Lintang Rowe

2.8K posts

Lintang Rowe banner
Lintang Rowe

Lintang Rowe

@lintangrowe

Travel Writer

Jakarta Katılım Ocak 2010
370 Takip Edilen449 Takipçiler
Lintang Rowe retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah. Dan ini bukan opini. Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur. Jawabannya satu kalimat mereka masuk ke pernikahan tanpa tahu siapa diri mereka sendiri. Dan begitu mereka masuk semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi, pengembangan diri pelan-pelan hilang. Bukan karena dirampas. Tapi karena struktur pernikahan yang mereka masuki memang tidak dirancang untuk menampung itu semua. Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani. Perempuan menikah. Anak lahir. Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri. Pengembangan diri berhenti. Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang? Saya sudah S1, saya pernah kerja, saya punya mimpi. Sekarang saya cuma masak ngurus anak, dan menunggu suami pulang. Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya. Mereka kirim ke universitas terbaik. Dorong untuk berkarir. Ajarkan untuk mandiri secara finansial. Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya. Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal. Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi. Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat. Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan. Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri. Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari. perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan. Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka. Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
285
8.5K
24.5K
1.1M
Lintang Rowe retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47K
102.2K
11.1M
Lintang Rowe retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini kasus yang menurut gue lebih ngeri dari yang kelihatan di permukaan. Dan yang paling bikin gue marah bukan pelakunya — tapi respons institusinya. Kronologi yang perlu semua orang tahu: 2019 Andi Hakim Febriansyah, Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, mendekati pengurus Credit Union Paroki Aek Nabara. Dia menawarkan produk investasi bernama "BNI Deposito Investment" dengan bunga 8% per tahun. Produk itu tidak pernah ada. Dia menciptakannya sendiri. Tapi siapa yang mau curiga? Dia pejabat bank resmi. Pakai seragam BNI. Datang dengan fasilitas pick-up service BNI yang sudah berlangsung sejak 2015. Menyerahkan bilyet deposito yang ternyata dicetak sendiri di kertas A4. Setiap bulan dia transfer uang ke rekening CU-PAN sebagai bunga supaya korban tidak curiga. Dia juga meminta tanda tangan di formulir kosong yang kemudian dia isi sendiri jumlah dan tanggalnya. Rapi. Sistematis. Bertahun-tahun. Uang Rp28 miliar itu uang siapa: Ini bukan uang korporat besar. Ini uang umat Katolik di Labuhanbatu yang dikumpulkan perak demi perak oleh jemaat biasa lewat koperasi simpan pinjam gereja mereka. Uang yang seharusnya untuk membangun sekolah. Untuk menyejahterakan jemaat. Untuk masa depan komunitas kecil di Sumatera Utara. Dipakai Andi untuk apa? Sport center. Kafe. Mini zoo. Uang sedekah umat dipakai buat bangun mini zoo. Cara ketahuannya dan ini yang menyedihkan: Februari 2026 CU-PAN butuh Rp10 miliar untuk pembangunan sekolah. Mereka minta cairkan deposito. Andi mulai mengelak. Minta bilyet asli dengan alasan pembaruan. Mencairkan deposito lain tanpa izin pengurus untuk menutupi. Lalu tiba-tiba datang pegawai BNI baru yang memperkenalkan diri sebagai kepala kas pengganti Andi. Suster Natalia bendahara CU-PAN baru sadar ada yang sangat salah. 23 Februari 2026 kepala kas baru mengkonfirmasi: BNI Deposito Investment bukan produk resmi BNI. Tidak pernah ada. Tujuh tahun. Baru ketahuan karena korban mau cairkan uang dalam jumlah besar. Yang Andi lakukan setelah ketahuan: 9 Februari ambil cuti. 18 Februari pensiun dini. 28 Februari kabur ke Australia bersama istri lewat Bali. Polda Sumut koordinasi dengan Interpol, Australian Federal Police, terbitkan red notice. 30 Maret 2026 Andi dan istrinya kembali ke Indonesia lewat Kualanamu. Langsung ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Dan sekarang kita masuk ke bagian yang paling bikin gue tidak bisa diam: Respons BNI. Setelah semua terbongkar BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi ke korban. Tanpa penjelasan soal metodologi atau dasar perhitungan. Lalu pada 12 Maret 2026 BNI mengirim surat yang menyatakan mereka bersedia mengganti rugi Rp7 miliar. Dari total kerugian Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu secara sepihak ke rekening CU-PAN. Seolah dengan mentransfer uang itu kasus selesai. Akui kerugian sebagian. Anggap beres. Ini yang perlu dipahami secara hukum: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam konteks pekerjaannya. Andi tidak beroperasi sebagai individu random. Dia menggunakan: Fasilitas pick-up service resmi BNI Sistem dan infrastruktur BNI Jabatan dan wewenang yang diberikan BNI Kepercayaan nasabah terhadap nama BNI POJK Nomor 22 Tahun 2023 juga menegaskan bahwa pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Artinya: BNI tidak bisa bersembunyi di balik kata oknum. Dan kata oknum itu yang perlu kita bicarakan: Ini pola yang selalu sama di Indonesia setiap kali ada skandal institusi besar. Polisi korup? Oknum. Pejabat BUMN korup? Oknum. Pegawai bank gelapkan dana nasabah? Oknum. Kata "oknum" itu bukan hanya klarifikasi. Itu strategi. Cara untuk memisahkan institusi dari tanggung jawab. Cara untuk bilang ke publik: jangan salahkan sistemnya ini hanya satu orang nakal. Tapi pertanyaannya: bagaimana satu orang bisa menjalankan skema selama 7 tahun menggunakan sistem, fasilitas, dan nama institusi tanpa ada pengawasan internal yang mendeteksinya? Kalau jawabannya adalah pengawasan internal BNI yang gagal maka ini bukan hanya masalah oknum. Ini masalah sistem. Dan sistem itu tanggung jawab institusi. Yang seharusnya terjadi tapi tidak terjadi: BNI harusnya transparan sejak awal buka semua dokumen, jelaskan metodologi verifikasi, dan libatkan korban dalam proses. BNI harusnya tidak mentransfer Rp7 miliar secara sepihak seolah itu solusi final. BNI harusnya tidak membebankan pembuktian ke korba korban sudah mengikuti prosedur resmi, sudah percaya pada nama BNI, dan sudah ditipu dengan menggunakan fasilitas BNI. Kalimat yang paling gue ingat dari Suster Natalia: Tak pernah kami bayangkan bahwa ternyata bank-lah yang akan menghilangkan uang bukan saya yang menikmati uangnya Jemaat kecil di Labuhanbatu menyimpan uang di bank karena percaya bank lebih aman dari menyimpan di bawah kasur. Dan kepercayaan itu dikhianati bukan oleh orang asing, tapi oleh pejabat bank yang datang setiap bulan dengan seragam resmi. Andi Hakim adalah penjahat. Itu sudah jelas dan dia harus dihukum seberat-beratnya. Tapi BNI tidak bisa cuci tangan dengan kata "oknum" dan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan. Kalau bank BUMN yang dipercaya masyarakat dan dijamin negara bisa lolos dari tanggung jawab penuh hanya dengan menyebut pelakunya oknum, maka tidak ada lagi yang aman menyimpan uang di mana pun. Dan itu adalah krisis kepercayaan yang jauh lebih besar dari angka Rp28 miliar.
Catholic 𐕣@myshawti

