𝑳𝒂

56.1K posts

𝑳𝒂 banner
𝑳𝒂

𝑳𝒂

@lotusfla

Null

Katılım Nisan 2011
567 Takip Edilen756 Takipçiler
𝑳𝒂 retweetledi
Bad News From Indonesia
Bad News From Indonesia@bnfi_id·
Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional sebagai destinasi wisata favorit dunia 2026. Kabar ini menjadi bukti bahwa kekayaan alam dan budaya kita terus menarik perhatian dunia melalui lensa kamera. Tapi, coba kita lihat apa yang terjadi saat kamera itu dimatikan?
Bad News From Indonesia tweet media
Good News From Indonesia@GNFI

Indonesia
25
4K
8.8K
118K
𝑳𝒂 retweetledi
𝑳𝒂 retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Nadiem Dituntut Bayar Rp 5,6 Triliun: Saya tidak Punya Uang
tempo.co tweet media
Indonesia
2.2K
16K
96.3K
6.9M
𝑳𝒂 retweetledi
FIFA World Cup
FIFA World Cup@FIFAWorldCup·
The world's biggest stage. An even bigger purpose. On July 19, the FIFA World Cup 2026™ Final Halftime Show is coming to New York New Jersey Stadium, featuring superstars @Madonna , @shakira , and @bts_bighit , curated by @coldplay ‘s Chris Martin!   A FIFA World Cup first, the Halftime Show supports the FIFA Global Citizen Education Fund, a landmark initiative working to raise $100 USD million to expand access to quality education and football for children around the world. Throughout the tournament, USD 1 from every ticket sold to FIFA World Cup 2026™ matches will be donated to the Fund.
English
3.4K
72.8K
125.6K
2.3M
𝑳𝒂
𝑳𝒂@lotusfla·
Wait. Final halftime show? Berarti pas break 45 menit pertama bakal ada hiburan ini? Kayaknya sebelum2nya belum pernah ada yg beginian kan?
FIFA World Cup@FIFAWorldCup

The world's biggest stage. An even bigger purpose. On July 19, the FIFA World Cup 2026™ Final Halftime Show is coming to New York New Jersey Stadium, featuring superstars @Madonna , @shakira , and @bts_bighit , curated by @coldplay ‘s Chris Martin!   A FIFA World Cup first, the Halftime Show supports the FIFA Global Citizen Education Fund, a landmark initiative working to raise $100 USD million to expand access to quality education and football for children around the world. Throughout the tournament, USD 1 from every ticket sold to FIFA World Cup 2026™ matches will be donated to the Fund.

Indonesia
0
0
0
11
𝑳𝒂 retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu” Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang. Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.” TIDAK. Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan: Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan) Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi. Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki. “Namanya juga laki-laki.” “Cuma bercanda.” “Nanti juga ngerti sendiri.” "Boys will be boys" Tidak. Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan. Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun. Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh. Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam. Dan akan mereka ulang. Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban. Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat. Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.” Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras" Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
34
6.7K
11K
215K
𝑳𝒂
𝑳𝒂@lotusfla·
Parents fakultas hukum. Isinya para orang tua mahasiswa? Ini mahasiswa loh bukan bocah tk 😭
crv@screamerdiva

@sampahfhui sebadan-badan pada saling back up gini😌

Indonesia
0
0
0
1
𝑳𝒂 retweetledi
mutiara
mutiara@ayamgota·
Kenapa rape jokes & obrolan yg melecehkan GA BOLEH walaupun di trongkrongan inti? 1. Menormalisasi kekerasan seksual 2. Membentuk cara berfikir, awal nya sekedar obrolan, lama-lama itu bisa jadi kebiasaan ketika memandang perempuan 3. Mengobjektifikasi perempuan 4. Echo chamber
Mastin@MastinSaurus

@sampahfhui Jadi ini sebenernya grup chat privat? Udah bener mereka begitu di grup, bukan lecehin depan korban, yg salah itu yg ngeshare. Isi kepala manusia juga kalo diumbar ke sosmed pasti isinya macem2 dari julid, porno, dll. Tapi selama di simpen didalam kepala ya gak masalah

