
Matsuhiroeka
1.1K posts

Matsuhiroeka
@matsuhiroeka
Perjuangan untuk idealisme, fakta kebenaran & kepentingan publik






















Simpulan dari hasil penelitian RRT - R adalah: Berdasarkan ijazah yang beredar sejak tahun 2022 mulai dari kemunculan official oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, kemudian klaim foto ijazah asli oleh Dian Sandi di bulan April 2025, dan artefak beberapa set ijazah dari KPU Solo sampai Pusat, maka RRT - R berkesimpulan menurut keyakinan secara scientific based; ijazah Jokowi PALSU. (Mbak Dokter Tifa kok nulisnya RRT-R? Iya R yang satu udah kabur jadi Termul!) Sekarang Doktor Bonatua Silalahi dengan metodologi riset berbasis Administrasi Publik, dari artefak ijazah yang diperolehnya dari beberapa sumber termasuk dari KPU-KPU, simpulannya: Ijazah Joko Widodo: TIDAK ADA. Jadi bagaimana kasus ini bisa dilanjutkan menjadi pidana pencemaran nama baik, fitnah, hasutan, manipulasi data elektronik dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun kepada saya dan Roy Suryo, ketika Kebenaran Ilmiah justru mengungkap ada Pidana yang lebih nyata dan faktual: Yaitu seseorang menggunakan dokumen palsu untuk meraih jabatan selama 20 tahun? Sebentar lagi, tunggu release hasil penelitian Doktor Leony Lydia dkk dari Bonjowi. Jangan-jangan mereka akan berkesimpulan: Ijazah ASLI Jokowi TIDAK ADA, kalaupun ada, itu PALSU. wis tah remuk. Btw, Pak Jokowi saya mau tanya: jadi pak Bonatua, mbak Leony Lydia, mas Lukas Suwarso mau diapain? Mau dilaporkan polisi juga apa tidak? Dianggap fitnah, menghina sehina-hinanya? Merendahkan serendah-rendahnya? Yang adil dong, pak Jokowi! Mosok cuma dr Tifa sama Roy Suryo yang jadi jagoan Polda? Biar rame lagi POLDA Metro Jaya! Biar rame lagi TV-TV!















Keren respons Pak Jokowi atas klaim Chaplin merasa paling berjasa atas karier politik beliau dari Gubernur hingga Presiden sangat elegan & menyejukkan. Jawabannya : "Saya bukan siapa-siapa, Saya ini orang kampung....yg menilai bukan saya.” Pak Jokowi memilih tdk meladeni klaim berlebihan maupun provokasi. Beliau tetap rendah hati, tidak emosional & justru mengembalikan penilaian kepada rakyat sebagai pihak yg paling berhak menilai perjalanan politiknya. Sikap ini menunjukkan kedewasaan politik bukan adu klaim, tapi menghormati fakta & penilaian publik. Pak Jokowi memilih mengademkan suasana, bukan memperkeruh dgn debat siapa paling berjasa.















