Maria Rosaline
32.8K posts

Maria Rosaline
@mariamagdal
-




Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.








BREAKING NEWS mereka melakukan klarifikasi yg kedua kalinya setelah klarifikasi pertama dihapus karna terkesan tdk mengakui kesalahan Diklarifikasi kedua mereka meminta maaf dan mengakui kalau tujuannya hanya untuk mendapat travel grant dan jalan2 keluar negeri Mereka melakukan klarifikasi di akun yg baru alasannya karna akun sebelumnya di banned🤔😅 Cc rialdyfajar_





Jika ditelusuri di Google Scholar, Rifaldy Fajar ini sudah mempublikasikan setidaknya 20 “karya ilmiah” Selain Prihantini, ada beberapa nama baru yg kerap muncul di jurnal Rifaldy Fajar. Dua di antaranya adalah - SAHNAZ VIVINDA PUTRI - ELFIANY SYAFRUDDIN Siapa mereka?






Kayaknya di dunia ini ga ada cewek super kaya yang nikah sama cowok yg “biasa2” aja Kalo cowok masih ada. Buktinya Cristiano Ronaldo ini cc: @cigsaftermilk

fyi ini mereka udah di confront langsung sama tim adikku yg lagi di copenhagen, udah di datengin langsung dan diomongin tapi diem aja dan gak bisa jawab apa-apa. selanjutnya dia bikin status di wa kalo dia dibully reasearcher senior dan bikin video gini di tikok 🥲







Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Terlepas dari kasus ini, bisnis jurnal palsu dan ilegal kayak gini tuh perputaran duitnya gede banget, sekitar $10 juta+ dolar atau Rp163 miliar (itu baru yang ketahuan) > skema gini namanya "paper mill" Cara kerjanya? > ada "perusahaan" yg jual jasa bikin riset palsu > kamu bayar $197–$5.472 per paper > nama kamu masuk sebagai penulis > harga rata-rata untuk jadi penulis pertama satu paper: sekitar $800 (~Rp13 juta) > gak ada kegiatan, gak ada data Cara mereka bikin riset? > sekarang udh pake AI > ngambil data dr database publik > jalanin proses analitik yg standar-standar aja > intinya semua digenerate pake AI (panjang kalo ditulis semua) Fun factnya... > mereka punya "partner" jaringan peer review palsu juga > satu pekerja paper mill bisa selesaikan lebih dari 30 paper per minggu > referensi palsu juga disuntikkan ke paper untuk terlihat kredibel > jadi seolah-olah banyak yg make tulisannya > paper mill paling banyak beroperasi di China, Rusia, India, dan Iran > biasanya buka jasa lewat Telegram

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.




Bayangin kalo kejadiannya dibalik:

Indonesia paling menonjol di ASEAN dengan 713 bahasa, hampir empat kali lebih banyak dari Filipina. Keberagaman bahasa ini tidak selalu mengikuti luas wilayah, karena Singapura tetap mencatat 25 bahasa meski negaranya kecil. Data ini menunjukkan bahwa ASEAN bukan hanya kaya budaya, tetapi juga menjadi salah satu kawasan dengan keragaman linguistik tertinggi di dunia.


Hot takes: Pelayanan publik harusnya emang gak libur weekend. Hanya libur saat hari libur nasional + cuti bersama. Melayani cuma saat weekdays mah beban buat ekonomi. Ada orang yang kerja feenya harian kalau cuti buat ngurus gini artinya pelayanan publik lagi ngerem ekonomi.