Indonesia
26
14.6K
30K
494.6K
𝑳𝒂 retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
🚨18+ kronologi kasus chat grup mahasiswa FH UI yang disusun ulang secara sederhana dan netral: 1). Pada 11 April 2026 malam, akun X bernama @sampahfhui mengunggah thread berisi tangkapan layar percakapan dari sebuah grup WhatsApp mahasiswa FH UI. Isi obrolan tersebut berupa komentar vulgar sehari-hari, objektifikasi tubuh perempuan, lelucon cabul terhadap foto Instagram mahasiswi, serta penggunaan frasa seperti “diam berarti consent” dan “asas perkosa”. Thread itu dengan cepat menjadi viral dan ditonton jutaan kali. 2). Diduga Anggota grup tersebut bukan mahasiswa biasa. Banyak di antaranya menjabat sebagai pimpinan organisasi kemahasiswaan, ketua angkatan, serta calon panitia ospek. Beberapa nama yang muncul dalam screenshot antara lain VH, IK, DY, RM, SP, dan beberapa lainnya. 3). Keesokan harinya, 12 April 2026, Fakultas Hukum UI menerima laporan resmi mengenai dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana terkait pelecehan seksual. 4). Pada hari yang sama, Dekan FH UI Parulian Paidi Aritonang mengeluarkan pernyataan resmi. Fakultas mengecam keras konten yang merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan nilai etika akademik. Mereka menyatakan sedang melakukan penelusuran dan verifikasi secara serius serta menyeluruh, sambil meminta publik menahan diri dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. 5). Berbagai organisasi internal seperti BEM FH UI dan badan semi otonom lainnya juga mengeluarkan pernyataan sikap yang mengutuk perilaku tersebut dan mendukung proses penanganan. 6). Hingga 13 April 2026, kasus ini masih dalam tahap investigasi internal Fakultas Hukum UI. Belum ada pengumuman nama resmi yang terbukti terlibat maupun sanksi yang dijatuhkan. Publik terus menanti langkah konkret dari pihak kampus. 🌱saya kira kasus ini menjadi pengingat yang cukup keras bahwa, di sebuah fakultas yang seharusnya menjadi tempat lahirnya pemahaman hukum dan etika yang tinggi, masih saja ditemukan sikap yang meremehkan batas-batas penghormatan terhadap sesama. 🌱harapan kami, proses yang sedang berjalan tidak hanya membersihkan nama baik institusi, tetapi juga menjadi pelajaran nyata agar budaya semacam ini tidak lagi dianggap sebagai “guyonan biasa” di kalangan mahasiswa. cc : @lowongandosenx / @dosenkesmas / @habiburokhman / @taufikbasari / @oncemkl
Dosen Kesayanganmu tweet media
sampahfhui@sampahfhui

[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]

Indonesia
125
4.2K
16.9K
1.3M
𝑳𝒂 retweetledi
HRD GEN Z
HRD GEN Z@hrdgenz·
diam adalah consent gigi lo consent najis
Indonesia
163
1.5K
10.4K
354.5K
𝑳𝒂
𝑳𝒂@lotusfla·
Duh kak padahal kamu juga diomongin di grup chat itu.
Indonesia
0
0
0
1
𝑳𝒂 retweetledi
adolf
adolf@asyncawaitx·
men to men: tolong banget evaluasi isi obrolan tongkrongan atau grup WA (or apapun) circle lo pada. kalo temen lo udah mulai objektifikasi perempuan, ngelecehin fisik pake bahasa kotor buat becandaan, and you do absolutely nothing about it? you're part of the problem jangan pernah berlindung di balik "namanya juga cowok" atau "ah elah cuma locker room talk doang, aslinya mah kita respect kok". it's a fucking bullshit. mindset jelek itu tumbuhnya dari hal-hal sampah yang lo normalisasi di circle lo sendiri. kalo lo udah terbiasa ngeliat perempuan cuma sebatas objek buat bahan fantasi di grup, pelan-pelan empati lo ke mereka bakal mati solid sama temen tuh ada batasnya. diem dan ikut ketawa pas temen lo ngelecehin orang itu bukan solid, tapi lo lagi jadi enabler gausah muluk-muluk sok pahlawan. minimal kalo ada temen lo yang mulai sangean ga jelas di obrolan langsung tegor. kalo ditegor malah ngegas dan ngatain lo so suci, mending leave. tongkrongan kek gitu ga ada valuenya sama sekali buat lo buat lo yang milih diem aja pas temen lo ngerendahin perempuan di grup, sadar ga sih kalo diemnya lo itu yang ngasih validasi ke mereka buat terus jadi predator?
sampahfhui@sampahfhui

[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]

Indonesia
308
30.4K
64.7K
3.1M