Bintangkejora

2.2K posts

Bintangkejora banner
Bintangkejora

Bintangkejora

@keyholestars

Katılım Mayıs 2013
213 Takip Edilen200 Takipçiler
Keenan Kevin
Keenan Kevin@keenankvn·
Kabeh pelaku kekerasan kudu tanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukan, nu make Jersey no 7 mah kudu bengep, punten.
Indonesia
66
156
656
56.4K
Bintangkejora
Bintangkejora@keyholestars·
@Lyovv Geus pada baokan padahal mah ya. Kampring pisan
Indonesia
0
0
0
3.1K
Lyovv
Lyovv@Lyovv·
Daripada maen gulung, terus nyieun permintaan maaf, ceuk urang mah mending diopen fightkeun. Urg yakin bakal loba nu daek ngawakilan korban jang open fight jeung para pelaku ieu.
Arip@Aripallmazumi12

@v_frontline_pc Poto ini di ambil sebelum akunnya private, ada beberapa orang yang ikut pengeroyokan kepada dua anak laki-laki, yang jauh jauh dari Jampang hanya untuk ikut merayakan konvoi Persib tetapi aa ini malah membuat mereka trauma🥹

Indonesia
90
159
748
80.8K
ALOMUWANI
ALOMUWANI@LUCAMRLS·
@v_frontline_pc pronlen si spesialis gerus dulur sorangan, suganteh di x hungkul supat sepet ka dulur sorangan teh🤭
Indonesia
16
25
152
27.2K
Bintangkejora
Bintangkejora@keyholestars·
Boti anjing
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.

Indonesia
0
0
0
62
Bintangkejora retweetledi
aL
aL@w0ojien·
prabowo anjing
Indonesia
398
40.8K
90.5K
1M
Bintangkejora retweetledi
Wisnu Suryaning Adji 🐈‍⬛
pemerintahan prabowo membawa duka sepanjang tahun. semoga Tuhan dan semesta membalas.
Indonesia
155
17.3K
40.4K
372.3K
Bintangkejora retweetledi
The Kerupuk
The Kerupuk@TheKerupuk·
THAT WAS FUN WHILE IT LASTED 2026 is the New 1984.
The Kerupuk tweet media
English
181
6.9K
21.7K
1M
Bintangkejora retweetledi
SERANGAN FISIK
SERANGAN FISIK@seranganfisik·
Ada Mahasiswa Ditangkap Oleh Aparat, Lalu Dikarenakan Sikap Politiknya Kemudian Seluruh Barang Pribadinya Disita Bahkan Skripsinya Dihapus, Apakah Kalian Menyetujuinya? Selamat Hari Pendidikan Ironis Nasional 😊
Indonesia
63
5.7K
17.2K
323.3K
Bintangkejora retweetledi
Bivitri Susanti
Bivitri Susanti@BivitriS·
ASN=Aparatur Sipil NEGARA, mengabdi ke negara, bukan ke pemerintah, apalagi presiden. Stop berpikir negara = pemerintah. Stop feodalisme. Presiden bukan raja, tidak perlu disembah, sangat boleh dikritik, tmsk oleh ASN. Indonesia republik.
Indonesia
242
11.2K
21.6K
399.6K
Bintangkejora retweetledi
️️ ️️KARIM
️️ ️️KARIM@realmadridindo1·
Dua pertandingan tandang terakhir Camavinga di perempat final Liga Champions bersama Real Madrid: Kartu merah 🟥 melawan Arsenal Kartu merah 🟥 melawan Bayern Munich CAMAVINGA GOBLOOOOOOG
️️ ️️KARIM tweet media️️ ️️KARIM tweet media
Indonesia
142
183
1.8K
101.4K
Bintangkejora retweetledi
REMEMBER PERSIB
REMEMBER PERSIB@rememberpersib·
MURUS ITALICUS MAGNUS
REMEMBER PERSIB tweet media
Indonesia
10
144
913
14.9K
Bintangkejora retweetledi
Vikir Van Baskerville
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl·
Bro hidup di mimpi semua laki-laki ☝🏻
Indonesia
601
1.7K
15K
1.2M
Bintangkejora retweetledi
Menteri Pekerja RI
Menteri Pekerja RI@MenteriPekerja·
PERBUDAKAN MODERN YG DILEGALKAN NEGARA 2026 : -FREELANCE FULLTIME -GURU HONORER -KEMITRAAAN -MAGANG -VOLUNTEER -HARIAN LEPAS -PROBATION 6 BULAN -PRAKERIN -PKL -OUTSOURCING
Indonesia
220
10.3K
35.7K
564.9K
Bintangkejora retweetledi
shrenk
shrenk@deadasdream·
semoga hidupmu akan lebih baik dari sekarang. semoga kamu tidak perlu melewati hal-hal seperti ini untuk yg kedua kalinya. i’m really sorry.
Indonesia
2
103
270
17.2K
Bintangkejora retweetledi
abay🌒
abay🌒@yourholmesss·
etika profesional paling dasar: JANGAN GANGGU ORANG YANG SEDANG CUTI
Indonesia
100
3.4K
9K
171.2K
Bintangkejora retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
nemu satu kalimat cantik banget : “Jangan sampai kamu meninggalkan Pemberi Rezeki dengan alasan mencari rezeki” 🙂
Indonesia
168
14.7K
52.3K
711K