Genevieve
68.9K posts

Genevieve
@lostinacountry
This is my main account. if there’s anything about another account trying to mock anyone else or selling some content that definitely not my account.

Pas masih maba tepatnya 8 tahun lalu, gue bbrp kali liat konten soal 'quarter life crisis' lewat di IG atau jadi topik bahasan di podcast-podcast Spotify. Gue kira itu tuh cuma istilah yg dibuat-buat, mikirnya "masa iya sih kakak-kakak ini umur 25 tahun masih bingung, bukannya umur segitu harusnya udah punya karier & pengalaman kerja yg lumayan ya" Bhaap, betapa naifnya, karena buktinya tahun ini ngalamin sendiri. Emang harus ada di posisi itu dulu sih baru bisa ngerti realitanya kayak gimana. Ditambah kalo dipimpin sm orang-orang plenger, kelar dah buka Google Maps juga app-nya close sendiri bingung mau ngarahin ke mana. Sehat-sehat kita yg lagi ngalamin. Sehat-sehat para potential wonderkid Football Manager in real life

eh kalian tau gak sih cerita-cerita cewek yg sengaja bikin cowoknya ilfeel, TAPI justru cowoknya malah jadi lebih naksir??? KEJADIAN ANJIR DI GUE INI GIMANA HELPPPPPPPP

aku blue collar, kerja di energy company di indo 7 tahun lebih, trs ambil course aja di TAFE, alhamdulillah skrg kerja di salah satu energy company High Voltage di Victoria. selama di sini ga penting gelar s1, s2, master, phd, apapun itu (ga tau bidang atau kerjaan yang lain 😅) yang punya pengalaman di Indo, bertahun tahun, anda sebenernya sudah satu langkah di depan, tinggal jalannya ke australianya pake cara apa. sekolah dulu? atau langsung cari kerja? whv? doesn’t matter perbedaan kerja teknik di aussie sama indo? 😅 bagai bumi dan langit dalam banyak hal

how it feels to be online friends with someone in the same country as you

I have never heard someone cry in German before…


Di Indonesia itu kenapa ya aku merasa apa2 harus gengsinya tinggi wkwk masalah kerjaan blue collar, white collar aja dibahas mulu, seakan2 kerjaan managerial kastanya tinggi bener dan merendahkan skil2 blue collar and trades as "skill kayak gitu". padahal salah satu highest paying job di Australia itu konsutruksi, plumber alias tukang ledeng dan tukang listrik. Gaji mereka pertahun bisa sampai 2 Milyar. Kerjaan labour mining FIFO? Apalagi 😬 Trade, labour, machineries itu make up hampir 40% workforce di sini. Di Australia, kerjaan blue collar itu banyak sertifikasinya, dan dianggap skilled worker, duitnya juga kenceng. Di sini kuliah/engga gak pengaruh sama kehidupan sosial kalian pun, ga ada kerjaan A dianggap lebih baik drpd kerjaan B. Contoh nih co-workerku, lulusan SMA, ada sertifikasi child care tp dia gak kerja di child care, sekarang umur 28 udah punya aset property senilai 5 Milyar, beli mazda CX-5 cash, liburannya ke hawaii, barangnya Lv & Gucci kalo ke kantor. Dan itu semua hasil kerja clerk kantoran sebagai admin selama 10 tahun (dia kerja dr lulus SMA) Tetangga rumahku kerjanya pembasmi hama, bukan owner, hanya perkerja biasa, baru aja beli BYD Sealion 7, total mobil di rumahnya 4 biji, bisa sekolahin anak ke private school. Coba di Indonesia, bisa gak tuh dapet kualitas hidup yang sama..bisa gak menghargai trade jobs and blue collar worker? agaknya susah.

Terlalu sering hidup struggle sampe makan nugget tanpa nasi kerasa aneh, minum kopi harga 30 ribu seminggu sekali langsung hemat. Urip isine gur hemat karo hemat.


night sex abis mandi malem, tanpa dicabut smpe pagi, trus cuddle dan digerakin dikit² di dalem










