itsbuuuz

6.2K posts

itsbuuuz banner
itsbuuuz

itsbuuuz

@lightttyear

to infinity & scroll timeline

Katılım Haziran 2023
170 Takip Edilen134 Takipçiler
itsbuuuz
itsbuuuz@lightttyear·
ini salma daldin udaah muncul blom sihhh
Indonesia
0
0
1
89
itsbuuuz
itsbuuuz@lightttyear·
yaallah kenapa minggu ke senin tuh merem doang😔
Indonesia
0
0
0
60
itsbuuuz retweetledi
dor
dor@dooreemiifaaa·
iqbaal ngelike..
dor tweet media
Indonesia
6
30
694
19.4K
itsbuuuz
itsbuuuz@lightttyear·
ngeshare hatchu ke temen laki yg emg visual bgt. respon pertama dia. “anjay kelas ngonsep bgt ya???”
Indonesia
0
0
6
85
itsbuuuz
itsbuuuz@lightttyear·
yg ada dibayangan gua, org org kerja lagi nunggu tj di halte. DAN org org lagi transit di manggarai/tn abang sambil bawa ransel di depan. JAGOOOO dah lu salma n tim
Indonesia
0
14
170
1.9K
itsbuuuz
itsbuuuz@lightttyear·
eh tp gimaa ya. mau story tiap part hatchu tuh segan SOALNYA GW TEMENAN SM HRD di ig😔🤚🏻
Indonesia
0
0
2
95
itsbuuuz
itsbuuuz@lightttyear·
musisi anjaaay 😭🤚🏻
itsbuuuz tweet media
Indonesia
2
20
243
6K
itsbuuuz
itsbuuuz@lightttyear·
aaAAAKU kgn bgt naik krl. kgn menggerutu ngeluh manasih gak sampe2. KNPSIH kok ketahan lama😭😭😭 jujur. skrg aku bukan takut naik krlnya. TAPI semua yg terjadi di malam itu bener2 masih kebayang aja😭💔 ramai sesak, org teriak, nangis, alarm. huhu smg aku bisa segera pulih😭😭😭
Indonesia
0
0
0
102
itsbuuuz retweetledi
txt onlineshop
txt onlineshop@txtdarionlshop·
Petugas KAI ❤️ KAI... Green Flag banget... We 💝 you.
Indonesia
60
2.3K
11.9K
573.8K
itsbuuuz retweetledi
KAI Commuter
KAI Commuter@CommuterLine·
Satu tangkai dan satu bucket bunga menjadi doa. Terima kasih tiada batas untuk jalinan kebersamaan dan empati di sepanjang rel.
KAI Commuter tweet media
Indonesia
124
11.9K
39.6K
1.2M
itsbuuuz retweetledi
&ᴄᴏᴋ 
&ᴄᴏᴋ @Ccookk_·
Karangan bunga yang berada di ST Bekasi Timur sudah sebanyak ini 🥹🥹🥺😭😭. Al Fatihah ✨
Indonesia
1
8
28
1.1K
itsbuuuz retweetledi
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Momen Keluarga dari almarhumah Arinjani Novita Sari datang langsung ke lokasi kejadian Jumat (1/5) Sore tangis histeris yang tak terbendung. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.🥀
Indonesia
17
884
5.9K
83.2K
itsbuuuz
itsbuuuz@lightttyear·
husnul khotimah kaaaak! hal ini bener bener deket bgt sama aku. smsm tambun. kerja di media. commute with krl. pulang malam. minta jemput bapak💔💔💔 fly high kak ain🥀🕊️
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, di antara 16 nama yang tercatat sebagai korban meninggal dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur ada satu nama yang menurut gue perlu lo dengar ceritanya. Nur Ainia Eka Rahmadhynna. 32 tahun. Karyawati Kompas TV. Malam itu dimulai seperti biasa: Senin malam, 27 April. Ain begitu teman-temannya memanggilnya baru selesai kerja. Dia menghubungi keluarga. Pesan sederhana. Minta dijemput setelah pulang. Pesan itu terkirim. Lalu tidak ada pesan berikutnya. Keluarga menunggu. Menelepon. Tidak diangkat. Mencoba lagi. Tetap tidak ada jawaban. Kecemasan mulai menggantung tapi mereka belum tahu apa yang sedang terjadi di Bekasi Timur malam itu. Semalam penuh mencari: Adiknya Zhafa menceritakan bagaimana keluarga menghabiskan malam itu dalam ketidaktahuan yang menyiksa. HP Ain tidak