π×r×r
204 posts


Karena pelaku juga terkena cairan saat menyiram korban Andrie Yunus, maka hukumannya diringankan





FAKTA JUJUR SOAL MAUNG: MESIN, SASIS DAN KOMPONEN DASAR IMPOR DARI KOREA DESAIN MIRIP REXTON KOREA KOK BANGGA? 100% BUATAN INDONESIA KATANYA, NYATANYA? Sejak Maung MV3 Garuda Limousine tampil di KTT ASEAN ke-48 di Filipina, banyak yang bertanya dengan nada skeptis: "Ini beneran buatan Indonesia atau cuma rakitan?" Mari kita bongkar habis, jujur tanpa ditutup-tutupi. FAKTA 1: BUKAN 100% BUATAN INDONESIA DAN PEMERINTAH SENDIRI YANG BILANG Maung MV3 Garuda memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 70 persen. Sisa 30 persennya berasal dari Korea Selatan khususnya mesin, sasis, dan lantai dasar menggunakan komponen dari SsangYong dan Mercedes-Benz. Bukan rahasia. Kepala Staf Kepresidenan yang mengumumkan sendiri. Jadi siapapun yang bilang ini "100% buatan Indonesia" memang kurang tepat. FAKTA 2: MIRIP SSANGYONG REXTON DAN INI BUKAN TUDUHAN, INI KONFIRMASI Beredar kabar di media sosial bahwa Maung memiliki kemiripan dengan Ssangyong Rexton. Kemiripan terlihat dari bagian dasbor, pengontrol AC, konsol tengah, tuas persneling, hingga setir. Spesifikasi mesin pun identik: turbo diesel 2.200 cc dengan tenaga 202 PS. Ini bukan jiplakan ini transfer teknologi dan kemitraan industri. Cara yang sama dilakukan Korea Selatan sendiri ketika membangun industri otomotifnya dari nol di era 1970-80an, menggunakan mesin Mitsubishi dan platform Ford sebelum akhirnya mandiri. FAKTA 3: TAPI DESAIN, REKAYASA, DAN SISTEM KEAMANAN ITU KARYA PINDAD Proses produksi dimulai dari penyusunan spesifikasi teknis dalam dokumen System Requirement Specification, lalu tim engineering Pindad mengembangkan desain, membuat komponen utama seperti bodi, pintu, dan fender, dilanjutkan body welding, pengecatan, perakitan akhir, hingga pengujian dan sertifikasi keamanan. Armor composite tahan peluru, kaca antipeluru B5/B6, sistem run-flat tyre itu semua dikerjakan Pindad. Bukan tinggal pasang komponen Korea lalu cat putih. FAKTA 4: APAKAH LAYAK JADI KENDARAAN PRESIDEN? Di sinilah pertanyaan serius perlu dijawab dengan jujur. Kecepatan maksimalnya hanya 100 km/jam jauh di bawah The Beast milik Presiden AS yang bisa melampaui 150 km/jam dengan bobot 9 ton dan sistem pertahanan setara kendaraan militer penuh. Namun untuk konteks kawasan ASEAN dan standar negara berkembang, perlindungan antipeluru level B5/B6 dan armor NATO-grade adalah standar yang layak dan sudah dipakai banyak negara. Yang perlu dicatat: ada varian khusus yang dikembangkan untuk kendaraan dinas menteri, pejabat tinggi, dan kendaraan kepresidenan dengan standar keamanan tinggi. Jadi ini bukan versi biasa yang dijual ke sipil. KESIMPULAN JUJUR Maung bukan mobil buatan Indonesia dari nol secara penuh. Tapi ia juga bukan sekadar rakitan biasa. Ia adalah kendaraan yang didesain, direkayasa, dan diproduksi di Indonesia dengan fondasi teknologi dari mitra global, persis seperti yang dilakukan hampir semua industri otomotif nasional di dunia saat masih berkembang. Apakah sudah setara The Beast atau Rolls-Royce Phantom kepresidenan? SANGAT BELUM Tapi apakah ini pencapaian nyata industri pertahanan Indonesia yang patut diteruskan dan ditingkatkan? Perlu dicermati JADI PANTASKAH KITA BERBANGGA? JANGAN2 JADI BERCANDAAN ORG KOREA... HAHAHA


























