Istana Negara menghormati proses hukum yang dilakukan Polri dalam penanganan berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa setiap proses hukum harus dihormati dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah agar tidak menimbulkan spekulasi selama penyidikan berlangsung. Pemerintah menegaskan komitmen pemberantasan korupsi sebagai salah satu prioritas, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Sementara itu, Polri terus melakukan langkah penegakan hukum melalui Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) bersama Polda Metro Jaya dalam penyidikan dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan sejumlah perusahaan. Melalui proses hukum yang berjalan, Polri berkomitmen menangani perkara secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap menjunjung prinsip hukum yang berlaku.
Patroli Gabungan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Hadirkan Rasa Aman bagi Warga melalui Sambang di Lanny Jaya
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Gakkum melaksanakan patroli gabungan dan sambang di Distrik Tiom, Pirime, dan Indawa, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Minggu (12/7). Selain menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, personel juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi serta memastikan warga merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kaops Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan patroli dilakukan untuk menghadirkan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan humanis. Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara personel dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.
#TongBakuJaga
Polri melalui Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika dengan mengungkap clandestine laboratory atau laboratorium gelap produksi narkotika golongan I jenis tablet karisoprodol. Pengungkapan ini bermula dari penindakan terhadap satu tersangka di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, yang kemudian dikembangkan hingga petugas menemukan lokasi produksi narkotika di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya mesin produksi, 308.000 butir tablet karisoprodol, 250 kilogram bahan baku inti, serta 1.650 kilogram bahan pendukung produksi. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam penegakan hukum terhadap jaringan narkotika. Pengembangan kasus terus dilakukan untuk mengungkap pemasok dan jaringan yang lebih besar.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si., menegaskan komitmen Polri bersama Kejaksaan untuk terus memperkuat sinergitas dalam sistem criminal justice system. Menurut Kapolri, kolaborasi dan koordinasi antar aparat penegak hukum menjadi hal penting dalam mewujudkan proses penegakan hukum yang semakin baik. Sinergi kedua institusi diharapkan mampu memberikan pelayanan hukum yang profesional dan berkeadilan bagi masyarakat. Terus Berkomitmen Solid Menjaga Indonesia dan #SinergiPenegakanHukum yang Berkeadilan
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si., bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M. Si., menegaskan komitmen memperkuat soliditas TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa. Melalui silaturahmi di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (13/7), keduanya mempererat sinergi antarlembaga guna mendukung stabilitas nasional dan menyukseskan berbagai program pemerintah. Kapolri juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi serta kekompakan di tengah berbagai upaya yang berpotensi memecah belah hubungan TNI dan Polri, sehingga sinergitas kedua institusi tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terus Berkomitmen Solid Menjaga Indonesia dan #SinergiPenegakanHukum yang Berkeadilan
Pelayanan hukum yang berkeadilan lahir dari sinergi yang kuat antarpenegak hukum. Dalam semangat memperkokoh kolaborasi tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si., bersama Jaksa Agung RI Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M., menggelar pertemuan untuk memperkuat koordinasi dan soliditas Polri-Kejaksaan sebagai satu kesatuan dalam sistem peradilan pidana terpadu di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (13/7). Selain membahas peningkatan koordinasi, kedua pimpinan institusi juga mendorong penguatan kapasitas melalui program pertukaran pendidikan antara penyidik Polri dan jaksa. Langkah ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas penegakan hukum, mempercepat koordinasi antarinstansi, serta menghadirkan pelayanan yang memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Sinergitas antarlembaga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi Polri dan Kejaksaan sebagai bagian dari criminal justice system, termasuk melalui penguatan koordinasi serta rencana pertukaran pendidikan bagi penyidik Polri dan jaksa. Dengan sinergi yang semakin erat hingga ke tingkat daerah, kedua institusi berkomitmen menghadirkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan demi memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi masyarakat. Terus Berkomitmen Solid Menjaga Indonesia dan #SinergiPenegakanHukum yang Berkeadilan
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., menegaskan komitmen memperkuat soliditas TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa. Melalui silaturahmi di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (13/7), keduanya mempererat sinergi antarlembaga guna mendukung stabilitas nasional dan menyukseskan berbagai program pemerintah. Kapolri juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi serta kekompakan di tengah berbagai upaya yang berpotensi memecah belah hubungan TNI dan Polri, sehingga sinergitas kedua institusi tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terus Berkomitmen Solid Menjaga Indonesia dan #SinergiPenegakanHukum yang Berkeadilan
Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita melahirkan 282 calon perwira remaja Polri. Salah satu lulusan terbaik, Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Bangka Belitung, yang berhasil meraih predikat Ati Trengginas, penghargaan bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik dengan nilai jasmani dan kesehatan 93,64. Penghargaan tersebut diumumkan dalam Upacara Penutupan Pendidikan yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M. Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Jumat (10/7).
“Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya,” ujar Adnan.
Meski berasal dari keluarga sederhana, dukungan orang tua serta motivasi dari pimpinan Polri membuatnya percaya diri mengejar cita-cita menjadi perwira Polri. Kisah Adnan menjadi bukti bahwa kesempatan mengabdi di Polri terbuka bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mendukung pengusutan tiga kasus dugaan korupsi oleh Polri secara profesional dan tanpa pandang bulu. Ia menekankan pentingnya sinergi serta koordinasi antara Polri, Kejaksaan Agung, dan lembaga penegak hukum lainnya untuk menjaga proses hukum berjalan adil. Ia juga meminta masyarakat mempercayakan penanganan perkara kepada penyidik dan tidak terpengaruh narasi yang tidak berdasar. Komitmen Polri Terus #KonsistenBerantasKriminalitas Demi Tegakkan Keadilan untuk Masyarakat
Korupsi memang telah lama menjadi tantangan bangsa. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Tidak ada ruang bagi siapa pun yang terbukti melanggar hukum. Tanpa memandang asal institusi maupun kedudukannya, setiap pelanggaran akan diproses dan ditindak secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tutur Menko Polkam RI.
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menangkap tiga terduga pelaku yang diduga terlibat dalam gugurnya tiga anggota Polri saat penggerebekan jaringan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Penangkapan terhadap tiga pelaku dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (9/7). Ketiganya yakni yakni Bio yang diduga sebagai bandar utama jaringan narkoba, serta dua anggota sindikat berinisial Ramblan alias Busu dan Perie. "Saat ditangkap ketiganya melawan menggunakan senjata tajam jenis mandau sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur," ucap Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, S.I.K., dalam keterangannya, Jumat (10/7).