.300.000 dan Rp 850.000. Sedangkan ponsel korban dijual di Mojokerto Rp 1.250.000.
Lindawati dan Inge divonis bersalah oleh maielis hakim PN Sidoario pada 10 Oktober 2018. Inge yang saat itu berusia 20 tahun, divonis 1 tahun penjara. Sedangkan ibunya dihukum 1 tahun 2 bulan penjara. "Untuk kasus yang pernah dilakukan terlapor atas nama Inge, informasi dari dari Kanit 3 (Pidana Umum) benar." ungkap Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan (detikjatim)
Tamu Asal India Diduga Curi Barang di Resort Ubud, Aksi Terungkap Saat Pemeriksaan Koper
tamu asal India diduga melakukan aksi pencurian di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Aksi tersebut akhirnya terungkap setelah pihak setempat melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pelaku.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua perempuan tengah membuka koper di area parkir, tepat di samping sebuah mobil putih. Seorang wanita lainnya berdiri mengawasi proses pemeriksaan tersebut. Dari dalam koper, tampak sejumlah barang yang diduga bukan milik pelaku.
Selain koper yang dibuka, terlihat juga beberapa tas lain berada di sekitar lokasi, termasuk tas hitam dan kantong belanja berwarna kuning. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap barang bawaan mereka.
Kejadian ini sontak menjadi perhatian dan menjadi pengingat bagi para pelaku usaha pariwisata maupun wisatawan agar selalu waspada terhadap potensi tindak kriminal, terutama di area penginapan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait kronologi lengkap maupun nilai kerugian akibat kejadian tersebut.
kinijani
Sosok Yenna Yuliana Bos pemenang Tender motor listrik MBG Rp 2,4 Triliun… yang motornya itu mirip motor china di alibaba harganya 9-10 juta tapi khusus MBG harga 50 juta🤯
Udah gak dikenal RT setempat plus kasus masa lalunya ada hubungannya sama penyaluran bansos, dipanggil KPK pula perusahaannya PT Yasa Artha Trimanunggal.
@txtdrjkt@txttransportasi terpantau ada mobil berstiker aparat mau nyalip tapi gak dapet dapet. Tbtb ngomelin pramudi. Untuk @PT_Transjakarta mohon lindungi pramudi karena pramudi tidak bersalah disini
ada artis sinetron yang katanya kesayangan PH telat dateng syuting yang harusnya jam 3 sore,
jam 10 malem baru dateng.
semua kru udah kesel banget sama ini artis dan bilang ke sutradara buat take besok aja. tapi, sutradaranya bilang buat lanjut syuting.
makeup, wardrobe segala macem 1 jam.
jam 11 mulai syuting, si artis baru ngomong beberapa kalimat sutradara langsung bilang cut dan selesain syuting hari itu juga buat ngasih pelajaran ke si artis.
@Saham_fess Tololnya adalah calonnya mengiyakan. Ini warning sign sih, aku kok illfeel ya langsungan. Bisa lgsg minta batalin aja gak tuh? Alasannya 'keluarnya calon gatau diri'
Shm! Aku baru lamaran sama pacarku, dan kita buka bukaan perihal keseluruhan harta dan hutang di depan orang tua kita. Niatnya supaya kedepannya enak. Pas camer cewe tau aku punya porto saham dan saldo atm 3 digit, tabungan emas, dan hutang hanya kpr rumah.
Dia langsung minta dibayarin hutang koperasinya. Dan calonku turut mengiyakan dengan alasan dia lagi nyicil mobil. Aku dan orang tua ku langsung tatap tatapan…
@hrdbacot@innovacommunity Banyak yg kena delete dgn alasan penggunaan tdk wajar krn barcodenya banyak yg digunakan oleh pihak lain bkn pemilik resmi barcodenya.
Kenapa ya selalu ada org udik yg justru menganggap kita org udik tolol yg antrian di jalan raya dgn rapi karena padat kendaraan? Kan bisa ambil jalur seberang dan nyalip panjang antrian mobil yg terdiri dari org2 bego spt kita?
Ini akibatnya