bisa dihubungi hingga larut malam. Tapi WhatsApp-nya masih berdering artinya ada sinyal. Artinya mungkin masih ada harapan. Dari pelacakan sinyal terakhir pukul 01.00 dini hari posisi Ain terlacak di area Stasiun Bekasi. Zhafa terus mencoba. Subuh WhatsApp masih berdering. Masih ada nada sambung. Masih ada secercah harapan yang dijaga. Sekitar jam 7 pagi HP Ain nonaktif. Dan dari grup WhatsApp keluarga malam hari sebelumnya mereka baru tahu ada kecelakaan besar di Bekasi Timur. Kepastian tentang Ain datang melalui proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati. KAI mengkonfirmasi namanya masuk dalam daftar korban yang meninggal dunia. Yang teman lamanya tulis dan ini yang paling menyayat: Malam setelah kabar kepastian itu sampai seorang teman lama Ain menulis di grup: Malam ini ke Bekasi untuk mendoakan teman kami, yang biasa aku panggil Ain. Dulu semasa kuliah di Jogja pernah satu kos dan UKM Radio. Ain sangat suka kucing. Kucingmu sepertinya masih mencoba mencerna kehilangan kamu ini sama kayak kita." Temannya sempat mengabadikan satu momen malam itu. Kucing Ain yang biasanya menunggu di rumah tiba-tiba mendekat ke peti jenazah. Hewan yang tidak mengerti kematian. Tapi mengerti ketiadan. Mendekat ke peti itu. Mencari. Dan sang pemilik tidak akan pernah pulang lagi. Sebelum tahu teman itu pernah berharap: Di momen sebelum kepastian datang teman yang sama sempat menulis di grup: "Warga, barangkali ada yang lihat data penumpang kecelakaan KRL Bekasi di RS atau Puskesmas dekat sana kalau lihat nama Nur Ainia Rahmadhynna, tolong info aku ya. Berharap banget dia bukan salah satu korban. Berharap banget. Dua kata yang menyimpan begitu banyak doa yang akhirnya tidak terjawab seperti yang diharapkan. Siapa Ain: Ain adalah perempuan 32 tahun yang mencintai kucingnya. Yang masuk UKM Radio semasa kuliah di Jogja. Yang bekerja keras di Kompas TV. Yang malam itu hanya minta dijemput setelah kerja hal paling biasa yang dilakukan siapapun di hari biasa. Dia tidak tahu malam itu adalah malam terakhirnya. Tidak ada yang tahu. Dia naik kereta yang sama yang jutaan orang naiki setiap hari. Di kota yang sama. Di jalur yang sama. Yang selama puluhan tahun dibiarkan tanpa perlindungan yang memadai sampai malam itu segala kegagalan itu akhirnya bertemu di satu titik di Stasiun Bekasi Timur. Dan ini yang perlu diingat: Ain bukan angka dalam statistik. Ain bukan sekadar satu dari 14. Ain adalah perempuan yang kucingnya masih menunggu. Yang adiknya terus menelepon dari malam sampai subuh dengan harapan yang makin tipis tapi tidak pernah benar-benar padam sampai HP itu akhirnya nonaktif. Yang teman lamanya datang dari jauh hanya untuk mendoakan dan mendapati kucing kesayangan Ain mendekat ke peti mencari tuannya yang tidak akan pernah pulang. Di balik setiap perlintasan sebidang yang dibiarkan. Di balik setiap sinyal yang gagal bekerja. Di balik setiap Rp50 triliun yang habis untuk menutup kerugian BUMN yang tidak efisien sementara infrastruktur keselamatan kereta diabaikan puluhan tahun ada Ain. Ada keluarga yang menunggu. Ada teman yang berharap. Ada kucing yang tidak mengerti ke mana tuannya pergi. Alfatihah untuk Nur Ainia Eka Rahmadhynna. Dan untuk semua yang pergi malam itu. Sumber foto: threads

Indonesia
0
0
0
102