Kenapa kasus seperti ini sulit naik di media? Padahal ini kasus tidak kalah pentingnya juga Nih awak test, pasti sulit naiknya

Indonesia
46
1.2K
1.8K
67.7K
Lintang Rowe retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Breaking News !!! MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah. here we go !!!  Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG?  Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara)   • 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung). • 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%). • Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama   ANOMALI FAKTA 🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak:   RENTANG PENGHASILAN :  🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak   🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak   🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi)   Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%). Empat Temuan Kunci : 🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi, 🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola,   🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi, Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5) Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena:   🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa), 🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite, 🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar,  🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua. Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) :  🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure. 🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat)   🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite   🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah” Kesimpulan dari Lembaga Porec.  🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?”   🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan. Sumber : Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026   policyresearch.id Link : drive.google.com/drive/folders/… cc : @dosenkesmas @iPoopBased @gibran_tweet @prabowo
Dosen Kesayanganmu tweet mediaDosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
185
4.9K
10K
182.8K
Irwan Hidayat
Irwan Hidayat@IrwanSido·
My deepest condolences Rest in peace ,ko Hwie Siang🙏🙏🙏
Irwan Hidayat tweet media
English
5
7
11
825
MarahIchsan🇮🇩
MarahIchsan🇮🇩@MarahIchsan·
Desa Ini Hidup Tanpa PLN, Mereka Hasilkan Listrik Mandiri Untuk 80 Rumah Bermo0dalkan Aliran Air...
Indonesia
135
1.9K
6.7K
172.1K
Lintang Rowe retweetledi
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
"Dok, kenapa komposisi vaksin dirahasiakan? Pasti ada zat berbahaya buat depopulasi (pengurangan penduduk) dunia kan! Terus kenapa banyak anak tiba-tiba autis/kejang habis divaksin?!" Tarik napas panjang. Tuduhan ini ngerinya luar biasa, tapi dasar logikanya sangat rapuh. Mari kita bedah 3 Mitos Terbesar: "Bahan Rahasia", "Agenda Depopulasi", dan "Cocoklogi Penyakit".
Indonesia
30
1.2K
2.3K
168.6K
Teddy Gusnaidi
Teddy Gusnaidi@TeddGus·
Apa salahnya jika orang-orang Partai dan pejabat punya dapur MBG? Gak masalah kan? Gak ada larangan. Membantu mensukseskan program pemerintah kok dituding negatif? Kalau kalian gak bisa sukseskan, diam saja. Kalau kalian gak mampu, gak punya uang, jangan iri dan dengki, silahkan melamar kerja saja di dapur MBG biar punya uang daripada hanya memaki tiap hari. 😊
Indonesia
300
9
41
24.2K
🇮🇩 мαԃαм ԃнєησк 🇵🇸
Dibagikan siang hari aja masih banyak masalah. Ini dibagikan saat sahur,pas lagi ngantuk2 nya. Gini amat yak demi 1,2T sehari .
🇮🇩 мαԃαм ԃнєησк 🇵🇸 tweet media
Indonesia
60
85
153
4.6K
Lintang Rowe retweetledi
King Purwa
King Purwa@BosPurwa·
gesture
King Purwa tweet media
English
365
3.7K
54.6K
2.8M