
mie Gemini
873 posts



Bandingkan apapun dengan MBG. Kayaknya asik, bisa bikin citra MBG buruk bahkan menjatuhkan MBG. Tapi dalam jangka panjang akan jadi backslash sendiri, karena dianggap terlalu lebay. "Telepon ku setara beberapa MBG". "Rumahku ini cuma 10 detik MBG". "Aku liburan kayak habis 20 detik MBG loh" Akhirnya? Inti kritikannya hilang, dan jadi topik baru yang menyimpang dari tujuan awal buat jatuhin dan kritik MBG. Orang jadi bias, karena semakin absurdnya MBG dibandingkan dengan apapun. Lucunya? Malah nanti tumbuh kesadaran baru, kalau dana yang dikeluarkan untuk MBG itu ternyata sangat murah. Karena sudah terlalu biasa mendengarnya. Dan berpikiran Pemerintah Indonesia ini ternyata sangat kaya raya dan punya duit banyak. Mirip anak orang kaya, yang sering bandingkan barang-barang mahal yang dibeli dengan uang sakunya. "Maaf yah, tas mahalmu gak sengaja aku rusakin". "Owh itu cuma sama kayak uang sakuku 1 hari doang kok, nyantai saja, aku bisa beli lagi besok" Akhirnya itu barang kelihatan makin murah, bukan makin mahal. Lama-lama membosankan, punya oposisi gak jelas dan bodoh-bodoh gini dah...









Ini kasus viral yang menurutku menunjukkan betapa bodohnya penegak hukum kita. Amsal Sitepu dianggap mark-up anggaran karena jaksa dan auditor menganggap jasa edit video harusnya bernilai Rp0. Mereka anggap jasa digital ini tidak ada nilai ekonominya. 🤷🏻♂️ medan.inews.id/read/681204/ba…



Presiden Prabowo Subianto mengunjungi permukiman bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3), dan meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Salah satu warga, Ibu Seger, mengaku terharu karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya seorang Presiden datang langsung ke lingkungan tempat tinggal mereka. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus harapannya agar dapat memiliki hunian yang lebih layak di masa mendatang. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga menyerap aspirasi masyarakat dan menegaskan komitmennya untuk menyediakan hunian yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.





BREAKING NEWS !!! 🚨Bebani Fiskal, Ekonom Usul Moratorium Program MBG Selama Tiga hingga Enam Bulan🚨 - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membebani anggaran fiskal karena biayanya sangat besar dan berasal dari realokasi belanja lain, sehingga menimbulkan biaya peluang yang tinggi. Manfaat ekonomi yang dihasilkan juga tidak sebesar klaim pemerintah, karena banyak perhitungan hanya melihat dampak bruto, bukan dampak neto. - Menurut ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, program ini tidak menciptakan lapangan kerja baru secara signifikan, melainkan hanya memindahkan tenaga kerja yang sudah ada. Peningkatan konsumsi bahan pangan pun tidak sepenuhnya tambahan, sementara efek pengganda terhadap ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM masih terbatas. - Awalil mengusulkan agar program MBG dimoratorium dulu selama tiga hingga enam bulan untuk ditinjau ulang secara serius. Setelah itu, program bisa dijalankan kembali dengan konsep baru yang lebih tersegmentasi dan memiliki tujuan utama yang jelas, sehingga lebih efektif dan efisien. cc : @menuembegejelek / @dosenkesmas / @BudiBukanIntel / @MikaelDewabrata / @iPoopBased / @RidhaIntifadha #google_vignette" target="_blank" rel="nofollow noopener">nasional.kontan.co.id/news/bebani-fi…


Kenaikan harga-harga adalah dampak dari kenaikan harga energi yang terdampak dari perang Israel vs Iran, namun JUS ( Jaringan Uang Soros ) malah sibuk menyalahkan progam MBG. Memang harus punya pola pikir yang menyimpang kalau mau menghasut masyarakat, persis seperti apa yang dilakukan para gerombolan komunis di waktu lampau .






















