Sabitlenmiş Tweet
Wareg
13.6K posts

Wareg
@masisisis
What do you feel?
Klaten, Jawa Tengah Katılım Haziran 2013
3.2K Takip Edilen428 Takipçiler
Wareg retweetledi

Pernah denger pesugihan Kandang Bubrah? Syaratnya cuma satu: rumah lu nggak boleh berhenti direnovasi. Kalo tukang mandek kerja, nyawa keluarga lu yang jadi semennya.
Atau pesugihan Tuyul yang nguras darah istri lu tiap malem buat ngasih makan peliharaannya?”
Di gerbang Alas Ketongo, harusnya kita pulang.
Tapi malam itu kita nyasar ke tengah ritual mereka. Dan kita baru sadar tumbal yang mereka cari malam itu adalah kita.
@bacahorror @IDN_Horor @ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #horor


Indonesia
Wareg retweetledi
Wareg retweetledi

Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Nakula@03__nakula
Pedagang membuang Timun ke sungai karena murah dan gak laku. Padahal kalo disumbangkan ke panti² asuhan atau pesantren pasti pada mau, gak mubazir kek gini. 🥹
Indonesia

Cuma perlu Follow X Yupi dan Reply "DONE", nanti Yumin kasih YUPI GRATIS!
Yumin tunggu sampai 28 Maret 2026 #YupiGiveaway
Indonesia

@bunnybluum Yok sekali lagi nonton,, menang kok,, 3-2
Aku dari masa depan
Indonesia

pngen nonton tp cape dibikin kena mental mulu
Just Chelsea@justcfc
Here is my team v Everton tommorow, what are you changing Blues? 👀
Indonesia

Part 2 send qr code untuk 11 orang pertama
Lfg! 🙌🏻
Marsyal🌳@Marsyal27
FCFS Buat 11 Org ke sampe part 5 jumlah sama rata 🙌🏻🙌🏻🙌🏻
Indonesia

@MerbTheDerb Hahahyeeiii
HsNDfxmznFP25prRRKm84t3ZQP61Q13KZR3Pc7L3iU2u
Indonesia
Wareg retweetledi
Wareg retweetledi

Akhirnya baranglokal.com sudah menyala kembali! 🔥
Thanks mas @papanberjalan udah sabar ngeliat kelakuan saya ngereog mulu dari kemarin di kolom DM.
Langsung aja mampir guys buat liat update-an brand kami di week ini!

Indonesia
Wareg retweetledi

Kawan2 yang butuh, peta wilayah Indonesia dalam format GeoJSON, silakan cek petanusa.web.id. Tersedia peta provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.
Data batas wilayah diambil dari API Laravel Nusa: nusa.creasi.dev
Indonesia
Wareg retweetledi















