
You are one walk away from a better day.
Mokhamad Nurul `Izza
11.1K posts

@kangizza
Sudah Menikah | Indonesia 🇲🇨🇲🇨🇲🇨

You are one walk away from a better day.

Dewi Apriyani memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai staf IT, lalu beralih menjadi petani sekaligus peternak di rumahnya. Dewi sekarang menjalani 'integrated farming' untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri.


Kepala BGN: "Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG."

Asyiiiiikkkkkk. Ini beneran buat pegawai SPPG?

Kejadian terekam kamera! Niat hati cuma mau beli air minum, malah berujung duel maut. 😱 Kronologi singkat: Hari Kamis (02\/04\/2026), korban sedang mengendarai PCX Merah menuju O-SAVE. Di sana, korban bertemu saudara dan tak sengaja berpapasan dengan 3 orang pria. Niat korban sopan, korban salami mereka. Tapi tiba-tiba, mereka mulai menanyakan orang tua korban dan ujung-ujungnya minta uang. korban jawab dengan tenang, "Kalau ada perlu, silakan main ke rumah saja." Tak terima dengan jawaban itu, mereka langsung menyerang! korban sempat menghindar berkali-kali, tapi terus dikejar sampai akhirnya terjadi baku hantam. Yang lebih parah, salah satu dari mereka mencabut pisau dari balik jaket dan mengancam akan membunuh korban. Hati-hati buat warga yang melintas di area ini. Tetap waspada, premanisme nggak pandang bulu! Detail Informasi Lokasi Kejadian :Kp. Gabus, Tambun Utara (Sekitar Minimarket O-SAVE) Waktu Kamis, 02 April 2026 Sumber : babelaninfoid




Kalo kalian pelajar/mahasiswa dan masih pake ChatGPT, gua saranin mulai pindah ke Claude segera! Kenapa? Karena di Claude kalian bisa: • Ngerjain tugas panjang (makalah, esai, skripsi) dengan output yang lebih rapi, runtut, dan minim “ngaco” • Upload file (PDF, jurnal, dll) lalu langsung minta dirangkum, dianalisis, bahkan dibandingin. • Dapet penjelasan yang lebih dalam dan terstruktur, bukan cuma jawaban surface-level • Lebih enak buat brainstorming karena konteksnya lebih nempel dan jarang reset • Cocok banget buat kerjaan akademik, research, dan writing-heavy task Gua yakin bentar lagi jasa joki tugas bakal mulai punah sih 😂



Antusiasme yang tetap bertahan bahkan setelah Jokowi tak lagi menjabat memunculkan pertanyaan: apa yang sebenarnya mendorong orang datang ke tempat ini?




Pernyataan Menteri ESDM @bahlillahadalia soal mematikan kompor saat masakan sudah matang mungkin terdengar sederhana. Bahkan bagi sebagian netizen, dianggap “nyeleneh” dan jadi bahan bullyan. Padahal kalau kita tarik sedikit ke konteks yg lebih luas, justru di situlah letak masalahnya: kita sering meremehkan hal kecil yg berdampak besar. Faktanya, konsumsi LPG di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Sebagian besar digunakan oleh rumah tangga, dan mayoritas masih disubsidi negara. Artinya, setiap pemborosan kecil di dapur sebenarnya ikut membebani anggaran negara yg seharusnya bisa dialokasikan ke sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, atau bantuan sosial. Di sisi global, dunia sedang menghadapi tekanan energi akibat konflik geopolitik, termasuk di kawasan Timur Tengah. Ketika suplai energi terganggu, harga bisa melonjak dan negara-negara harus melakukan penyesuaian. Dalam kondisi seperti ini, efisiensi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Jadi ketika pemerintah mengajak masyarakat untuk hemat energi, bahkan lewat cara yg sangat sederhana seperti mematikan kompor setelah masakan matang, itu bukan sekadar himbauan receh. Itu bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional. Sayangnya, di media sosial, narasi sering dibalik. Yang sederhana dianggap konyol, yg logis dianggap bahan ejekan. Padahal negara-negara maju justru menekankan efisiensi energi dari level paling kecil: rumah tangga. Kalau mau jujur, ini bukan soal siapa yg bicara. Ini soal apakah kita mau jadi bagian dari solusi atau justru ikut memperbesar masalah. Kadang, langkah besar memang dimulai dari kebiasaan kecil. Dan dalam konteks krisis energi global, mematikan kompor tepat waktu bukan hal sepele—itu bentuk kesadaran.